Beranda blog

Verdi, Pengusaha Muda Asal Bojonegoro Sukses Geluti Dunia Penerbitan

MALANG (Swaranews) – Menjadi seorang Mahasiswa bagi sebagian orang terkadang dianggap sebagai waktu yang tepat untuk bersenang-senang. Namun, lain halnya dengan Verdi Indra Satria (24).

Tepatnya pada 2015, saat ia duduk dibangku kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, ia berjuang keras untuk mendirikan penerbitan buku yang bernama “Madza Media”.

Pria kelahiran Bojonegoro tersebut mengaku jatuh bangun dalam merintis usahanya. Disebutkan, sebelum menjadi Madza Media, awalnya penerbitan milik Verdi itu bernama Madza Publishing.

“Pada mulanya, penerbitan Madza berdiri dengan nama Madza Publishing. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2018, penerbit Madza Publishing berubah nama menjadi penerbit Madza Media,” ungkap Verdi.

Kepada Swaranews, owner Madza Media itu juga menambahkan bahwa alasan yang mendasari pergantian nama merupakan pertimbangan perkembangan usaha.

“Nama publishing dinilai lebih spesifik ke penerbitan buku saja, sedangkan media cakupannya lebih luas,” jelasnya kepada Swaranews, Selasa (23/4/2019).

Seperti diketahui, Madza Media merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penerbitan buku, percetakan, dan desain web.

Berlokasi di Jl. Joyotamansari 1 no.22, Kota Malang, perkembangan Madza Media dari tahun ke tahun terbilang cukup bagus. Hal itu disebabkan oleh sambutan positif para penulis muda.

“Di tahun 2019 ini, penerbit madza sudah memiliki 2 kantor operasional, yakni di Bojonegoro dan Malang,” tuturnya.

Hal itu dibuktikan dari awal didirikan hingga saat ini penerbit Madza Media telah menerbitkan 200 lebih judul buku dan ribuan eksemplar.

Rencananya, inovasi-inovasi akan terus dilakukan oleh penerbit Madza seperti membuat event, mengadakan kelas menulis, hingga pameran buku sebagai media promosi sehingga masyarakat semakin kenal dengan penerbit madza.

Verdi juga berharap bagi penulis pemula agar tidak minder dengan karya yang telah dihasilkan. “Khususnya penulis pemula tidak usah minder,” pungkasnya. (Msa)

Wali Kota Risma Ajak Anak Muda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan dengan Positif Bermedia Sosial

SURABAYA (Swaranews) –  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka acara Gathering “positif bermedia social” yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)  di salah satu hotel di Surabaya, Senin (22/4/2019). Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengajak para pegiat media sosial serta komunitas dan netizen untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara positif dalam bermedia sosial.

 

“Anak-anak muda semuanya. Ayo kita lanjutkan perjuangan para pejuang yang telah susah payah mendirikan negara ini. Jangan sia-siakan apa yang telah mereka lakukan. Salah satunya dengan cara kita berbuat baik untuk negeri ini dan positif bermedia social,” kata Wali Kota Risma saat meresmikan acara tersebut.

 

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga mengajak para pegiat media social itu untuk berfikir. Awalnya, dia menanyakan untungnya menyebarkan hal-hal negatif atau pun hoax kepada orang lain. Ia memastikan bahwa setiap kebohongan itu tidak akan langgeng dan tidak akan bertahan lama. “Coba kita lihat, renungkan, apakah diri kita kemudian menjadi besar karena orang lain jelek karena kata-kata kita? Oke, mungkin kita akan jadi besar, tapi pasti itu tidak akan langgeng karena kebohongan itu tidak akan bisa bertahan lama. Jadi, untuk apa kita menyakiti orang lain?” ujarnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa tidak boleh merasa paling benar, karena kebenaran sejatinya hanya milik Tuhan. Bahkan, ia memastikan bahwa setiap manusia itu dilahirkan dengan membawa kelebihan dan kekurangan. “Jadi, dibalik kekurangan seseorang pasti terdapat kelebihan. Begitu pula dengan kita, pasti kita juga punya kekurangan, termasuk saya,” imbuhnya.

