Beranda blog

Lomba Komsos Kreatif, Pangdam Serahkan Penghargaan

SURABAYA (Swaranews) – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe, P.B resmi mengakhiri lomba komsos kreatif yang ditujukan bagi para pelajar se-Jawa Timur.
Melalui amanat yang dibacakannya, Pangdam mengatakan jika perlombaan yang digagas oleh Staf Teritorial Kodam itu, digelar guna membangun soliditas, solidaritas dan menumbuhkan semangat Persatuan dan Kesatuan di dalam diri para pelajar.

“Upaya itu, untuk meningkatkan jiwa kebangsaan dalam bingkai NKRI,” tegas Pangdam melalui amanat penutupan lomba komsos kreatif di Gedung Balai Prajurit, Makodam V/Brawijaya, Surabaya. Selasa, 17 September 2019 siang.

Tidak hanya itu, mantan Danrem 084/Bhaskara Jaya itu menegaskan jika kemenangan dalam perlombaan itu, bukanlah suatu tujuan utama. Akan tetapi, aktualisasi kembali semangat juang dan ide kreatif para peserta, merupakan hal utama yang diinginkan oleh pihak Kodam selama berlangsungnya event tersebut.

“Kegiatan lomba seperti ini merupakan agenda penting untuk dilaksanakan karena bernilai positif, yaitu dalam rangka menggali dan mengembangkan bakat para generasi penerus bangsa,” jelasnya. “Maka dari itu, kalah atau menang dalam lomba ini, bukanlah yang utama. Namun, yang diutamakan adalah nilai-nilai semangat dan rasa solidaritas para peserta,” imbuh Jenderal Bintang Dua kelahiran Kota Surabaya ini.

Untuk diketahui, terdapat beberapa kategori perlombaan dalam event tersebut. Selain perlombaan fotografer, pihak Kodam juga membuka perlombaan Tari Remo, salah satu tari khas masyarakat Jawa Timur.

Untuk lomba Tari Remo, di peringkat pertama berhasil diduduki oleh para pelajar dari perwakilan Kodim 0807/Tulungagung. Di peringkat kedua, diraih oleh peserta dari perwakilan Kodim 0821/Lumajang, dan di peringkat ketiga telah diisi oleh pelajar dari pewakilan Kodim 0815/Mojokerto. (mar)

Ning Leni Maulana Seniman Ludruk yang Terus Belajar

SURABAYA (Swaranews) – Sosok Ning Leni seniman ludruk RRI Sur yang kini tidak muda lagi dan usianya sudah merambah kepala empat tidak mau ketinggalan jaman. Ia terus berupaya belajar Tekonologi Informasi dan mengikuti kecenderungan masyarakat.”Sebagai seniman ludruk di era global harus mampu menguasai teknologi canggih dan memahami situasi dan kondisi masyarakat “Ujar Leni yang juga merangkap Pengarah Acara Program Sandiwara.

“Ya boleh saja mengetengahkan cerita rakyat atau legenda tapi sekali-kali harus menampilkan cerita kekinian,” imbuh Ning Leni. Perempuan yang masuk RRI Surabaya sekitar 10 tahun lalu berkeinginan,seni ludruk tidak hanya diminati kalangan orang tua namun juga kalangan kawula muda.

“Kawula muda harus mengenal dan memahami seni ludruk, jangan salahkan nanti jika ada seni ludruk diklaim bangsa lain,” tandas Ning Leni. Ia memberikan solusi agar digemari kawula muda,selain harus menampilkan cerita kekinian juga perlu diwarnai hasil kreasi anak muda.”Kalau perlu ludruk mengetengahkan Gita Cinta dari SMA,yang menceritakan roman cinta di SMA atau Di Kampus Ada Cinta, cerita cinta dikalangan mahasiswa,”elas Leni sembari menambahkan kawula juga perlu menonton cerita legenda atau sejarah yang dikemas sesuai selera anak muda.

Ning Leni mengakui, untuk menampilkan cerita era sekarang yang disukai kawula muda tidak terlalu sulit,namun yang perlu dipikirkan minimnya pemain ludruk muda untuk berkiprah dihadapan generasi muda.
“Saya kalau memerankan mahasiswa masih sanggup tapi kalau menampilkan sosok anak mahasiswa saya angkat tangan, memang dari sisi suara sebenarnya masih layak ya kalau untuk siaran radio tidak masalah cuma hanya suara,” ungkap Leni yang alumni salah satu sekolah lanjutan di Surabaya.

