Beranda blog

Latihan Penanggulangan, Korem 084/Bhaskara Jaya Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

SUMENEP (Swaranews) – Latihan penanggulangan bencana alam yang berlangsung di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, seakan menjadi tolak ukur kemampuan prajurit Korem 084/Bhaskara Jaya.
Latihan yang rencananya akan berakhir pada tanggal 22 Nopember esok itu, meliputi beberapa materi.

“Pertama, kita gelar materi teori selama dua hari, drill tekhnis selama satu hari dan drill taktis dua hari. Peserta latihan, terdiri dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BMKG, BNPB, Basarnas hingga elemen masyarakat,” ujar Kasi Ops Korem 084/Bhaskara Jaya, Letkol Inf Suroto. Kamis, 21 Nopember 2019.

Pada sesi latihan drill taktis, kata Suroto, para peserta latihan akan dihadapkan dengan situasi keadaan maupun medan yang sebenarnya. Latihan itu, berlangsung di Sungai Desa Kebun Agung, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep.

“Latihan ini gambaran jika prajurit TNI tidak mengenal istilah prajurit hebat, yang ada hanyalah prajurit terlatih,” bebernya.

Sementara itu, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Sudaryanto, S. E, yang ditunjuk menjadi Komandan Latihan dalam kegiatan tersebut menuturkan jika beberapa pengarahan sebelumnya, telah ia sampaikan ke para peserta latihan penanggulangan bencana.

“Pengarahan itu meliputi tentang bagaimana cara urutan atau prosedur yang dilakukan dalam penanganan bencana alam banjir, terutama mengenai perintah, pengumpulan keterangan atau informasi, koordinasi, pendirian posko di tempat bencana hingga evakuasi dan pendataan korban akibat bencana,” jelas Kolonel Sudaryanto.

Namun, ungkap Danrem, terdapat salah satu hal terpenting yang saat ini menjadi perhatian selama berlangsungnya latihan itu. Almamater Akademi Militer tahun 1993 itu menuturkan jika koordinasi antar instansi, seakan menjadi tolak ukur tersendiri dalam proses latihan gabungan penanggulangan bencana di Sumenep saat ini.

“Koordinasi mudah sekali diucapkan, tapi seirngkali susah dalam pelaksanaan atau penerapan di lapangan,” ujarnya.

Babinsa Semampir Pastikan Wisata Religi Sunan Ampel Kondusif

SURABAYA (Swaranews) – Babinsa Semampir Kodim Tipe A 0830/Surabaya terus memastikan jika wilayah teritorialnya aman dan kondusif.
Itu terlihat ketika Babinsa Semampir menggelar Komunikasi Sosial di lokasi wisata religi Makam Sunan Ampel, Surabaya. Kamis, 21 Nopember 2019.
Bukan hanya komsos bersama masyarakat maupun pengunjung di sekitar Makam saja. Namun, Babinsa Koramil Semampir tersebut, juga menggelar komsos dengan aparat keamanan setempat.
“Koramil, itu garda terdepan di TNI-AD. Satuan itu, harus bersentuhan langsung dengan masyarakat maupun aparat setempat tanpa membeda-bedakan,” ujar Danramil Semampir, Mayor Inf Sumarsono.
Terpisah, Dandim Tipe A 0830/Surabaya Utara, Kolonel Arh Putut Witjaksono menuturkan jika langkah itu, dinilai penting untuk digelar oleh prajurit di wilayah tugasnya.
Pasalnya, bukan hanya memastikan keamanan dan kondusifitas wilayah saja. Akan tetapi, ujar almamater Akademi Milliter tahun 1992 itu, komsos juga sangat efektif guna mewujudkan Kemanunggalan antara TNI dan rakyat. “Selama ini sudah terwujud dengan baik. Kita ingin Kemanunggalan itu bisa terjaga dan terus diperkuat,” pungkasnya.  (mar)

Taekwondo Jaguar BDC Menggapai Prestasi

SURABAYA (Swaranews) – Murid-murid dari Dojang Taekwondo Jaguar BDC (Buddhayana Dharmawira Centre – Jl Raya Panjang Jiwo No. 44 Surabaya) dibawah asuhan Sabeum Rudy Chua dan Sabeum Charles meraih prestasi mengagumkan. Para taekwondoin Jaguar BDC meraih Juara Umum Pemula dalam kejuaraan Piala KONI yang diselenggarakan di GOR Hayam Wuruk Surabaya.

