Beranda blog

Terminal Intermoda Joyoboyo Usung Konsep Green Building

SURABAYA  (Swaranews) –  Revitalisasi Terminal intermoda dan Gedung Parkir Joyoboyo akhir tahun 2019 diperkirakan akan rampung. Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 8.669 meter persegi tersebut, merupakan revitalisasi  dari Terminal Joyoboyo yang difungsikan untuk memberikan pelayanan jasa angkutan. Baik sebagai tempat asal dan tujuan maupun tempat tunggu penumpang angkutan. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, terminal Intermoda dan Gedung Parkir Joyoboyo dirancang dengan konsep Green Building.

 

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Ridho Nur Wahab mengatakan, tujuan pembangunan terminal dan gedung parkir dengan konsep Green Building  adalah menjadikan terminal ramah lingkungan. Untuk itu, dalam tahap perencanaan, pembangunan hingga operasional dan pemeliharaannya mengurangi dampak lingkungan dengan menciptakan ruang terbuka hijau. Kemudian, memanfaatkan lahan dengan bijak sehingga menciptakan kualitas udara yang baik dan nyaman untuk dikunjungi.

 

“Sesuai persyaratan (Green Building) ada persentase untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), sirkulasi udara bagus, kemudian pengelolaan air yang terpakai, misal untuk kegiatan penyiraman tanaman,” kata Ridho, Rabu (11/12/2019)

Ridho menjelaskan, Terminal dan Gedung Parkir Joyoboyo di desain dengan membuat ruang terbuka hijau di area utara dan selatan bangunan.  Bagian fasad terminal, juga di desain dengan konsep green fasade, dengan membuat tanaman secara vertikal untuk menambah estetika bangunan.

 

“Di berbagai sisi bangunan ditanami tanaman. Kalau mati langsung kita ganti. Dengan green building ini, lingkungan menjadi sehat,” tuturnya.

 

Terminal Intermoda dan Gedung Parkir Joyoboyo terdiri dari 5 lantai, dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya toilet yang berjumlah memadai. Bahkan, tiap lantai juga dilengkapi toilet untuk difabel.

 

Tak hanya itu, di area tersebut juga terdapat kios basah dan kering yang berjualan makanan maupun souvenir, area makan untuk indoor maupun outdoor. Kemudian, taman bermain di lantai 4 dengan tema lalu lintas. Di mana, taman bermain ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bermain, tetapi juga dapat mengedukasi masyarakat agar tertib di jalan raya.

 

Kapasitas parkir yang tersedia cukup besar, dapat menampung 4 bus kota, 8 bus pariwisata, 69 mikrolet, 363 mobil dan 292 motor dalam satu terminal.

Ridho Nur Wahab menambahkan, proses pembangunan Terminal Intermoda dan Gedung Parkir saat ini tinggal finishing. Yakni tinggal proses pembersihan serta tes komisioning, yaitu serangkaian kegiatan pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik yang selesai dikerjakan dan hendak dioperasikan, agar aman saat digunakan.

“Beberapa peralatan yang nanti akan diperasikan seperti CCTV, Genset, Lift dan eskalator semua di tes,” pungkasnya. (mar)

 

 

 

 

 

 

 

Anak Muda Berpotensi Kembangkan Bisnis dan Teknologi

SURABAYA (Swaranews) – Di Era digital yang serba mudah dan cepat membutuhkan SDM potensional dan berkualitas. Untuk itu, potensi yang paling tepat dalam menggerakkannya berada di tangan para anak muda Indonesia, terutama dalam mengembangkan potensi bisnis dan kemajuan teknologi.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan, sektor-sektor bisnis di dunia terutama Indonesia jika ingin maju dan melesat perkembangannya harus di dukung oleh kemajuan teknologi informasi (IT). Perkembangan bisnis seperti E-Comercce di Indonesia telah banyak tumbuh secara pesat.

