Beranda blog

TNI-Polri Berhasil Sita 5 Kilogram Ganja Kering Milik Warga Gunung Anyar Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Aparat Koramil dan Polsek Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya berhasil mengamankan ganja kering seberat 5 kilogram milik salah satu penghuni kos di Jalan Kutisari, Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya. Sabtu, 25 Mei 2019.

Pengamanan ganja kering itu bermula ketika pemilik rumah kos merasa curiga dengan adanya salah satu penghuninya.

“Pemilik kos-kosan curiga dengan salah satu penghuni kosnya. Pihaknya langsung menghubungi Polsek dan Koramil setempat,” ujar Sertu Supri Wardoyo, Babinsa Kodim 0831/Surabaya Timur ini.

Tepat pukul 11.00 WIB, aparat gabungan TNI-Polri langsung menuju ke lokasi. Tak disangka, ketika tiba di lokasi tersebut, petugas menemukan 5 kilogram ganja kering yang sudah di kemas dengan rapi dengan menggunakan lakban.

Tidak hanya itu saja, penggerebekan itupun juga disaksikan langsung oleh pihak RT dan RW setempat.

“Sengaja kita undang, kalau memang di lokasi itu disinyalir ada barang tersebut (ganja, red),” pungkasnya.

Kini, pelaku telah di gelandang ke Polrestabes Surabaya beserta barang bukti ganja kering seberat 5 kilogram.

“Sudah di bawa ke Polres untuk proses penyidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Terpisah, Dandim 0831/Surabaya Timur, Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, S. Sos, M. I, Pol, ketika di konfirmasi, membenarkan upaya pengamanan tersebut. Bahkan, almamater Akademi Militer tahun 2001 itu menuturkan jika dirinya bakal memberikan penghargaan atas upaya yang dilakukan oleh personelnya itu.

“Betul, tadi anggota kami bersama Kepolisian setempat melakukan pengamanan terhadap salah satu warga Tenggilis Mejoyo. Rencananya, kami akan memberikan apresiasi dan penghargaan atas keberhasilannya merespon setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat,” ujar Dandim.

Bagi 1000 Paket Lebaran, Khofifah Ajak Tingkatkan Keimanan Warga

JAKARTA (Swaranews) – Kepedulian terhadap kaum dhuafa di bulan suci Ramadhan dilakukan jajaran Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdatul Ulama (NU). Kepedulian tersebut ditunjukkan dengan membagikan 1.000 paket lebaran oleh Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa di Kantor PP Muslimat NU di Jl. Pangadegan Timur Raya No. 2, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2019).

Paket yang diberikan berupa 2 kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng, 1 lembar sarung, 1 kaleng susu kental manis, dan 1 pak biskuit.
Khofifah Indar Parawansa yang juga menjabat sebagai Gubernur Jatim itu membagikan kepada para kaum du’afa yang berada di wilayah Kelurahan Pangadekan, Jakarta Selatan.

Didampingi pengurus dan panitia, Khofifah pun mengajak warga untuk semakin meningkatkan keimanan mereka dalam beribadah di bulan suci Ramadhan.

“Bapak Ibu yang saya hormati, malam nanti sudah masuk malam 21, jangan lupa semakin  ditingkatkan dzikirnya,  ditingkatkan shalat malam nya. Yang kemarin belum taraweh, ayo nanti malam tolong taraweh,” pesannya.

Pembagian paket lebaran ini, merupakan amal zakat Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang dibagikan melalui PP Muslimat NU. Untuk itu, Khofifah pun mengajak warga yang hadir untuk senantiasa mendoakan Jusuf Kalla.

“Mohon fatihahnya, mudah-mudahan zakat beliau diterima oleh Allah SWT serta keluarganya diberikan keberkahan dan kemuliaan,” tuturnya.
Tidak ketinggalan, Khofifah pun mengajak kepada warga yang antri untuk mengirim al fatihah buat diri mereka serta keluarga mereka masing-masing.

