Beranda blog

Danrem 084/Bhaskara Jaya Berikan Pengarahan Kepada Anggota Kodim 0817/Gresik

GRESIK (Swaranews) – Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Sudaryanto, SE., memberikan pengarahan kepada seluruh anggota Kodim 0817/Gresik bertempat di Lapangan Makodim 0817/Gresik, Jl. R.A. Kartini No.33 Gresik, Kamis (22/8/2019) pagi.

Pada kesempatannya Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf. Sudaryanto, SE., memberikan pengarahan tentang penekanan dan himbauan dari Bapak Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe PB., yang intinya bahwa, ” Dihadapkan tugas kedepan sebagai garda terdepan seorang anggota TNI dalam hal ini Babinsa di satuan wilayah Teritorial, hendaknya bisa memposisikan diri dengan menjalankan tupoksinya di wilayah diantaranya bisa menjalankan tugas dengan mengimplementasikan Metode Binter meliputi Bidang Bhakti TNI, Pembinaan Pertahanan Wilayah (Bintahwil) dan Pembinaan Komunikasi Sosial (Binkomsos).

” Khusus implementasi untuk Metode Binter yang satu ini yakni Pembinaan Komunikasi Sosial (Binkomsos) melalui 3 (tiga) cara diantaranya, Kegiatan Ajangsana, Menghadiri Undangan-undangan di wilayah binaan dan Melaksanakam kegiatan Komunikasi Sosial ke Tomas, Toda, Toga dan komponen masyarakat lainnya “, tegas Danrem.

Selain itu juga Danrem menambahkan penekanan dari Bapak Pangdam, untuk Babinsa sebagai aparatur wilayah yang mempunyai tugas strategis di wilayah harus bisa menjauhi kegiatan-kegiatan yang melanggar penindakan terhadap masyarakat dan bisa menyesuaikan diri dengan berperan aktif di wilayah Desa binaannya untuk bisa membina dan menjadi solusi segala permasalahan di lingkungan masyarakat binaanya.

Danrem juga menghimbau seluruh Babinsa untuk bisa mengumpulkan keterangan setiap saat guna mengantisipasi terjadinya kerawanan yang dapat memicu terjadinya konflik.

Ia menilai, keterangan yang dikumpulkan oleh prajurit (Bapulket) di setiap Satuan, dinilai sangat penting untuk rutin dilakukan guna mengantisipasi terjadinya konflik yang mungkin akan timbul di wilayah.

“Itu salah satu upaya guna mewujudkan kondusifitas wilayah dengan pemetaan daerah yang rawan terjadinya konflik dan yang aman dari konflik guna membantu tugas pokok TNI AD kedepannya “, imbuh Danrem.

Turut hadir dalam kegiatan pengarahan diantaranya Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos, Kasiopsrem 084/BJ Letkol Inf. Suroto, Kasdim 0817/Gresik Mayor Arh. Suwanto, para Perwira Staf Kodim, Danramil, Babinsa, Anggota dan PNS Kodim 0817/Gresik. (sub)

Harapan Baru Bagi Anak di Eks Lokalisasi Dolly

Anak-anak di kawasan eks lokalisasi Dolly kini bebas bermain di taman yang telah disediakan Pemkot Surabaya

Ketika jarum jam menunjukkan pukul 16.00 WIB, Soekarmiati, Kepala Kelompok Belajar Nusantara Kita, tak lagi merasa was-was. Suara musik disko yang biasanya membuat bising kelompok belajar itubeberapa tahun lalu, kini telah berubah dengan lantunan sholawat indah. Pemandangan semakin indah ketika melihat anak-anak kecil yang berjalan kaki, dan ada pula yang bersepeda menuju masjid atau musholla untuk mengikuti Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).

Namun, mata dan telinga Ninuk-sapaan Soekarmiati, yang dari kecil tinggal di eks lokalisasi Dolly, masih belum lupa cerita kelam lingkungannya. Dulu, pada jam-jam itu, musik disko bervolume tinggi sudah mulai menyala dan wisma-wisma juga sudah bersiap membuka “praktik”.

Kala itu, anak-anak di bawah umur terbiasa dengan kondisi tersebut. Tak heran jika banyak anak-anak akhirnya ikut terjerumus ke dunia kelam.Mereka seakan tak berkutik, kondisi memaksanya menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan mata bathinnya. Masa bermainnya pun seakan “dirampas” oleh lingkungan sekitar.