Perkembangan e-commerce atau aplikasi yang berbasis layanan banyak digerakkan oleh para anak muda yang potensial. Salah satunya lewat Apple Developer Academy ini, banyak para generasi milenial sekaligus potensional melakukan banyak inovasi yang sangat kreatif sejalan dengan tuntutan perkembangan hari ini.

Emil mengatakan, Apple Developer Academy sendiri merupakan akademi yang bergerak dalam pengembangan dan inovasi IT. Kehadiran Apple Developer Academy diharapkan dapat mendorong dan mendukung generasi muda menjadi pelaku startup di bidang digital teknologi.

“Lewat penggunaan gadget atau HP banyak aplikasi yang memiliki solusi dalam membantu meringankan kehidupan sehari hari,” terang Emil saat menghadiri 100 wisudawan/wisudawati dari Apple Developer Academy bekerja sama dengan Universitas Ciputra (UC) di Auditorium UC, Surabaya, Rabu (11/12/2019).

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengapresiasi Apple Developer Academy yang selama 10 bulan telah melakukan inkubasi atau pendalaman teknologi secara baik di Jatim. Ke depan, setelah melalui inkubasi diharapkan dapat memberi dampak positif bagi para wisudawan yang ilmunya bisa diaplikasikan langsung dalam masyarakat luas lewat teknologi.

“Kedatangan kami ke UC terutama dari jajaran dari Pemprov Jatim memiliki warna baru dalam menjemput era 4.0. Di sisi lain, para ASN kita diharapkan dan akan terus di dorong untuk bisa ikut program seperti ini. Harapannya, para ASN yang ikut Apple Developer Academcy nantinya, akan membawa perubahan di lingkungan kerja pemerintahan,” tegasnya.

Rektor Universitas Ciputra Yohannes Somawihardja berharap para wisudawan dari Apple Director Accademy ini dapat memenuhi sekaligus memberikan ide atau solusi kreatif di bidang teknologi. “Kami bangga bahwa para peserta Apple Accademy mampu memanfaatkan teknologi yang luar biasa dan bisa dimanfaatkan untuk menjadikan dunia lebih baik,” ungkapnya.

Apple Senior Director Academy Craig Bradley mengaku kagum atas produk dari Developer Academy yang ada di Universitas Ciputra. Terlebih produk yang dihasilkan lewat apps adalah produk produk kreatif dan inovatif. Baik aplikasi yang berbentuk game, healty maupun aplikasi dalam kegiatan sehari hari. (Msa)

Pemprov Jatim Terima Penghargaan Pengembangan Hilirisasi dan Kewirausahaan Bidang Perkebunan

SURABAYA (Swaranews) – Pemprov Jatim meraih penghargaan Pengembangan Hilirisasi dan Kewirausahaan Bidang Perkebunan dari Kementerian Pertanian RI. Penghargaan tersebut diserahkan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI kepada Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, Karyadi yang mewakili Gubernur Jatim saat Peringatan Hari Perkebunan ke-62 Tahun 2019 di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian, Malang, Selasa (10/12/2019).

Penghargaan kategori ini hanya diberikan kepada Gubernur Jatim dan Gubernur Sulawesi Barat. Selain itu, Pemprov Jatim menjadi satu-satunya pemerintah provinsi di Indonesia yang mampu memberikan dukungan pendanaan pada kelompok tani perkebunan.

Penghargaan tersebut diraih atas komitmen Gubernur Jatim dalam memberikan dukungan pendanaan pada kelompok tani perkebunan. Dimana kelompok tani perkebunan diberikan dukungan pendanaan dengan memanfaatkan dana bergulir sebesar hampir Rp. 40 Miliar.

Selain itu, mereka juga difasilitasi bantuan alat-alat pengolahan untuk mewujudkan Jatim Agro khususnya bagi kelompok tani kopi dan kakao. Dengan upaya tersebut, maka dapat meminimalisir adanya ijon petani kopi dan pengembangan produk hilir di kelompok tani kopi dan kakao.

