Beranda blog

Armuji ResmikanGedung DPRD Kota Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Armuji meresmikan pembukaa n Gedung baru didampingi Sekda Kota Surabaya, Hendro Gunawan. Gedung waakil rakyat yang terletak di belakang gedung lama tersebut disebut Armuji sebagai ruang fraksi.

Armuji mengatakan bahwa beberapa ruangan di gedung baru memang digunakan untuk ruang fraksi dan alat kelengkapan dewan, sementara untuk ruang unsur pimpinan dan paripurna tetap menggunakan yang lama.

“Jadi kalau ada rumor bahwa masing-masing anggota dewan akan mendapatkan ruangan itu tidak benar. Karena sebenarnya ruangan fraksi yang saat ini digunakan itu sebelumnya milik sekwan, karena terpaksa dan tidak ada lagi, mereka mengalah,” ujarArmuji sesaat setelah menandatangai prasasti dan mengunting pita, Selasa (21/5/2019).

Armuji mengakui bahwa ruangan fraksi saat ini lebih luas dan lega. Apalagi periode yang baru jumlah fraksi menjadi delapan, yang sebelumnya hanya tujuh.

“Tidak ada fasilitas baru di gedung, hanya saja lebih lebar dan luas, sehingga kalau menerima tamu lebih enak. kalau ada tamu lebih dari 20 orang, Insya Allah masih bisa menampung,” terang politisi PDI Perjuangan yang lolos menjadi anggota DPRD Jatim di Pileg 2019 lalu ini.

Armuji menerangkan jika dalam waktu satu bulan masih dalam tahapan pemindahan perabotan dan sesuai info dari SKPD terkait beberapa perabotan tambahan sudah dilelangkan.

Sementara menurut Sekda Hendro Gunawan, pihaknya berharap, dengan adanya fasilitas gedung baru yang lebih luas ini bisa semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, utamanya terkait penyampaian aspirasi.

“Dengan bertambahnya jumlah fraksi di gedung yang baru ini, maka semakin banyak keterwakilan rakyat, ini tentu akan lebih baik,” harapnya.

Prosesi peresmian gedung baru DPRD Surabaya ini, juga dirangkai dengan berbagai acara, selain pembagian santunan kepada ratusan anak yatim piatu, sebagai hiburan juga diisi band akustik yang pemainnya merupakan gabungan karyawan dan pamdal DPRD Kota Surabaya.

“Pembagian santunan kepada anak-anak yatim piatu ini adalah sebagai wujud rasa syukur kami dan sebagai bentuk kepedulian DPRD Surabaya yang telah menjadi agenda tahunan,” pungkas Armuji (mar

Forum Ulama dan para Habib mengancam akan menutup Suramadu kalau massa yang berangkat ke Jakarta di hadang oleh pihak kepolisian

SURABAYA (Swaranews) – Beredarnya surat himbauan kepada Habib Madura kepada massa yang berangkat ke Jakarta melalui medsos.

Diatas surat tersebut tertera kop surat yang disertakan alamat sekretariat yang bertempat di Jalan Raya Jokotole nomor 24, RW 3, Kelurahan Barurambat, Kabupaten Pamekasan Madura.

Ancaman surat itu ditantangani langsung oleh
Forum Ulama dan Habib Madura yakni Habib Faishol Fad’aq, Kiai Abdulloh Khon Thobroniy, Kiai Faurok Alawi,

Kiai Ali Karrar Shinhaji dan Kiai Jurjis Muzzammil.Isi surat tersebut , Ulama dan Habaib Madura mengancam akan menutup jembatan Suramadu selama 2 hari dengan memanggil semua mobil truck kaum Madura untuk memacetkan tol Suramadu.

Selain itu pesan surat tersebut menghimbau kepada masyarakat Madura agar tetap berangkat ke Jakarta. Meskipun sudah banyak mendapatkan penghadangan oleh kepolisian.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan hal yang tidak di inginkan.