Cerita kelam itu kini tinggal kisah. Terutama setelah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merevitalisasi kawasan prostitusi yang konon terbesar se-Asia Tenggara itu. Kini, eks lokalisasi Dolly sudah bertransformasi menjadi kawasan ramah anak dan kawasan pengembangan UMKM.

Lapangan futsal menjadi lokasi favorit bagi anak-anak di eks lokalisasi Dolly

“Alhamdulillah saat ini sudah nyaman untuk anak-anak, nyaman untuk belajar dan anak-anak saya tidak lagi terganggu dengan adanya musikdisko bervolume tinggi,” kata Ninuk saat ditemui di sela-sela mengajar di Kelompok Belajar Nusantara Kita.

Sejak alih fungsi eks lokalisasi Dolly, perhatian Pemkot Surabaya terhadap kawasan ini semakin besar. Pemkot menyediakan bangunan khusus untuk Kelompok Belajar Nusantara Kita, sebuah kelompok belajar gratis yang kini sudah mendidik 64 siswa, 33 di antaranya adalah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)berusiamulai 1-20 tahun. Sedangkan siswa lainnya yang mengikuti PAUD berusia 1-5 tahun.

Di samping itu, anak-anak itu juga dibangunkan lapangan futsal dan taman bermain, sehingga anak-anak yang dulunya terkekang dengan situasi dan kondisi lingkungan, bisa terbebas. Mereka pun bermain ceria di lapangan futsal itu. Nyaris setiap hari lapangan itu tidak pernah sepi.

Ketua RT 05 RW 03 Putat Jaya Nirwono mengatakan lapangan futsal dan taman bermain itu menjadi tempat favorit anak-anak untuk menghabiskan waktunya seusai pulang sekolah. Biasanya, setelah pulang sekolah anak-anak di eks lokalisasi Dolly itu langsung bermain futsal. “Dulu kalau anak-anak mau bermain harus jalan jalan ke kampung sebelah, tempatnya juga jauh. Kalau sekarang sudah dekat dan lapangannya juga bagus, sehingga mereka sangat senang,” kata dia.

Jika sudah terlalu banyak yang bermain futsal,sebagian anak-anak bergeser ke taman bermain. Lokasi tersebut kerap diserbu anak-anak karena fasilitasnya banyak. “Jadi, mereka bisa bermain dan berkumpul dengan teman sebayanya,” imbuhnya.

Sedangkan anak-anak perempuan yang tidak suka main futsal dan sudah bosan main di taman bermain, mereka biasanya bermain di sepanjang Gang Putat Jaya RW 06. Di gang ini, mereka bisa belajar atau sekadar membaca buku di perpustakaan yang ada di sana. “Akhirnya, anak-anak sekarang sudah bisa bermain bebas dan bisa menikmati masa kecilnya,” katanya.

Kini, kondisi di eks lokalisasi Dolly semakin pantas disebut kawasan yang ramah anak, seiring dengan Kota Surabaya yang selalu rutin dinobatkan sebagai kota layak anak. “Alhamdulillah kawasan eks lokalisasi Dolly ini sudah seperti daerah lain di Surabaya yang ramah anak,” kata Camat Sawahan M. Yunus.

Yunus memastikan bahwa masalah pendidikan dan kesejahteraan anak memang selalu menjadi prioritas selama ini. Data terakhir, sebanyak 889 anak di bawah usia 17 tahun tinggal di eks lokalisasi Dolly ini. “Mereka semuanya berada dalam pengawasan kami,” tegasnya.

Demi menjamin kualitas hidup anak-anak itu, pria yang lima tahun menjabat Camat Sawahan ini mengatakan, pihaknya selalu menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakatsupaya ikut berperan aktif dalam menjaga situasi di sekitarnya. Bahkan, jajaran TNI dan Polri juga ikut aktif memantau berbagai situasi yang terjadi, sehingga benih-benih tindakan pelanggaran hukum yang berpotensi muncul di kawasan itu bisa dicegah lebih awal.

“Kami menjaga jangan sampai muncul benih macam-macam. Jangan sampai ada anak putus sekolah, kemudian bagaimana anak yatim piatu dicarikan jalan keluar, sehingga terjamin pendidikannya,” pungkasnya.(adv)

Arumi Dardak : Asman Toga Beri Dampak Positif Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat

MALANG (Swaranews) – Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) terbukti memberi dampak yang luas bagi kualitas hidup masyarakat. Terutama, memberikan manfaat dalam pemenuhan kebutuhan tanaman obat-obatan keluarga sehingga menghasilkan kualitas hidup sehat bagi masyarakat, baik yang berada di desa maupun perkotaan.