Atas prestasi ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur dan bangganya. Menurutnya, ini menjadi bagian dalam program Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Agro melalui program Petik, Olah, Kemas, Jual.

“Ini menjadi ikhtiar dan komitmen kami dalam rangka meningkatkan nilai tambah bagi para pelaku industri hilir sektor  perkebunan  di Jatim. Semoga ini menjadi motivasi kami untuk terus mengembangkan  program-program yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para pekebun dan industri olahan sektor perkebunan,” katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Untuk memperkuat industri olahan makanan dan minuman di Jawa Timur saat ini tengah dikembangkan berbagai kluster agar mempermudah pembinaan dan pengembangan. Pemprov juga bekerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) untuk memberikan layanan  di lima badan kordinator wilayah  (BAKORWIL) di Jatim yaitu di Pamekasan, Bojonegoro, Jember, Malang dan Madiun.

“Layanan di lima Bakorwil ini dimaksudkan untuk mendekatkan layanan izin Badan POM terkait makanan dan minuman juga berbagai ramuan tradisional Madura agar dapat izin edar,”  katanya.

Jawa Timur memiliki berbagai keunggulan industri olahan makan dan minuman  khususnya yang bersumber dari sektor perkebunan misalnya cokelat dengan berbagai varian industri hilirnya, kopi dengan berbagai varian rasa dan kemasannya dan sebagainya.

Sementera usai menerima penghargaan, Kadis Perkebunan Jatim mengatakan bahwa “Penghargaan ini semoga menjadi pendorong yang kuat bagi pemprov Jatim,  dunia usaha dan dunia industri serta pelaku UMKM di Jatim agar terus berinovasi dalam mengembangkan hilirisasi sektor perkebunan,” terangnya. (Msa)

Emil Optimis Program Jatim Berkah Semakin Terwujud

SURABAYA (Swaranews) – Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyakini program Nawa Bhakti Satya yang diusungnya bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui Jatim Berkah dapat semakin diwujudkan. Salah satunya yakni dengan memberikan fasilitas kelancaran masyarakat Jatim yang ingin beribadah ke tanah suci.

“Kita berharap bahwa tentunya sekali lagi kita bisa mendapatkan Jatim yang lebih berkah, kalau kelancaran ibadah ini difasilitasi,” kata Emil saat melaunching Batik Air Fly to Madinah di Ballroom Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (11/12/2019) siang.

Lebih lanjut, Emil mengatakan, salah satu bentuk fasilitas kelancaran tersebut adalah dengan dibukanya jalur penerbangan menuju tanah suci. Oleh karena itu, dengan dibukanya jalur tersebut, dirinya sangat mengapresiasi maskapai penerbangan yang telah mewujudkan hal tersebut, yakni memberikan penerbangan yang nyaman dengan rute Surabaya-Madinah.

“Pangsa pasar yang selama ini ke Jakarta dulu, sekarang bisa dilakukan di Surabaya. Ini kan sesuatu yang menggembirakan untuk kita semua,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Emil juga meminta kepada maskapai tersebut agar penerbangan baliknya menuju ke Surabaya bisa menampung wisatawan dari Timur Tengah ke Jatim.

“Saya minta agar bisa membuka potensi wisatawan dari Jeddah langsung ke Surabaya untuk menikmati Kawasan Bromo Tengger Semeru,” imbuhnya.

Sementara itu, launching rute penerbangan baru secara langsung (direct flight) oleh Batik Air menjadi harapan baru bagi masyarakat Jatim. Pasalnya, rute penerbangan Surabaya-Madinah akan dilayani dua kali dalam seminggu dengan waktu tempuh 9 jam. Armada yang digunakan adalah pesawat berbadan lebar (wide body) Airbus 330-300. (Msa)

Bayi di Mojokerto Derita Atresia Ani, Wagub Emil : Pengobatan Bagi Keluarga Pra Sejahtera Tidak Boleh Terkendala Administrasi

SURABAYA (Swaranews) – Bayi bernama Naufal Putra Aditya, putra dari pasangan Risky Junianto (25) dan Nanik Mariyati (34), lahir dengan menderita Atresia Ani atau tidak memiliki anus. Bayi tersebut lahir di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Soko, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (6/11/2019) lalu.

