Beranda blog

Obituari Selamat Jalan Go Ioe Wan, Salah Satu Tokoh Tionghoa di Jatim

SURABAYA (Swaranews) – Satu lagi tokoh Tionghoa Jatim wafat. Go loe wan, mantan ketua Margo Oetomo 1990 meninggal dunia karena sakit. Semasa hidupnya, ia mengabdi pada masyarakat Tionghoa diantaranya menjadi ketua dewan penasehat perhimpunan tempat ibadah Tridharma Indonesia Jatim, ketua penasehat Shiang You Wei, dewan kehormatan klenteng Sam Poo Sing Bio Surabaya, penasehat yayasan Dharma Mulia, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya dan dewan penasehat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Jatim.
Ucapan dukacita datang dari berbagai yayasan Tionghoa se Jatim. Diantaranya Chung Hua Zhong Shiang Hwee Koan Jatim, Tjwan Siok Hwee Koan, Hua Jiao Ing You Se dan 7 yayasan disebutkan diatas.
Bagi keluarga mendiang sebagai sosok ayah yang menjadi teladan bagi anak, menantu dan cucu. “Beliau sosok yang bertanggungjawab terhadap keluarga. Selalu berbuat kebaikan membantu siapa saja yang membutuhkan iluran tangan ini yang perlu dicontoh oleh keluarga,” ujar Lanny Goenawan, putri mendiang.

Bagi ketua klenteng Sam Poo Sing Bio wafatnya Go Ioe Wan atau Ivan Goenawan merupakan kehilangan yang luar biasa. “Saya kehilangan sesepuh yang berjasa menyumbangkan kimsin makco thian shang sen mu dan fu de zheng shen di klenteng. Perjalanan spiritual ke Fujian Meico dan Hainan, kenangan terakhir kami bersama beliau,” kata Chen Ren Ij ketua Sam Poo Sing Bio.
Bagi warga Tambak Bayan, Ivan Goenawan dianggap sebagai dewa chai sen yek yang siap menolong warga Tionghoa. “Saya mewakili warga Tambak Bayan mengucapkan terima kasih atas jasa kebajikan pak Ivan memberikan sembako dan angpao. Hari ini pertemuan terakhir dengan beliau,” ucap  A Hang.
Kenangan bersama pak Ivan diungkapkan oleh kolega sesama marga Go. “Kami merasa kehilangan seorang sahabat yang telah mmeberikan sumbangsih begitu besar demi Margo Oetomo, diantaranya memberikan bea siswa kepada anak pengurus Margo Oetomo,” jelas Go See Djing, Ketua Margo Oetomo 2018.
Hasil sumbangan dari sahabat, kolega disumbangkan kembali ke yayasan Tionghoa melalui anak mendiang Ivan Goenawan. Selamat jalan Go loe Wan bersama Nyo Ai Tje istri tercinta, semoga berbahagia di nibbana! Sun

Niniek K. Rahadjeng (74), Atlet Master Berprestasi Internasional Yang Luput Dari Perhatian Pemerintah

SURABAYA (Swaranews) – 17 Desember ini merupakan hari spesial bagi Dra. Niniek Koesni Rahadjeng, SH. Ia merayakan ulang tahun ke 74 tahun, adalah peraih medali emas atletik PON 1969. Dalam usia lanjut , ia masih berprestasi meraih medali emas atletik master dari berbagai event internasional kategori master (baca lansia). Terakhir Niniek mengikuti event, diantaranya Asia Pasific Master Games di Penang, Malaysia 7-15 September 2018 lalu. Dan berhasil meraih 4 medali, 1 emas dari lempar cakram dan lempar lembing, 1 perak lompat jauh dan tolak peluru.
Dibalik prestasi mengharumkan negara di kancah internasional, tersirat kesedihan kurangnya perhatian pemerintah Indonesia terhadap prestasi atlet master. Niniek menggadaikan rumah dan medali demi ikut kejuaraan atletik master internasional ke berbagai negara diantaranya Bangkok Thailand, Brunei Darussalam, Seoul Korea, Dalian China, India, Paris Perancis untuk membiayai transportasi dan akomodasi yang mahal bagi kantong orang Indonesia.


