Beranda blog

Gelar Jurus Beladiri Akbar Paguron SKM Siapkan Penyembuhan Virus Corona

DR.HC. Nurseno Saat menunjukan gerak jurus beladiri SKM pada murid

Insun Rahayu Balarea Waluya

Swaranews.co.id – Kebun Teh Malang kembali menjadi tempat kegiatan Paguron New Syahbandar Kari Madi (SKM) untuk menggelar praktek jurus beladiri. Gelaran itu dalam rangka temu kangen warga syahbandar kari madi wilayah timur yang beralamat di Jl. Demak Jaya 1 No 4 Surabaya, bersama sang peletak dasar keilmuan syahbandar kari madi, GB V SKM GDPD KRT Nurseno SP Utomo, dengan dihadiri oleh ribuan murid dari berbagai cabang masing masing se Indonesia.

Olah nafas dari jurus beladiri dalam olah raga tersebut, membuat antusias warga. Merekapun melakukan penuh keseriusan dalam gerak jurus tersebut.

“Untuk kegiatan ini, kami bersama sama dengan murid semuanya menjurus beladiri syahbandar kari madi serta melatih olah nafas, agar bisa menambah kepercayaan diri serta menjadi benteng pada diri sendiri dan bisa berguna pada masyarakat luas melalui penyembuhan medis maupun non medis,”ujar Djoko Witjaksono Pemangku Wilayah Timur didampingi Para Guru lainya, Minggu (16/2/2020).

 

Djoko Wtjaksono menyampaikan bahwa olah raga ini sebagai bagian dari budaya nusantara yang perlu dilestarikan oleh paguron SKM ini, selain menjaga nilai budaya melalui beladiri dalam gerak nyata keseharianya juga dilakukan bukti nyata dengan menjaga NKRI serta menjauhi Narkoba.

“Kami melestarikan budaya nusantara ini dengan gerak jurus yang betul betul dari leluhur, serta sebagai bukti bahwa paguron SKM ikut menjaga NKRI salah satunya adalah murid kami yang di perbatasan Indonesia khususnya diNunukan turut berperan pada Pemerintah Indonesia ikut swadaya menjaga perbatasan, dan kami juga menghimbau kepada semua murid SKM, untuk menjauhi narkoba,” papar Dr,HC. Nurseno Guru Besar SKM.

Pria murah senyum ini menyatakan bahwa erkait dengan Virus corona yang sedang mewabah di Wuhan China atau virus apapun mereka juga adalah makhluk hidup dan jurus Syahbandar Kari Madi adalah sebagai benteng dari unsur tersebut.
“Maka dipastikan terselamatkan atas keselarasan dalam gerak jurus beladiri SKM, malah ada masyaraakat yang sudah terkena virus corona kami tangani dan Alhamdulillah sudah sembuh total,”Imbuh Dr.HC, Nurseno.

Dr.HC Nurseno SP Utomo,saat memberikan filosofi

Dengan jumlah murid SKM yang begitu besar dan tersebar dimana mana,hal ini tidak membuat paguron SKM untuk berdiam diri,sebagai jati diri bangsa dengan melakukan kegiatan positif serta bersinergi dengan Pemerintah Indonesia.

“Kami selalu terbuka pada siapapun dan kami selalu bersinergi dengan Pemerintah serta turut menjaga NKRI dengan melakukan aksi nyata bukan sekedar ungkapan dan kami berharap pemerintah lebih memperhatikan budaya luhur kami ,” tegas Dr,HC. Nurseno. (mar)

Zahava Quisha Azarine Cahaya Arfelia Juara II Pildacil Kab. Sidoarjo Bercita Cita Jadi Dokter

Zahava

SIDOARJO (Swaranews) – Peserta didik kelas VI SDN Pucang V Sidoarjo Zahava Quisha Azarine Cahaya Arfelia yang akrab disapa Zahava tidak hanya pandai dalam bidang pelajaran melainkan juga piawai berda’wah.”Saya suka pelajaran matematika ,” ujar Zahava singkat. Kepandaiannya dalam bidang pelajaran dibuktikan sejak kelas III hingga VI terus menjadi juara peringkat kelas. Di bidang seni Dakwah putri tunggal pasangan Muhammad Arief Febrianto dengan Yulia Prihatini saat kelas III menjadi Juara II Lomba Pemilihan Da’i Kecil (Pildacil) tingkat Kabupaten Sidoarjo dan ketika duduk di kelas VI kembali menjadi juara II lomba Pildacil tingkat Kabupaten Sidoarjo.