Jaguar BDC terdaftar di Pengurus Kota TI (Taekwondo Indonesia) Surabaya dengan nama Dojang Taekwondo BDC dengan nama Club “Jaguar Taekwondo Surabaya”. Jaguar sendiri ada di beberapa tempat di Surabaya. Ada di daearah Mulyosari, Ngagel, Laguna, Kapas Krampung Mall, Sekolah Filadelfia dan Universitas Widya Kartika.

Coach Jaguar BDC yang sejak awal melatih hingga sekarang adalah Sabeum Rudy Chua yang dengan suara lantang yang kerap meneriakkan para taekwondoin yang berlatih. Didampingi Sabeum Charles yang badannya gede namun lincah memberi contoh jurus jurus kepada taekwondoin yang berusia TK hingga sekolah lanjutan.

Dojang BDC memiliki aula yang luas untuk berlatih. Murid yang terdaftar sekitar 100 an anak. Yang aktif kurang lebih 40-60 anak, bisa lebih. Keaktifan anak-anak kadang terpengaruh dengan aktivitas sekolah masing-masing. Namun setiap latihan hari Senin sore, terlihat keseriusan latihan anak-anak yang berlatih. Berbagai kelengkapan latihan tersedia di Dojang, termasuk matras lantai yang luas untuk menampung latihan agar taekwondoin yang jatuh tidak sampai cedera karena matras yang melindungi badan yang jatuh. BDC juga memfasilitasi taekwondoin dengan tidak memungut iuran latihan alias digratiskan. Sgt

 

Diana, Orang Tua Taekwondoin Bercerita:

Hasil lomba kemarin :
Hugo, 10 th, kelas 5, kyurugi Emas (Semi Prestasi)
Ricardo, 14 th, kyurugi Perunggu (Prestasi level kadet)

Mereka bersekolah di Sekolah Anugerah Pekerti.
Hugo dan Ricardo diikutkan lomba supaya menambah pengalaman, dan meningkatkan skill bela diri. Apalagi badannya kecil sehingga semoga bisa melindungi diri sendiri jika suatu saat akan hidup mandiri, jauh dari orang tua.
Selain utk belajar membela diri, ikut lomba juga membuat anak-anak menambah pengalaman hidup, meningkatkan kepercayaan diri karena punya kisah sukses… belajar mengontrol emosi karena tidak selalu mendapatkan lawan yang sepadan dan sportif.

Harapan ke Jaguar BDC,
Semoga Jaguar tambah maju, menjadi Dojang yang besar. Semoga juga makin banyak murid Jaguar BDC yang mau ikutan lomba.
Lomba itu bisa membantu anak berproses mendewasakan diri. Ketika berhadapan dg kesulitan (karena lawannya tangguh, kesulitan menghafal jurus), mengalami kemenangan atau kekalahan. Jadi bukan hanya sekedar buat olahraga saja.
Berharap juga orang tua mendukung anak supaya mau ikut lomba. Menjadikan ajang lomba sebagai kegiatan bersama keluarga, ritual keluarga, dijadikan proyek bersama. Daripada hanya jalan jalan ke mall sebagai ritual keluarga.
Ikut lomba, juga bisa sebagai refreshing keluarga. Seperti piknik keluarga di tribun penonton. Piknik rame rame dengan banyak keluarga.
Merupakan suatu keputusan yang tepat mengikutkan anak-anak Taekwondo di dojang Jaguar BDC karena sabeumnim yang mengajar dengan hati yang tulus dan sabar, serta fasilitas tempat yang baik dan dukungan dari para pengurus taekwondo Jaguar BDC yang luar biasa.