Hal itu disampaikan Ketua PKK Prov. Jatim Arumi Emil Dardak saat memberikan arahan pada Lomba Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) dan Akupresure di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Kamis (22/8/2019) pagi.

Arumi mengatakan, Asuhan Mandiri melalui Pemanfaatan TOGA dan Akupresur dapat memotivasi masyarakat untuk mandiri dalam meningkatkan kualitas kesehatan.

Asman Toga, lanjut Arumi, berfungsi untuk menciptakan kualitas hidup masyarakat desa dengan baik. Sehingga, dapat meningkatkan pendapatan keluarga bagi ibu-ibu di desa.

Ia menjelaskan, PKK berperan aktif dalam mendorong pembangunan manusia dengan meningkatkan kualitas kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satu bentuknya yaitu dengan membina dan menggerakan kelompok Asuhan Mandiri melalui pemanfaatan TOGA dan Akupresure.

Dikatakannya, peran PKK dalam Asuhan Mandiri dinilai sangat penting. Karena, PKK merupakan suatu gerakan masyarakat, khususnya dalam pembentukkan kelompok Asuhan Mandiri melalui pemanfaatan TOGA dan Akupresure.

Saat ini, lanjut Arumi, trend hidup sehat terus dilakukan oleh seluruh masyarakat di dunia. Bahkan, pola tersebut menggunakan tanaman tradisional sebagai obat.

Perubahan iklim yang cenderung merusak alam dan seisinya mengakibatkan ekosistem alam menjadi tidak seimbang. Maka, Asman Toga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi terciptanya ekosistem alam yang baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. Kohar mengatakan bahwa untuk menuju Indonesia Sehat itu ada 3 kunci, yaitu Paradigma Sehat, Penguatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan JKN.

“Paradigma Sehat itu bagaimana mengajak masyarakat untuk mandiri hidup sehat, salah satu caranya yaitu dengan Asuhan Mandiri pemanfaatan TOGA dan Akupresur secara benar.” terangnya

Ia menambahkan, pemanfaatan TOGA dan Akupresur merupakan upaya promotif dan preventif yang berperan besar dalam peningkatan daya tahan tubuh dan pencegahan penyakit.

“TOGA memang bukan sebagai obat dari segala penyakit, namun TOGA ini berperan besar dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah penyakit. TOGA juga telah dikembangkan untuk pengobatan melalui penelitian-penelitian yang dilakukan di Laboratorium Herbal Materia Media maupun di Pusat Pengembangan Jamu Tawangmangu.”ujarnya

Sedangkan, Pj. Kepala Desa Kebobang Gatot Puji Priyanto mengatakan, Desa Kebobang merupakan desa yang memiliki keinginan untuk terus maju. Akan tetapi, tidak punya fasilitas agar dikenal di Indonesia.

Maka salah satu upayanya, dengan berbenah dan terus berinovasi dengan mengikuti berbagai kompetisi/lomba tingkat desa. Bahkan, pada Tahun 2020, Desa Kebobang masuk sebagai desa peduli lingkungan yang telah terjaring dari 700 desa di seluruh Indonesia. Saat ini, tiap rumah di Desa Kebobang terdapat 10 jenis tanaman toga yang bisa dimanfaatkan untuk obat obatan keluarga.

Lebih lanjut disampaikan, keberadaan kader Asman Toga dan Akupresure telah dibentuk sejak Maret 2019 dan diberikan pembinaan kepada kader Toga setiap bulannya. Tak hanya itu, setiap kader dibekali dengan pelatihan dan sosialisasi Asuhan Mandiri Toga dan Akupresure sebagai bekal untuk menambah kemampuan diri disetiap kader. (Msa)

Kunjungi JIIPE, Gubernur Khofifah Bahas Kerjasama Tenaga Kerja Trampil

GRESIK (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ingin menyiapkan tenaga kerja dengan ketrampilan khusus yang dibutuhkan oleh JIIPE sejak dini, sebelum kawasan tersebut beroperasi sepenuhnya pada 2028.

Untuk itu, dirinya secara langsung berkunjung sekaligus membahas kerjasama penyiapan tenaga kerja trampil bersama para pimpinan kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.