“Mudah-mudahan Allah sehatkan dengan umur panjang, sehat dan manfaat. Yang mau lebaran belum ada baju baru, semoga rizkinya diluaskan. Tapi bukan harus baju baru, tetapi supaya syukur dan nikmat kita bertambah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Ibu Siti Aniroh Slamet Effendy menjelaskan, pembagian paket lebaran yang dibagikan merupakan amal zakat Wapres Jusuf Kalla untuk kali ketujuh. PP Muslimat NU  menyalurkannya kepada para kaum du’afa, fakir miskin, yatim piatu, serta para disabilitas.

“Kita menyebarkannya di seluruh Indonesia. Karena tujuan kami sebagai lanjutan layanan muslimat,” terangnya.

Selain dari Wapres Jusuf Kalla, Ketua IV Bidang Ekonomi PP Muslimat NU ini menyampaikan, bahwa amal zakat yang dihimpunnya juga berasal dari CSR BUMN/perusahaan. Dari total yang dibagikan tahun ini sebanyak 7.500 paket. Jumlah tersebut terdiri dari 4.000 paket dari Wapres Jusuf Kalla dan 3.500 paket CSR BUMN/perusahaan.

“Alhamdullilah bisa terlaksana. Kami berharap semoga acara seperti ini terus berjalan serta terlebih banyak sasarannya. Selain itu juga banyak perusahaan yang ikut peduli,” harapnya. (Msa)

SEKAR LAUT SALURKAN DANA CSR UNTUK PENDIDIKAN

Siswa SLB Dewi Sartika didampingi Kasek Istri Hariyani& orang tua masing

SURABAYA(Swaranews)-Di tengah kondisi bangsa seperti sekarang ini, kita sangat merindukan akan lahirnya generasi baru yang mampu memperbaharui cara kita dalam hidup bermasyarakat Kita juga merasa prihatin dengan akhlak bangsa yang semakin merosot tajam yang mengakibatkan martabat kita sebagai bangsa semakin terpuruk ditengah-tengah percaturan global yang semakin kompetitif.

Oleh karena itu, sektor pendidikan merupakan sebuah investasi sosial yang strategis dan sangat menentukan bagi masa depan sebuah bangsa, khususnya dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul. Namun tentu saja bukan persoalan yang mudah untuk mempersiapkan sebuah sistem pendidikan yang murah dan berkualitas sehingga bisa diakses oleh semua strata sosial masyarakat kita.

Dengan pengalokasian budget sampai 20% dari total APBN ternyata masih belum bisa memberikan jaminan peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Faktanya sampai saat ini kualitas pendidikan diberbagai daerah masih sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan kualitas pendidikan diperkotaan. Keterbatasan jumlah dan kualitas tenaga pengajar, keterbatasan sarana prasarana belajar dan keterbatasan untuk mengakses informasi dunia luar menjadi kontributor utama terhadap berbagai ketertinggalan tadi.

Untuk menanggulangi hal ini, tentunya kita tidak hanya berdiam diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Sangat diperlukan peran serta dan partisipasi aktif dari semua elemen bangsa ini tanpa terkecuali dari dunia usaha.Program CSR untuk Pendidikan
bisa menjadi salah satu potensi yang bisa dijadikan sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah  yang berada di sekitar lokasi perusahaan

Dengan dana CSR yang wajib dialokasikan perusahaan  untuk masyarakat sekitar bisa menjadi kekuatan luar biasa, dengan catatan setiap perusahaan tadi memiliki komitmen yang kuat untuk memberdayakan masyarakat dan didukung juga oleh kualitas para pekerja sosial yang mengelolanya.

Kecenderungan dari banyak perusahaan masih memaknai program corporate social responsibility hanya sebatas kegiatan donasi kepada masyarakat, masih belum dimaknai sebagai sebuah upaya serius dari perusahaan yang ditujukan untuk lebih memberdayakan masyarakat lokal. Seperti halnya program CSR untuk bidang pendidikan.