 

Testimoni Sandra, Orang Tua Kaizen Taekwondoin

Hasil lomba kemarin, Kaizen mendapatkan Emas utk Kyurugi dan Perak untuk Poomsae.
Kaizen sendiri diikutkan lomba bukan karena medalinya, tapi untuk belajar dan berproses jika punya tujuan harus mau meluangkan waktu, bekerja keras, dan belajar. Bukan hasil simsalabim.
2x lomba pertama dia kalah. Setelah mau meluangkan waktu latihan di dojang Jaguar di Kaza, akhirnya Kaizen berhasil mendapatkan emas pertamanya. Di Kaza, Kaizen bekerja keras untuk menghafal jurus2 dan tendangan2.
Belajar mengontrol power tendangan karena melawan teman sendiri.
Saya dan keluarga bangga menjadi bagian dari keluarga Jaguar BDC. Kami seperti keluarga beda darah. Saling membantu, saling menjaga, dan saling memperhatikan.
Sabeumnim sendiri juga mendidik anak anak Jaguar dengan tulus. Kan beda ya, orang punya ketulusan dan tidak.
Karena Sabeumnim sangat perhatian makanya murid-muridnya juga awet-awet. Harapannya, Jaguar tetap berjaya, makin banyak siswa dan tetap berprestasi.
Harapan ke Kaizen. Dia bisa menjadi bagian dari Jaguar, berkolaborasi dengan teman temannya, merasakan sedih dan gembira dalam perjalanan hidup bersama teman teman Jaguar.

 

Abraham Kokok, Orang Tua Keenandra

Abraham Kokok, oran tua Taekwondoin menyampaikan terima kasih yang se-besar-besarnya kepada segenap sabeumnim yg membina team TKD Jaguar BDC, para pengurus dan team management TKD Jaguar BDC. Kami atas nama anak didik mohon arahan, bimbingan, kritik dan saran yang membangun secara continue demi perkembangan yang berkelanjutan bagi anak-anak kami sebagai atlit TKD disini.

 

 

 

Kodim 0801 Pacitan Gelar Komsos Cegah Tangkal Radikalisme dan Sparatisme

PACITAN (Swaranews) – Bertempat di Aula Makodim 0801/Pacitan Jln.Letjed Suprapto No.42 Pacitan, dilaksanakan giat Pembinaan Komunikasi Sosial (Komsos)cegah tangkal Radikalisme.Kegiatan tersebut di laksanakan dalam rangka Pembinaan Teretorial (Binter) Terpadu Kodim 0801/Pacitan T.A 2019 dengan tema” Memberdayakan wilayah pertahanan melalui kegiatan Binter terpadu guna memantapkan ruang,alat dan kondisi juang yang tangguh.” Rabu 20/11/2019.

Dandim 0801/Pacitan Letkol Kav. Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang S.I.P dalam sambutanya mengatakan”
Wawasan kebangsaan itu perlu di berikan kepada seluruh warga negara terutama kepada generasi muda,yang merupakan agen transformation untuk menyampaikan tentang pentingnya ideologi pancasila kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya,sehingga bisa mencegah dan mengatasi tentang ancaman radikalisme dan terorisme,dengan adanya kegiatan ini kita harapkan bisa saling berkomunikasi antar sesama,saling tukar pendapat untuk keutuhan NKRI”ucap dandim.

Acara di lanjutkan pemberian tali asih oleh Dandim 0801/Pacitan kepada perwakilan tokoh agama,tokoh masyarakat serta dari Universitas di Kabupaten Pacitan.

Setelah pemberian tali asih acara berikutnya adalah pemberian materi dimulai dari Dr.H.Moh.Nurul Huda dari Kakemeneg kabupaten pacitan,Sugito S.Sos,MM dari Bakesbangpol,serta kasiter Korem 081/dsj Letkol Inf Khamim Tohir.

