Beranda blog

Dewan Ingatkan Zonasi Pasar Di Kota Surabaya

Swaranews.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, melalui Komisi B menyayangkan pasar yang masih beroperasi di pusat Kota Pahlawan tidak sesuai dengan zonanya. Pihaknya juga mengharapkan agar tidak tumbuh pasar baru di tengah kota.

“Sudah sangat tidak layak dan harusnya sudah tidak ada,” ujar Machfudz, Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, melalui telepon pribadinya, Selasa (10/3/2020).

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menerangkan bahwa keberadaan pasar di tengah kota dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Sangat mengganggu lalu lintas kota dan lalu lintas niaga,” jelasnya.

Mahfudz juga menegaskan bahws pasar yang ada harus sesuai zonanya. Zona yang bukan untuk pasar tidak boleh difungsikan sebagai pasar. Dia meminta Pemkot Surabaya bersikap tegas dan adil.

Sekretarus Komisi B DPRD Kota Surabaya ini mencontohkan bahwa zona pergudangan tidak diperbolehkan difungsikan sebagai pasar.

“Tidak boleh, harus sesuai peruntukkan,” tegasnya.

Saat ditanya tentang rencana Komisi B sidak ke pasar-pasar, Mahfudz menyebut akan segera mengagendakannya dalam waktu dekat ini.

“Pasti. Nanti kita akan melihat secara langsung. Diagendakan sidaknya pada minggu depan,” pungkasnya. (mar)

Dandim Tipe A 0831 Pimpin Upacara Mutasi Anggotanya.

Swaranews.co.id – Dandim Tipe 0831/ST Letkol Inf Agus Faridianto memimpin upacara pindah satuan anggotanya yang berlangsung di Markas Kodim 0831 Tipe A 0831 Jlan Mulyorejo Indah I No 4 Surabaya, senin (09/03/2020).

Adapun anggota pindah satuan antara lain, Pasi Operasional Kodim Tipeb0831Surabaya Timur Kapten Inf Rosad SH yang akan pindah ke Minvedcadam V Brawijaya.

Pada kesempatan tersebut Dandim 0831/ST Letkol Inf Agus Faridianto menyampaikan , pindah satuan merupakan hal yang wajar dalam organisasi TNI AD, hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman sebagai bekal pengembangan karir prajurit pada masa yang akan datang.

“Kepada anggota yang pindah satuan Kapten Rosad , terimakasih telah melaksanakan tugas dengan baik, penuh dedikasi di Kodim Surabaya Timur, saya berharap melalui pengalaman tugas yang diperoleh dijadikan bekal berharga dalam melaksanakan tugas di tempat baru’,terangnya.

Lanjut Dandim, dengan adanya tugas dan tanggung jawab disatuan baru, diharapkan yang bersangkutan dapat menyesuaikan dengan cepat, sehingga pelaksanaan tugas yang akan datang dapat terlaksana dengan baik.

Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Dandim Surabaya Timur kepada Kapten Rosad yang melaksanakan pindah satuan, sebagai wujud penghargaan dari satuan. (mar)

Pemkot Surabaya Pasang Puluhan Wastafel di Berbagai Titik Fasilitas Umum

Swaranews.co.id  – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam melindungi warganya agar terhindar dari Virus Corona, rupanya terus dilakukan melalui berbagai cara. Kali ini, pemkot memasang wastafel portable di puluhan titik lokasi yang menjadi fasilitas umum (fasum).

 

Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Kota Surabaya, Iman Krestian mengatakan, saat ini wastafel portable yang sudah terpasang sebanyak 39 unit dan tersebar di 19 titik lokasi.

 

“Lokasi itu diantaranya perkantoran, Mal Pelayanan Publik Siola, sekolah, masjid, pasar burung, kolam renang di Jambangan dan beberapa fasilitas umum lainnya,” kata Iman, Jumat (6/3/2020).