“Inginnya ya juara I tapi masih belum beruntung,” ujar Zahava polos yang membawakan tema “Patuh pada orang tua” pada Lomba Pildacil saat kelas III SD.”Di kelas VI saya membawakan tema “Menuntut ilmu”, karena ilmu sangat berguna kehidupan sampai akhir hayat ,” tutur Zahava penuh semangat. Zahava yang bercita-cita menjadi Dokter yang suka berda’wah. “Ya memang saya ingin mengabdi membantu masyarakat dan berda’wah “ujarnya sambil tersenyum.

Kepala Sekolah SDN Pucang V Sidoarjo Menik Mafiah, SPd, MPd yang didampingi pembina Pildacil Tarikah, SPdi mengatakan, Zahava selain peserta didik yang cerdas juga aktif dibidang seni musik dan Seni Da’i. “Ya memang di tingkat Kabupaten Sidoarjo khususnya dalam bidang Pildacil belum mampu menjadi juara I sehingga tidak bisa dikirim ke tingkat Jawa Timur tapi saya bangga peserta didik kami mampu berprestasi secara optimal,” tandas Bu Menik sapaan akrab Kepsek Menik Mafiah yang sebelumnya menjabat kepala Sekolah SDN Bulusidokare Sidoarjo. “Ya sementara yang Juara I masih di tingkat Kecamatan semoga kedepan banyak yang berhasil menjadi Juara di tingkat Kabupaten Sidoarjo dan Provinsi Jatim,” tukasnya sambil menambahkan pentingnya mendorong prestasi peserta didik sampai maksimal. “Kalau memiliki prestasi tingkat Kabupaten apalagi Jatim akan memudahkan peserta didik kejenjang lebih karena ada jalur prestasi,” beber Bu Menik penuh semangat. Km

Agung Sudiyono, Koordinator Pengajian Tauhid Pacu Kemajuan UKM Sidoarjo

Agung Sudiyono

SIDOARJO (Swaranews) – Pengembangan UKM di Sidoarjo kata Koordinator Pengajian Tauhid Sidoarjo, tidak hanya perlu dikembangkan melainkan juga sektor pemasarannya harus dioptimalkan. “Sektor yang masih perlu dimaksimalkan yakni sektor pemasaran harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi,” ujar Agung Sudiyono pada kegiatan bazar UKM setelah Acara Pengajian bulanan di Masjid Milah Pondok Jati Sidoarjo.

Agung yang tercatat sebagai Bakal Calon Bupati (bacabup) Sidoarjo mengatakan kedepan berkeinginan mewujudkan upaya pengembangan potensi UKM melalui aksi dan kreasi secara optimal. “Saya berharap di masa mendatang di Sidoarjo hadir Gelar Wisata UKM di setiap Wilayah Kecamatan secara bergiliran setiap bulan. Hal itu dimaksudkan memberikan kemajuan termasuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk -produk UKM.”

Agung menambahkan pentingnya sinergitas antara UKM dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. “Pemkab Sidoarjo memang sudah memperhatikan ribuan UKM di Sidoarjo utamanya yang sering mengajukan proposal dan nantinya Pemkab yang harus jemput bola,” beber Agung Sudiyono penuh semangat.
Bazar UKM di halaman Masjid Milah Sidoarjo tidak hanya diikuti UKM bidang sandang, makanan minuman (kuliner) namun juga kerajinan. Km