PT Sekar Laut, Tbk salah satu perusahaan yang memproduksi krupuk di Sidoarjo-Jawa Timur  telah menyadari betapa pentingnya mengentaskan pendidikan bagi anak bangsa agar pemerataan pendidikan di Sidoarjo bisa berlangsung. Hal ini mengingat, di Kabupaten ini masih banyak orang tua dengan keterbatasan ekonomi masih kesulitan untuk menyediakan dana pendidikan bagi putra putrinya, Untuk itu, melalui program CSR, perusahaan ini menyalurkan beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga yang tidak mampu senilai Rp 3.000.000 untuk 6 orang siswa, tiga dari SMP Yayasan Taman-Sidoarjo dan 3 untuk siswa SD, SMP dan SMA Sekolah Luar Biasa Dewi Sartika Taman-Sidoarjo.

“Untuk tahap pertama tahun 2019 ini baru kami salurkan untuk 6 orang siswa masing-masing Rp 500.000 setiap siswa. Pada gilirannya nanti tentunya kami akan meningkatkan baik nilainya maupun jumlah siwa yang menerimanya untuk mendukung program pendidikan dasar 12 tahun,” ujar John Gozal, Direktur PT Sekar Laut, Tbk.

John menyatakan, untuk program CSR bidang pendidikan, PT Sekar Laut, TBk tidak hanya menyalurkan untuk beasiswa bagi keluarga yang kurang mampu, tetapi juga turut berkiprah dalam kegiatan kemahasiswaan, diantaranya turut menjadi sponsor dalam Seminar “ Apa Kabar Media dan Demokrasi Indonesia Jelang Pemilu 2019, 12 April lalu.

Sementara itu, Kepala SMP Yayasan Taman Dra. Retno Dwi Aryani kepada Swara News menyatakan, dana bantuan program CSR dari Sekar Laut sangat membantu untuk kelangsungan pendidikan siswa di sekolahnya. Hal ini mengingat, SMP Yayasan Taman sebagian besar siswanya memang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sehingga bantuan yang disalurkan PT Sekar Laut sangat bermanfaat untuk membantu pembayaran SPP dan buku LKS.

“Siswa di SMP Yayasan ini cukup banyak berasal dari keluarga kurang mampu yang berasal dari daerah lain yang orang tuanya kost. Karena tidak memiliki KTP dan KK Sidoarjo mereka tidak bisa mendapatkan KIP (Kartu Indonesia Pintar) dari Kabupaten Sidoarjo. Karena itu, untuk pembayaran SPP lebih dari 50 % siswa nunggak. Sehingga bantuan dari program CSR PT Sekar Laut, Tbk sangat bermanfaat dan saya berharap lebih banyak lagi siswa yang bisa menerima beasiswa,” jelas Retno.

Dra. Istri Hariyani, Kepala SLB (Sekolah Luiar Biasa) Dewi Sartika Taman-Sidoarjo juga merasakan bahwa bantuan dana program CSR PT Sekar Laut, Tbk sangat membatu siswa-siswinya. Hal ini disadari karena sebagian besar yang bersekolah di SLB Dewi Sartika berasal dari keluarga yang kurang mampu, walaupun sekolah sudah menerapkan untuk pembayaran SPP bagi keluarga yang kurang mampu hanya dikenakan Rp,100.000/bulan, tetapi masih banyak siswa yang menunggak.

“Dengan bantuan dana CSR dari PT. Sekar Laut Tbk, siswa kami cukup terbantu, apalagi ketiga siswa penerima dua diantaranya anak Yatim yang tuna rungu dan tuna daksa dan satu orang Tuna Netra piatu yang diasuh Neneknya sejak bayi.Harapan kami, makin banyak perusahaan yang tersentuh untuk menyalurkan dana beasiswa bagi putra putri kami yang kurang beruntung.Untuk Sekar Laut, semoga ke depan lebih banyak lagi anak-anak kami yang bis amenerima beasiswa untuk menunjang pendidikan mereka. Mengingat, dengan membantu mereka perusahaan turut meningkatkan derajat mereka agar mereka nantinya bisa mandiri setelah lulus sekolah,” tegas Yani.