Di sela kesibukan berlatih atletik, Niniek nyambi berjualan batik untuk menghidupi kebutuhan keluarganya di rumah keponakannya di kawasan Pucang Surabaya. “Meskipun saya atlet nasional namun tak punya rumah. Menumpang di rumah keponakan,” ceritanya.
“Saya prihatin bercampur bangga meski menggadaikan beberapa rumah dan medali namun berhasil mendapatkan medali lomba atletik master internasional demi mengharumkan Indonesia di dunia internasional meski hanya mendapatkan piagam saja dari KONI maupun Pemkot Surabaya tapi kebanggaan tersendiri bagi saya. Saran saya bagi generasi muda rajinlah, tekun dan giat berlatih olahraga sesuai kemampuan masing-masing melanjutkan perjuangan generasi tua demi untukmu Indonesia jiwa raga kami,” lanjut bu Niniek yang disampaikan kepada wartawan swaranews.
Di sela kesibukan berlatih atletik, Niniek nyambi berjualan batik untuk menghidupi kebutuhan keluarganya di rumah keponakannya di kawasan Pucang Surabaya. “Meskipun saya atlet nasional namun tak punya rumah. Menumpang di rumah keponakan.”
“Beginilah duka atlet masa lalu. Berbeda saat ini Presiden Jokowi mengapresiasi atlet peraih medali emas Asian Games diberi penghargaan bonus 1 Milyar,” ujarnya lirih. Sun

 

 

Ziarah ke Taman Makam Pahlawan, Wujud Penghormatan Kodam Brawijaya Terhadap Jasa Pahlawan yang Gugur

SURABAYA (Swaranews) – Serangkaian kegiatan mulai bergulir guna memperingati Hari Juang Kartika (HJK) ke-70, sekaligus menyambut datangnya HUT Kodam V/Brawijaya ke-73, tahun ini.

Pada kesempatan itu, seluruh unsur TNI-AD di wilayah teritorial Kodam V/Brawijaya, khususnya di jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya, beramai-ramai mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) 10 Nopember, yang berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya. Jumat, 14 Desember 2018 pagi.

Ziarah yang dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A tersebut, tak hanya diikuti oleh personel TNI-AD dan Persit saja. Namun, juga terdapat beberapa elemen masyarakat, para veteran hingga personel Polri yang ikut serta mengikuti prosesi ziarah dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika, sekaligus menyambut HUT Kodam V/Brawijaya pagi ini.

Menurut Pangdam, acara yang diawali dengan penghormatan kebesaran itu, merupakan suatu bentuk pengabdian para prajurit terhadap para Pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan, sekaligus menjaga kedaulatan NKRI.

“Ziarah ini dimaksudkan untuk mengenang jasa para Pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. Kita juga mendoakan arwah para pahlawan yang telah gugur dalam menjaga keutuhan NKRI,” kata Pangdam usai memimpin prosesi berlangsungnya upacara penghormatan di TMP 10 Nopember, Surabaya.

Tak lupa, dalam ziarah tersebut, karangan bunga juga turut menghiasi TMP 10 Nopember. Menurut Pangdam, karangan bunga itu merupakan simbol penghargaan kepada para pejuang yang secara suka rela mengorbankan nyawanya hanya untuk mempertahankan keutuhan Indonesia.

“Tabur bunga di pusara makam para pahlawan, merupakan penghargaan terhadap perjuangan dan jasa-jasa yang diberikannya kepada nusa dan bangsa,” ungkap Pangdam.