Kegiatan tersebut juga di hadiri oleh ketua FKPPI kabupaten Pacitan,anggota Kodim 0801/Pacitan,Senkom polres Pacitan,tokoh agama,masrakat,serta perwakilan dari Universitas di kabupaten Pacitan. (sub)

Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal, Puluhan Elemen masyarakat Berkumpul di Korem 084/Bhaskara Jaya

SURABAYA (Swaranews) – Korem 084/Bhaskara Jaya berkomitmen untuk terus mewaspadai keberadaan bahaya laten komunis dan paham radikalisme di wilayah teritorialnya.

Selain sosialisasi, pihak Korem pun tak segan-segan memberikan pembekalan secara langsung kepada prajurit, PNS dan keluarganya juga masyarakat mengenai bahaya tersebut.

Seperti halnya kali ini, puluhan elemen masyarakat beramai-ramai membanjiri Aula Makorem Rabu, 20 Nopember 2019. Bukan hanya masyarakat saja. Akan tetapi, pembinaan terhadap antisipasi bahaya laten Komunis dan paham radikal itupun, juga turut diikuti oleh personel Korem.

“Itu sangat penting dalam rangka mencegah timbulnya kembali gerakan-gerakan komunis gaya baru yang bisa mempengaruhi masyarakat termasuk keluarga besar TNI. Kita ketahui bersama, paham komunisme, sangat tidak sesuai di negara kita,” jelas Letkol Inf Chusnul Khuluk yang hadir mewakili Danrem.

Senada, Pasi Intel Korem, Mayor Arh Simorangkir menyebut jika paham komunisme, saat ini berupaya untuk terus bangkit. Kendati demikian, dirinya mengimbau masyarakat yang hadir di Aula Makorem agar tidak cemas. Sebab, itu semua mampu di antisipasi melalui berbagai cara.

Bukan hanya sekedar memumpuk rasa cinta tanah air saja, Pasi Intel Korem itu menilai jika penerapan norma-norma Pancasila, hingga UUD 1945 sangat penting untuk dilakukan guna meminimalisir timbulnya paham-paham tersebut.

“Cara-cara itu, sangat efektif menangkal keberadaan paham komunisme dan radikalisme,” tegasnya. (mar)

Menengok Budidaya Anggrek di Eks Lokalisasi Sememi

Pengunjung dapat melihat tujuh jenis anggrek di Taman Anggrek Sememi

Hamparan bunga anggrek yang bermekaran indahlangsung menyapa saat memasuki area Taman Anggrek di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya. Sekumpulan kupu-kupu tak ketinggalan memberikan salam. Bunganya yang berwarna-warni dan ditata rapi, mampu menyihir mata. Udaranya yang sejuk sangat terasa di area yang disebut Green House itu.

Di taman tersebut, terdapat tujuh jenis anggrek yang dibudidayakan, yaitu Anggrek Bulan, Anggrek Dendrobium,Anggrek Kantong Semar, Anggrek Jawa, Anggrek Hitam, Anggrek Vanda, dan Anggrek Cattleya.“Di sini, ada sekitar lima ribuan anggrek, sekitar empat ribu yang sudah berbunga dan sisa seribu yang belum berbunga,” kata Saiful Ulum, Penjaga Green House sambil mengecek bunga anggrek itu.

Petugas sedang membudidayakan anggrek di Laboratorium Kultur Jaringan di Taman Anggrek Sememi Surabaya
Taman Anggrek Sememi menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang ingin belajar tentang tanaman anggrek

Sementara ini, area yang berbentuk rumah itu masih steril, karena kelembapan udaranya, penyiramannya, hingga pemupukannya sangat diatur dengan tertib. Makanya, area itu tidak ditembok seperti rumah biasanya, namun hanya dipasangi ram jaring, tiang besi di setiap sudutnya, dan diselimuti paranet, sehingga cuaca matahari dan air hujan yang masuk ke area itu sangat terkontrol.

Persis di depan Green House, terdapat taman yang dilengkapi spot foto berupa tempat duduk didesain menyerupai sarang burung. Beberapa kursi unik juga terpasang di taman tersebut. Sungguh sangat instagramble.