Hilal Praktisi Film yang Aktif Membantu Kegiatan Magang Peserta Didik SMK

Hilal, Praktisi Film

SIDOARJO (Swaranews) – Sosok Hilal memang tidak tercermin seperti pendidik namun memiliki aktifitas penting mengajar peserta didik dari beberapa SMK Negeri dan Swasta di Surabaya dan Sidoarjo mendalami materi multi media termasuk perfilman.
“Beberapa peserta didik dari SMKN 2, SMKN 12, SMKN Antartika magang ditempat saya. Tapi saya tidak mau istilah magang ya belajar lebih mendalam begitu,” tandasnya.
Kiprah Hilal di khasanah perfilman Jawa Timur di era 90an hingga 2000an tidak perlu disangsikan. Khususnya sebagai praktisi film yang bernaung di Index Production dengan berbagai karyanya yang gemilang.

Pak Hilal yang kini bermukim di Sidoarjo mengungkapkan, berbagai karya film yang pernah dikerjakan disamping produk sinetron pesanan beberapa stasiun Televisi Swasta kenamaan di Jakarta juga film layar lebar seperti Film Surabaya 45. Pak Hilal yang kini usianya sekitar 57 tahun merasa tertantang jika harus mengerjakan sebuah karya film yang melibatkan banyak pemain. “Meski peralatannya tidak secanggih sekarang ini tapi perencanaan dan persiapannya benar-benar matang sehingga pemainnya banyak, tidak masalah,” tutur Pak Hilal yang memiliki kepiawaian sebagai penata musik dan cameraman. “Sekarang saya kalau untuk pegang camera kurang jitu, tidak seperti dulu karena terkendala persoalan mata, matanya sudah empat …mata asli plus kacamata..hahaha,” tambahnya sembari berkelakar.

Berbicara membuat film kata Hilal, sekarang ini lebih mudah dengan peralatan canggih yang tidak ribet, sebelum era digital minimal harus memiliki dana sekitar 300 juta. Sekarang 20 sampai 25 Juta sudah bisa modal untuk membuat film ,” ungkap Hilal yang merasakan pembuatan film melalui proses monolog sampai digital. “Proses monolog memang rumit tapi hasilnya juga memuaskan, sebenarnya lewat proses peralatan canggih sekarang ini lebih efisien dan efektif hanya saja tidak jarang hasilnya kurang optimal,”jelas Hilal yang juga ahli desain grafis. “Adanya produk film yang kurang optimal khususnya karya sineas muda, tidak terlepas kurangnya pemantapan konsep secara matang, lebih banyak diskusi dilapangan daripada di forum meja diskusi, akibatnya pengambilan gambar agendanya 2 jam bisa menjadi 4 sampai 5 Jam,” terang Hilal yang berkeinginan sineas muda di Sidoarjo – Jawa Timur mampu bersinar di kancah perfilman nasional.

Menurutnya, guna mewujudkan karya film yang baik selain perlunya dukungan data observasi yang kuat juga pemain dan juru kamera yang bagus. “Film termasuk sinetron yang bermutu, gambarnya bagus,memiliki tempo dan bernyawa. Hal itu bisa diraih generasi muda bisa sineas muda jika memliki progress,komitmen dan tulus berkarya ,” urai Pak Hilal sembari mengamati belasan siswa salah satu SMKN di Sidoarjo yang sedang magang materi Multi media di kedai Alkisah kawasan Antartika Buduran Sidoarjo. Km

Cafe Gradasi Beri Kesempatan Kawula Muda Berkreasi

JJ, pengelola Cafe Gradasi

SIDOARJo (Swaranews) – “Saya ingin memberikan kesempatan berkreasi dan berekprimen di bidang kesenian,” ujar JJ pengelola Cafe Gradasi disela-sela pembukaan Pameran Seni Rupa Srawung Roso (31/1).