“Kita ingin mencocokkan specific skill yang dibutuhkan itu seperti apa. Supaya tenaga kerjanya bisa disiapkan sejak awal. Misalnya disini sedang di bangun pabrik smelter sangat besar, sekitar 100 ha, yang diharapkan bisa menyerap empat ribu tenaga kerja, sementara total tenaga kerja yang diserap jika sudah beroperasi penuh bisa mencapai  lebih 300 ribu orang. Kita ingin siapkan tenaga kerja sesuai yang mereka butuhkan,” kata Khofifah saat mengunjungi JIIPE di Gresik, Kamis (22/8/2019) pagi.

Khofifah mengatakan, dengan mencocokkan kebutuhan specific skill, maka pemerintah dapat menyiapkan serta membuat pemetaan program penyiapan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Kemudian berdasarkan pemetaan itu, pemerintah bisa menindaklanjuti dengan melibatkan SMK, Aliyah, SMA dual track, serta pendidikan Diploma 1 (D1), Diploma 3 (D3), atau Sarjana (S1) di Jatim.

“Jadi kita bisa mendapatkan konfirmasi lebih awal, supaya persiapannya juga bisa segera dilakukan. Kita berharap bahwa tenaga kerja dengan specific skill yang dibutuhkan ini kelak bisa diserap oleh industri yang ada di kawasan JIIPE,” katanya sembari menambahkan, upaya ini juga menjadi salah satu cara untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka di Jatim.

Khofifah optimis, hadirnya JIIPE menjadi bagian penting bagi Jawa Timur yang merupakan provinsi industri, dimana sebanyak 29,4% pertumbuhan ekonomi provinsi ini disupport oleh sektor industri. Dirinya berharap, JIIPE akan menjadi kawasan industri terintegrasi yang dapat menekan ongkos produksi mengingat segala fasilitas terkait bahan baku, listrik, ketersediaan air bersih, gas, pengolahan limbah serta pemukiman dan pelabuhan  terintegrasi sehingga efektif efisien.

Ia juga menambahkan, seluruh proses industri di JIIPE ini harus memiliki proses pengolahan limbah yang baik, sehingga daya dukung lingkungan dapat dijaga.

“Pengolahan limbah di industrial Estate ini akan lebih mudah, lebih murah, dan kontrol nya juga lebih cepat. Karena tidak mungkin  limbahnya  apalagi limbah bahan beracun dan berbahaya (B3)-nya dibuang ke laut,” tegasnya.

Secara keseluruhan, lanjut Khofifah, hadirnya JIIPE ini juga menjadi bagian penting untuk membangun sinergitas, dan percepatan pengembangan industri di Jatim. Apalagi, kedepan direncanakan ada akses konektivitas antara Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, dan kota-kota lainnya.

Tampung 83% Tenaga Kerja Lokal

Dalam kesempatan sama, Presiden Direktur JIIPE, Bambang Soetiono mengatakan, dari keseluruhan tenaga kerja di JIIPE, sebanyak 83% diantaranya adalah tenaga kerja lokal.

Tidak hanya itu, untuk menyejahterakan masyarakat sekitar, dirinya juga telah menghimbau kepada para tenant untuk menggunakan tenaga kerja lokal.

“Kita juga sudah melakukan MoU dengan 3 Desa, yakni Manyarejo, Manyar Sidorukun, dan Manyar Sidomukti, untuk menggunakan tenaga kerja lokal. Kemudian, bekerjasama dengan Pondok Pesantren Qomaruddin untuk melakukan training, dan lulusannya kami tampung di JIIPE,” tegasnya.

Presdir Bambang menambahkan, JIIPE Berdiri di atas area seluas 3.000 hektar (ha), seluas 400 hektar di antaranya merupakan wilayah pelabuhan, kemudian kawasan industrinya seluas 1.800 ha, serta 800 ha lainnya diperuntukkan sebagai kawasan hunian dan rekreasi.

“JIIPE ini didirikan dalam rangka untuk me-reduce biaya logistik nasional, jadi JIIPE ini didirikan integrated antara pelabuhan, kawasan industri, dan perumahan,” katanya sembari menambahkan, JIIPE telah diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 9 Maret 2018.