PT.Sekar Laut, Tbk sebagai perusahaan yang berdiri tahun 70an dan cukup dikenal masyarakat di kabupaten Sidoarjo, selain menyasar bidang pendidikan dalam penyaluran beasiswa,  dana program CSRnya juga aktif disalurkan  dalam bidang pendidikan lingkungan hidup untuk siswa baik tingkat  SD, SMP dan SMA. (Shanty)

Pokja Wartawan DPRD Surabaya Bagikan 500 Paket Takjil Gratis di Jalan Yos Sudarso

SURABAYA (Swaranews) – Bulan suci Ramadhan dimanfaatkan oleh sejumlah sejumlah wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) DPRD Surabaya untuk menggelar kegiatan sosial yakni bagi-bago takjil gratis kepada pengendara yang melintas di depan Gedung DPRD Surabaya JL. Yos Sudarso.

Tak kurang dari 500 paket lengkap (makanan dan minuman) terlihat ludes terbagi kepada para pengendara R2 yang melintas, hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

“Kegiatan bagi takjil gratis ini sebenarnya merupakan agenda rutin kawan-kawan yang tergabung dalam Pokja Wartawan DPRD Surabaya, dengan sasaran para pengendara yang melintas di Jl Yos Sudarso. Soal sumber dana yang digunakan adalah hasil swadaya,” ucap Maulana Ketua Pokja Wartawan DPRD Surabaya. Jumat (24/05/2019)

Inyong-sapaan akrab Maulana, berharap kegiatan sosial ini bisa menjadikan contoh masyarakat lain dalam rangka memaknai arti indahnya berbagi kepada sesama di bulan suci Ramadhan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa diikuti oleh masyarakat lain, agar bisa memaknai arti indahnya berbagi kepada sesama, utamanya kepada kaum muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan,” pungkas wartawan koran Harian Bangsa ini.

Diketahui, Pokja Wartawan DPRD Surabaya yang memiliki anggota sekira 35 orang ini terdiri dari berbagai latar belakang media, mulai dari cetak, online, radio dan televisi, yang setiap harinya menggali pemberitaan dari gedung DPRD Surabaya. (mar)

Dimanjakan Pasar Murah, Warga Ngawi Antusias

NGAWI (Swaranews) –  Rabu, 22 Mei 2019 pagi, seakan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Ngawi untuk segera mendatangi alun-alun Merdeka. Bukan tanpa sebab, antuasias masyarakat itu dipicu dengan adanya pasar murah Negeri Ngawi Ramah yang sengaja digelar oleh Forpimda setempat.

Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono mengatakan, pasar murah tersebut rencananya bakal digelar selama dua hari, dan dipusatkan di lokasi yang sama. “Di pasar itu, tersedia berbagai kebutuhan bahan pokok masyarakat. Dan pastinya, harganya jauh lebih miring jika dibandingkan harga-harga barang kebutuhan di pasaran,” cetusnya.

Pasar murah itu, kata Budi, sengaja digelar oleh Pemerintah Kab Ngawi guna memberikan keterjangkauan harga sembako menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Senada, Danyonarmed 12/Kostrad, Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy mengatakan, upaya itu merupakan bentuk kepedulian Pemkab Ngawi kepada masyarakat.

Ia mengungkapkan, menjelang berbagai hari besar keagamaan, harga kebutuhan pokok kemungkinan akan cenderung mengalami perubahan harga.

“Semoga, pasar murah ini mampu memberikan kemudahan, serta membantu warga yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya menjelang Idul Fitri mendatang,” pungkasnya. (sub)

Pimpin Sidang UCLG ASPAC di Cina, Wali Kota Risma Paparkan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda

SURABAYA (Swaranews) –  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sekaligus Presiden United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasific menghadiri acara UCLG ASPAC First Sessions of 2019 Executive Bureau Meeting & Yiwu Dialogue on International Economic and Trade Coorporation di Kota Yiwu China. Acara yang digelar selama enam hari mulai dari 21-26 Mei 2019 itu, bekerjasama dengan Chinese Peoples for Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC), Belt and Road Local Coorporation dan Pemerintah Kota Yiwu, China.