Menurut JJ yang memiliki nama asli Robertus Jefri Gunawan, pihaknya berkeinginan adanya minat kawula muda berkreasi secara totalitas baik seni rupa, pertunjukan maupun musik.
“Kami siap menfasiltasi selama sarana dan prasarana ada di Cafe Gradasi ,” ungkap JJ yang sangat mengapreasiasi Pameran Seni Rupa Srawung Roso. “Memang dalam Srawung Roso yang berpameran para pelukis Senior berpengalaman, namun kedepan perlu yang muda unjuk gigi, sudah waktunya tampil,” kata JJ sembari menambahkan potensi kawula muda di Sidoarjo sangat besar. Jojo yang juga memiliki ketrampilan berolah vokal itu mengajak kawula muda di era milenial lebih aktif dan menciptakan kreasi yang mampu mengharumkan nama Sidoarjo.

“Seharusnya Sidoarjo tetangganya Surabaya tidak boleh ketinggalan kereta kemajuan ..meski beta orang Ambon…tapi cinta Sidoarjo…soalnya sudah lama menjadi Warga Sidoarjo ..hahaha,” ujarnya sembari ketawa kecil. Km

Summer Course di UNIPA Surabaya

Mahasiswa asal Thailand sedang praktek membatik

SURABAYA (Swaranews) – Summer course di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dibuka oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) DR. Suhari, SH, MSi di Gedung Ajang Gelar. Kegiatan ini diikuti mahasiswa asing dari empat negara, yakni Tianjin Foreign Studies University China, Walailak University International College Thailand, In-Je University Korea dan Azerbaijan University of Language di ruang Ajang Gelar Kampus Unipa Menanggal Surabaya (14/2/2020).

Dalam kegiatan yang mengusung tema ” Indonesia Culture: Diversity and Inclusive” ini mahasiswa asing diperkenalkan tentang berbagai budaya di Indonesia seperti tari nusantara asal Banyuwangi dan batik Jawa Timur. Selain itu mereka diperkenalkan dan diajari bahasa isyarat oleh tim prodi PKH Unipa.

“Mereka tidak hanya dikenalkan tentang budaya kekayaan Indonesia ini saja tetapi mereka juga berlatih secara langsung mempraktikkan setiap kegiatan seperti membatik yang dipandu mahasiswa kami,” kata Ana Rafikayati, SPd, MPd koordinator kegiatan summer course.

Dosen Pendidikan Khusus ini mengatakan, program Summer Course bukan yang pertama kali, sebelumnya pihaknya sering kedatangan mahasiswa asing seperti dari Khon Kaen Thailand. Terkait Program serupa di awal tahun ini, kolaborasi tiga prodi di Unipa, Pendidikan Khusus, Pendidikan Seni Rupa, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
“Ini adalah langkah kami untuk go internasional, guna meningkatkan kualitas dan kerjasama antar universitas internasional serta meningkatkan atmosfer akademik,” terang perempuan berhijab itu. Km

Sentot Hidayat Perupa Sidoarjo Piawai Di Beragam Media

Sentot Hidayat

SIDOARJO (Swaranews) – Nama perupa Sentot Hidayat yang populer dengan sapaan Sentot Usdek yang belakangan aktif menggerakan aktifitas perupa Sidoarjo sebenarnya bukan orang baru di kancah seni rupa. “Saya mulai melukis sudah era 90 an hanya saja saat itu lebih menfokuskan bidang periklanan ,” ungkap Sentot yang hingga kini juga aktif menekuni dunia periklanan. “Saya awalnya condong banyak memakai media cat air karena untuk proses karikatur, tapi saya juga sering melukis dengan acrylik dan cat minyak,” imbuhnya penuh semangat.

Berbicara pengalaman pameran kata Sentot, memang pihaknya belum pernah pameran tunggal. Namun sudah puluhan kali mengikuti pameran bersama didalam dan diluar kota Sidoarjo. “Saya tahun 2004 sudah Ikut Pameran 68 Pelukis Sidoarjo kemudian pameran besar lainnya seperti Jelajah Hitam putih tahun 2007,” kenang Sentot sembari menambahkan dari 2007 hingga sekarang aktif mengikuti pameran bersama.
Sentot Usdek yang kini usianya 58 tahun dan tercatat sebagai Ketua Bidang Advokasi Dewan Kesenian Sidoarjo periode 2018-2023 berkeinginan perlunya sinergitas antar pelaku seni secara optimal sehingga nantinya mampu menggapai prestasi gemilang sekaligus mengharumkan nama Sidoarjo.