Di samping kanan Taman Anggrek atau Green House, terdapat rumah jamur yang ditutup rapat. Rumah tersebut nyambung dengan bangunan besar 2 lantai. Ternyata, bangunan megah itu bekas Wisma Barbara 17 yang telah dibeli oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dulu, wisma ini terbesar di lokalisasi Sememi.

Setelah semua lokalisasi ditutup oleh Pemkot Surabaya, bangunan megah itu dibeli dan dialihfungsikan menjadi Laboratorium Kultur Jaringan atau laboratorium budidaya Anggrek. Di laboratorium inilah, pengembangan tanaman anggrek dilakukan.
Di dalam laboratorium itu, dipajang tanaman anggrek yang masih kecil dan memasuki proses aklimatisasi, yaitu suatu proses pemindahan planlet dari lingkungan yang sangat terkontrol ke lingkungan yang tak terkendali. Di sisi ruangan lainnya, terdapat pula berbagai anggrek yang telah berbunga indah.

Selain itu, ada pula beberapa ruangan di laboratorium itu, yaitu ruang bahan kimia, ruang pembuatan media, ruang inkubator atau tabur, dan yang terakhir ruang inkubasi. Di ruang inkubator itu, ada petugas yang menabur benih anggrek dan dimasukkan ke dalam botol. Botol-botol itulah yang kemudian dipindahkan ke ruang inkubasi.

Anis Satu Risda, Tenaga Laboratorium Kultur Jaringan mengatakan bahwa awalnya anggrek yang berbunga itu diambil buahnya lalu ditaburkan ke dalam media steril (botol) di ruang inkubator. Setelah itu, botol-botol yang ditaburi benih anggrek itu dipindahkan ke ruang inkubasi. “Dari satu buah anggrek itu, bisa muncul ribuan anggrek, jadi banyak sekali,” kata Anis.

Masa inkubasi harus ditunggu tiga bulan lamanya sampai muncul protocom like body (PLB), yang merupakan sekumpulan sel-sel. Kemudian, di-subkultur lagi tiga bulan hingga muncul planlet. Setelah itu, ditunggu lagi tiga bulan hingga sempurna akar dan daunnya. “Jadi, mulai ditabur hingga sempurna akar dan daunnya di dalam botol sekitar 9 bulanan. Setelah itu, baru siap diaklimatisasi dengan diletakkan di media moss atau pakis dan dikeluarkan dari ruang inkubator,” kata dia.

Selanjutnya, tanaman anggrek itu ditunggu lagi sekitar 5 bulanan dan baru bisa dikeluarkan dari laboratorium dan dipindahkan ke area Green House. Anis memastikan, jika dihitung mulai awal penaburan hingga anggrek itu berbunga indah membutuhkan waktu sekitar 4 tahunan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pernah berkunjung ke Taman Anggrek dan laboratorium ini. Ke depan, dia ingin warga sekitar ikut serta membudidayakan anggrek dan bisa menjualnya apabila ada pengunjung yang ingin membelinya. “Kami akan berdayakan warga sekitar. Mereka harus mandiri secara ekonomi dengan kami gandeng untuk budidaya anggrek. Biar warga nantinya yang jualan anggrek-anggrek ini,” kata dia.

Risma -sapaan Tri Rismaharini- awalnya mengaku tak percaya jika di Surabaya bisa dibangun tempat budidaya anggrek. Namun, dengan treatment dan perlakukan khusus, budidaya anggrek ternyata bisa dilakukan di Surabaya. “Saya paling suka lihat Anggrek Bulan dengan bunganya yang ada bintik-bintiknya. Tidak polos warna-warni, indah sekali,” kata Risma saat ditanya apa jenis anggrek favoritnya.(adv/mar)

Whisnu Sakti Buana Jadi Rebutan Bacawawali

SURABAYA (Swaranews) – Pilwali Surabaya kian menghangat. Hal menarik adalah  persaingan kini justru terlihat pada sosok bakal calon wakil Walikota.