 

Forum pertemuan ini di hadiri para anggota UCLG ASPAC, para ahli serta perwakilan berbagai institusi. Tujuan kegiatan tersebut adalah mendiskusikan kerjasama, tukar pengalaman terkait keberhasilan dalam pembangunan, dan membahas peluang peningkatan kerjasama. Dalam berbagai forum, Wal Kota Risma diberi mandat untuk memimpin sidang dan memberikan sambutan.

 

Awalnya, Wali Kota Risma memberikan sambutan dalam acara Standing Comitte Meeting di ASEAN Mayor Forum (AMF). Saat itu, Wali Kota Risma menyampaikan beberapa poin tentang perkembangan kota dan rencana aksi ke depan. Poin tersebut diantaranya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengurangi dampak bencana alam, melindungi lingkungan, mengurangi dampak perubahan iklim dan poin terakhir yang terlibat dalam kegiatan ekonomi secara inklusif. “Ini yang penjadi poin prioritas yang kita perlu bahas,” kata Wali Kota Risma.

 

Di forum para wali kota se ASEAN itu, Wali Kota Risma juga menyampaikan pada saat menghadiri konferensi di Inggris, banyak pakar yang menyampaikan bahwa pada tahun 2040, pemerintah daerah (pemda) atau pemerintah kota (pemkot) akan lebih penting dalam meningkatkan kesuksesan sebuah negara. “Ini dikarenakan nantinya peranan masyarakat sangat dibutuhkan dan teredukasi dengan baik. Terlebih pemerintah kota lebih dekat dengan warganya,” ujarnya.

 

Di kesempatan yang sama, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu meminta agar semua wali kota harus bersedia belajar dengan wali kota lainnya. Menjalin pertemanan agar tercipta suasana saling mendukung dan membantu mengatasi permasalahan daerahnya. “Makanya, wali kota harus mau belajar satu sama lain. Para wali kota harus mau berteman dan bekerjasama dalam mengatasi berbagai masalah di wilayahnya masing-masing,” imbuhnya.

 

Pada sesi berikutnya, Wali Kota Risma menjalankan tugasnya sebagai Presiden UCLG ASPAC. Ia memimpin sidang UCLG ASPAC di forum besar itu. Saat itu, Wai Kota Risma mengajak para anggotanya untuk saling menguatkan satu sama lain, terutama dalam mempersiapkan masa depan kota menjadi kota yang berkelanjutan. Selain itu, ia juga mengajak para pemimpin daerah se-Asia Pacific untuk meningkatkan ekonomi di daerahnya dan ikut berkontribusi dalam ekonomi global.

 

“Rekan-rekan semuanya, di Kota Surabaya saya berusaha meningkatkan perekonomian kota melalui beberapa hal. Salah satunya adalah Pahlawan Ekonomi. Jadi mereka saya beri pelatihan untuk berkarya dan mengembangkan apa yang mereka bisa ciptakan. Mayoritas dari mereka adalah para istri yang terhimpit financial. Saya berpikir bagaimana ekonomi di Surabaya dapat bergerak. Sekarang 30 persen dari mereka penghasilannya lebih dari Rp 1 miliar. Seperti Diah Cookies omsetnya tidak main-main, satu kampung jadi pegawainya bikin cookies semua,” paparnya.

 

Tak hanya program Pahlawan Ekonomi yang dipaparkan Wali Kota Risma dalam forum tersebut. Program Pejuang Muda dan Startup Koridor Surabaya juga menjadi topik hangat yang disampaikan. “Era saat ini adalah eranya kolaborasi, anak-anak muda harus berjuang dan melakukan hal-hal baru untuk menciptakan peluang bersama,” tambahnya.

 

Selain memimpin persidangan dan memberikan keynote speech, Wali Kota Risma juga menyempatkan berkeliling untuk menyaksikan pameran produk-produk unggulan komoditas impor China. Wali kota dua periode ini berharap, dari pertemuan yang berlangsung beberapa hari itu dapat saling menguatkan satu sama lain, untuk menuju kota yang berkelanjutan.