“Saya optimis jika pelaku seni di Sidoarjo kompak akan dapat lebih maju dan bersaing dengan daerah lain,” tandas Sentot yang berupaya memajukan potensi seni di Sidoarjo. Km

Komunitas Doodle Sidoarjo Peringati Hari Jadi Doodle Art Indonesia ke V di Fave Hotel Sidoarjo

SIDOARJO (Swaranews) – Komunitas Doodle Art Sidoarjo bekerjasama Fave Hotel Sidoarjo mengggelar Meet Create and Celebration di Cafe Shop Fave Hotel Sidoarjo(9/2/2020).
Ketua Doodle Art Sidoarjo Mas Thole mengungkapkan, Meet up di Fave Hotel Sidoarjo, selain sebagai rangkaian peringatan Hari jadi Doodle Indonesia ke V juga menyongsong ulang tahun Fave Hotel Sidoarjo ke I. “Untuk itu. kami berkarya di diatas media Sandal Hotel, sedikit sulit dan unik ,” ujar Thole penuh semangat.

Tentang keberadaan Doodle Art Sidoarjo kata Mas Thole, saat ini memiliki sekitar 50 anggota dari usia anak-anak hingga remaja-dewasa.

Mas Thole koordinator Doodle

“Tahun lalu kami memperingati Doodle Sidoarjo di Sun City Water Park (2019)dan 2018 di pendapa Pemkab Sidoarjo,” jelas Thole yang memacu anggota Doodle terus berkreasi.
Marcom Fave Hotel Sidoarjo Opah menyambut gembira, adanya kegiatan Doodle Sidoarjo di Fave Hotel yang penuh kreatifitas dan inovatif. “Semoga kedepan sinergitas dengan Doodle Sidoarjo dapat ditingkatkan dan lebih menarik lagi programnya,” kata Opah yang menambahkan pihaknya memberikan ruang bagi pelaku seni di Sidoarjo untuk mengetengahkan karyanya seiring
tuntutan era milenial. Km

Dialog Gareng – Petruk (Digaruk) “Petruk Ikut Temu Ilmiah (Lawak)”

PETRUK hatinya gembira paska ikut temu ilmiah di Ibu Negeri Karangkedempel Merdeka (NKKM) yang melibatkan dulur-dulur Alumni Pelatihan Wicara (APW) berbagai angkatan (Angkatan awal tengah dan terakhir). Petruk juga merasa bangga bisa membawa oleh-oleh baru mengenai perkembangan Informasi tercanggih. “Lho oleh-olehnya masak ilmu terbaru saja yang berupa fisik apa tidak ada ..padahal bekal danamu katanya berlebihan,” ujar Kang Gareng bernada tanya.

“Ke Pontianak beli baja..eunak saja ..bekal dana bersih mandiri..untung saja saya bawakan oleh-oleh berharga ,” Kata Petruk sembari memandan tajam pipi Kang Gareng. “Ya Truk terimakasih oleh-olehnya semuanya ilmu penyiaran yang bernuansa digital analog sudah tergerus ..harus mengikuti perubahan,” tutur Kang Gareng yang sembari memegang kepalanya. “Ya kang ..kalau ingin maju ya harus mau menerima perubahan..monolog..
Analog…dialog.. prolog..dolog…yang log..log…ya tidak harus diganti semua,” ungkap Petruk yang menambahkan yang tergeser hanya analog dalam program Teknologi Informasi.