 

Selain itu, Wali Kota Risma juga menanyakan apakah tidak menyesal apabila waktu yang tersisa dalam hidup hanya digunakan untuk menyebarkan hal-hal negative kepada orang lain. Sebab, pemberian Tuhan yang tidak akan pernah terulang adalah waktu. Ia pun “mengamini” bahwa waktu adalah uang, sehingga harus dipergunakan waktu itu sebaik mungkin. “Sayang kalau waktu kita hanya dibuat menyebarkan hal-hal negative. Kalau saya, bangun tidur sudah bisa berpikir akan melakukan ini dan melakukan itu, setelah ini akan mengerjakan itu dan itu. Kalau saya tunda besok, belum tentu bisa seperti sekarang ini,” kata dia.

 

Saat itu, Wali Kota Risma juga mengajak para pegiat media social itu untuk berpikir dan membayangkan apabila media sosialnya digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif bagi orang lain. Ia juga mengaku memiliki media social yang hanya digunakan untuk memperlancar kinerja di pemerintahan. “Coba bayangkan kalau kita memberikan hal-hal positif kepada orang lain. Hal sepele misalnya mengabarkan kalau ada kecelakaan, dan kita jajaran pemkot datang membantu menyelamatkan orang yang kecelakaan itu. Karena mungkin dia kepala keluarga, akhirnya dia bisa selamat dan bisa bekerja kembali demi keluarga. Jadi ayo mulai sekarang gunakan media social untuk hal-hal positif,” jelasnya.

 

Wali Kota Risma pun mengaku sedih melihat situasi saat ini yang mana isu-isu negative atau hoax terus bertebaran hingga menyebabkan perpecahan. Dulu saat para pahlawan berjuang sendiri-sendiri, tidak pernah menang melawan penjajah. Namun, saat didirikannya Budi Utomo, seluruh Jong bersatu dan bisa memenangkan setiap pertempuran dan akhirnya bisa merdeka.

 

“Kalau dengan kata-kata yang kita gunakan di media sosial kemudian kita terpecah belah, kita akan kalah pareng berikutnya. Perang berikutnya bukan seperti dulu. Tapi perang melawan kemiskinan dan kebodohan, kalau kita terus terpecah belah, maka kita akan dijajah kembali. Kita tidak sadar itu dan kita harus hati-hati,” kata dia.

 

Oleh karena itu, berkali-kali ia mengajak kepada para pegiat media social itu untuk terus menebar hal-hal positif di media social masing-masing, bukan hal-hal negative yang akan menyebabkan perpecahan. “Kita harus ingat, hari ini harus lebih baik dibandingkan hari kemarin, kita esok harus lebih baik dibanding hari ini, itu yang harus kita pegang supaya kita terus maju. Kalau tidak, kita akan menjadi orang rugi,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Nyoman Shuida mengatakan selama sebulan ini sudah merasakan dahsyatnya perkembangan media social, terutama saat pesta demokrasi atau pemilu. Bahkan, sampai saat ini media social itu terus bergemuruh dan begitu besar pengaruhnya dalam menggiring opini masyarakat dan mempengaruhi segala sesuatu yang berkaitan dengan tatanan social masyarakat. “Tentunya, hal ini tidak bisa kita cegah, yang kita bisa lakukan adalah kita bisa memanfaatkan atau memakai media social dengan bijak,” kata Nyoman.

 

Nyoman juga menjelaskan alasan memilih Kota Surabaya sebagai pelaksanaan gathering ini. Diantaranya karena sosok Wali Kota Risma yang telah memimpin Kota Surabaya selama dua periode dan bisa membawa Surabaya ke kancah Internasional. Bahkan, sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh Wali Kota Risma, baik di nasional maupun di tingkat dunia. “Ketika kami di PU, yang namanya kinerja pemerintah daerah di bidang pekerjaan umum, itu Bu Risma sampai tidak diperkenankan mengikuti kejuaraan-kejuaraan atau event nasional lagi, karena semua penghargaan di bidang penataan kawasan kumuh dan lingkungan permukiman, itu disapu bersih oleh Bu Risma. Itu yang membuat kami memilih Surabaya,” kata dia.