” Suramadu itu jalan umum untuk kepentingan semua masyarakat, sentra ekonomi, transportasi dan penghubung dan kalau ditutup ya kita akan buka,” Ujar Frans Barung Mangera saat di hubungi melalui pesan whatsapnya, Senin (20/5) malam. (Ari)

Gelar Pasukan Armed 12/Kostrad, Danyonarmed: Dengan Puasa, Prajurit Lebih Semangat Mengabdi

NGAWI (Swaranews) – Menjelang pengumuman hasil Pemilu pada tanggal 22 Mei mendatang, seluruh aparat pengamanan yang terdiri dari personel TNI-Polri mulai menggelar berbagai persiapan pengamanan, seperti yang dilakukan oleh personel Armed 12/Kostrad saat ini. Selasa, 21 Mei 2019.

Lettu Arm Donny mengatakan, gelar pasukan yang dilakukan saat ini, merupakan upaya Satuan dalam mempersiapkan personel dan perlengkapan pendukungnya dalam rangka kegiatan pengamanan.

“Kegiatan ini, akan menjadi tolak ukur sampai sejauh mana kesiapan personel dan perlengkapan Yonarmed 12/Kostrad,” jelas Perwira Seksi Operasi Armed 12/Kostrad tersebut.

Terpisah, Danyonarmed 12/Kostrad, Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy menambahkan, gelar pasukan yang dilakukan saat ini, adalah hal yang wajar dan normal sebagai bentuk antisipasi terhadap perkembangan situasi dan kondisi.

“Situasi dan kondisi sampai saat ini, memang masih pada level kondusif, masyarakat tidak perlu takut. Gelar pasukan sudah menjadi kewajiban aparat keamanan sebagai bentuk tindakan antisipatif,” tandasnya. “Mudah-mudahan, kondisi yang sudah baik ini bisa bertahan hingga hasil pengumuman Pemilu nanti,” imbuhnya.

Sebagai benteng pertahanan, kata almamater Akademi Militer tahun 2002 ini, TNI dipastikan akan selalu siap siaga dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan.

“Sehingga, perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini, akan berjalan aman dan damai sampai selesai,” pungkasnya.

Tidak hanya itu saja, dirinya juga menghimbau seluruh prajuritnya untuk tetap menjalankan puasa dengan khidmat ditengah kegiatan siaga.

“Tugas adalah ibadah, dan secara khusus, Ibadah Puasa kali ini akan lebih memampukan prajurit untuk bersemangat melaksanakan tanggungjawabnya sebagai komitmen pengabdian kepada nusa dan bangsa,” tegasnya. (sub)

Delapan PSK Terindikasi Positif HIV, Ini Langkah Pemkot Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Sebanyak 14 Pekerja Seks Komersial (PSK) terjaring razia di kawasan Stasiun Wonokromo, Surabaya, Sabtu (18/5) malam dan Minggu (19/5) dini hari. Razia itu dilakukan oleh petugas gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terdiri dari Satpol PP, Linmas, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Dari 14 PSK yang terjaring razia itu, delapan diantaranya terindikasi positif Human Immunodeficiency Virus (HIV).

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kota Surabaya, Febria Rachmanita, mengatakan dari 14 PSK yang terjaring razia itu, langsung dilakukan pemeriksaan tes urine di lokasi. Hasilnya, delapan orang positif terjangkit HIV. Mereka diketahui berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, yakni Kediri, Tulungagung, Gresik, Nganjuk dan Malang, dengan usia rata-rata di atas 30 tahun.

 

“Saat ini mereka ditempatkan di Liponsos Keputih untuk dilakukan pembinaan dan pengobatan berupa Acute Retroviral Syndrome (ARV), sebelum nanti mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing,” kata Febria di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin, (20/5/2019).

 

Febria menjelaskan pihaknya akan terus gencar melakukan penyuluhan dan pemeriksaan ke sekolah-sekolah, bahkan tempat-tempat hiburan malam. Dengan begitu masyarakat akan sadar dan mendapatkan edukasi tentang bahaya penyebaran virus HIV itu. “Kita selalu melakukan penyuluhan-penyuluhan di SD, SMP, SMA dan lintas sektor. Kemudian di beberapa hiburan malam, kalau tim pengawasnya ada dari Dinkes, LSM dan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia),” ujarnya.