 

Iman menjelaskan, jumlah pemasangan wastafel akan terus bertambah setiap harinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Terutama di sekolahan, setiap sekolah harus memiliki lebih dari satu wastafel. Makanya pemasangan khusus sekolah sedikitnya ada dua unit.

 

“Beberapa sekolah sudah ada wastafel di depan kelas masing-masing. Supaya mereka menggunakannya tidak antre panjang,” katanya

 

Selain itu, Iman memastikan, pihaknya akan terus mencari tempat strategis lain agar warga Surabaya membiasakan cuci tangan sesering mungkin dimana pun dan kapanpun mereka berada. Bahkan dalam sehari, petugas dari DPRKP-CKTR bisa memasang lebih dari 10 unit wastafel.

 

“Proses pengerjaannya cepat karena portable. Hanya memasang selang dan pipa saja. Kemudian diarahkan ke saluran air terdekat,” ujar dia.

 

Nantinya, lanjut Iman, wastafel ini akan dipasang secara permanen untuk titik-titik lokasi strategis sehingga bisa berjangka panjang dan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap, agar warga bisa menjaga diri masing-masing melalui cara yang paling sederhana seperti cuci tangan.

 

“Kepedulian dan kemandirian masyarakat yang akan sangat membantu upaya pencegahan dan penanganan musibah mewabahnya Virus Corona. Percuma disediakan wastafel kalau tidak digunakan secara semestinya,” papar dia.

 

Di samping itu, pihaknya juga berharap, upaya pemkot seperti ini dapat juga dilakukan oleh pengelola bangunan seperti mal, perkantoran, pusat perbelanjaan dan berbagai tempat keramaian lainnya untuk memfasilitasi bahkan menambah lebih banyak lagi wastafel.

 

“Diharapkan ada inisiatif dari pengelola bangunan untuk mengadakan sendiri fasilitas ini. Jadi biar sama-sama berupaya menjaga,” tuturnya.

 

Terakhir, Iman berpesan kepada masyarakat, agar dapat menjaga bersama-sama wastafel ini dengan baik. Menggunakan sebaik mungkin fasilitas ini dan ikut menjaganya.

 

“Jadi kita bisa memanfaatkan wastafel ini sebaik mungkin. Semua untuk kebaikan warga Surabaya,” pungkas dia. (mar)

 

 

Bahu Membahu Kodim Tipe A 0831 bersama Masyarakat Bersihkan Sungai Cikodel.

Swaranews.co.id – Kodim Tipe A 0831 Surabaya Timur menggelar kegiatan karya bakti TNI Satkowil Semester 1 2020, dengan melakukan pembersihan Sungai Cikodel di wilayah kelurahan Sukolilo Baru kecamatan Bulak, jumat (06/03/2020).

Sasaran kegiatan karya bakti dengan membersihkan sungai cikodel sepanjang 300 meter yanh dipenuhi dengan sampah dan tanaman yang mengakibatkan sungai tidak dapat mengalir dengan lancar.

Kasdim Tipe A 0831 Mayor Inf Sumarji menyampaikan, kegiatan ini merupakan program satuan semester 1 thun 2020 yang harus dikerjakan , dimana seluruh anggota Kodim Surabaya Timur bersama elemen pemerintah lainya, masyarakat turun langsung bahu membahu untuk membersihkan lingkungan, khususnya membersihkan sungai cikodel.

“Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian TNI terhadap lingkungan yaitu membersihkan sungai dari sampah, Sehingga pada musih hujan kali ini sungai tetap mengalir dengan lancar sehingga tidak mengakibatkan banjir,” ujarnya

“Selain itu, kegiatan ini sebagai saran untuk meningkatkan silaturrahmi, kebersamaan bersama masyarakat. Dengan terjalinnya kebersamaan dan kekompakan itu diharapkan dapat membangkitkan kembali nilai nilai bangsa indonesia , khususnya membangkitkan semangat kegotong-royongan”,ucapnya.

Masih Kasdim, Kedepan kegiatan seperti ini akan dilanjutkan dengan kegiatan karya bakti di jajaran koramil koramil diwilayah Surabaya Timur.