 

Selain itu, nitizen di Surabaya juga banyak memberikan pengaruh di media social. Makanya, dia mengundang narasumber dari Google, Youtube dan Facebook supaya para pegiat media social itu bisa memberikan hal-hal positif dan membawa dampak kebaikan bagi bangsa Indonesia. (mar)

Pemkot Surabaya Gelar Pemilihan Abdi Yasa Teladan Tahun 2019

SURABAYA (Swaranews) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kembali menggelar pemilihan Abdi Yasa Teladan tingkat kota tahun 2019, Senin, (22/04/19). Pemilihan Abdi Yasa Teladan ini, merupakan program dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang dilaksanakan setiap tahunnya.

 

Dalam kegiatan ini, diikuti oleh seluruh pengemudi yang beroperasi di wilayah Kota Surabaya, seperti sopir angkutan dalam kota, sopir taksi, angkutan barang, karyawan perusahaan serta bandara. Total sebanyak 100 pengemudi yang hadir dan mengikuti pemilihan ini.

 

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan forum rutin yang dilakukan setiap tahun ini, bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan meningkatkan kualitas pelayanan para pengemudi angkutan umum. “Supaya mereka (driver) memilikigrade yang lebih bagus lagi,” kata Lilik saat ditemui di sela-sela acara yang berlangsung di Gedung Wanita Candra Kencana Kalibokor Surabaya, Senin, (22/04/19).

 

Ia menjelaskan perkembangan jumlah kendaraan umum yang terus bertambah, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan para pengemudi angkutan atau selakudriver. Ketika peningkatan-peningkatan itu bisa tercapai, maka keselamatan, kenyamanan, dan keamanan para penumpang bisa lebih terjamin.

 

“Tentunya, jika kendaraan umum sudah tersedia,attitude pengendaranya bagus, tepat waktu, dan disiplin, maka ketertarikan masyarakat untuk beralih dari angkutan pribadi ke umum akan lebih tinggi,” jelasnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, lanjut dia, pemerintah berupaya untuk membenahi kesadaran berlalu lintas. Fokus utama yang akan dicapai adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak di dalamnya. Terlebih, attitude para pengemudi angkutan umum bisa terus berubah untuk lebih mengutamakan keselamatan penumpang. Dengan begitu, mindsetmasyarakat untuk beralih menggunakan jasa moda transportasi angkutan umum bisa lebih tinggi. “Diharapkan kondisi masalah kemacetan, terus polusi udara di Surabaya bisa turun,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Surabaya Joko Supriyanto menyampaikan selain acara pemilihan Abdi Yasa Teladan, para peserta juga dibekali informasi dan pengetahuan dari beberapa narasumber. Diantaranya dari Dishub Provinsi Jatim yang menyampaikan materi mengenai aturan-aturan perijinan terbaru, peraturan Kemenhub terkait penyelenggaraan aturan umum di jalan dengan kendaraan trayek.

 

Tidak hanya itu, Joko menyebut, pembekalan materi juga diisi dari pihak kepolisian, yang menyampaikan tentang tata cara mengemudi di jalan. Serta dari pihak Jasa Raharja juga memberikan informasi-informasi apabila terjadi kecelakaan pada driver, bagaimana pelaporan-pelaporan yang harus dilakukan.

 

“Termasuk dari BNN juga memberikan pengarahan, karena kita tidak ingin awak Adi Yasa di jalan tersangkut dengan narkoba. Kita berharap para awak Abdi Yasa ini mematuhi peraturan serta rambu-rambu lalu lintas,” kata Joko.

 

Ia menambahkan para pemenang Abdi Yasa di tingkat kota ini, nantinya akan dikirim ke provinsi. Selanjutnya dari tingkat provinsi, akan dilakukan seleksi, sehingga nantinya yang terpilih akan mengikuti pemilihan Abdi Yasa di tingkat nasional.

“Tahun kemarin, kita jadi peringkat 1 dan 2 di tingkat nasional, kita berharap tahun ini bisa seperti itu,” pungkasnya. (mar)

 

KPU Gak Jelas Bawaslu Klarifikasi

SURABAYA (Swaranews) – Komisioner Bawaslu Kota SurabaayaYaqub Baliyya sebagai Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi, mengklarifikasi bahwa rekomendasi penghitungan suara ulang bukan untuk semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Surabaya, Jawa Timur melainkan hanya bagi TPS yang form C1-nya bermasalah.