JIIPE, imbuh Presdir Bambang, merupakan role model kawasan Industri terintegrasi yang bagus, karena lahannya cukup luas, dan infrastrukturnya lengkap. Yakni, ada pelabuhan, kawasan industri dan perumahan. Sehingga, para tenaga kerja, khususnya yang berasal dari Gresik dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh pulang-pergi. (Msa)

DPD GOPTKI Jatim Gelar Workshop Gerak dan Lagu

SURABAYA (Swaranews) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Provinsi Jatim menggelar workshop gerak dan lagu untuk meningkatkan kemampuan mengajar para guru TK.

Ketua DPD GOPTKI Prov. Jatim, Dra. Gardjati Heru Tjahjono menyampaikan, pembelajaran gerak dan lagu merupakan salah satu materi penting yang diberikan pada anak usia dini. Diharapkan, melalui workshop ini para guru TK akan mendapat pengalaman penggunaan metode gerak dan lagu agar bisa diterapkan saat mengajar di kelas.

“Diharapkan akan bisa mengembangkan kemampuan dalam meningkatkan kreatifitas anak usia dini,” kata Gardjati di Ruang Bhinaloka Adikara, Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan No. 110, Surabaya, Kamis (22/8/2019).

Ia menjelaskan, anak-anak lebih menyukai musik dan lagu sehingga permainan yang tidak disertai dengan irama musik kurang diminati oleh anak. Untuk itu, seorang pendidik anak usia dini harus lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan berbagai aspek perkembangan anak usia dini.

“Hal ini penting dilakukan agar dapat membentuk generasi Indonesia yang cerdas, kreatif, berilmu dan berakhlakul karimah dengan cara yang cepat dan efektif,” terang Istri Sekdaprov Jatim ini.

Terkait metode gerak dan lagu yang akan diajarkan, Gardjati berpesan, agar gerakan yang diberikan harus disesuaikan dengan usia anak-anak. Demikian juga untuk lagu-lagu yang diperkenalkan juga diusahakan lagu anak-anak, dan diperbanyak musik Indonesia.

“Saya titip sekali agar gerak dan lagu yang diajarkan pada anak-anak disesuaikan dengan usianya,” tegasnya.

Lebih lanjut, menurutnya guru merupakan orang tua kedua bagi peserta didiknya di sekolah. Sehingga, para guru memiliki kewajiban untuk membekali anak didiknya. Salah satunya, dengan memberikan pelajaran fisik motorik melalui pengenalan gerakan sederhana yang mudah ditiru pada anak usia dini.

“Malalui kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan mutu pembelajaran dan sebagai sarana pengembangan profesionalitas guru TK. Selain itu, proses belajar mengajar anak-anak akan bisa makin menyenangkan,” pungkasnya. (Msa)

Gubernur Khofifah Optimis TC OPOP Mampu Menjadi Laboratorium Para Santri

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimis Training Center One Pesantren One Product (OPOP) dapat menjadi laboratorium bagi para santri.

“Training Center OPOP ini akan bisa menjadi laboratorium bagaimana penyiapan enterprenuer di kalangan santri,” kata Khofifah di Kampus UNUSA Surabaya, Kamis (22/8/2019) sore.

Selain itu, Khofifah juga mengatakan bahwa TC OPOP nantinya akan memberikan pendampingan dari produk-produk yang dilahirkan oleh para santri dan pesantren.

Orang nomor satu di Jatim itu menganggap, pesantren memiliki potensi luar biasa. Ia mencontohkan, salah satunya pesantren Sidogiri yang kini telah menunjukkan kekuatan serta kemampuan membangun jejaring melalui perbankan syariahnya.

Kendati demikian, Khofifah menambahkan bahwa SMK yang berada di lingkungan pesantren dan telah memiliki produk, masih belum mendapatkan pendampingan quality control secara baik.

“Ini produk membutuhkan tambahan pendampingan quality control yang baik, quantity yang mencukupi dan quality yang bisa dijaga,” terangnya.

Untuk itu, ia meminta antar pesantren yang telah memiliki kemiripan produk agar bisa masuk pada wilayah marketplace secara luas.

“Misalnya bukalapak, mereka bisa. Bahkan, mimpi saya mereka bisa masuk alibaba kalau quantity cukup, continuitinya bisa terjamin, quality controlnya terjaga,” jelasnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menganggap, peluang untuk masuk alibaba sangat tinggi. Mengingat, jumlah pesantren di wilayah Jawa Timur mencapai 6 ribu pesantren.