Komposisi kali ini menariknya, dari seluruh bakal calon wakil walikota (bacaaawaliyang telah mendaftar di PDIP, hampir seluruhnya berebut ingin mendampingi sosok Whisnu Saki Buana sebagai Cawali.

Sebagian besar menyebut sosok Whisnu Sakti Buana memiliki cukup pengalaman meneruskan kepemimpinan Tri Rismaharini.

“Sukses mendampingi Bu Risma sangat terlihat dari semangat Pak Whisnu,” terang Dwi Astuti, bacawawali yang telah mendaftar dalam penjaringan Calon Walikota dan Wakil Walikota di DPD PDIP Jatim.

Kepada media ketika dikonfirmasi Selasa (19/11/2019), Dwi mengatakan sosok politisi yang akrab disapa WS ini memiliki kekuatan di akar rumput.”Meski belum tahu sendiri, namun yang saya dengar memang banyak yang siap mendukung Pak Whisnu Sakti,” terang orang dekat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ini.

Terpisah, bacawawali dari internal kader PDIP Eddy Tarmidi juga menyebut sosok WS jauh dari kesan negatif.

“Selain itu, sejak Beliau di DPRD pun, tidak pernah kan mengalami masalah-masalah hukum. Nggak pernah ada berita dia dipanggil Kejaksaan atau Pengadilan dan Kepolisian. Bersih lah rekam jejaknya,” kata pengusaha Permadani ini.

Turut memperkuat dua argumen sebelumnya, Bacawawali Lia Istifhama yang juga keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar menyebut jika dirinya yakin dengan pengalaman Whisnu Sakti Buana. “Rekam jejak Beliau nyata ya. Sejak berada di DPRD Jatim bersama ayah saya dulu. Pak Whisnu juga kan putra dari almarhum Pak Tjip, tokoh besar PDIP,” bebernya.

“Dalam beberapa kali kesempatan saya juga satu forum dengan Pak Whisnu. Terakhir kemarin waktu pengajian. Karena yang menyelenggarakan kebetulan mengundang kami,” pungkas Lia.(mar)

Dinilai Berprestasi, Wali Kota Risma Sering Diundang ke Luar Negeri

SURABAYA (Swaranews)  – Perkembangan Kota Surabaya yang begitu pesat mendapat apresiasi dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Sebagai nahkoda Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dinilai sukses membawa Surabaya ke peta dunia. Tak heran jika selama ini, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu sering diundang ke luar negeri untuk menjadi pembicara.

 

Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan agenda kunjungan kerja Wali Kota Risma ke luar negeri (LN) tidak menguras Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sebab, mayoritas pembiayaan atau akomodasinya selama perjalanan ke luar negeri itu ditanggung oleh pengundang. Bahkan, tak jarang pula akomodasi itu ditanggung oleh UCLG Aspac (The United Cities and Local Governments Asia Pacific), karena dia juga menjabat Presiden UCLG Aspac.

 

“Ada pemberitaan yang kurang tepat yang harus Pemkot Luruskan. Diantaranya, Bu Wali Kota tidak sampai 14 kali ke luar negeri. Selama 2019 hanya ke luar negeri sebanyak sembilan kali. Ada beberapa agenda ke luar negeri yang batal dihadiri Bu Wali Kota,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Selasa, (19//11/2019).

 

Febri menjelaskan, dari kesembilan agenda tersebut, semua adalah undangan bukan kunjungan kerja inisiatif Pemkot Surabaya. Begitu pula dengan biayanya, mayoritas dibiayai pengundang. Sehingga lawatan tersebut tidak memberatkan APBD Kota Surabaya.

 

Contohnya agenda pada 19 Februari 2019 di New York Amerika Serikat, Wali Kota Risma diundang Presiden Majelis Umum PBB dan Direktur FAO. Biaya ke Amerika tersebut sepenuhnya ditanggung panitia. Dalam kunjungan itu, Wali Kota Risma menjadi pembicara terkait ketahanan pangan dan program urban farming di Surabaya.