“Sepengetahuan saya, pleno rekomendasi itu untuk TPS-TPS yang C1-nya bermasalah atau ada selisih. Dan itu pun tidak langsung hitung ulang, tapi di buka C1 plano dulu, kalau ditemui selisih di C1 plano baru hitung ulang,” ujarnya, Senin (22/4/2019).

Yakub menjelaskan bahwa sesuai surat yang dilayangkan Bawaslu Surabaya Nomor 411/K.JI.38/PM.00.02/IV/2019 kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya pada 22 April 2019 menjelaskan bahwa penghitungan ulang di lakukan di sejumlah TPS di 70 kelurahan yang ada di 26 kecamatan.

“Untuk TPS mana saja, ini masih didata,” ujarnya.

Informasi tersebut berbeda dengan pernyataan sebelumnya dari Ketua Bawaslu Surabaya Hadi Margo Sambodo yang menyebut bahwa penghitungan ulang dilakukan di 8.146 TPS.

Hal itu juga sesuai dengan surat rekomendasi Bawaslu Surabaya yang dilayangkan ke KPU Surabaya pada 21 April 2019 Nomor 436/K.JI-38/PM.05.02/IV/2019 Tentang Rekapitulasi Ulang di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Penghitungan Suara Ulang untuk TPS.

Pada surat rekomendasi tersebut pada bagian III poin 4 disebutkan “melakukan penghitungan suara ulang pada rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di PPK se-Kota Surabaya dan hasil koreksinya segera segera disampaikan kepada para saksi peserta pemilu yang menyerahkan mandat dan Pengawas Pemilu Kecamatan”. Begitu juga pada poin 5 disebutkan penghitungan suara ulang untuk TPS dilakukan dengan cara membuka kotak suara yang hanya bisa dilaukukan di PPK.

Apakah sudah ada rapat pleno antara KPU dan Bawaslu Surabaya terkait persoalan ini ? Yaqub menhaqab bukan rapat pleno melainkan, komisioner KPU Surabaya mendatangi kantor Bawaslu Surabaya untuj menanyakan maksud surat rekomendasi hitung ulang itu.

“Ya kita jawab,” tegasnya.

Mungkinkah Ketua Bawaslu Surabaya Hadi Margo Sambodo salah sebut atau beda persepsi antarv anggota bawaslu terkait jumlah TPS yang direkomendasikan melakukan penghitungan ulang itu ?
Yaqub mempersilahkan untuk klarifikasi kembali ke yang bersangkutan.

Komisioner KPU Surabaya Muhamamd Kholid sebelumnya mengatakan pihaknya sudah menerima surat rekemendasi tersebut dari Bawaslu. Hanya saja, lanjut dia, pihaknya belum bisa memutuskan untuk melaksanakan rekomendasi tersebut karena harus menunggu rapat pleno KPU.
Hingga berita ini ditayangkan, Swaranews telah berupaya menanyakan apa langkah KPU berikutnya dan apakah sudah diplenokan ? pihak KPU Kota Surabaya tak ada jawaban. (mar)

Akhirnya Bawaslu Terbitkan Rekom Hitung Ulang Seluruh TPS Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Akibat adanya dugaan penggelembungsn suara, Badan Pengawas Pemilu Kota Surabaya merekomendasikan penghitungan ulang suara Pemilu 2019 terhadap 8.146 Tempat Pemungutan Suara di Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Ada sebanyak 8.146 TPS yang kami rekomendasikan penghitungan ulang,” ujar Hadi Margo selaku Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya, Minggu (21/4/2019).

Dia menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut dikeluarkan bermula dari laporan lima partai politik di Kota Surabaya dan seorang caleg DPR RI atas dugaan terjadi kecurangan berupa penggelembungan suara pada ratusan tempat pemungutan suara saat penghitungan suara Pemilu 2019 ke Bawaslu Surabaya pada Rabu (20/4/2019).