“Diharapkan dengan adanya kerja bakti ini diharapkan mampu membantu kesulitan rakyat, dengn membantu membersihkan sungai , sehingga tidak mengakibatkn banjir. Karya bakti ini juga sebagai wahana edukasi kepada masyarakat supaya membudayakan hidup bersih dengan tidak membuang sampah disungai”,tandasnya.

Giat dihadiri jajaran Danramil, personel Kodim 0831, Perwira Staf, staf kecamatan , jajaran Polsek, Satpol PP Dinas Kebersihan Kota Surabaya dan masyarakat setempat sekitar ratusan masyarakat.

Ditempat yang sama, Tri Kuspedi Hardianto selaku lurah Sukolilo Baru mengapresiasi kegiatan Karya bakti bersama Kodim Surabaya Timur ini pasalnya sungai Cikodel saat ini menjadi bersih.

“Saya sangat mendukung karya bakti ini , karena sungai cikodel kali ini terlihat bersih, aliran sungai menjadi lancar dan dapat mengurangi dampak banjir karena hujan”, tegasnya. (mar)

Pertunjukan wayang kulit semalam suntuk desa sambirejo kediri

 

Kediri.SN.Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki didik wibisono menghibur ribuan warga Desa sambirejo Kecamatan gampengrejo, (24/2/2020) malam. Hiburan rakyat ini sengaja disuguhkan oleh M. Maksun sebagai ungkapan rasa syukur atas dirinya terpilih menjadi pemimpin di desanya.

Pagelaran wayang ini dihadiri sejumlah pejabat penting di lingkup Pemerintahan desa sambirejo kecamatan gampengrejo Kabupaten kediri Seperti, Komandan Koramil beserta jajaran, Kapolsek beserta angota, prangkat desa setempat dan tokoh masyarkat.

Hiburan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB ditandai dengan penyerahan wayang kulit dari M.Maksun kepada Dalang Ki didik wibisono asal dari desa cerme kediri, Terlihat penonton memadati ruang lingkup panggung yang berdiri di lapangan desa dan dijalan raya. Pengamanan pun melibatkan ormas, Polsek dan hansip desa.

Sementara itu Kades Sambirejo, M.Maksun menegaskan jika acara tersebut murni untuk menghibur masyarakatnya. Tujuan utamanya sebagai wujud rasa syukur atas dirinya terpilih dalam pesta demokrasi pilkades beberapa waktu lalu. Ia mampu memperoleh suara masyarakat terbanyak dibanding lawannya.

Adapun kelanjutan setelah pagelaran ini, M.maksun mengaku akan semaksimal mungkin memajukan sambirejo kecamatan gampengrejo kabupaten kediri dari segi infrastruktur, ekonomi masyarakat, pendidikan, akhlak serta sumber daya manusia. Potensi alam pun diprioritasnya sebagai lurah. Tentunya dengan mengandalkan jaringan ke sejumlah kalangan yang sudah dia bangun selama ini.

M.maksun tidak mau disebut tukang umbar janji. M.maksun akan membuktikan jika apa yang menjadi visi misinya bisa terwujud sesuai harapan selama menjabat kepala desa, Sehingga diharapkan masyarakat yang ia pimpin bisa diajak gotong royong melancarkan program yang akan dia terapkan 6 tahun ke depan.(Er)

Gibran Rakabuming Menimba Ilmu kepada Wali Kota Risma

Swaranews.co.id – Kedatangan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ke Kota Solo dimanfaatkan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka untuk menimba ilmu. Bak seorang ibu kepada anaknya, Wali Kota Risma terlihat memberikan penjelasan apa saja yang ditanyakan Gibran.

 

Dalam pertemuan yang dikemas santai dengan makan pecel di sebuah rumah makan di kawasan Mangkubumen Solo, Rabu (4/3/2020), Wali Kota Risma mengatakan, Gibran banyak bertanya apa saja yang telah dilakukannya di Surabaya, terutama soal bagaimana meningkatkan kesejahteraan warga.