 

Selain itu, Febri menyebut, Wali Kota Risma juga sering ke LN dalam kapasitasnya sebagai Presiden UCLG Aspac. Seperti pada 21-24 Mei 2019 di Yi Wu Tiongkok, 4-7 September di Makati Filipina, 24-25 September di New York dan pada 15-18 Oktober di Cologne Jerman.

 

“Kunjungan-kunjungan itu tidak menggunakan APBD Kota Surabaya sama sekali. Semua biaya ditanggung pengundang. Dan yang lebih membanggakan lagi untuk Surabaya, Bu Risma diundang dan memberikan paparan atau sebagai pembicara. Bukan sekadar diundang untuk menghadiri atau hanya ceremonial belaka,” ungkap Febri.

 

Dalam lawatannya ke luar negeri, Febri memastikan bahwa Wali Kota Risma juga mengedepankan efisiensi waktu dan biaya. Contohnya kunjungan ke Austria dan Filipina pada 1-4 September dan 5-7 September. Wali Kota Risma memilih penerbangan langsung tanpa harus transit ke Indonesia. Sehingga lebih hemat biaya dan menghemat waktu. Begitu pula saat kunjungan ke Amerika Serikat pada 24-26 September dan 27-30 ke Korea Selatan dijadikan dalam satu trip.

 

“Tentu kegiatan ke beberapa negara ini sangat melelahkan. Tapi dipilih Bu Wali Kota karena lebih efektif dan efisien. Dibanding dari negara A lalu pulang dulu menuju negara B. Lebih baik dari negara A langsung ke negara B. Jadi lebih efektif dan efisien,” tuturnya.

 

Menurutnya, ada beberapa agenda ke luar negeri yang batal dihadiri Wali Kota Risma. Seperti pada 8-10 Februari 2019 di Amerika Serikat, kemudian pada 21-26 Agustus di San Fransisco Amerika Serikat batal dihadiri karena Wali Kota Risma saat itu tengah sakit.

 

Dalam waktu dekat, Febri mengungkapkan, Wali Kota Risma juga mendapat undangan dari Partai Pembangunan dan Keadilan (AK Party Women’s Wing), Republik Turki, untuk berpartisipasi dalam forum internasional dengan tema ‘International Forum of Women in Local Governance’. Forum ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Hak Perempuan di Turki dan akan dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

 

Wali Kota Risma akan menghadiri forum ini dan terlibat secara aktif sebagai keynote speaker untuk menyampaikan paparan terkait keberhasilan pembangunan Kota Surabaya dalam kepemimpinannya. Kunjungan ini rencananya akan dilakukan pada 11-13 Desember 2019.

 

Selama Wali Kota Risma melakukan lawatan ke luar negeri, manfaatnya bisa dirasakan bagi Kota Surabaya. Menurut Febri, selama melaksanakan kunjungan, Wali Kota Risma selalu mempromosikan Kota Pahlawan. Sehingga selama hampir 10 tahun sudah tak terhitung beberapa kali forum internasional digelar di Surabaya.

 

“Yang paling besar adalah acara UN Habitat yang pesertanya mencapai 4 ribu orang lebih. Banyaknya orang dari luar negeri yang datang ke Surabaya ini tentu sangat bermanfaat untuk Surabaya. Hotel jadi ramai, restoran ramai, oleh-oleh juga ramai. Itu nanti akan berdampak pada PAD (Pendapatan Asli Daerah),” pungkasnya. (mar)

Pelajar di Ponpes AL-Islah Bondowoso Dibekali Wawasan Kebangsaan

BONDOWOSO (Swaranews) – Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Zainuddin ternyata masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya menggelar kunjungan kerja di Makodim dan memimpin berlangsungnya upacara pembukaan latihan tanggap bencana alam, kini, pejabat nomor satu di tubuh Makorem itu, menggelar kunjungan kerjanya ke Ponpes AL-Islah, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Selasa, 19 Nopember 2019.