“Lima parpol itu adalah DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya, DPC Partai Gerindra Surabaya, DPC Partai Hanura Surabaya, DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Surabaya, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan caleg DPR RI dari Partai Golkar Abraham Sridjaja,” terang Hadi Margo.

Dirinya menyaatakan, Bawaslu Surabaya kemudian menggelar rapat pleno menyikapi adanya laporan tersebut pada Minggu (21/4/2019). Berdasarkan hasil Rapat Pleno Bawaslu Surabaya yang dituangkan dalam berita acara Nomor 30/BA/K.JI-38/IV/2019, ditemukan selisih hasil penghitungan perolehan suara terhadap salah pengisian dan penjumlahan serta tanpa pengisian (kosong) pada formulir model C-KPU beserta kelengkapannya di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Kota Surabaya.

Hadi Margo menegaskan bahwa pihaknya merekomendasikan kepada KPU Kota Surabaya untuk memerintahkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beserta jajarannya untuk melakukan penghitungan suara ulang pada rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di PPK se-Kota Surabaya, dan hasil koreksinya segera disampaikan kepada saksi peserta pemilu yang menyerahkan mandat dan Pengawas Pemilu Kecamatan.

“Penghitungan suara ulang untuk TPS dilakukan dengan cara membuka kotak suara yang hanya dilakukan di PPK,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Surabaya Muhamamd Kholid mengatakan pihaknya sudah menerima surat rekomendasi tersebut dari Bawaslu. Hanya saja, lanjutnta, pihaknya belum bisa memutuskan untuk melaksanakan rekomendasi tersebut karena harus menunggu rapat pleno KPU.

“Ini sedang akan dibahas di rapat pleno KPU,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya Musyafak Rouf mengatakan, berdasarkan laporan saksi atas bukti Form C1, telah ditemukan adanya dugaan kecurangan atau pelanggaran Pemilu 2019 berupa penggelembungan perolehan suara sah oleh partai peserta pemilu tertentu, pengurangan perolehan suara sah oleh partai peserta pemilu tertentu, kesalahan dalam penjumlahan atau rekapitulasi suara sah, jumlah suara keseluruhan melebihi jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Terdapat perbedaan data hasil penghitungan suara antara C1 Plano dan salinan Form C1. Kecurangan tersebut, terjadi di hampir semua TPS pada daerah pemilihan di Kota Surabaya dan hanya dapat terjadi dengan dengan bantuan dari penyelenggara pemilu di TPS,” beber Musyafak Rouf.

Menurutnya, hal itu mengakibatkan beberapa Partai Politik (Parpol) Peserta Pemilu dan Caleg DPRD Kota Surabaya, DPRD Jatim serta DPR RI yang ada di dapil Kota Surabaya menjadi korban atas dugaan kecurangan atau pelanggaran pemilu tersebut. (mar)

Hari Kartini, Khofifah Sebut Ibu-ibu Berjualan Sayur Di Pasar Sebagai Sosok Kartini Sesungguhnya

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut peringatan Hari Kartini setiap 21 April menjadi momentum refleksi tentang peran dan kekuatan perempuan di Indonesia, Minggu (21/4/2019).

Ketua Umum PP Muslimat tersebut menganggap, ibu-ibu berjualan sayur di pasar atau berjualan gorengan merupakan contoh dari para pejuang ekonomi keluarga dan merupakan sosok Kartini sesungguhnya sekarang.

“Mereka memiliki kontribusi yang sangat besar ketika menyisihkan keuntungan sedikit untuk biaya pendidikan anak-anaknya. Merekalah perempuan hebat tanpa suara yang sebenarnya penuh karya,” kata Khofifah.

Selain itu, Khofifah menyebut, mereka juga perempuan-perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam pemberdayaan masyarakat bangsa dan negara.

“Para ibu-ibu itu adalah pahlawan seperti Kartini yang juga berjuang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia mulai dari keluarga kecilnya,” katanya.

Orang nomor satu di Jatim itu menyarankan, para perempuan Kartini masa kini harus menjadi kesatuan yang sama-sama berjuang untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan ekonomi bangsa.

Dijelaskan, bukan hanya para ibu-ibu dan perempuan yang ada di kawasan perkotaan, melainkan juga termasuk di daerah pedalaman, di kepulauan terpencil, bahkan di daerah perbatasan.