 

“Saya berharap nantinya tidak ada kota yang tertinggal, dengan saling sharing pengalaman dan permasalahan bersama ini, saya berharap mampu mengatasi berbagai permasalahan,” pungkasnya. (mar)

Libur Lebaran, Kendaraan Dinas Pemkot Surabaya Harus Dikandangkan 31 Mei 2019

SURABAYA (Swaranews)          –    Pemerintah Kota Surabaya kembali mengeluarkan keputusan tegas menjelang hari libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H/2019.  Keputusan itu adalah mewajibkan seluruh kendaraan dinas untuk dikandangkan atau tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi pada saat liburan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya M. Fikser memastikan bahwa keputusan itu sudah ada surat edarannya kepada setiap instansi di jajaran Pemkot Surabaya. Surat bernomor 024/5002/436.3.2/2019 itu ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan.

“Dalam surat itu tertuang bahwa setiap pengguna kendaraan dinas dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan pribadi selama hari libur nasional tanggal 1 – 9 Juni 2019. Makanya, kendaraan dinas R-4 itu harus dikumpulkan pada hari Jumat, 31 Mei 2019 mulai pukul 14.00-17.00 Wib,” kata Fikser ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Fikser, ratusan kendaraan dinas itu diharapkan dikumpulkan di beberapa titik parkir yang sudah disediakan. Diantaranya di halaman belakang gedung Balai Kota Surabaya Jalan Taman Surya, halaman gedung kantor Pemerintah Kota Surabaya Jalan Jimerto, halaman kantor inspektorat Jalan Sedap Malam, halaman kantor Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Jalan Pacar.

“Parkiran di Gedung Siola Jalan Tunjungan juga bisa digunakan untuk parkir mobil dinas, kami harapkan muat semuanya,” kata dia.

Ia juga menjelaskan, karena beberapa lokasi itu akan menjadi tempat parkir mobil dinas, maka nantinya pada tanggal 31 Mei 2019, semua kendaraan pribadi dilarang masuk dan parkir di lokasi-lokasi yang menjadi tempat parkir mobil dinas itu. “Kendaraan mobil dinas ini baru bisa diambil kembali pada Minggu, 9 Juni 2019 pukul 09.00-14.00 Wib,” tegasnya.

Namun begitu, Fikser memastikan bahwa khusus untuk kendaraan dinas operasional, pada saat hari libur nasional dan cuti bersama tetap digunakan untuk pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, ia memastikan bahwa beberapa pelayanan di Pemkot Surabaya tetap dilayani, karena beberapa petugas tidak libur.

“Jadi, khusus ambulance, mobil patroli, bus, dan kendaraan operasional dinas yang merupakan kendaraan untuk pelayanan masyarakat tetap digunakan atau tidak perlu dikandangkan, karena kami tetap melayani masyarakat jika ada masalah,” imbuhnya.

Fikser menambahkan, kebijakan untuk “mengandangkan” mobil dinas ini sudah rutin dilakukan oleh Pemkot Surabaya menjelang libur panjang dan cuti bersama. Keputusan itu pun diterapkan kembali pada tahun ini dengan melarang mobil dinas digunakan untuk kepentingan pribadi pada saat libur nasional dan cuti bersama. “Bu Wali tegas melarang ini, tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi pada saat libur panjang,” pungkasnya. (mar)

Peresmian Gedung Baru Satlantas Dan Launching E-SIM Di Pimpin Langsung Kapolrestabes Surabaya

Surabaya (Swaranews) Kapolrestabes Surabaya KombesPol Sandi Nugroho meresmikan gedung baru Satlantas Polrestabes Surabaya di dampingi Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata dan Kasatlantas AKBP Eva Guna Pandia.
“Gedung baru Satlantas Surabaya diberi nama Gedung Patria Tama”
Gedung yang terletak di jalan Kerapu Surabaya yang dahulu dikenal dengan Satpas Colombo ini nantinya akan meningkatkan kualitas pelayanannya terhadap masyarakat yang berkaitan tentang lalulintas .
Di dalam acara yang sama SatLantas Polrestabes Surabaya juga melaunching program E-Sim yaitu Aplikasi e-Sim Surabaya yang bisa mengurus SIM kapan saja serta dimana saja. E-Sim nantinya syaratnya harus diselenggarakan oleh komunitas dan peminatnya yang kolektif.
“Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat itu, juga telah diresmikan gedung Satlantas Surabaya agar masyarakat mudah mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM),” kata Kapolrestabes Surabaya ini, Kamis (23/5/2019).
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho juga pmengatakan, ” aplikasi e-SIM Surabaya ini kita ketahui bersama bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat para pemohon bisa dengan mudah mendaftar melalui internet”.(Ari)