Kang Gareng mendengar ucapan Petruk merasa bingung dan matanya terasa berat. “Truk, memang dalam dunia informasi harus terfokus ke program digital tapi ingat ada yang harus diperhatikan disamping kreatifitas juga kolaborasi,” sebut Kang Gareng penuh semangat. “Bentul campur gelali ..betul sekali..ada yang tetap bertahan untuk maju dengan digital . ..Kreatifitas dan kolaborasi..dan niat terus belajar maju ,” tandas Petruk sembari tersenyum. “Ya niatan terus belajar maju itu lho yang penting..belajar tidak mengenal tua..tua tidak peduli takut belajar ..,” kata Kang Gareng sembari berdiri langsung berpamitan. “Srett..srett. Suara datang dari tempat kang Gareng berdiri. “Hati-hati kang sobek celanamu ..hahaha,” ujarPetruk sambil terrsenyum. “Kasep Truk..celanaku sudah dimakan paku..kursimu masih monolog belum digital..akhirnya tetap nakal nyantol celana baruku,” keluh Kang Gareng sembari menunduk. Km

Bupati Tulungagung Kunjungi Industri Pacul di Kiping Gondang, Begini Pesannya..

TULUNG AGUNG (Swaranews) – Bupati Tulungagung Maryoto Birowo yang didampingi kepala dinas Koperasi, Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM) Slamet Sunarto, mendatangi langsung pengusaha cangkul di desa Kiping Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, Jumat (14/02) pagi.

Kedatangan bupati ini merupakan kelanjutan dari pelatihan kewirausahaan berbasis manajemen usaha/bisnis. Kegiatan ini khusus melibatkan pelaku usaha khususnya dibidang usaha pacul (cangkul) di Kabupaten Tulungagung agar mampu bersaing dengan produk pacul dan bersandar SNI.

“Sejak dulu Kiping ini merupakan daerah industri rumahan, terutama industri berbagai kerajinan peralatan pertanian,” ujar Maryoto.
Pemerintah daerah sudah melakukan berbagai langkah pembinaan, termasuk pelatihan dan mengucurkan bantuan agar industri kerajinan di Kiping selain bertahan juga dapat berkembang seiring zaman.

“Sekarang perlu dibuat wadah dalam bentuk koperasi dan peningkatan standar biar tidak kalah dengan produksi impor terutama produk cangkul,” terangnya.
Perlunya pembinaan bagi Maryoto, selain meningkatkan mutu produksi juga pengusaha dapat memilih bahan yang kualitas.

“Kedepan, Usaha pembuatan cangkul harus lebih baik hasil dan pemasarannya,” paparnya.
Maryoto didampingi pejabat dari Krakatau Steel, Yanuar Nugraha Senior Engineer devisi Eeseaech & Development, kementerian koperasi dan UMKM serta pihak pemodal dari perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Seperti diketahui, industri Pacul menjadi perhatian presiden Joko Widodo setelah melihat data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Agustus 2019, bahwa impor 210 ton atau 1,30 Milyar dari China.

Padahal Indonesia merupakan negara agraris, sektor pertanian terbesar dan cangkul merupakan alat pokok yang sangat dibutuhkan.
Atas dasar tersebut, pemerintah mengharapkan agar para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah memahami tentang perkoperasian dan SNI pacul untuk memenuhi standart kwalitas.

Untuk mengatasi masalah impor cangkul ini, kementerian memfasilitasi dengan Program Kemandirian Cangkul. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemahaman koperasi, standarisasi, dan pendampingan pelatihan teknis pada pengusaha cangkul agar dapat bersaing.
Selama ini, produksi pacul masih menggunakan cara tradisional, meskipun kwalitas produksi cangkul yang ada sebenarnya jauh lebih bagus. Namun, pemilihan bahan baku dan untuk memenuhi kebutuhan pasar pengusaha diharapkan mampu meningkatkan produksi dengan standar SNI.

Pelatihan yang di mulai sejak Rabu 12 Februari itu rencananya akan berjalan hingga Sabtu 15 Februari 2020, besuk.
Tulungagung merupakan Kabupaten yang menjadi salah satu pilot projek pemerintah saat ini setelah Sukabumi dan Klaten.
Dalam kegiatan pelatihan ini, Dinas Koperasi Dan UMKM Tulungagung mendatangkan pengusaha dari Desa Kiping Kecamatan Gondang yang berjumlah 22 pengusaha pacul dan dari Desa Bolorejo Kecamatan Kauman ada 8 pengusaha kerajinan pacul.(Er)

Ads