Terkait hal tersebut, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa pengobatan bagi keluarga pra sejahtera di Jatim tidak boleh terkendala oleh masalah administrasi.

“Setiap kondisi yang dialami masyarakat Jawa Timur kita tentu segera melakukan, apalagi kalau itu dari keluarga pra sejahtera. Kita segera memastikan bahwa segala hak yang melekat kepada keluarga tersebut itu terpenuhi,” kata Emil saat dikonfirmasi di Sport Center UINSA Surabaya, Rabu (11/12/2019) sore.

Emil menjelaskan, biasanya dalam kondisi seperti ini Dinsos dan Dinkes Jatim langsung melakukan koordinasi bersama Dinsos atau Dinkes setempat untuk melihat kondisi medis serta penanganannya.

“Kadang-kadang penanganan finalnya tidak bisa langsung. Tetapi, penanganan yang istilahnya mencegah situasi yang lebih buruk dan sebagainya itu bisa segera disegerakan, bisa diprioritaskan,” terangnya.

Lebih lanjut, Mantan Bupati Trenggalek itu menegaskan bahwa dalam setiap penanganannya semua memiliki porsi masing-masing. “Ingat ada pemprov, ada pemkab, ada pemkot. Jadi, bahwa semua punya porsinya, ada pemerintah pusat,” tuturnya.

Untuk itu, dirinya meminta agar tidak melihat apa yang dilakukan oleh pemkab ataupun pemerintah pusat kemudian tidak ada roll dari pemprov.

“Karena kita saling koordinasi. Artinya, kegiatan di tingkat dua itu kan juga ada roll dari pemprov. Nah, cuman kita nggak bisa kita ngeloncati gitu,” terang Emil.

Meski demikian, Emil mengatakan bahwa pihaknya tentu harus segera melihat apa yang dilakukan oleh daerah ditingkat dua terkait apa yang bisa di backup oleh pemprov.

“Seringkali contohnya penanganan ini mau tidak mau harus dilakukan di rumah sakit Soetomo, itu kan dikelola oleh pemprov,” tutupnya. (Msa)

Grup Accor Gelar Solidarity Week

SURABAYA (Swaranews) Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata berbagi? Sebagian orang mengatakan bahwa berbagi itu membuatnya bahagia dan merasa lega, walaupun pada kenyataannya dengan berbagi kita akan kehilangan sesuatu. Kemudian apakah berbagi hanya berupa uang ataupun materi? Tentu tidak,  karena dengan tersenyum pun kita sudah berbagi dan pada hakikatnya berbagi itu merupakan suatu kegiatan membantu orang yang akan menghasilkan kebaikan dan kemudahan bagi orang lain.

Dalam buku yang berjudul “Why Good Things Happen to Good People” karya Stephen Post, seorang profesor kedokteran pencegahan di Stony Brook University, menulis bahwa memberi kepada orang lain telah terbukti meningkatkan kualitas sehat pada tubuh seseorang dan bisa meringankan penyakit kronis, termasuk HIV dan multiple sclerosis. Dari buku tersebut dapat kita ketahui bahwa berbagi itu berdampak besar bagi kita dan bermanfaat bagi orang lain.

Dengan berbagi bisa membuat kita lebih perduli terhadap orang lain, terutama kepada orang-orang yang membutuhkan,kemudian membuat hidup lebih berwarna dan bermakna, serta dapat mengungkapkan rasa syukur kita akan hidup. Lalu, apa saja indahnya saling berbagi? Pertama, ketika kita berbagi maka kenikmatan yang akan diperoleh. Kedua, ketika kita berbagi sedekah, maka pahala yang kita dapatkan. Ketiga, ketika kita berbagi ilmu, semakin bertambah ilmu yang kita dapatkan dan ketika kita berbagi harta, jangan khawatir akan berkurang karena Allah SWT. Akan menambah serta melipatkan gandakan harta yang kita beri tersebut.