Selain dihadiri Pangdam, berlangsungnya ziarah tersebut, juga diikuti oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Bambang Himawan, Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, para pejabat teras Makodam hingga para Dandim di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. (mar)

Pemkot Surabaya Sosialisasi Dan Edukasi Dampak Pemotongan Unggas

SURABAYA (Swaranews) – Pe66merintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan sosialisasi dan edukasi terkait dampak pemotongan unggas yang selama ini dilakukan di pasar tradisional Kota Surabaya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit unggas kepada manusia dan pencemaran lingkungan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Joestamadji menuturkan, pemkot memiliki dua opsi untuk mencegah pemotongan unggas di pasar tradisional yang kemudian menimbulkan penyakit bagi manusia dan lingkungan. Pertama, memusatkan pemotongan unggas di satu lokasi dengan membangun Rumah Pemotongan Unggas (RHU). Kedua, pemkot menyediakan daging unggas dalam bentuk karkas sehingga siap diperjualbelikan di pasar.

“Dua opsi ini masih kita kaji, nanti tergantung opsi mana yang cocok untuk diterapkan,” ujarnya di Kantor Humas Pemkot Surabaya pada Rabu, (12/12/2018).

Menurut Joes – sapaan akrabnya, penting melakukan pemusatan pemotongan unggas. Sebab, kata Dia, sudah tertuang dalam Perda Kota Surabaya No 8 tahun 1995 tentang penampungan dan pemotongan unggas pasal 10. “Setiap pemotongan usaha pemotongan unggas harus dilakukan di dalam rumah pemotongan unggas yang memiliki izin dari kepala daerah,” terangnya.

Selama ini, pihaknya juga melakukan berbagai upaya pencegahan penyakit menular yang disebabkan dari unggas melalui vaknisasi terhadap unggas di beberapa sektor. Sektor 1 dan 2, lanjutnya, masuk dalam skala besar yakni perusahaan ayam kemudian sektor 3 dan 4 meliputi skala menengah dan kecil.

“Khusus di sektor empat, kami sudah melakukan vaknisasi 50 ribu ayam dan burung di bulan April dan oktober 2018,” kata Joestamadji.

Tidak hanya vaknisasi, Joes mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan penyemprotan di kandang ayam serta unggas yang berada di pasar dan kampung-kampung. “Penyemprotan harus dilakukan untuk mencegah berbagai macam penyakit menular dari unggas,” sambungnya.

Ia berharap, dengan melakukan kegiatan vaksinasi setiap tahun serta rencana mendirikan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) mampu membawa dampak positif bagi masyarakat. “Semoga bisa mencegah dan mengurangi penyakit menular dari unggas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Surabaya Agus Eko menjelaskan, jika pemotongan unggas tidak dilakukan secara terpusat, maka dampak pemotongan unggas mencemari air limbah yang tidak terkelola dengan baik melalui IPAL dan akan tersebar ke saluran-saluran area pemotongan unggas.

“Selain itu, menimbulkan penyakit bagi manusia dan pencemaran udara berupa bau tidak sedap di sekitar area pemotongan unggas serta menggangu estetika kota serta kenyamanan warga kota,” jelas Agus.

Oleh karenanya, Agus merekomendasikan agar pemotongan unggas dilaksanakan secara terpusat di Rumah Potong Unggas (RPU) dengan IPAL yang memadai untuk mencegah timbulnya pencemaran lingkungan dari air limbah pemotongan unggas. “Jika pemotongan unggas tidak dilakukan secara terpusat, itu akan sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup manusia,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Surabaya, Mira Novia menambahkan, lingkungan di pasar harus bersih. Pasalnya, lingkungan pasar yang tidak bersih akan menimbulkan berbagai macam jenis penyakit menular, salah satunya flu burung.

Kendati demikian, Mira menegaskan, penularan penyakit yang berasal dari unggas belum terjadi di Surabaya selama kurang lebih 4 tahun terakhir. “Terakhir penyakit flu burung menyerang manusia dan unggas tahun 2013-2014, tapi sejak itu sudah tidak ada sampai saat ini,” tuturnya.