 

Bahkan, ia memastikan, Pemkot Surabaya bersama jajaran samping juga rutin melakukan razia ke tempat-tempat hiburan malam. Razia dilakukan rutin setiap tiga bulan sekali untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya penyebaran virus tersebut. “Setiap ada razia itu langsung kita periksa (tes urine) di tempat. Baru setelah itu jika terindikasi positif HIV, maka akan kita bawa ke Liponsos,” jelasnya.

 

Perempuan berkerudung ini mengungkapkan, penularan virus HIV bisa melalui beberapa faktor, diantaranya jarum suntik,free sex, dan hubungan sesama jenis. Namun jika hanya sekedar bersentuhan tangan dengan pengidap HIV, orang tersebut tidak akan tertular. Akan tetapi, ia menyebut, obat ARV tidak bisa menyembuhkan pengidap HIV/AIDS, namun bisa menekan perkembangbiakan virus, sehingga usia harapan hidup bisa diperpanjang.

 

“Jangan sungkan-sungkan untuk berobat dan koordinasi dengan puskesmas, sampai terima PMT (Pemberian Makanan Tambahan), itu berupa susu, karena imunnya sudah menurun. Dari Dinsos juga ada permakanan,” terangnya.

 

Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang telah terjangkit virus HIV/AIDS agar melakukan pengobatan secara rutin ke puskesmas atau rumah sakit yang memberikan layanan bagi pengidap virus tersebut. Ia menyebut, di Surabaya ada 63 puskesmas yang siap melayani pemeriksaan dan diagnosa virus HIV. Sementara itu, jumlah Puskesmas yang melayani pengobatan HIV ada 10. Yakni, Puskesmas Dupak, Putat, Sememi, Perak Timur, Kedurus, Jagir, Kedungdoro, Keputih, Kali Rungkut, dan Tanah Kali Kedinding.

 

“Kalau rumah sakit yang melayani pengobatan HIV ada sembilan, yakni RS Soewandi, RSAL (Rumah Sakit Aangkatan Laut), RS Haji, RS Bhayangkara, RS Jiwa Menur, RS Dr. Soetomo, RS Unair dan RS Bhakti Dharma Husada (BDH),” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menambahkan, Pemkot Surabaya secara intensif melakukan razia ke tempat-tempat yang terindikasi ada praktek prostitusi dan penyebaran HIV/AIDS, seperti di Wonokromo, stasiun-stasiun dan eks lokalisasi. Tak hanya itu, pihaknya juga rutin melakukan razia ke kos-kosan untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan adanya virus HIV.

 

“Kalau di kos-kosan tidak terlalu banyak. Kita tekankan di daerah yang kita curigai berdasarkan informasi, maka kita lakukan yustisi, sekaligus diikuti dengan pemeriksaan kesehatan,” kata Fikser.

 

Pihaknya menegaskan bahwa razia atau OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang akan digelar itu, sebelumnya telah dilakukan penyelidikan-penyelidikan. Ia menyebut, ketika di lokasi ditemukan adanya transaksi seperti prostitusi, pihaknya langsung melakukan pengamanan dan pemeriksaan kesehatan kepada orang tersebut. Tujuannya, untuk meminimalisir penyebaran virus HIV/AIDS.

“Sebetulnya ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pasal bagi seseorang yang menularkan virus HIV,” tegasnya.

 

Peraturan itu, tercantum dalam Perda No. 4 Tahun 2013, tentang penanggulangan HIV dan AIDS. Dalam Pasal 15 disebutkan bahwa setiap orang yang telah mengetahui dirinya terinfeksi HIV dilarang melakukan tindakan yang patut diketahui dapat menularkan atau menyebarkan infeksi HIV kepada orang lain. Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, akan dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta. (mar)

Peringati Harkitnas, Gubernur Khofifah Berziarah di Makam Pahlawan Dr. Soetomo

SURABAYA (Swaranews) – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 Tahun 2019, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berziarah ke Makam Pahlawan Dr. Soetomo, Jl. Bubutan No. 87, Surabaya, Senin (20/5/2019).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kembali merenung atas segala perjuangan para pahlawan.