Seperti yang tercantum dalam Q.S Saba: 39Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”Dari ayat di atas sudah diterangkan bahwasanya ketika kamu memberi apapun itu, uang ataupun materi, membantu dengan tenaga, bahkan hanya tersenyum sekalipun maka Allah akan menggantinya karena Dia Maha Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

 

Memaknai indahnya berbagi dengan sesama, hotel-hotel di jaringan Accor di wilayah Surabaya dan Malang menggelar Solidarity Week 2019 dengan memberikan  bantuan kepada PAUD Berlian di dusun Munjung, Desa Pandansari, Ngantang, Kabupaten Malang (Selasa 10 Desember).

 

Kepada Swaranews,Ketua Pelaksana Solidarity Week 2019 yang juga  General Manager Ibis Styles  Malang, Ina Rianawati menyatakan, Solidarity Week merupakan program tahunan yang diadakan oleh Accor sebagai bentuk kepedulian atau solidaritas terhadap mereka yang membutuhkan.

 

PAUD Berlian dipilih sebagai sekolah yang akan menerima bantuan karena PAUD ini mengalami kerusakan parah setelah terkena dampak Gunung Kelud di Tahun 2014. Sampai saat ini, PAUD Berlian masih menghadapi tantangan untuk dapat memberikan fasilitas yang layak bagi anak-anak yang merupakan tunas bangsa.

 

Donasi yang diberikan berupa meja dan kursi yang layak untuk proses belajar mengajar, papan tulis, beberapa peralatan tulis yang dibuat secara khusus serta beberapa donasi dari para talent Hotel-hotel Jaringan Accor di wilayah Surabaya dan Malang.

 

Acara Solidarity Week yang berlangsung mulai pukul 10.00 dan dihadiri sekitar 50 orang dari Hotel Accor di Surabaya dan Malang ini, juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas yang melibatkan anak-anak PAUD, diantaranya membuat sandwich untuk memberikan pengalaman baru tentang jenis-jenis makanan. Selain itu juga ada kegiatan berkreasi dengan napkin dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.

 

“Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dari Hotel-hotel Jaringan Accor di Jawa Timur. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk PAUD Berlian dan warga sekitar, juga untuk menumbuhkan semangat pantang menyerah demi masa depan kita semua, khususnya anak-anak penerus bangsa.”ujar Ina.

 

Hotel-hotel Jaringan Accor yang terlibat dalam Solidarity Week 2019 ini adalah Hotel Majapahit Surabaya Managed by Accor, Grand Mercure Surabaya City, Novotel Surabaya Hotel & Suites, Novotel Samator Surabaya Timur, Mercure Grand Mirama Surabaya, ibis Styles Malang, ibis Styles Surabaya Jemursari, ibis Surabaya City Center, ibis Budget Airport, dan ibis Budget Surabaya Diponegoro.

 

Accor berkomitmen dalam penciptaan nilai berkesinambungan, dan berperan aktif dalam pemberian kembali ke planet and komunitas. Planet 21 – Acting Here berupaya melakukan “hospitality yang positif”, sementara Accor Solidarity, pemberian dan, memberdayakan orang-orang yang kurang beruntung melalui pelatihan yang professional dan akses ke pekerjaan.(Shanty)

Jatim Jadi Wilayah Bebas Korupsi, Khofifah Raih Anugerah Pemimpin Perubahan

JAKARTA (Swaranews) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali meraih penghargaan. Kali ini, dirinya menyandang gelar sebagai Pemimpin Perubahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Publik (KemenPAN RB).

Khofifah dinilai memiliki komitmen besar dalam melakukan perubahan untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, baik dan transparan, serta berhasil membangun zona integritas secara massif sehingga mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) untuk enam unit layanan yang sekaligus merupakan pemprov penerima penghargaan terbanyak dari seluruh pemerintah provinsi di Indonesia.