Wali Kota Bogor Belajar Kampung Tematik dan Naturalisasi Sungai ke Wali Kota Risma

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima kunjungan kerja Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto beserta jajarannya, kepala dinas, camat dan lurah di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Rabu (12/12/2018). Dalam kunjungannya kali ini, Bima Arya dan jajarannya fokus belajar pada dua hal, yaitu pengelolaan kampung tematik yang menyebar di Kota Surabaya dan naturalisasi sungai.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menyampaikan bahwa kampung tematik di Kota Surabaya memang sengaja dirawat. Bahkan, sudah menyebar di berbagai kampung di Surabaya. “Yang paling penting adalah menumbuhkan kesadaran warga untuk sama-sama menjaga dan peduli pada kampungnya,” kata Wali Kota Risma saat pertemuan itu.

Saat itu, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan tidak ada hari tanpa mengeruk sungai, sehingga lama kelamaan sungai itu bersih dengan sendirinya. Ia juga mengaku memulai pengerukan itu dengan hanya dua alat berat, tapi sekarang sudah puluhan alat berat yang setiap hari bekerja mengeruk sungai dan saluran. “Jadi, tiap hari alat berat itu mengeruk, kemudian hasil kerukannya itu digunakan untuk membangun taman dan pemakaman di Surabaya,” kata dia.

Wali Kota Risma menyebutkan bahwa hingga saat ini pengerukan sungai dan saluran sudah mencapai 2.865.002 meter persegi. Bahkan, saat ini Pemkot Surabaya sudah tidak ada lagi anggaran untuk membeli ranah urukan. “Melalui cara ini, Alhamdulillah kita bisa menghemat sebesar Rp 14 miliar untuk urukan,” tegasnya.

Selain itu, Wali Kota Risma juga menyampaikan banyak hal tentang cara penertiban PKL dan pemberdayaan warga. Bahkan, pada kesempatan itu pula, Wali Kota Risma mengajak Bima Arya memasuki ruang kerjanya yang terpajang ratusan monitor CCTV. Saat itu, ia menjelaskan bagaimana mengontrol Kota Surabaya dari ruang kerjanya itu, mulai keamanan, pompa air dan arus lalu lintas.

Saat di ruang kerjanya itu, Wali Kota Risma juga menyarankan kepada Bima untuk membuat system pendeteksi angin dan hujan. Apalagi, Bogor saat ini tengah diterpa musibah angin putting beliung, sehingga cocok untuk menerapkan system itu. “Saya sarankan Pak Bima untuk membuat ini dulu, karena ini sangat penting menurut saya di Bogor,” kata dia.

Sistem itu merupakan pendeteksi angin dan hujan yang nyambung dengan sistemnya BMKG. Melalui system itu, pergerakan angin dan lokasi-lokasi yang hujan bisa diketahui dengan terdeteksi.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto manggut-manggut dan mengiyakan masukan Wali Kota Risma itu. Ia juga sangat tertarik untuk mengadopsi system itu untuk dibawa ke Bogor. “Jadi Bu Risma itu tahu apa yang dibutuhkan Bogor sekarang. Apalagi kita baru saja mengalami angin puting beliung. Memang tidak bisa dihindarkan, tapi kita bisa mengantasipasi itu dengan cara tanda-tanda alamnya. Bu Risma punya itu, kita akan minta itu untuk diaplikasikan nanti di Bogor,” kata Bima seusai bertemu Wali Kota Risma.

Menurutnya, yang paling penting sudah ada sistemnya, sehingga selanjutnya tinggal bekerjasama dengan instansi terkait (BMKG) dan stafnya bisa membaca system itu. Selama ini, kata dia, kalau cuaca belum sampai secanggih itu, karena selama ini hanya mendapatkan informasi dari BMKG, dan itu prosesnya agak lama. “Rencananya, system itu akan kami terapkan juga di Bogor, sehingga angin putting beliung bisa dibaca tanda-tanda alamnya secara cepat,” tegasnya.