Dalam upaya meningkatkan wawasan kemampuan serta ketrampilan dalam seni tradisional ludruk Ning Leni sering berdiskusi dengan para seniman ludruk baik dari lingkungan RRI Surabaya maupun dengan para seniman muda Surabaya seperti Cak Meymura, Cak Sabil, Cak Robert Bayonet dan Cak Djadi Galajapo. “Diskusi sangat penting untuk melangkah maju selama tidak debat kusir ,” pungkas Leni yang piawai .menari. berolah vokal dan pemain ludruk. Km

Acara Bersih Desa tarokan

KEDIRI (SwaraNews) – Kebersaaan dan kekompakan masyarakat Desa tarokan Kecamatan tarokan Kabupaten kediri memang tak di ragukan. Terbukti dalam berbagai kegiatan baik bidang kemasyarakatan, kesenian maupun bidang keagamaan,
Kali ini Desa tarokan kembali membuat berbagai kalangan terkagum dengan kekompakan seluruh masyarakat, bersama pemerintahan desa yang ada saat ini. Desa Tarokan yang dipimpin oleh Supadi,SE. Ini menggelar acara bersih desa, (14/09/19) dengan berbagai kegiatan mulai dari kirab budaya dan di tutup oleh pagelaran wayang kulit.

kirab budaya yang melibatkan masyarakat dan pemerintahan desa tarokan. Kegiatan kirab budaya dengan beberapa tumpeng gunungan yang ber isi hasil panin warga tarokan diberangkatkan oleh kepala desa supadi ,SE beserta ibu dari depan kantor balai desa tarokan dan keliling menuju dusun dusun yang di setiap jalan dengan membagikan tumpeng gunungan berisi hasil pertanian desa tarokan mulai padi, jagung, kedelai, sayur mayur, polopendem atau umbi-umbian hingga buah-buahan dan palawija, dan finish kembali ke balai desa. Dengan berbusana adat jawa kepala desa dan perangkatnya membuat antusias masyarakat desa tarokan.

Dilanjutkan dengan menyaksikan pesta rakyat yang di sajikan oleh masyarakat dan pemerintah desa tarokan dalam rangka Bersih Desa yang terpusat di balai desa tersebut tampak ramai penuh sesak pengunjung. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh ki dalang tantot sutanto

Merupakan puncak kegiatan dari acara dalam rangka Bersih Desa tarokan Dalang yang namanya tak asing lagi ini membawa lakon tumurene wahyu mahkuto romo dengan bintang tamu gareng semarang dan thema bersih desa sedekah bumi.

Supadi, SE. selaku kepala desa tarokan menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pagelaran seni tersebut dalam rangka bersih desa tarokan. Dirinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat tarokan yang telah ikut mensukseskan kegiatan tersebut.
Supadi juga berharap dari kegiatan bersih desa tersebut pemerintah desa tarokan bisa selalu melestarikan kebudayaan yang bersifat religi tersebut. “Kegiatan ini rutin yang diadakan tiap tahun sudah menjadi agenda desa tarokan. Semoga ini akan bisa selalu dilestarikan karena kegiatan Bersih Desa atau Selain ini adalah budaya Religi Desa tarokan kami masyarakat dan pemerintah Desa akan selalu berusaha melestarikanya,” jelas Supadi kepala desa tarokan.

Lebih lanjut Kades supadi berharap dari kegiatan Bersih Desa Tersebut, pemerintah desa dan seluruh masyarakat desa tarokan selalu dalam keadaan aman dan tentram, serta selalu guyup rukun sehingga Pemerintah Desa tarokan di beri kemudahan dalam melaksanakan pembangunan Desa. Er

DLHKP Adakan Focus Group Discussion RPPLH Kota Kediri tahun 2019

KEDIRI (swaranews) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) mengadakan _Focus Group Discussion_ (FGD) Penyusunan Rencana Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Kota Kediri tahun 2019. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Kilisuci, Kamis (12/9).

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar hadir sekaligus membuka acara. Mengawali sambutannya, Walikota Kediri mengingatkan forum ini penting untuk keberlanjutan bersama, khususnya untuk Kota Kediri.