WBK/WBBM merupakan predikat yang diberikan kepada unit-unit kerja pelayanan yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen kuat untuk memberantas korupsi serta peningkatan pelayanan melalui reformasi birokrasi.

Pada 2019, Pemprov Jatim meraih penghargaan wilayah bebas korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia.

Sedikitnya, enam unit kerja Pemprov Jatim berhak menyandang predikat WBK yakni masing-masing UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Jombang Badan Pendapatan Daerah Prov. Jatim, UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau Jember Disperindag Prov. Jatim, UPT Pengawasan dan Sertifikasi Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Jatim. Selanjutnya, UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans Prov. Jatim, RSU Haji Surabaya, dan RSU Jiwa Menur Surabaya.

“Penghargaan ini merupakan buah dari komitmen Pemprov Jatim menciptakan tata kelola pemerintahan yang Cepat-Efektif-Efisien-Tanggap-Transparan-Akuntable-Responsive (CETTAR). Saya ucapkan terimakasih kepada unit kerja yang berhasil meraih predikat WBK, semoga ini bisa memotivasi dan diikuti oleh unit kerja lainnya. Semoga masyarakat Jawa Timur makin mudah mengakses berbagai layanan publik,” ungkap Khofifah di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Menurut Khofifah, penghargaan WBK ini merupakan pencapaian yang monumental setelah kurang lebih 21 tahun reformasi. Khofifah mengatakan, Oktober lalu Laporan Keuangan Pemprov Jatim juga mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Raihan WBK ini berseiring dengan status WTP tersebut. Setelah ini Pemprov Jatim menargetkan predikat sebagai wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM),” ujarnya.

Khofifah menerangkan, nantinya enam unit kerja yang meraih WBK tersebut akan dijadikan contoh atau role model bagi instansi lainnya di lingkungan Pemprov Jatim. Ia berharap setelah ini seluruh unit kerja Pemprov Jatim menumbuhkan suasana kompetisi untuk bergerak menuju perubahan dan perbaikan menuju birokrasi yang lebih baik, lebih bersih, lebih cepat dan lebih berkualitas dari sisi pelayanan.

Meski diakuinya, bahwa untuk meraih predikat penghargaan di bidang ini tidaklah mudah. Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan manajemen dan kemauan untuk melakukan perubahan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemerintah yang bersih dan bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Dalam implementasi WBK, dibutuhkan komitmen dari semua pihak mulai kepala daerah beserta seluruh jajarannya. Yang ditunjang dengan manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja,” paparnya.

Khofifah yakin melalui penanaman nilai dan budaya kerja yang positif kepada aparatur di lingkungan Pemprov Jatim, akan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance) sehingga kesejahteraan dapat dirasakan seluruh masyarakat Jawa Timur. (Msa)

Kunjungi RSUD Saiful Anwar, Sekdaprov Heru Minta Dokter Hingga Profesor Jaga Attitude dan Etika Saat Layani Pasien

MALANG (Swaranews) – Untuk mensupport kinerja layanan kesehatan berjalan secara maksimal, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono melakukan kunjungan ke RSUD Saiful Anwar Malang. Kunjungannya ke rumah sakit milik Pemprov Jatim itu sekaligus memimpin apel, Senin (9/12/2019) pagi.

Dihadapan seluruh pimpinan dan karyawan RSUD Saiful Anwar, mantan Bupati Tulungagung itu meminta agar seluruh karyawan yang bekerja di RSUD Saiful Anwar untuk melayani pasien dengan baik. Bukan hanya karyawannya, tapi dokter dan para profesor juga harus memberikan pelayanan yang baik.

“Pasien berobat ke sini dengan tujuan bisa sembuh, oleh sebab itu harus dilayani dengan baik,” ungkapnya.