Ia juga mengaku banyak sekali yang bisa diambil dari kunjungan itu. Bahkan, saran-sarannya juga sangat banyak didapatkan dari pertemuan itu, termasuk penertiban PKL, pemberdayaan ekonomi warga dan pelayanan publik. “Banyak tadi saran-saran dari Bu Risma, bahkan yang sangat teknis sekali. Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Bu Risma karena saran-sarannya sangat aplikable untuk diterapkan di lapangan,” pungkasnya. (mar)

Prajurit Yonif 527/BY, Diwejang Danrem 083/Baladhika Jaya

LUMAJANG (Swaranews) – Usai melakukan peninjauan di lokasi pasca banjir bandang di Kabupaten Probolinggo, Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo melanjutkan kunjungan kerjanya ke Mako Yonif 527/BY yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Lumajang. Rabu, 12 Desember 2018.

Dalam kunjungan kerjanya itu, Kolonel Bagus menghimbau Kepala Komando Rumah (Kakorum) dan Wakil Komandan (Wadan) Yonif 527/BY, untuk meningkatkan pengawasan terhadap personelnya.

“Kepada seluruh Perwira yang ada di Batalyon ini, harus betul-betul bertanggung jawab. Termasuk melaksanakan pembinaan Satuan dan latihan,” pinta Danrem.

Selain meningkatkan pengawasan, orang nomor satu di tubuh Makorem Baladhika Jaya itu, juga mewajibkan seluruh prajurit Yonif 527/BY agar lebih mengedepankan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, hingga 8 wajib TNI dalam menjalankan tugas dan tanggun jawab.

“Apabila kalian tidak bisa berprestasi, kalian cukup melaksanakan tugas sehari-hari dengan penuh tanggung jawab, belajar dan berlatih. Jalin hubungan baik dengan siapapun,” tegas Kolonel Bagus.

Sebelum mengakhiri kunjungannya tersebut, Danrem juga berpesan kepada seluruh prajurit Yonif 527/BY untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sebab. Kata Kolonel Bagus, media sosial merupakan salah satu sarana empuk bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi/isu yang tidak bisa dipastikan kebenarannya (hoax).

“Saya percaya, jika kalian adalah prajurit professional, prajurit Baladhika Jaya yang siap berbakti kepada nusa dan bangsa,” tandas Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo.

  1. Tak hanya disambut oleh Kakorum dan Wadan Yonif saja. Kedatangan Danrem dengan didampingi oleh Dandim 0821/Lumajang, Letkol Inf Ahmad Fauzi saat ini, juga mendapat sambutan dari Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Lumajang, Kompol Eko Hari, S. S. H. (bai)

 

Ikatan Alumni UPN Veteran Jawa Timur Siap Bersinergi Memberikan Yang Terbaik Untuk Negeri

SURABAYA (Swaranews) – Ikatan Alumni Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur resmi dikukuhkan dan penandatanganan berita acaranya dilakukan oleh Ketua Umum IKA UPN Veteran Jatim, Dr. Ir. Budi Setiawan, MMT dengan Rektor UPN Veteran Jatim, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT.

Menurut Budi Setiawan kepengurusan Ikatan Alumni ini digagas untuk menberi manfaat pada kampusnya dan Bangsa Indonesia. Untuk itu pihaknya akan berupaya untuk mewujudkan hal itu melalui program kerjanya.

“Ikatan Alumni ini kumpulan dari seluruh fakultas, sebuah organisasi sosial yang egaliter,” terangnya.

Ketua Umum IKA UPN Veteran Jatim ini menegaskan bahwa hal terpenting yang akan dilakukan adalah membangun konsolidasi yang senakin baik. Salah satunya adalah dengan membangun jejaring melalui website dan Medsos.

“Kekuatan Alumni UPN Jatim ada 40 ribu orang. Kita akan membangun jaringan melalui website yang akan menghubungkan antar alumni,” tegasnya.