Namun, masih banyak pula diantaranya belum mendapatkan pendampingan secara komprehensif. “Komprehensif itu artinya ya quality nya, ya desainnya, jejaring marketnya,” jelas Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, hal itu terjadi karena dimungkinkan pesantren belum memiliki arah dalam proses pengembangan produk.

“Kalau bahasa saya mungkin ada yang memang belum punya GPS, sehingga akan mengembangkan di wilayah mana. Kalau kemudian ada produk-produk yang memiliki kemiripan mungkin harus disiapkan R&D nya,” kata Khofifah.

Untuk itu, Khofifah menegaskan bahwa untuk saat ini, ketika berbicara tentang daya saing, maka tidak bisa tanpa dukungan Research and Development (R&D).

“R&D ini mahal, tetapi kalau bersambung dengan perguruan tinggi yang memang punya lembaga riset, lembaga pengembangan, maka Training Center OPOP itu memang harus di perguruan tinggi,” jelasnya.

Dijelaskan, jika TC OPOP berada di perguruan tinggi, maka akan memberikan pelatihan, pendampingan hingga mampu membangunkan jejaring untuk memasarkan produk yang dimiliki oleh pesantren secara lebih luas. “Itu akan menyiapkan tidak sekedar kemandirian pesantren, tapi juga kemandirian santrinya,” tegasnya.

Menurut Mantan Menteri Sosial itu, nantinya bagi santri yang tidak lagi di pesantren, maka akan membuat santri lebih siap dan mandiri melalui sektor apapun.

“Memadirikan warga itu menjadi penting, apalagi yang mandiri kemudian bisa membuka lapangan kerja mungkin satu usaha small bisnis, bisa 5 orang tenaga kerja,” ungkapny.

Khofifah melanjutkan, jika dalam satu tahun dapat melahirkan seribu enterpreneurship baru sekaligus membuka lapangan sendiri, maka akan semakin banyak tenaga kerja yang terserap melalui program OPOP.

“Katakan 5 tenaga kerja, ini paling tidak sudah ada 5 ribu orang yang akan terserap di program ini,” jelasnya.

Menurutnya, jika skala dalam setiap harinya mengalami pertumbuhan, maka akan membutuhkan tenaga kerja lebih banyak lagi. “Format-format seperti ini sebetulnya kalau kita berbicara Jawa Timur, captive market kita itu lo terang sekali,” tuturnya.

Lebih lanjut, ketika captive market telah diketahui potensinya, maka dengan pendampingan secara continue yang telah dilakukan akan menjadikan TC OPOP sebagai laboratorium di kalangan santri.

“Sesungguhnya dengan pendampingan yang continue rasanya Training Center OPOP ini akan bisa menjadi laboratorium bagaimana penyiapan enterprenuer dikalangan santri, kemudian memberikan pendampingan, dari produk-produk yang dilahirkan oleh para santri dan oleh pesantren,” tandasnya. (Msa)

64 Tim Dayung Siap berlaga Pekan Depan

SURABAYA (Swaranews) –  Dalam rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, menggelar lomba dayung perahu karet Sprint Slalom Rubber Boat. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, yakni 24-25 Agustus 2019 yang berlokasi di Taman Prestasi, Jalan Ketabang Kali Surabaya.

 

Kompetisi olahraga air yang diselenggarakan sejak 2013 ini, bakal diikuti oleh TNI, POLRI, Satpol PP, Linmas, Mahasiswa, Pelajar serta Komunitas Dayung. Menariknya, peserta tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, yakni mencapai 64 tim.

 

Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi, Dispora Kota Surabaya, Gloria Puspa Cendana mengatakan, kompetisi lomba dayung tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab, beberapa permainan sudah dikonsep lebih matang dan variatif, sehingga antusias masyarakat yang mendaftar meningkat dari tahun sebelumnya.

 

“Tahun ini ada 64 (tim) yang terdiri dari 14 tim putri dan 50 tim laki-laki. Ini lebih banyak dari tahun 2018. Kita beri inovasi dan sedikit perubahan di permainannya,” kata Gloria saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (22/8/2019).

 

Gloria menjelaskan, pada event kali ini permainan akan dibuat lebih menantang, baik secara fisik maupun stamina. Jika sebelumnya rute permainan hanya satu kali putaran, kali ini dibuat berputar dua kali yang terdiri dari empat titik lokasi. “Dimana jarak titik satu ke titik dua, sejauh 250 meter. Itu yang membedakan, jika ada peserta yang tidak memutari satu titik, maka akan berpengaruh pada penilaian,” jelasnya.