“Kalau kita ingin membangun penguatan revitalisasi dari semangat heroikme, kita harus lebih banyak merenung kembali pejuang-pejuang, pahlawan-pahlawan kita, pengorbanan-pengorbanan mereka,” kata Khofifah usai melakukan upacara di Makam Pahlawan Dr. Soetomo, Surabaya.

Orang nomor satu di Jatim itu menyebutkan, bahwa lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini juga merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan.

“Indonesia jadi tidak bimsalabim, ini bukan dari langit, tapi kerja keras dari sangat banyak elemen di negeri ini. Para pahlawan berkorban bahkan nyawa dan seterusnya, akhirnya jadilah indonesia,” jelasnya.

Selain itu, Mantan Menteri Sosial tersebut juga mengajak bersama-sama agar melakukan koreksi diri guna memajukan bangsa.

“Ayo kembali kita melakukan koreksi diri sebagai sebuah bangsa, evaluasi-evaluasi kritis dan strategis sebagai sebuah bangsa. Intinya, mari kita memajukan bangsa ini,” tegasnya.

Ketum PP Muslimat itu juga menyebutkan bahwa kemiskinan masih menjadi permasalahan, terutama di pedesaan.

“Daerah tertinggal di Indonesia yang sekarang ini terpetakan masih kemiskinan, terutama pedesaan cukup akut,” ujar Khofifah.

Terkait hal tersebut, Gubernur Khofifah mengajak kepada seluruh masyarakat agar melakukan langkah afirmasi guna percepatan penyejahteraan.

“Ayo kita lakukan langkah-langkah afirmasi supaya ada percepatan penyejahteraan, sehingga mereka tidak lagi masuk kategori miskin,” tegasnya.

Dilanjutkan, bahwa persatuan disebutnya merupakan titik strategis bagi seluruh proses pembangunan.

“Selebihnya, PR kita adalah persatuan, persatuan, persatuan. Semua itu akan menjadi titik strategis bagi seluruh proses pembangunan kita, kalau kita bersatu, tutupnya. (Msa)

Peringatan Harkitnas, Danyonarmed 12/Kostrad: Setuju untuk Berbeda Kunci Toleransi dan Persatuan

NGAWI (Swaranews) – 20 Mei 1908, menjadi tonggak sejarah yang fundamental bagi bangsa Indonesia. Karena pada saat itulah mulai adanya kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Organisasi Boedi Oetomo yang didirikan saat itu atas gagasan Dr.Sutomo beserta mahasiswa STOVIA pada mulanya bersifat sosial, ekonomi dan kebudayaan. Namun seiring waktu organisasi tersebut kemudian menjadi cikal bakal gerakan yang bertujuan kemerdekaan Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, Danyonarmed 12/Kostrad, Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy, di sela-sela peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang dirangkaikan dengan Apel Siaga Pengamanan itu mengatakan, 20 Mei 1908 lalu dinilai memiliki makna yang sangat luar biasa bagi perjuangan dalam mempersatukan segenap komponen bangsa menuju Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Perwira menengah TNI AD itu menyebutkan bahwa, kesadaran akan persatuan dan kesatuan dinilai sangat penting untuk dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, hal tersebut merupakan kunci utama mewujudkan visi dan misi bangsa ke depan.

“Tanpa persatuan dan kesatuan, pembangunan dan kemajuan bangsa adalah suatu kemustahilan,” pungkasnya. Senin, 20 Mei 2019.

Bangsa Indonesia, kata Perwira dari kecabangan Artileri Medan ini, merupakan surga dari perbedaan itu sendiri, suatu bangsa besar yang memiliki kemajemukan suku, agama hingga budaya yang luar biasa.

“Oleh karena itu perlu adanya sikap saling toleransi yang tinggi untuk mewujudkan harmoni dalam keberagaman tersebut,” tambahnya.

Harmoni dalam keberagaman, kata Mayor Ronald, keberagaman sesungguhnya merupakan kekuatan yang luar biasa untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang disegani.

“Kuncinya adalah, kita harus setuju untuk berbeda. Karena itu, adalah kunci toleransi dan persatuan,” paparnya.