“Saya rasa sekarang Pak Presiden pun juga sangat fokus terhadap krisis lingkungan hidup. Oleh karena itu, kita diskusinya juga harus kritis supaya bisa membangun Kota Kediri betul-betul lebih baik lagi. Dan tentunya kalau mungkin nantinya ada indeks kenyamanan tinggal di Kota Kediri pun juga harus meningkat. Saya juga ingin mengingatkan bahwa yang paling kelihatan yaitu aspal kita selalu naik. Lalu warga kita lebih suka paving dibanding tanah. Paving memang bisa menyerap tapi tidak bisa maksimal seperti tanah. Saya lihat di daerah maju, taman-taman digunakan sebagai resapan air. Ini juga perlu kita pikirkan bersama. Apabila ada ruang publik justru harus digunakan untuk resapan air. Kalau kita secara _massive_ melakukan ini bersama-sama di seluruh indonesia, maka air yang disedot dalam tanah itu tidak akan turun,” tandas Mas Abu.

Walikota muda tersebut melanjutkan, dalam periode kedua kepemimpinannya bersama Ning Lik mengusung misi yaitu mewujudkan Kota Kediri yang aman, nyaman dan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.

“Saya dan Ning Lik ada misi dalam mewujudkan Kota Kediri yang aman, nyaman dan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Jadi anak cucu kita tetap bisa merasakan. Saat ini indeks kualitas lingkungan hidup Kota Kediri besarnya 58,29, target saya di 2024 nanti menjadi 70,00. Saya berharap banyak lagi tempat-tempat yang layak untuk anak-anak bermain. Karena penduduk kita kurang lebih 80% tempatnya di perkampungan, 20% nya di pinggir jalan. Rata-rata rumahnya berdekatan. Oleh karena itu, mereka harus bermain di luar dengan alam,” lanjut Mas Abu.

Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan penyusunan dokumen yang semakin bagus sehingga permasalahan lingkungan hidup di Kota Kediri bisa teratasi dan akhirnya berdampak pada pembangunan yang berkelanjutan
Adapun topik yang dibahas dalam forum tersebut yaitu Sumber Daya Alam (SDA), kualitas lingkungan hidup, pengendalian SDA dan adaptasi mitigasi perubahan iklim di Kota Kediri. Narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Dr. Lutfi Muta’ali pengajar Fakultas Geografi dari UGM Yogyakarta. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Eny Endardjati, Seluruh Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Kediri, Direktur PDAM, Lurah Se-Kota Kediri, Pimpinan Instansi / Lembaga, Pimpinan Civitas Akademika, Aktivis Peduli Lingkungan dan Perwakilan Pelaku Usaha (adv/Er)

Buddhayana Dharmawira Center Adakan Festival Kue Bulan

SURABAYA (Swaranews) – Menyambut festival kue bulan vihara Buddhayana Dharmawira Center (BDC) berbagi kebahagiaan bersama para lansia dari panti surya, panti wredha Undaan dan panti wulan Bahagia.
Nuansa keakraban dan kebersamaan meski berbeda keyakinan para oma dengan gembira bernyanyi dan makan bersama. Salah satu oma Tan Giok Lin dari panti Surya meski berusia 81 tahun tapi masih dapat menyanyi lagu I Love Jesus dengan syahdu mendapatkan aplaus dari para pengurus vihara BDC yang mayoritas buddhis.
“Vihara BDC miniatur mini kebhinekaan tunggal ika dalam hidup bermasyarakat tanpa memandang suku, agama dan ras. Acara ini untuk berbagi kasih sayang menghibur para opa maupun oma yang kesepian di panti. Berbagi kebahagiaan sama halnya menanamkan benih kebajikan dalam batin kita masing-masing,” ujar Hudy Suharto, ketua panitia.
Setelah itu dilanjutkan dengan lomba karaoke Mandarin yang diikuti 60 peserta dari berbagai daerah di Jatim dan luar Jawa. Antusiasme para peserta yang hadir makin memeriahkan puncak perayaan festival kue bulan ini.
Juara pertama Yang Sioe Koe akrab disapa Evy dari Surabaya. Pemenang kedua Raymond dari Sidoarjo keduanya memperoleh nilai sama 29,73. Evy menjadi juara pertama karena memiliki keunggulan performance. Sedangkan juara ketiga Sioe Siang, seorang tuna netra dari Malang.
Kemenangan ini merupakan anugerah Tuhan. Kata Evy yang sering ikut lomba karaoke mandarin sejak 10 tahun lalu. Dan kemenangan ini gelar yang ke 44 kali kemenangannya. Wanita 60 tahun ini alumni SMP kelas 1 Jiao Zhong Surabaya. “Kemenangan ini bukanlah yang utama, namun persahabatan, kebersamaan, pertemuan dengan sahabat lansia yang lebih penting. Dengan menyanyi bersama memunculkan kebahagiaan dalam batin,” jelasnya. Sun