 

Ia menyebut, kualifikasi penilaian peserta yang paling utama adalah ketepatan waktu. Karena itu, agar para peserta dapat mencapai waktu tersebut, ia mengimbau kepada mereka sebaiknya dapat mengelola stamina. “Selain pengelolaan stamina, para peserta juga harus mampu membaca medan, karena itu sangat diperlukan,” ujar dia.

 

Selama acara berlangsung, pihaknya juga memastikan keamanan para peserta. Panitia sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan bersinergi dengan jajaran dari Satpol PP dan Linmas. Bahkan, pihak panitia telah menyiapkan satu rescue di tiap perahu. “Kita berikan satu rescue untuk membantu peserta dan mengamankan. Apabila ada yang diperlukan, biasanya peserta yang kesulitan naik perahu,” katanya.

 

Selain permainan yang berbeda, kali ini juara yang diperebutkan pun juga bertambah. Di tahun 2018, juara hanya sampai pada harapan satu. Sementara untuk tahun ini, juara sampai harapan tiga. “Ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada para peserta,” pungkasnya. (mar)

Virus-free. www.avast.com

Di Lumajang, Danrem 083/Baladhika Jaya Disambut Forkopimda

LUMAJANG (Swaranews)  – Danrem 083/Baladhika Jaya terus menggelar kunjungan di beberapa Satuan di wilayah teritorialnya. Pada kesempatan kunjungan kerjanya saat ini, Danrem tertuju untuk mengunjungi Makodim 0821/Lumajang.

Tak hanya itu, kedatangan Kolonel Inf Zainuddin bersama beberapa Perwira di lingkungan Korem ke Kabupaten Lumajang, langsung mendapat sambutan hangat dari Forkopimda setempat. Kamis, 22 Agustus 2019.

Dijelaskan Danrem, sambutan yang dilakukan oleh Forkopimda atas kehadirannya di Kabupaten Lumajang saat ini, merupakan suatu kebanggaan sekaligus kehormatan tersendiri.
Pasalnya, sambutan itu menunjukkan jika selama ini sinergitas dan kebersamaan antar institusi di wilayah Korem, sudah terwujud dengan baik.

“Kalau sinergitas dan kebersamaan terwujud, kondusifitas wilayah pun pastinya terpelihara dengan baik,” ujar Kolonel Zainuddin.

Tak berhenti hingga disitu saja, kunjungan Danrem ke Makodim Lumajang juga dilanjutkan dengan adanya pengarahan prajurit. Bahkan, Kolonel Zainuddin pun mengimbau seluruh prajurit Makodim, khususnya para Babinsa untuk berperan aktif dalam mendukung setiap program Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah.

“Babinsa harus bisa menjadi garda terdepan teladan masyarakat. Di era digital ini, kami juga menghimbau Babinsa untuk lebih bijak dalam menanggapi suatu permasalahan maupun informasi yang belum diketahui kebenarannya,” tegas Danrem.

“Terutama informasi di media sosial,” imbuhnya.  (sub)

7.300 Pencaker Perebutkan 1.150 Lowonan Kerja

SURABAYA (swaranews) –  Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam membantu pencari kerja (pencaker) dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja terus dilakukan. Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Pemkot kembali menggelar Bursa Kerja Terbuka bersinergi dengan 40 perusahaan swasta.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21-22 Agustus 2019 di Gedung Wanita Candra Kencana Jalan Kalibokor Selatan Surabaya, dibuka oleh Asisten Perekenomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya,  M Taswin.

Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas kerjasama perusahaan-perusahaan yang sudah tergabung dalam Bursa Kerja Terbuka 2019 ini. Menurutnya, di era industri 4.0, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki multi skill.

“Kita sama-sama tahu di kondisi yang semakin global ini, persaingan semakin kompetitif. Tenaga yang dibutuhkan harus benar-benar punya kualitas. Apalagi saat ini sudah masuk industri kreatif 4.0,” kata Taswin.

Ia menyebut, salah satu contoh penerapan industri 4.0 adalah sistem pembayaran tol yang menggunakan e-money. Selain itu, berbagai layanan aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat juga sudah tersedia. Hal ini pastinya berdampak pada efisiensi tenaga kerja.