Dijelaskan, pelayanan yang baik akan berdampak pada psikologi pasien. Apabila tenaga kesehatannya mampu memberikan pelayanan dengan senyum dan ramah, maka psikologi pasien akan merasa nyaman dan tentunya membawa dampak positif bagi kesehatan pasien juga.

“Apabila saat memeriksa tidak ramah, pasien bukan menjadi sehat tapi malah akan drop kondisinya. Contohnya kalau memeriksa darah tidak akan terasa sakit jarumnya apabila pasien diajak berkomunikasi dengan baik,” ujarnya.

Heru pun meminta, dalam memberikan pelayanan, attitude dan etika harus juga dijaga. Setiap tenaga kesehatan harus memperhatikan hal tersebut.

“Apabila ada masalah pribadi di rumah jangan di bawa ke tempat kerja. Meskipun ada masalah, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan yang baik kepada pasien,” tuturnya.

Hal yang sama juga diterapkan bagi tenaga keamanan di rumah sakit. Dimana harus memberikan keterangan yang sopan kepada pasien yang akan masuk parkir atau ke ruang perawatan.

“Tenaga keamanan harus ramah, semua respon harus diekspresikan dengan senyum. Bukan kelihatan galak di depan pasien maupun keluarga pasien,” tambahnya. (Msa)

Menjadi Keynote Speaker di Turki, Wali Kota Risma Sembari Promosikan Surabaya

SURABAYA (Swarannews) –  Keberhasilan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam menerapkan program pemberdayaan dan perlindungan hak-hak perempuan di Kota Pahlawan, ternyata memantik perhatian dunia Internasional. Salah satunya adalah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

 

Bertepatan pada momen perayaan ‘Hari Hak Perempuan’ yang berlangsung setiap tanggal 5 Desember di Turki, Presiden Erdogan melalui Duta Besar RI di Ankara, mengundang Wali Kota Risma untuk menjadi keynote speaker dalam forum bertajuk ‘International Forum of Women in Local Governments’.

 

Forum Internasional ini, berlangsung selama dua hari, yakni 11-12 Desember 2019 di ATO Congresium, Ankara Turki. Selain Wali Kota Risma, ada pula 17 wali kota perempuan dari beberapa Negara juga hadir dalam forum tersebut.

 

Wali Kota Risma mengatakan, undangan keynote speaker dari tim Presiden Turki itu disampaikan melalui Duta Besar RI di Ankara. Presiden kelahiran 26 Februari 1954 di Istanbul Turki ini ingin, supaya Wali Kota Risma menjadi keynote speaker dalam forum yang diadakan partai yang didirikannya.

 

“Pak Dubes (Duta Besar RI) telpon kalau dia diminta timnya Presiden Erdogan untuk ngundang saya bicara di sana. Karena dia ada forum, itu yang menggadakan partainya Pak Presiden Erdogan, tapi kaum perempuannya (AK Party Women’s Wing) untuk menjadi pembicara sebagai pemimpin perempuan,” kata dia.

 

Kesempatan menjadi pembicara di forum Internasional itupun tak disia-siakan Wali Kota Risma. Ibarat sambil menyelam minum air, di forum itu juga dimanfaatkan Wali Kota Risma untuk mempromosikan Kota Surabaya. Berbagai hasil produksi UMKM Kota Pahlawan, pun ia bawa. Tujuannya, supaya orang luar negeri mengenal lebih jauh tentang Kota Surabaya dan barang-barang hasil produksinya.

 

Menurutnya, dalam setiap forum Internasional yang diikuti, orang luar negeri selalu tertarik dengan barang-barang atau produk UMKM yang wali kota bawa. Seperti kue kering dan aneka olahan minuman. “Makanya kadang koper saya banyak. Kalau ada pertemuan (forum), langsung saya buka, saya bagi-bagi. Jadi selanjutnya mereka pesan sendiri, karena di sini (kemasan produk) sudah ada alamatnya (kontak),” katanya.