Ia berharap, momentum 111 tahun Harkitnas saat ini, mampu meningkatkan kembali Persatuan dan Kesatuan, serta menumbuhkan nilai-nilai luhur Pancasila guna akselerasi tercapainya tujuan Nasional bangsa. (sub)

Cara Pemkot Surabaya Sejahterahkan Warga di Eks Lokalisasi

SURABAYA (Swaranews) – Pemberdayaan masyarakat di kawasan eks lokalisasi, terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Seperti yang berada di eks lokalisasi Sememi dan Klakah Rejo, Pemkot Surabaya terus melakukan pembinaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, supaya warga di sana bisa mandiri dan sejahtera.

 

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menghadiri acara buka puasa bersama warga Sememi dan Klakah Rejo di Masjid At-Taqwa, Jalan Klakah Rejo No. 9, Kelurahan Klakahrejo, Kecamatan Benowo Surabaya, Minggu, (19/5/2019).

 

Wali Kota Risma mengatakan agar masyarakat di eks lokalisasi mampu bertahan secara ekonomi, pihaknya mengajak warga untuk bisa memanfaatkan koperasi-koperasi yang dikelola secara mandiri. Karena itu, ia mengimbau kepada warga di sana agar bersungguh-sungguh untuk mengelola koperasi tersebut. “Karena saya sebagai umaro, saya berkewajiban bagaimana saya bisa mensejahterahkan warga Surabaya. Saya harap sekali lagi, panjenengan (anda) semuanya tidak menjadi penonton, ayo kita berusaha,” kata dia dalam sambutannya.

 

Ia menjelaskan dengan adanya koperasi-koperasi tersebut, masyarakat akan mandiri dan sejahtera secara ekonomi. Sehingga diharapkan tidak ada lagi warga di eks lokalisasi yang kekurangan ekonomi, bahkan sampai terjerat utang piutang rentenir. “Karena saya pingin panjenengan (anda) semua berhasil, panjenengan (anda) semua warga Sememi dan Klakah Rejo bisa sukses melalui koperasi itu,” ujarnya.

 

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa dampak yang ditimbulkan dari adanya lokalisasi sangat luar biasa. Bukan hanya dampak masalah sosial, tapi juga pendidikan kepada anak. Bahkan, dampak lain yang ditimbulkan adalah berbagai datangnya penyakit. Oleh karena itu, sejak tahun 2013 pihaknya bersama warga berkomitmen untuk berhijrah, mengubah kawasan ini menjadi lebih baik.

 

“Saya kepingin panjenengan (anda) semua berhasil, nanti kalau JLLB (Jalur Lingkar Luar Barat) jadi dan box culvert bisa tertutup, nanti juga akan menjadi akses perekonomian warga di sini,” katanya.

 

Selain melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat eks lokalisasi melalui koperasi, Wali Kota Risma juga mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya juga memiliki program di bidang pendidikan, seperti beasiswa pramugari dan pilot. Ia mengajak para orang tua di eks lokalisasi agar memanfaatkan program tersebut untuk mengubah masa depan anak-anaknya supaya lebih baik.

 

“Kita juga memiliki program-program beasiswa di Pemkot Surabaya. Semua SPP ditanggung oleh Pemkot Surabaya. Anak-anak harus punya masa depan, putra-putri panjenengan (anda) harus lebih baik dari orang tuanya,” tuturnya.

 

Keseriusan Pemkot Surabaya untuk mensejahterahkan warga di eks lokalisasi tak hanya sampai di situ. Bahkan, Wali Kota Risma mengungkapkan, Pemkot Surabaya bakal membangun wisata baru berupa taman anggrek untuk mendatangkan wisatawan. Dengan adanya kebun anggrek tersebut, diharapkan juga berdampak pada meningkatnya ekonomi warga di sekitar.

 

“Insya Allah tahun ini, kita akan buat taman anggrek di sini. Saya harap warga nanti bisa menikmati hasilnya. Ini akan menjadi wisata baru yang akan menarik pengunjung untuk datang,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Lurah Sememi, Kecamatan Benowo Surabaya, Ferdi Ardiansyah, mengatakan rencananya taman anggrek itu berada di eks lokalisasi Gedung Wisma Barbara, Jalan Sememi Jaya Gang II Surabaya. Saat ini, Pemkot Surabaya sedang fokus melakukan pembangunan tahap pertama untuk green house yang berada di sisi utara gedung tersebut. “Untuk pembangunangreen house dalam waktu dekat akan selesai, nanti baru merambah ke sisi baratnya Wisma Barbara,” kata Fredi.