 

“Saya jelaskan ke mas Gibran bagaimana cara melakukan pemberdayaan UMKM, pemberdayaan anak muda, menata toko kelontong, pemberdayaan petani, bagaimana mengembangkan urban farming,” kata Wali Kota Risma.

 

Tak hanya itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menyampaikan, Gibran juga belajar bagaimana meningkatkan UMKM dan membuat startup untuk anak muda. “Setelah pertemuan ini, mungkin nanti akan ada pertemuan lagi,” katanya.

 

Menurut Wali Kota Risma, Gibran yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha akan lebih mudah membaca bagaimana meningkatkan kesejahteraan warga.

 

“Apa yang diterapkan di Surabaya bisa dilakukan di kota lain. Tapi tidak bisa copy paste, karena karakter daerah berbeda. Jadi harus disesuaikan masing-masing daerah. Termasuk di Solo,” ungkapnya.

 

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Gibran mengaku berterima kasih kepada Wali Kota Risma karena sudah mau menemuinya. “Tadi Bu Risma banyak bercerita bagaimana UMKM di Surabaya itu tumbuh. Bagaimana UMKM didampingi pengemasannya, brandingnya dan penjualannya,” kata Gibran.

 

Gibran mengaku, pertemuannya dengan Wali Kota Risma ini seperti kuliah pendek. Banyak ilmu yang bisa diserap sehingga nantinya bisa diterapkan di Kota Solo.

 

“Setelah ini mungkin akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya. Masih banyak yang harus saya pelajari,” ungkapnya.

 

Di mata Gibran, Wali Kota Risma merupakan sosok wali kota yang sangat berprestasi, wali kota yang mau turun ke lapangan dan paham betul permasalahan-permasalahan di kampung serta bisa memberikan solusi yang cepat dan tepat.

 

Pertemuannya dengan Wali Kota Risma ini, Gibran mengaku atas inisiatifnya sendiri bukan atas perintah bapaknya yakni Presiden Jokowi. “Saat tahu Bu Risma mau ke Solo saya hubungi ajudannya jika saya ingin bertemu. Ternyata beliau bisa dan bersedia. Ya makan pecel ini. Mungkin nanti kapan-kapan saya yang akan ke Surabaya,” pungkasnya. (mar)

Pemkot Surabaya Sudah Bagikan Masker Gratis ke Warga Sejak Januari

Swaranews.co.id – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan sudah membagi-bagikan masker gratis kepada warga Surabaya sejak Bulan Januari 2020. Tepatnya ketika ada ramalan bahwa akan ada gunung meletus yang mana ramalan itu sesuai dengan prediksi BMKG.

 

“Ingat teman-teman waktu aku ngomong ada ramalan yang sesuai dengan BMKG bahwa akan ada gunung meletus? Sebetulnya pada saat itu saya sudah perintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk menyimpan persediaan masker, persediaan baju yang kyak astronot. Jadi, bukan hanya masker tok yang saya simpan, kita punya itu,” kata Wali Kota Risma kepada wartawan di Solo, Rabu (4/3/2020).

 

Menurut Wali Kota Risma, masker dan baju khusus itu sebetulnya dipersiapkan apabila sewaktu-waktu ada kejadian gunung meletus seperti ramalan tersebut. Hal serupa pernah dilakukannya ketika ada kejadian Gunung Kelud meletus, yang mana saat itu Pemerintah Kota Surabaya membagi-bagikan masker kepada seluruh warga Kota Surabaya.

 

“Makanya, begitu ada ramalan bahwa akan ada gunung meletus, saya kemudian menyimpan masker itu. Kemudian saya juga perintahkan Dinas Kesehatan untuk membagi-bagikan ke puskesmas untuk dibagikan ke kelurahan-kelurahan,” tegasnya.