Di lokasi itu, kedatangan Danrem pun tak hanya disambut oleh para pengurus Ponpes saja. Namun, ribuan pelajar di Bondowoso pun, ikut serta menyambut kedatangan Perwira Menengah TNI-AD kelahiran Kota Palembang tersebut.

Dalam sosialisasi wawasan kebangsaan yang disampaikannya, Kolonel Zainuddin mengatakan jika pelajar maupun Santri, merupakan tonggak utama penerus bangsa dan negara.

Bukan hanya itu, dihadapan ribuan pelajar dan Santri yang sudah membanjiri Ponpes AL-Islah, ia mengimbau jika nantinya para generasi penerus bangsa itu, harus mampu berkontribusi demi kemajuan bangsa dan negara.

“Untuk itu, manfaatkan waktu bagi keluarga dan lingkungan. Itu semua, demi kemajuan bangsa dan negara,” pintanya.  (sub)

Benahi Jaringan, Dinkominfo Pastikan Internet Pemkot Surabaya Makin Cepat

SURABAYA (Swaranews) –  Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya terus berupaya memperkuat jaringan internet di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Untuk merealisasikan itu, Dinkominfo melakukan pembenahan infrastruktur jaringan fiber optik di berbagai wilayah.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, bahwa saat ini pihaknya tengah fokus memasang jaringan fiber optik di wilayah Surabaya Barat.

 

“Kalau di tengah kota, semuanya sudah. Tak ada lagi jaringan internet di lingkungan Pemkot yang lemot,” ucap Fikser, Selasa (19/11/2019).

 

Dengan pembenahan jaringan, diharapkan layanan internet di kantor-kantor pemerintah kota berjalan stabil, di samping itu sewa bandwidthnya juga bisa lebih hemat. Pasalnya, jika jaringan fiber optik terpasang, maka penggunaan bandwidth juga akan berkurang.

 

“Selain di kantor pemerintah, pemasangan jaringan fiber optik juga di taman-taman sekaligus untuk supplay CCTV,” terangnya.

 

Fikser mengungkapkan, jaringan fiber optik  yang ada di Traffict Light nantinya terkoneksi dengan CCTV berbasis Face Recognation, teknologi yang bisa mengidentifikasi wajah seseorang secara digital. “Face Recognation nanti mengikuti jaringan yang kita bangun,” katanya.

 

Berdasarkan data Dinkominfo, pada tahun 2019 jaringan fiber optik yang terpasang sepanjang 80 kilometer. Jaringan Fiber optik tersebut dipasang di kawasan pinggiran Surabaya Timur.

“Di tengah kota semua sudah fiber optik, sedangkan 80 kilometer ini untuk wilayah pinggiran,” papar Fikser.

 

Bahkan, di tahun 2020, Fikser mengungkapkan pemasangan jaringan fiber optik diproyeksikan untuk wilayah Surabaya Barat dan Utara. Apabila pemasangan jaringan fiber optik di tahun 2020 tuntas, maka layanan internet di lingkungan Pemkot Surabaya bebas lemot sudah clear.

 

“Ini artinya, jaringan internet dan CCTV yang terpasang di berbagai wilayah Kota Surabaya tidak putus-putus,” tegasnya.

 

Jaringan fiber optik yang terpasang di sejumlah kawasan kota, selain melayani kantor pemerintah kota, ruang publik, juga Broadband Learning Center (BLC). BLC merupakan sarana pembelajaran komputer dan internet gratis bagi warga Kota Surabaya, sebagai upaya mencerdaskan masyarakat. Jumlah BLC di Kota Surabaya terus bertambah, saat ini sebanyak 52 titik.

 

“Tahun ini ada penambahan BLC yang kita pasang di Sememi, Rusun Tambak Wedi dan Rusun Keputih. Pemasangan di rusun-rusun, supaya anak-anak warga yang tinggal di situ bisa belajar teknologi komputer dan lainnya,” katanya. (mar)