“Hal-hal semacam itu yang tidak saya duga sebelumnya, untuk itu persaingan yang semakin ketat ini saya berharap pencaker juga menyiapkan skill pendukung lain agar dapat diperhitungkan,” terangnya.

Karena itu, agar para pencaker mendapat keahlian lain, pihaknya meminta kepada semua peserta supaya peka terhadap peluang yang ada di sekitar. Sehingga nantinya peluang-peluang tersebut dapat diisi. Bahkan mereka mampu menciptakan peluang bagi orang-orang yang membutuhkan.

Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Surabaya, Wieke Widyawati mengatakan, dalam hari ini jumlah peserta mencapai 4.211 pencaker. Peserta tersebut tidak hanya dari Kota Surabaya saja, namun diikuti umum dari berbagai kota.

“Selama dua hari ini menurut angka pendaftaran mencapai 7.300 pencaker. Namun yang asli pendaftar dari warga Surabaya sebanyak 2.652,” kata Weike.

Sementara itu, kata Weike, total lowongan pekerjaan yang dibutuhkan pada 40 perusahaan tersebut adalah 1.150. Maka dari itu, pihaknya berharap agar pencaker dapat berkompetisi dengan maksimal di skesempatan ini. “Mudah-mudahan mereka mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya, dan perusahaan juga mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan,” katanya.

Menurut Weike, Bursa Kerja Terbuka kali ini pesertanya terbanyak dibandingkan sebelumnya. Kenaikannya mencapai 1.000 peserta, dibandingkan Bursa Kerja Terbuka yang digelar sebelum-sebelumnya. “Jumlahnya yang cukup signifikan, karena publikasi merata dan meluas sehingga agenda ini gaungnya cukup keras terdengar,” paparnya.

Salah satu peserta asal Kota Kediri, Lely Yana mengatakan, setelah melamar di Bursa Kerja ini, ia berharap mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion. “Saya ingin setelah ini diterima kerja di bidang yang saya pelajari. Saya sudah mendaftar sembilan perusahaan di job fair ini,” kata Lely alumnus S1 Muhamadiyah Malang ini. (mar)

Dandim 0831 Surabaya Timur, Pimpin Upacara Pindah Dan Masuk Satuan

SURABAYA (Swaranews) –  Dandim 0831/ST Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, S.Sos.,M.I.Pol memimpin kegiatan upacara pindah satuan anggota dan masuk satuan , yang berlangsung dilapangan upacara Kodim Surabaya Timur, jln Mulyorejo Indah I No 4 Surabaya, kamis (22/8/2019).

Adapun anggota pindah satuan diantaranya Pasi Intel Kodim 0831/ST Kapten Chk Siswo, selanjutnya personel masuk satuan Kodim 0831/ST diantaranya Mayor Chb Faizul Ihwan menjabat Danramil Simokerto , Mayor Kowad Rustini. A yang menjabat Perwira Seksi Personel dan Kapten Czi Acep Kusnadi menjabat Wadanramil Tenggilis Mejoyo

Pada kesempatan tersebut Dandim 0831/ST Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, S.Sos.,M.I.Pol menyampaikan , rotasi jabatan atau pindah satuan merupakan hal yang wajar dalam organisasi TNI AD, hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman pada jabatan yang cukup bervariasi sebagai bekal pengembangan karir prajurit pada masa yang akan datang.

“Melalui pergantian personil diharapkan dapat meningkatkan kualitas kinerja jalannya pembinaan satuan di lingkup TNI AD, khususnya jajaran Kodim 0831 Surabaya Timur’,ucap Dandim.

Lanjut Dandim, Kepada anggota yang pindah satuan, terimakasih telah melaksanakan tugas dengan baik, penuh dedikasi di Kodim Surabaya Timur, saya berharap melalui pengalaman tugas yang diperoleh dijadikan bekal berharga dalam melaksanakan tugas di tempat baru.

“Kepada anggota baru aaya mengharapkan dengan jabatan baru dapat menambah semangat baru, segera menyesuaikan dengan lingkungan Kodim 0831/Surabaya Timur, dan saya berharap dengan adanya anggota baru dapat memberikan warna positif dalam melaksanakan tugas kedinasan,” pintanya.

Acara diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Dandim Surabaya Timur kepada Kapten Siswo yang melaksanakan pindah satuan, sebagai wujud penghargaan dari satuan dan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada anggota yang masuk Kesatuan Kodim Surabaya Timur. (mar)

Ads