 

Oleh karena itu, Wali Kota Risma memastikan bahwa posisi masker-masker itu kini berada di kelurahan-kelurahan se Kota Surabaya, bukan lagi di Dinas Kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa alasan utama didistribusikan ke kelurahan supaya ketika ada kejadian yang tidak diduga, bisa langsung gerak cepat membagi-bagikan kepada warganya.

 

“Jadi, sekarang masker itu ada di kelurahan-kelurahan. Itu sudah saya bagikan sejak Bulan Januari. Kalau ada kejadian, warga bisa lebih cepat dibagikan maskernya, tidak perlu nunggu aku,” ujarnya.

 

Tak lama kemudian, ada kejadian virus corona ini, sehingga dia kembali menanyakan kepada Dinas Kesehatan soal distribusi masker ini. Bahkan, ia juga meminta untuk terus membagikan ke puskesmas untuk dibagikan ke kelurahan. “Jadi, sekali lagi sekarang di kelurahan nyimpennya. Jadi bukan aku terus menimbun, itu juga gratis tidak aku jual,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanitamenjelaskan Dinas Kesehatan sudah mendistribusikan masker-masker itu ke 63 puskesmas di Surabaya. Total yang didistribusikan itu sebanyak 9.892 box dan setiap box isinya 50 lembar. “Jadi, dalam rangka darurat bencana itu, masing-masing kelurahan mendapatkan masker 10 box,” tegasnya.

Menurut Febria, langkah tersebut sudah sesuai dengan Permenkes 74 tahun 2017 tentang standart pelayanan kefarmasian, Bab II, angka I, yaitu proses perencanaan kebutuhan obat per tahun dilakukan berjenjang, PKM diminta menyediakan data pemakaian obat dengan menggunakan LPLPO, selanjutnya Instalasi Farmasi Kab/Kota melakukan kompilasi dan analisa terhadap kebutuhan obat Pusk di wilayah kerjanya, menyesuaikan anggaran yang tersedia dan memperhitungkan waktu kekosongan obat, buffer stok serta menghindari stok berlebih.

 

“Makanya, Dinkes melakukan pengadaan untuk persediaan selama 18 bulan dengan perhitungan buffer 6 bulan. Persediaan itu kemudian di distribusikan ke puskesmas untuk dibagikan ke kelurahan-kelurahan,” pungkasnya. (mar)

 

 

 

 

Khawatir Virus Corona, Wali Kota Risma Tolak Semua Kapal Pesiar Berlabuh di Surabaya

Swaranews.co.id – S


etelah mendapat laporan ada dua penumpang kapal pesiar Viking Sun suspect Virus Corona, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung melayangkan surat penolakan. Laporan ini dia terima dari pihak Labuan Bajo, tempat bersandarnya kapal tersebut sebelum ke Surabaya.

“Ternyata ada dua yang diperkirakan itu menderita (Virus Corona), sehingga kemudian kita tunjukkan ke RS Unair bahwa itu ada penumpangnya yang suspect,” kata Wali Kota Risma kepada awak media di Solo, Rabu (04/03/2020).

Mengetahui hal itu, Wali Kota Risma langsung berusaha menghentikan kapal supaya tidak bersandar dan menurunkan penumpang di Kota Pahlawan. Bahkan, ia juga melayangkan surat penolakan kapal pesiar Viking Sun agar tidak bersandar di Kota Surabaya. Sebab, dia mengaku khawatir dugaan Virus Corona yang berasal dari kapal tersebut bisa menyebar.

“Sehingga aku kirim surat (elektronik) untuk tidak boleh kapal itu penumpangnya turun di Surabaya. Kami menerima surat (laporan) dari Labuhan Bajo,” ujarnya.

Di samping itu, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini menyatakan, bahwa pihak Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan pakar kesehatan juga tidak merekomendasikan kapal pesiar Viking Sun bersandar di Surabaya.

“Kami juga dapat masukan dari Universitas Airlangga, RS Unair. Ini karena aku di sini (solo) posisiku, tanda tanganku elektronik. Aku mengajukan penolakan (melalui surat) itu,” jelasnya.