“Mereka harus berjejaring dengan yang ada di kota, seperti sektor perbankan, legislatif dan eksekutif. Semua jejaring itulah yang akan meneguhkan ketahanan maupun kekuatan masyarakat bangsa dan negara,” ungkap Mantan Menteri Sosial tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa keteladanan sosok Kartini masa kini bisa diwujudkan dalam banyak hal, terutama dengan meneladani sikap keteguhan, ketegaran dan juga keberaniannya.

“Selamat Hari Kartini. Kartini hari ini adalah Kartini yang mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan di manapun berada dan dalam status sosial ekonomi selevel apapun,” tandasnya. (Msa)

Gelar haul raja raja Nusantara dan kirab budaya PGN Mojokerto Jatim Doakan kedamaian dan persatuan bangsa

MOJOKERTO (Swaranews) – Bertempat di Yayasan Tlasih 87 yang terdapat Candi Waji (nyawiji) ormas kebangsaan Patriot Garuda Nusantara kabupaten Mojokerto Jawa timur sukses mengadakan acara haul raja raja Nusantara dan kirab budaya.

Sebagaimana dituturkan oleh KH Abdurrahman/Ki Wiro kadeg, acara tahunan haul raja raja Nusantara dan kirab budaya ini digelar setiap tahun memperingati malam nisyfu sya’ban dan menyambut bulan suci romadhon. Acara ini dimaksudkan untuk refleksi setiap manusia terutama bagi umat Islam agar introspeksi dirinya sendiri selama setahun ini.

Acara yang dimulai sejak Sabtu (19/4/2019) sehabis sholat subuh dengan khataman Al Qur’an 30 juz dengan juga berwasilah/tawasulan kepada semua raja raja Nusantara, para wali wali Alloh di tanah Nusantara, wali 9 dan para Masyayikh kemudian dilanjutkan dengan kirab budaya sebagai pelestari kesenian dan kearifan lokal yang merupakan tradisi leluhur yang wajib kita lestarikan.

Acara haul raja raja Nusantara dan kirab budaya tahun ini semua doa dikhususkan untuk kedamaian, keselamatan dan persatuan negeri yang beberapa hari terakhir hangat pasca pilpres, hal ini sangat kita prihatinkan sekali, saya KH Abdurrahman/ Ki Wiro kadeg selaku panglima PGN Mojokerto dan KH Agus Amrozi Munasir Ali selaku ketua PGN Mojokerto bersama panglima PGN Jatim Gus M Alaik S Hadi dan Gus Waluyo Wasis Nugroho selaku ketua PGN Jatim selaras dengan muasis/pendiri PGN DR KH Nuril Arifin Husein mengajak kepada semua pihak, kepada semua masyarakat Indonesia untuk senantiasa berpegang teguh kepada Pancasila dan mengutamakan perdamaian, kebhinekaan, persatuan Indonesia dalam menyikapi hasil pemilu ini. Percayakan semua kepada KPU sebagai otoritas penyelenggara pemilu. Kami mengapresiasi kinerja TNI/POLRI dalam pengamanan sebelum dan sesudah pilpres dan pileg berlangsung. Dan kami mengikuti arahan komando PGN pusat, akan bersama TNI dan POLRI jika ada pihak pihak yang memanfaatkan situasi untuk bertindak inkonstitusi yang berujung membahayakan kedaulatan bangsa/makar, kami siap hibahkan nyawa kami untuk perdamaian dan kesatuan NKRI harga mati.

Acara ini diakhiri Sabtu malam dengan pengajian kebangsaan, manaqib qubro dan doa bersama lintas agama untuk negeri. (WWN)

RDA Makin Waspadai Kecurangan Rekapitulasi Suara //

ISU penggelembungan suara bagi partai politik tertentu di Surabaya dan Sidoarjo untuk pemilihan legislatif DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, makin mernggeliatkan pergerakan Tim Relawan Dhimam Abror.

“Kami sangat percaya KPU dan Bawaslu Surabaya dan Jawa Timur bersikap netral. Di saat suhu politik memanas seperti sekarang ini, kami sangat yakin kedua lembaga tersebut tak berpihak ke siapa pun,” jelas H. Surawi, Koordinator Lapangan Relawan Dhimam Abror (RDA), Sabtu siang (20/4).