Lebih lanjut, Budi Setiawan akan membangun kerjasama dengan para Alumni di bidang Profesi masing-masing dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai lembaga.

“Sebagai langkah awal kita akan membangun kerjasama dengan berbagai lembaga yang ada. Kita juga akan bekerjasama dengan para Alumni di bidang profesi, demi untuk menguatkan jejaring yang saling terkoneksi,” pungkasnya. (mar)

Raih Online Popular CityGuangzhou International Award 2018, Bukti Nyata Partisipasi Publik

Walikota Tri Rismaharini saat menerima Online Popular City Guangzhou International Award 2018 (Sumber KJRI Guangzhou)

Kesuksesan Kota Surabaya dalam meraih Guangzhou International Award For Urban Innovation kategori online popular city merupakan bukti nyata partisipasi publik di Kota Surabaya sangat tinggi. Kategori yang ditentukan melalui voting ini juga menunjukkan bahwa warga Surabaya peduli pada kotanya.
Penghargaan internasional ini juga semakin menunjukkan posisi Kota Surabaya sejajar dengan kota-kota besar di dunia. Melalui penghargaan ini pula, mimpi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk memasukkan Surabaya dalam peta dunia akhirnya terwujud. Apalagi, selama ini sudah banyak penghargaan tingkat dunia yang diraih Kota Surabaya, sehingga Surabaya semakin diperhatikan dunia internasional.
Pencapaian Surabaya hingga saat ini, memang tidak lepas dari kepemimpinan Wali Kota Risma yang tak kenal lelah membangun kotanya. Selain itu, partisipasi publik dalam menjaga lingkungannya, juga patut diacungi jempol. Inilah sejatinya kekuatan Surabaya dalam meraih berbagai penghargaan di tingkat dunia.


Partisipasi publik itu kembali ditunjukkan warga kota ketika Surabaya mengikuti penghargaan The Guangzhou International Award For Urban Innovation.Melalui voting, publik ramai-ramai mendukung Surabaya untuk memperoleh penghargaan itu. Bahkan, di berbagai media sosial, ajakan untuk voting mendukung Surabaya selalu ramai diperbicangkan. Hingga akhirnya, Kota Surabaya berhasil meraup suara sebanyak 1.504.535. Total suara inilah yang mengantarkan Surabaya meraih penghargaan The Guangzhou International Award For Urban Innovation kategori online popular city.
Di posisi kedua, ada Kota Yiwu, China yang memperoleh total suara 1.487.512.Kemudian disusul Kota Santa Fe, Argentina dengan perolehan sebanyak 863.151 suara. Selanjutnya, disusul dengan kota-kota besar lainnya dari berbagai negara di dunia, seperti Sydney (Australia), Salvador (Brazil), Repentigny (Canada), Santa Ana (Costa Rica), Milan (Italia), Guadalajara (Mexico), Utrecht (Belanda), Kazan (Rusia), e-Thekwini (Afrika Selatan), Mezitli (Turkey) dan New York (Amerika Serikat).
Oleh karena itu, Wali Kota Risma mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga Surabaya dan juga Indonesia atas dukungannya dalam penghargaan ini.“Penghargaan yang diperoleh tidak lepas dari dukungan seluruh warga Indonesia yang melakukan vote untuk Kota Pahlawan. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungannya,” ungkapnya saat bertemu awak media Senin, (10/12/2018).
Menurut Risma -sapaan Tri Rismaharini-, total ada 213 kota dari 70 negara yang kemudian diseleksi menjadi 45 kota.Selanjutnya, diseleksi kembali menjadi 15 kota sebagai finalis. Meski belum berhasil masuk kategori pemenang utama, namun Risma tidak berkecil hati. Menurut dia, penghargaan sejatinya bukanlah tujuan utama, melainkan yang lebih penting adalah bagaimana warga Surabaya bisa sejahtera.
“Pencapaian ini sudah sangat membuat Surabaya dikenal dan sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia. Apalagi Surabaya satu-satunya wakil Asia Tenggara yang mampu menembus babak final. Ke depan, kami tidak mau berlarut dalam pencapaian ini. Kita harus lebih bekerja keras,” terangnya. (adv/mar)