 

Ferdi mengungkapkan, luasan lahan yang saat ini sedang dikerjakan Pemkot Surabaya untuk green house sekitar 300 x 400 meter persegi. Pembangunan taman anggrek akan dilakukan secara bertahap. Setelah sisi utara Gedung Wisma Barbara selesai, pembangunan akan dilanjutkan di sisi depan dan belakang. “Nanti luasan totalnya mencapai 1 hektar, sementara untuk pengelolahnya dari Dinas Pertanian,” ujarnya.

 

Ia menambahkan selain proses pembibitan, Pemkot Surabaya juga berencana membudidayakan tanaman anggrek di lokasi tersebut. Berbagai jenis tanaman anggrek akan dibudidayakan melaluigreen house itu. Dengan begitu, pihaknya berharap, adanya taman anggrek ini dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. “Jadi nanti warga sekitar akan dilatih oleh pemkot, bagaimana untuk membudidayakan tanaman anggrek,” tutupnya. (mar)

Danrem Bhaskara Jaya Himbau Prajurit Tingkatkan Kapasitas Diri

SURABAYA (Swaranews) – Komandan Korem Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Sudaryanto, S. E, mengimbau seluruh pihak untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Hal itu, dikatakannya ketika memimpin berlangsungnya upacara Hari Kebangkitan Nasional yang berlangsung di lapangan Makorem. Senin, 20 Mei 2019.

Menurut Danrem, momentum peringatan Harkitnas yang dipimpin oleh dirinya saat ini, dinilai sangat tepat untuk dijadikan bahan evaluasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

“Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan yang bertujuan untuk mengajak bangsa bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia,” tuturnya.

Tanggal 20 Mei 1908 lalu, kata Kolonel Sudaryanto, seakan menjadi suatu momen bersejarah. Betapa tidak, perjuangan para Pahlawan saat itu, sangat berat dalam mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.

“Meskipun para pejuang tidak memiliki apa-apa. Tapi, inisiatif dan tekadnya yang kuat, bangsa Indonesia mampu meraih kemerdekaan dan berhasil mengusir penjajah,” jelasnya.

Melalui amanat Menkominfo, Rudiantara, pejabat nomor satu di tubuh Korem Bhaskara Jaya itu mengungkapkan, sejatinya, para pendahulu bangsa telah meninggalkan warisan yang sangat mulia, yaitu semangat maupun jiwa gotong-royong.

“Dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang. Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja,” pintanya.  (mar)

Peringati Harkitnas, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Bangkit Melawan Kemiskinan Hingga Upaya Memecah Persatuan Indonesia

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak kepada seluruh masyarakat Jatim untuk bangkit melawan kemiskinan hingga upaya memecah belah persatuan dan kesatuan.

Hal tersebut disampaikan usai menjadi Inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 Tahun 2019 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (20/5/2019).

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengungkapkan bahwa Peringatan Harkitnas ini harus dijadikan momentum untuk bangkit melawan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan dan upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Hari ini kita harus merajut kembali, membangun serta memompa semangat kita untuk bersama-sama bangkit melawan hal-hal tersebut,” kata Khofifah.

Dijelaskan Khofifah, salah satu cara melawan kebodohan adalah dengan meningkatkan derajat pendidikan vokasi. Melalui pendidikan vokasi ini diharapkan para lulusannya mampu menjadi tenaga kerja yang memiliki keahlian.

“Bila ini dilakukan dapat membantu meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita,” katanya.

Tidak hanya itu, angka kemiskinan di pedesaan juga menjadi sorotan dan hingga saat ini masih terus diupayakan. Salah satunya dengan menguatkan pemberdayaan ekonomi.

“Semua ini dilakukan untuk mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat di Jatim,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengajak masyarakat Jatim untuk menjadikan momentum Harkitnas sebagai penguat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Segala perbedaan yang ada harus disyukuri sebagai suatu rahmat, bukan sebagai potensi pemecah belah atau disintegrasi.