RDA mem-backup Dhimam Abror, Caleg DPR RI Dapil Jatim 1 nomor urut 2 dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Menurut Surawi, pihaknya telah mengerahkan seluruh anggota RDA untuk mewaspadai kemungkinan kecurangan yang terjadi dalam rekapitulasi suara. “Tim kami sejak awal sudah sepakat tidak akan mencuri suara siapa pun. Karena itu kami juga meyakini KPU dan Bawaslu mempunyai prinsip yang sama, yakni bersih, jujur dan adil,” papar Surawi.

TERIMA KASIH
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dhimam Abror yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Saya sangat yakin KPU dan Bawaslu tidak akan berbuat konyol. Masyarakat makin cerdas dalam menyikapi sikon yang terjadi di lapangan,” jelas Abror.

Abror sendiri merasa terharu atas simpati yang diberikan oleh ‘wellwishers’ kepadanya. ‘Wellwishers’ adalah sebutan bagi orang-orang yang memberikan support penuh atas kesuksesan orang yang ditokohkannya.

“Saya tidak menyangka, kalau sambutan atas pencalegan saya sedemikian besarnya. Saya merasa terharu,” ujar Abror.

Itulah sebabnya dia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan itu. “Saya tidak bisa memberikan apa-apa. Namun, yakinlah, bahwa saya akan bersikap amanah jika lolos ke Senayan,” katanya, serius. #

Kalah Banding di PTUN Jatim, Pemkot Surabaya Akan Ambil Langkah Hukum

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota Surabaya akan mengambil langkah hukum setelah kalah banding dengan PT Maspion di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jawa Timur. Upaya hukum ini untuk tetap mempertahankan aset pemkot di Jalan Pemuda 17yang nantinya akan digunakan untuk alun-alun Suroboyo.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu memastikan akan terus menempuh langkah hukum untuk menyelamatkan aset Jalan Pemuda 17 itu. Namun begitu, ia mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak pengacara Pemkot Surabaya dan pengacara negara atau kejaksaan. “Selanjutnya, pasti pemkot ambil langkah hukum. Nanti kami akan berkoordinasi dulu dengan pengacara pemkot dan pengecara negara yang dalam hal ini pihak kejaksaan,” tegasnya.

Yayuk-sapaan Maria Theresia Ekawati Rahayu menjelaskan asal muasal sengketa tanah itu. Pada tahun 1994, persil seluas 3.713 meter persegi di Jalan Pemuda itu menjadi aset Pemkot Surabaya. Kemudian, pada 16 Januari 1996, Pemkot Surabaya dan PT Maspion melakukan perjanjian penyerahan penggunaan tanah dalam bentuk HGB (Hak Guna Bangunan) di atas HPL (Hak Pengelolaan) selama 20 tahun.

“Setelah ditandatangani perjanjian penyerahan penggunaan tanah itu, lalu pemkot menerbitkan sertifikat HGB no.612/Kelurahan Embong Kaliasin atas nama PT Maspion seluas 2.115,5 meter persegi. Sertifikat HGB ini berlaku hingga tanggal 15 Januari 2016, sehingga satu tugas pemkot sudah selesai di sini,” kata dia.

Selanjutnya, pada 19 November 1997, Pemkot Surabaya memberikan izin mendirikan bangunan (IMB) berupa kantor kepada PT Maspion. Hal itu tertuang dalam surat bernomor 118/569-95/402.05.09/1997. “Jadi, tugas pemkot saya kira sudah selesai dengan memberikan sertifikat HGB dan IMB, sehingga lahan itu bisa langsung digunakan oleh Maspion. Tapi ternyata sampai sekarang belum dimanfaatkan maksimal. Perlu diingat juga bahwa IMB nya itu untuk kantor, bukan yang lain,” imbuhnya.