 

Wali Kota Risma mengakui, sebelumnya ia sudah dua kali bertemu dengan Presiden Turki, Erdogan. Pertama, ketika menjadi pembicara di Istanbul Turki, dan kedua di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat. “Yang pertama waktu aku bicara di Istanbul, waktu berjuang agar Surabaya menjadi house (tuan rumah) Startup Nations Summit 2018. Kemudian kedua, kemarin waktu aku bicara di Markas PBB,” ungkapnya.

 

Dalam forum yang berlangsung di Markas PBB tersebut, Wali Kota Risma berada satu panel bersama Presiden Turki, Erdogan. Kala itu, Wali Kota Risma sempat ditawari langsung oleh Presiden Erdogan untuk diundang menjadi keynote speaker dalam rangka perayaan ‘Hari Hak Perempuan’ di Turki. “Aku satu panel dengan Presiden Erdogan. Kemudian tak iyakan,” ujar Wali Kota Risma.

 

Nantinya, dalam forum yang berlangsung di ibu kota Turki tersebut, Wali Kota Risma menjadi keynote speaker pada hari pertama yang berlangsung 11 Desember 2019. Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini bakal membagikan cerita tentang keberhasilan Kota Surabaya dalam berbagai program pemberdayaan perempuan. Namun, pada hari pertama itu, hanya Wali Kota Risma dan Presiden Erdogan yang menjadi keynote speaker. Sementara itu, 17 wali kota perempuan lain, akan mengikuti sesi panel di hari kedua.

 

“Di sana (Ankara, Turki) saya bicara apa-apa yang sudah kami lakukan di Surabaya. Fokusnya tentang pemberdayaan perempuan,” kata Wali Kota Risma.

 

Menariknya, setelah forum di hari kedua berlangsung, akan ada penandatanganan naskah kerjasama antar dua kota dan disaksikan oleh Presiden Turki, Erdogan. Yakni, antara Kota Surabaya dengan Gaziantep City Turki, yang memiliki kesamaan dipimpin oleh wali kota perempuan. (mar)

12 Masyarakat Penderita Bibir Sumbing Dioperasi Kodam V/Brawijaya

SURABAYA (Swaranews) –  Sebanyak 12 masyarakat penderita bibir sumbing di wilayah teritorial Kodam V/Brawijaya, saat ini tengah menjalani proses operasi di Rumkit DKT Brawijaya, Jalan Kesatrian, Kecamatan Wonokromo, Kelurahan Sawunggaling, Surabaya.
Kapok Sahli, Kolonel Inf Dian Sundiana mengatakan jika bakti sosial dalam rangka menyambut Hari Juang TNI-AD dan HUT Kodam V/Brawijaya saat ini, digelar di dua lokasi. “Ada dua titik, satunya di RS Medika Mojokerto,” ujarnya. Selasa, 10 Desember 2019.

Dirinya menambahkan jika sebelumnya, terdapat 22 masyarakat yang mendaftarkan diri untuk mengikuti proses operasi bibir sumbing yang digelar oleh pihak Kodam.

“Sesuai hasil verifikasi hanya 12 yang melaksanakan operasi,” tandasnya.
Perwira Menengah TNI-AD dengan tiga melati di pundaknya itu menjelaskan jika seluruh biaya para pasien penderita bibir sumbing tersebut, nantinya ditanggung oleh pihak Kodam. “Semua biaya kita gratiskan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B, menambahkan jika kegiatan tersebut, digelar secara serentak di masing-masing Kodam di Indonesia.“Tujuannya, kita ikut membantu masyarakat dalam bidang kesehatan,” tandasnya.

Mantan Danrem 084/Bhaskara Jaya itu berharap jika keberadaan operasi tersebut, nantinya dapat mengurangi masyarakat penderita bibir sumbing. “Diharapkan semua anak-anak sehat semua, tidak ada yang mengalami kelainan (bibir sumbing, red),” ujar Mayjen Wisnoe. (mar)

Ads