Hari Raya Idul Fitri, Pemkot Surabaya Tiadakan Sementara Car Free Day

SURABAYA (Swaranews) –  Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah tahun 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meniadakan sementara kegiatan Car Free Day (CFD) yang biasanya dilaksanakan tiap hari Minggu pagi pukul 06.00-10.00 WIB. Peniadaan CFD sementara kali ini hanya dilakukan pada Minggu 2 Juni dan 9 Juni 2019.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kota Surabaya, Eko Agus Supiadi Sapoetro, mengatakan peniadaan CFD tersebut sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini bertujuan agar masyarakat Kota Surabaya dapat bersilaturahmi dengan keluarganya tanpa mencari alternatif jalan lain. Selain itu, melihat kondisi Kota Surabaya yang juga terbilang tidak seramai biasanya di pagi hari selama lebaran.

 

“Seperti tahun lalu kita meniadakan CFD ini karena masih dalam suasana lebaran, sehingga warga Kota Surabaya yang membutuhkan unjung-unjung (bertamu) ke saudaranya tidak perlu mencari alternatif jalan lain. Apalagi Kota Surabaya terbilang tidak ramai seperti biasanya saat pagi hari,” kata Eko Agus, Kamis (23/5/2019).

 

Eko menjelaskan peniadaan CFD kali ini berada di lima titik Kota Surabaya. Diantaranya, Jalan Raya Darmo, Jalan Tunjungan, Jalan Jemur Andayani, Jalan Kembang Jepun dan Jalan Raya Kupang Indah. “Kami tiadakan supaya warga Kota Surabaya bisa menikmati liburan dengan baik bersama keluarga,” ujarnya.

 

Selama libur lebaran, Dinas Lingkungan Hidup juga terus melakukan pengawasan untuk meminimalisir penggunaan sampah plastik. Menurut Eko, selama libur lebaran pihak DLH tetap melakukan pengawasan dan penertiban terkait sampah plastik, khususnya di tempat-tempat wisata yang kerap di kunjungi masyarakat.

 

“Untuk sampah plastik kita tetap sosialisasikan kepada warga Kota Surabaya untuk tetap menjaga. Hal itu juga berlaku bagi masyarakat luar kota yang berkunjung ke kota kami tercinta, akhirnya kami harapkan segan untuk buang sampah sembarangan,” pungkasnya. (mar)

 

Gubernur Khofifah Harap BUMN Bantu Peningkatan Rasio Elektrifikasi Jatim

BOJONEGORO (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap perusahaan BUMN membantu wujudkan peningkatan rasio elektrifikasi di Jatim, lewat corporate social responsibility/csrnya. Hal ini penting dilakukan karena sesuai Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Pemprov Jatim menargetkan tahun 2020 rasio elektrifikasi bisa mencapai 98%, dan pada tahun 2021 semua sudah terelektrifikasi.

“Dalam rangka mewujudkan rasio elektrifikasi hingga 98%, jika hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup. Karenanya bantuan CSR BUMN diperlukan sebagai langkah percepatan,” terang Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim pada acara Penyerahan Bantuan Listrik, Instalasi Rumah dan Sambungan Rumah Tangga Miskin di Desa Pesen, Kec. Kanor, Kab. Bojonegoro, Jumat (24/05).

Gubernur Khofifah menjelaskan, bahwa pemberian bantuan listrik tersebut merupakan wujud strong partnership antara pemda dan BUMN. Apalagi, di Jatim masih ada sekitar 560 ribu yang belum terelektrifikasi. Khusus di Bojonegoro ada sekitar 28 ribu rumah yang belum terelektrifikasi.