 

Dengan berjalannya waktu, ternyata persil itu belum dimanfaatkan maksimal oleh PT Maspion. Sebaliknya, PT Maspion malah mengajukan permohonan perpanjangan HGB di atas HPL pada 29 September 2015 dan disusul surat tanggal 7 Januari 2016 yang memohon percepatan HGB di atas HPL. “Karena selama ini kurang dimanfaatkan dengan maksimal dan waktu perjanjiannya sudah habis, maka pada tanggal 15 Januari 2016, Pemkot Surabaya memberitahukan kepada Maspion bahwa waktu perjanjiannya sudah berakhir,” ujarnya.

 

Menurut Yayuk, setelah berakhirnya perjanjian itu, Pemkot Surabaya sudah berkali-kali bersurat kepada PT Maspion yang menjelaskan bahwa persil itu akan digunakan sebagai alun-alun Kota Surabaya dan akan dipakai sendiri untuk kepentingan masyarakat luas. Bahkan, Pemkot Surabaya pun sudah pernah mengeluarkan peringatan 1, 2 dan 3.

“Semua proses ini sudah diatur dalam PP 40 tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai atas Tanah. Pada pasal 35 dan 36 dijelaskan bahwa HGB itu berakhir sebagaimana perjanjian, dan setelah berakhir maka tanahnya dikuasai kembali oleh pemegang HPL. Jadi, pemkot hanya ingin mengambil haknya kembali, masak itu salah?” kata dia.

 

Setelah berbagai proses ini, persoalan persil ini berlanjut di pengadilan negeri dan di PTUN. Bahkan, di PTUN Surabaya Pemkot Surabaya menang. Namun, di PTUN Jatim pemkot kalah. Oleh karena itu, Yayuk memastikan bahwa semua proses yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya sudah sesuai aturan dan tidak pernah memberikan harapan palsu kepada PT Maspion.

 

“Nah, kalau masalah PT Maspion dengan perusahaan lain (PT Singa Barong Kencana), itu bukan urusan kami. Tolong dibedakan. Apalagi kami pastikan tidak pernah memberikan ijin pengelolaan kepada pihak lain kecuali PT Maspion, tidak mungkinlah kami memberikan ijin pengelolaan kepada dua pihak,” imbuhnya.

 

Yayuk menambahkan, asetJalan Pemuda 17 itu rencananya akan dibangun alun-alun Suroboyo yang nantinya juga akan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Bagi dia, dengan adanya alun-alun ini maka akan banyak ruang-ruang publik di Surabaya yang bisa dikunjungi oleh warga. “Kita semua berharap permasalahan ini segera selesai, sehingga pembangunan alun-alun itu bisa segera dilakukan dan bisa dinikmati,” pungkasnya. (mar)

Di Unmer Malang, Mayjen TNI Wisnoe Minta Mahasiswa Tingkatkan Prestasi

MALANG (Swaranews) –  690 Wisudawan dan Wisudawati Universitas Merdeka Malang, secara resmi mengikuti berlangsungnya Wisuda semester Ganjil tahun Akademik 2018/2019. Sabtu, 20 April 2019.

Dalam proses wisuda tersebut, juga dihadiri oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B, Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo serta beberapa pejabat teras Makodam V/Brawijaya lainnya.

Dalam sambutannya kepada para Wisudawan dan Wisudawati Unmer, Pangdam menghimbau para mahasiswa Unmer untuk terus meningkatkan prestasi, terlebih peningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Himbauan itu, menurut Jenderal Bintang Dua kelahiran Surabaya ini, dinilai sangat penting untuk dilakukan oleh para mahasiswa guna meraih kesuksesan di kancah percaturan global, atau yang biasa disebut era globalisasi.

“Malang sebagai Kota Pendidikan, telah banyak mencetak lulusan Perguruan Tinggi,” ungkap Mayjen Wisnoe.

Untuk diketahui, sebagai Universitas tertua di Kota Malang, Unmer telah berkomitmen untuk mengembalikan visi kemandirian dan kewirausahaan yang telah dirintis pada tahun 90-an. Mata kuliah kewirausahaan, seakan menjadi menu wajib yang harus ditempa oleh para mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas tersebut.

Tidak hanya itu saja, pihak Universitas pun sengaja memberikan Entrepreneur Award setiap tahunnya. Penghargaan itu, diberikan kepada para penggerak kewirausahaan di lingkungan Unmer Malang. (mar)

no adverts for now
Ads