Surat tersebut, tak hanya menyatakan penolakan terhadap datangnya kapal pesiar Viking Sun. Namun, surat ini juga diberlakukan bagi kapal pesiar lain yang akan bersandar di Kota Surabaya yang berasal dan pernah singgah di Negara terjangkit COVID-19. Hal ini untuk meminimalisir potensi kontaminasi dari segala sumber terinfeksi serta demi melindungi warga Kota Surabaya.

Rencananya, kapal pesiar Viking Sun bakal bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Jum’at, (6/03/2020). Kapal berbendera Norwegia itu mengangkut sekitar 1.300 orang, baik penumpang maupun awak kapal. Rata-rata penumpang dari Australia dan London.

Namun, sebelum tiba di Kota Surabaya, kapal pesiar tersebut berlabuh di Labuan Bajo untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan para penumpang. Dari hasil pemeriksaan itu, pihak Labuan Bajo menyatakan ada dua penumpang kapal pesiar Viking Sun yang suspect Virus Corona. (mar)

Wali Kota Risma Terima Gelar Bangsawan dari Keraton Surakarta

Swaranews.co.id – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima gelar bangsawan dari Keraton Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (04/03/2020). Dalam anugerah gelar yang diterima itu tertulis, Kanjeng Mas Ayu Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini Kelaswari, M.T. Gelar tersebut mengartikan bahwa Wali Kota Risma mendapat anugerah pangkat bangsawan atau dianggap famili raja.

 

Penganugerahan gelar kehormatan ini dilakukan langsung oleh Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi kepada Wali Kota Risma di Keraton Surakarta.

 

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Risma mengaku tidak pernah sekalipun membayangkan akan mendapat gelar kehormatan tersebut. Sebab, ia merasa masih banyak memiliki kekurangan dalam mengemban tugas sebagai kepala daerah.

 

“Terima kasih banyak. Matur nuwun sanget saya diberikan gelar dari Keraton Surakarta, meskipun itu tidak pernah ada dalam bayangan saya,” kata dia.

 

Kendati demikian, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menyampaikan rasa terima kasih karena sudah dipercaya mengemban amanah dari Keraton Surakarta. “Matur nuwun (terima kasih) diberikan kepercayaan ini, mudah-mudahan ini bisa membuat saya selalu menyampaikan apa yang saya lakukan ini memberikan kebanggan untuk warga kota saya,” tuturnya.

 

Menurutnya, penganugerahan gelar Kanjeng Ayu dari Keraton Surakarta ini pastinya bukan tanpa alasan. Karena itu, ia pun mengaku takjub dan merasa bangga mendapat kehormatan tersebut. “Pasti bukan tanpa alasan saya dipercaya untuk mendapatkan ini tapi saya sungguh sangat kaget dan saya sangat takjub luar biasa,” ungkapnya.

 

Selain mendapat gelar Kanjeng Ayu,  selama menjabat Wali Kota Surabaya, dia telah mendapat sekitar 300 penghargaan. Namun bagi dia, pemberian gelar Kanjeng Ayu adalah hal yang paling luar biasa. “Di Kota Surabaya kami mendapatkan 300 penghargaan selama saya menjabat wali kota. Tapi ini penghargaan yang luar biasa,” katanya.

 

Presiden UCLG Aspac ini menambahkan, undangan penganugerahan gelar ini sebetulnya telah diterima sejak dua bulan yang lalu dan berlangsung pada 20 Maret 2020. Namun, karena hari ini ada agenda di Solo, sehingga kemudian Wali Kota Risma menerima anugerah gelar kehormatan di hari yang sama.

 

“Jadi undangan ini kalau tidak salah dua bulan lalu (diterima), jadi seharusnya (penganugerahan) tanggal 20, jadi sinuwun (Raja Surakarta) tahu bahwa saya lagi di Solo. Perasaan saya senang, terus terang tidak pernah mimpi dan tak pernah bayangkan saya jadi kerabat di sini. Jadi saya lebih dekat,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Keluarga Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Aryo menyampaikan, bahwa sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mendapat gelar yang sama dengan Wali Kota Risma. Artinya,  penganugerahan gelar yang diterima itu stratanya sama.