“Ini harus menjadi penguat kita untuk meneguhkan Jatim sebagai provinsi besar dimana Sumpah Palapa yang diucapkan Patih Gajah Mada berasal dari Kerajaan Majapahit yang merupakan wilayah Jatim. Makna dari sumpah ini harus kita jaga bersama,” tandasnya. (Msa)

Kapolres Pelabuhan Tanjung perak Surabaya pimpin langsung kegiatan sweeping di Gedung Gapura Surya

SURABAYA (Swaranews) – Dengan adanya rencana keberangkatan massa mengikuti aksi people power menuju Jakarta tanggal 22 Mei 2019, Kapolres Tanjung perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto pada hari Senin (20/0519) memimpin kegiatan sweeping dan penyekatan terhadap massa yang ingin berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi people power di Dermaga Jamrud Utara Terminal Gapura Surya pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kali ini anggota gabungan melakukan sweeping di atas kapal KM Mutia Ferindo V yang datang dari Kalimantan Selatan dan tiba di Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Yang menjadi target operasi sweeping adalah massa aksi people power menuju Jakarta tanggal 22 Mei 2019.

Dalam operasi sweeping kali ini anggota gabungan
dari Dit Krimsus Polda Jatim dengan anggota Polres Pelabuhan Tg. Perak.

Adapun rangkaian kegiatan sebagai berikut:

1. Pada pukul 06.00 WIB telah dilaksanakan penyekatan dan sweeping di area kedatangan Gerbang Surya Nusantara (GSN) pelabuhan Tanjung perak oleh Polres Pelabuhan Tg Perak Dipimpin Kapolres Tg Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto.
Pukul 06.10 Wib, persiapan sandar KM. Mutiara Ferindo 5 asal Kalimantan Selatan di Pelabuhan Jamrud Utara Terminal Gapura Surya Nusantara.
Pukul 06.30 Wib, kapal KM Mutiara Ferindo 5 sandar di Pelabuhan Jamrud Utara Terminal Gapura Surya Nusantara.
Pukul 06.35 Wib, para penumpang kapal KM. Mutiara Ferindo 5 menuruni kapal selanjutnya diarahkan oleh petugas untuk memasuki gedung Gapura Surya Nusantara untuk dilakukan pemeriksaan terkait nama – nama yang diduga akan ke Jakarta.
Pukul 06.36 Wib anggota Polres Pelabuhan Tg Perak mengamankan 24 orang yang diduga akan berangkat ke Jakarta,
Pukul 06.45 wib anggota Polres Pelabuhan Tg Perak memeriksa barang bawaan massa yang akan berangkat ke Jakarta. Dari pemeriksaan barang bawaan tersebut rata – rata yang dibawa antara lain :
– pakaian ganti
– perlengkapan sholat.
– seragam FPI.
– alat mandi.
Pukul 09.30 Wib, Kapolda Jatim tiba di pelabuhan Gapura Surya Tanjung perak serta melihat giat razia dan penyekatan serta meninjau kesiapan PAM anggt Pol Pelabuhan Tanjung Perak.
Pukul 10.08 WIB, setelah melakukan pengecekan Kapolda Jatim meninggalkan Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Pukul 10.20 WIB, Wakapolda Jatim tiba di Gapura Surya Nusantara selanjutnya meninjau kesiapan pam dan persiapan Pos PAM Polres Pelabuhan Tg Perak.
Pukul 10.38 WIB, Wakapolda Jatim meninggalkan Gapura Surya Nusantara.
Pukul 10.40 dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh pihak Urkes Polres Tg. Perak kepada 14 (empat belas) orang yang mengeluh sakit ringan, sbb :
Pukul 11.37 Wib, 24 orang yang diamankan berangkat menuju Bandara Internasional Juanda dengan menggunakan dan Bus Damri L 7725 UA dan Bus Polisi dengan pengawalan dari Polres Pelabuhan Tg Perak dan Polda Jatim, bahwa 24 orang yang diamankan tersebut dipulangkan ke kota masing-masing dengan menggunakan Pesawat.(Ari)

Ads