Alih Fungsi Sungai Menjadi Jalan Akan Segera Ditertibkan

Saifuffin Zuhri

SURABAYA (Swaranews) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya kembali melaksanakan amanah rakyat terkait kepentingan publik. Kali ini para wakil rakyat tersebut menyikapi pemanfaatan sungai yang dipakai untuk kepentingan sepihak.
Melalui Komisi C DPRD Surabaya kembali menggelar rapat dengar pendapat terkait alih fungsi sungai menjadi jalan yang akan dijadikan jalan akses masuk Apartemen Gunawangsa Tidar.
Menurut Ketua Komissi C DPRD Kota Surabaya, Saifuffin Zuhri dirasa masih mengalami kejanggalan dalam hal proses perijinan AMDAL.
“Kami meminta pihak Gunawangsa Tidar segera membongkar jembatan untuk akses jalan yang dibangun setelah proses normalisasi sungai, karena akan menggangu aliran sungai Asemrowo.Agar supaya tidak mengganggu arus sungai yang ada disitu sehingga terjadi timbunan sampah,” ujar pria yang akrab disapa Ipuk ini, saat ditemui usai hearing, Senin (3/12/2018).
Ipuk menyampaikan apabila pihak Apartemen Gunawangsa tidak segera membongkar bangunan akses jalan yang dibuat dari dana CSR Gunawangsa tersebut. Maka akan semakin memperkuat dugaan adanya skenario titipan yang hanya menguntungkan pihak Gunawangsa.
“Apa keberatannya Gunawangsa kalau itu tidak disetujui oleh pemerintah kota dan dia harus bongkar, karena dia bertindak tidak atas persetujuan dinas PU dan Bina Marga,” tegasnya.
IKetua Komisi C DPRD Kota Surabaya ini juga meminta Pemkot Surabaya melakukan penindakan melalui Bantib agar proses pembongkaran segera dilakukan.
“Jadi tindakan yang dilakukan tanpa persetujuan pemerintah kota, maka pemerintah kota harus segera melakukan penindakan agar mereka (Gunawangsa) tertib,” tukasnya.
Secara terpisah CEO Apartemen Gunawangsa, Triandy Gunawan mengatakan akan mengkoordinasikan dengan tim dan pihak pemkot.
“Ya nanti kita koordinasikan dengan pemerintah kota, kalau sekarang ya nggak berani ngomong,” terangnya. (Adv/mar)

Pulasng Dari Guangzhou China, Wali Kota Risma Semakin Intensif Menata Surabaya3

SURABAYA (Swaranews) – Usai pulang dari Guangzhou China, membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini semakin intensif untuk berkeliling meninjau beberapa lokasi di Surabaya. Berbagai penghargaan tingkat internasional yang telah diraih, tidak membuat Wali Kota Risma berhenti untuk menata kota. Bahkan, penghargaan yang telah diraih itu, menjadi penyemangat untuk semakin intensif menata Kota Surabaya.

Seperti peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu, (08/12/12) malam. Setiba dari Guangzhou China, secara langsung ia mendatangi lokasi untuk melihat kondisi rumah dan bertemu dengan para korban. Apalagi saat ini curah hujan begitu tinggi, membuat wali kota perempuan pertama di Surabaya ini semakin intensif untuk berkeliling meninjau saluran-saluran air di beberapa lokasi Surabaya. Seperti pagi ini, sejak pukul 06.00 WIB, ia bersama jajarannya turun langsung untuk memimpin jalannya pengerukan saluran air di Kawasan Jalan Banyu Urip Surabaya.