“Saya harap PLN bisa membangun partnership dengan berbagai sektor usaha di Bojonegoro untuk bergandengan tangan wujudkan elektrifikas di wilayah Bojonegoro. Khususnya bagi keluarga miskin atau tidak mampu,” urai gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Menurutnya, keberadaan listrik sangat diperlukan oleh masyarakat salah satunya sebagai penyemangat anak-anak untuk belajar. Selain itu, bagi umat muslim di bulan Ramadhan ini bisa tadarus hingga dini hari karena listriknya sudah menyala.

“Jika listriknya ditambah daya maka panjenengan bisa membuat usaha misalnya bikin kue dengan oven, membuat es batu, atau usaha lainnya,” ujarnya sembari menambahkan bahwa listrik juga bisa memberi dampak ekonomi dengan menambah pendapatan apalagi jika disertai dengan pembinaan intensif dari pemerintah.

Apresiasi Rencana Pembangunan Jembatan Antara Bojonegoro ke Tuban
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Kerjasama Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan antara Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Tuban, yang diketahui oleh Gubernur Khofifah.

Terakait perjanjian ini, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi dan menunjukkan kerjasama yang kuat antar daerah untuk mewujudkan koneksivitas. Menurutnya, dengan adanya koneksifitas akan mampu memberikan efisiensi dan efektivitas yang tinggi bagi warga masyarakatnya.

“Harapan kami jembatan yang akan menyambungkan Kanor dan Rengel ini bisa segera diwujudkan dan masyarakat akan segera tersupport koneksifitasnya,” tutur orang pertama di jajaran Pemprov Jatim ini sembari menambahkan lewat koneksifitas maka  nilai ekonomi akan tumbuh termasuk layanan kesehatan, pendidikan, maupun agamanya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa di bulan Ramadhan ini agar bangsa Indonesia bisa terus rukun, tenang dan damai. Selain itu, dirinya berharap persatuan dan persaudaraan bisa terus dijaga sebagai kunci sukses pembangunan.

“Mari terus bersatu karena meski ada jembatan tapi tidak bersatu akan sia-sia, begitupun jika instalasi PLN diganggu oleh oknum maka aliran listrik ke masyarakat akan terputus,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Prov. Jatim Setiajit mengatakan, saat ini rasio elektrifikasi di Jatim mencapai 95,84%. Untuk meningkatkan rasio tersebut, pihaknya juga terus mengajak BUMN khususnya PLN Distribusi Jatim untuk membantu masyarakat miskin di Jatim.

Pemprov Jatim, lanjutnya telah memberikan bantuan antara lain, pemasangan pemanfaatan jaringan instalasi listrik berupa instalasi rumah dan sambungan rumah pada tahun 2019 dialokasikan sebesar Rp. 1,6 miliyar untuk 960 KK. Daya listrik yang diberikan sebesar 450 Watt setiap KK, dan pulsa token sebesar 303 ribu.

“Dengan kondisi 3 lampu dan 1 stop kontak, maka diasumsikan token tersebut bisa sampai dengan 5 bulan,” terangnya sembari meminta kepada rumah tangga yang dibantu agar membuat celengan listrik.

Ditambahkan, terdapat 5 kabupaten yang mendapat bantuan elektrifikasi, antara lain yaitu Kab. Bojonegoro sebanyak 95 KK, Kab. Situbondo sebanyak 320 KK, Kab. Bondowoso 150 KK, Kab. Trenggalek 200 KK, dan Kab Pacitan 200 KK.

Selain itu, bantuan pemasangan jaringan pemanfaatan listrik berupa instalasi rumah dan sambungan rumah oleh gabungan BUMN, BUMD maupun swasta yang dikoordinasi oleh PLN dan Dinas ESDM Prov Jatim di wilayah Madura sebesar 107.518 KK.

“Kalau ini selesai pada tahun 2019 maka di akhir tahun 2019, seluruh wilayah Madura rasio elektrifikasinya bisa mencapai 95%,” terangnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain Bupati Bojonegoro Anna Muawannah, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein, General Manager PLN Distribusi Jatim, Kepala Bakorwil Bojonegoro, serta Forkopimda Kab. Bojonegoro. (Msa)

Ads