 

“Pak Jokowi juga dapat, stratanya juga sama. Jadi kalau ini (penghargaan) termasuk kerabat lebih dalem. Kalau masih ada  Kanjeng Mas Ayu Tumenggung, itu masih abdi dalem. Tapi kalau sudah Kanjeng Mas Ayu, itu sudah pangkat bangsawan dan dianggap family (keluarga) raja,” pungkasnya. (mar)

Obituari Romo Pandit Jinaratana Kaharudin

 

SETELAH genap 10 tahun menjalankan hidup kebhikkhuan ia kembali menjadi umat Buddha awam. Menikah dengan Pandita Abhayahema Sidje dan dikaruniai seorang putri yang bernama Sri Suwanna Kaharuddin, S.Sn.

Setelah menjadi umat awam, pengabdiannya kepada Buddha Sasana tak berhenti begitu saja. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan antara lainnya :

1). Selama 2 tahun menjadi guru bahasa Thai mengajar di Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN), Pasar Minggu, Jak-Sel (1986-1988)

2). Selama 5 tahun menjadi Dosen Agama Buddha di Akademi Perhotelan dan Kepariwisataan Tri Sakti (APK Tri Sakti) (1979-1984).

3). Selama 17 tahun menjadi Guru Agama Buddha untuk SMP/SMU merangkap menjadi Bendahara di Sekolah Kemurnian (1981-1998).

4). Selama 19 tahun menjadi Dosen Agama Buddha di Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda untuk mata kuliah: – Pokok Dasar Agama Buddha. – Dhammavibhanga (pelajaran inti_pati TRIPITAKA) – Abhidhammatthasangaha dan Abhidhamma Pitaka. Dengan kedudukan sebagai Lektor bidang Abhidhamma.

Tahun 1997: Menerima anugerah Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Pemerintah Republik Indonesia atas jasanya telah melakukan donor darah (Lohita-dana) sebanyak 112 kali.

Tahun 1987-1998: Selama 11 tahun dirumahnya (Tri Sattva Buddhist Center) mengadakan Kursus Pokok Dasar Agama Buddha dan Abhidhamma setiap hari Minggu ke 4 tanpa dipungut biaya.

Tahun 1998-sampai sekarang senantiasa aktif membantu Walubi bagian Sekretariat dan mengajar Pokok Dasar Agama Buddha, Dhammavibhanga dan Abhidhamma melalui kursus-kursus di vihara- vihara, Apartemen dan kantor serta pada saat Pabajja Samanera Sementara.
Menjadi staff pengajar Program Pascasarjana Magister Agama Buddha (S2) di Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta.

Selama pengabdiannya buku-buku yang pernah dihasilkan antara lain:
1. Dhamma Sakaccha
2. Bhavana
3. Abhidhammattha sangaha I
4.Abhidhammattha sangaha II
5. Kebebasan Mutlak dalam Buddha Dhamma.
6.Dhammasangani
7. Kamus Buddha Dhamma
8.Kamus Baru Buddha Dhamma
9. Bunga Rampai Dhamma dalam Tanya Jawab
10. Pengantar Abhidhamma
11. Hidup dan Kehidupan
12. Kamus Umum Buddha Dhamma
13.Abhidhamma 45 Jam
14. Sasana
15. Tanya Jawab Mula Vipassana
16. Rampaian Dhamma
17. Abhidhammatthasangaha Baru
18. Kamus Umum Pali_Sanskerta_Indonesia
19. Tanya Jawab Atthadhamma
20. Mula Yamaka (Bab pertama dari Kitab Suci Yamaka).

Sumber: Catatan Perjalanan Hidup Seorang Pejuang Dhamma
(Selamat Rodjali)

Ads