“Tolong itu lumpurnya dikeruk semua pak, sampah-sampahnya juga. Itu yang membuat saluran air menjadi mampet,” kata Wali Kota Risma saat memimpin jalannya pengerukan saluran air di Jalan Banyu Urip Surabaya, Rabu, (12/12/18).

Dengan menggunakan kebaya merah muda dan bersepatu boat, Wali Kota Risma pun langsung menginstruksikan agar beberapa alat berat diterjunkan, untuk mempercepat jalannya pengerukan. Sampah dan hasil pengerukan lumpur, kemudian diangkut menggunakan truk. Ia juga terlihat tidak canggung ikut terjun langsung bersama jajarannya membersihkan sampah yang menumpuk di saluran. “Itu lumpur dan sampah langsung masukkan ke karung, mobil truknya dekatkan sini pak, biar cepat ngangkut karungnya,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Ery Cahyadi menyampaikan setelah mendapat informasi adanya genangan air di kawasan Banyu Urip Kidul, Wali Kota Risma pun langsung menginstruksikan untuk melakukan pengecekan ke lokasi. Setelah dicek, ternyata ada beberapa penyebab yang membuat aliran air tidak bisa mengalir dengan lancar.

“Setelah kita cek, ternyata memang di saluran itu tertutup dengan sampahnya dari pasar (tumpah). Yang kedua, (saluran) tertutup dengan tiang listrik, sehingga sampah itu berhenti di sana,” kata dia.

Saat ini, lanjut dia, untuk pengerjaan awal pengerukan saluran air dimulai dari Jalan Banyu Urip. Sebelum nantinya pengerjaan saluran dilanjutkan di Jalan Banyu Urip Kidul, yang arah menuju ke Kantor Kelurahan Banyu Urip. “Jadi proses pengerjaannya adalah sekarang kita prosesnya membesarkan (saluran) yang di atas sebelum membersihkan yang di bawah,” terangnya.

Ia mengungkapkan adanya pasar tumpah yang berdiri di atas saluran air, membuat pihaknya sedikit kesulitan untuk membersihkan tumpukan sampah. Oleh karena itu, untuk mempermudah pengerjaan, nantinya pasar tumpah akan digeser ke area kantor Kelurahan Banyu Urip. “Sekaligus kita punya rencana untuk membangun kantor kelurahan tingkat, dan pasar (tumpah) yang ada di luar kita masukkan ke area kantor kelurahan,” ungkapnya.

Kepala Bappeko Kota Surabaya ini juga menyampaikan bahwa pengerjaan pengerukan saluran ini, nantinya akan sedikit menghambat aktivitas warga sekitar. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar mengerti dan memahaminya. “Karena kita berharap tidak ada banjir di daerah Banyu Urip. Setelah ini kita rapatkan bersama dengan Pak Lurah, RW, RT dan juga warga,” jelasnya.

Bahkan nantinya, Ery mengaku, pihaknya juga akan memasang pompa air baru di dua titik lokasi tempat saluran air yang mengarah ke Banyu Urip Kidul. Harapannya, agar ketika hujan deras turun, aliran air dapat dengan mudah terkontrol. Sehingga, aliran air tidak semuanya menuju ke Jalan bawah arah Banyu Urip Kidul. “Sebetulnya aliran air tidak semuanya langsung turun ke bawah. Seharusnya dibagi dua. Ada yang 50 persen turun ke bawah, mungkin yang 30 persen yang ke arah masjid,” tambahnya.

Terkait kapasitas pompa yang akan digunakan, Ery menuturkan, pihaknya masih akan melakukan perhitungan bersama dinas terkait. Agar nantinya kapasitas pompa yang akan dipasang mampu mengontrol aliran air. “Untuk kapasitas pompa ini masih kita hitung dengan teman-teman Dinas PU dan Bina Marga. Muatannya nanti berapa, ini kita rapatkan juga di kelurahan,” pungkasnya. (*)