Ketua Fobi Jatim Chandra Wurianto Bangga Atas Keberhasilan Tim Fobi Kaltara Mengalahkan Tim Malaysia di Lomba Barongsai XI ITC

SURABAYA (Swaranews) – Tim barongsai Fobi Kaltara (Kalimantan Utara) juara pertama lomba barongsai XI ITC kategori Tonggak, minggu 25/8/2019. Tim ini memperoleh nilai 9,220 menang tipis atas tim barongsai juara bertahan Khu Sen Keng dari Malaysia dengan nilai 9,180 juara ketiga yang tahun lalu menjadi juara lomba barongsai ITC X 2018. Sedangkan tim kuda hitam dari Tiongkok yang mayoritas pelajar sekolah menengah usia 15 tahun tim Teng Xian Zhong Deng Zhuan Ye Xie Xiao dari China menjadi juara kedua nilai 9,210.
Chandra Wurianto bangga atas keberhasilan tim Fobi Kaltara yang berhasil mengalahkan tim Khu Sen Kheng Malaysia rival bebuyutannya. “Perkembangan barongsai di Indonesia cukup pesat meski sumber daya manusia pemainnya non-Tionghoa namun memberikan kontribusi positif dalam tim dengan menjaga kekompakan. Semoga Fobi Kaltara dan Kong Ha Hong Jakarta tahun ini berhasil menjadi juara dunia barongsai di China,” harapnya.
Sejak penyisihan kedua tim Fobi Kaltara dengan Ku Shen Keng Malaysia berlomba menampilkan atraksi yang elegan kepada penonton maupun dewan juri dimana kedua tim melakukan gerakan 14 tingkat kesulitan diatas tim lainnya.
Sedangkan tim Kong Ha Hong Jakarta hanya menjadi juara harapan 1 dengan nilai 9,15. Penampilan anti klimaks di luar dugaan tim ini berhasil juara tiga kali di ITC beberapa tahun lalu.
Penyerahan hadiah juara pertama diberikan oleh Chandra Wurianto ketua Fobi Jatim kepada Alung Tjandra manager Fobi Kaltara dan penyerahan medali dilakukan Indah kurnia, anggota DPR RI. Indah mengatakan kegiatan barongsai merupakan kegiatan positif generasi muda dalam menjaga kekompakan, kebersamaan dalam tim yang terdiri dari bermacam suku agama ras sama halnya mempraktekkan Pancasila membina toleransi, gotongroyong dan kebersamaan dalam tim.
Manager tim fobi kaltara, Alung Tandra yang juga pengurus PSMTI Tarakan mengatakan kemenangan ini karena kekompakan dalam tim hingga berhasil menjadi juara pertama, juga faktor kebugaran fisik dan sedikit keberuntungan. Kami sempat berdegup jantung posisi nilai yang terpaut tipis dari babak penyisihan hingga final.
“Terima kasih juga dukungan rekan-rekan PSMTI Jatim yang ikut hadir memberikan support yaitu Go Tjong Ping (anggota DPRD Jatim, red), Alex Setiawan, Solekan, Totok Sudarto dan beberapa pengurus lainnya,” ujarnya kepada swaranews. Sun

Lithang Boen Bio Adakan Acara Mengenang Leluhur dan Kesetiakawanan Sosial

SURABAYA (Swaranews) – Lithang Boen Bio mengadakan acara king hoo ping (8/9/2019) di daerah Kapasan Surabaya. Makna king hoo ping bagi umat Konghucu memiliki 2 makna yaitu berbakti mengenang para leluhur yang telah wafat serta kesetiakawanan sosial sesama manusia di dunia.

Puncak acara ini dengan pembagian 4500 paket sembako kepada warga yang kurang bahagia di kawasan Kapasan, Kenjeran, Surabaya Timur. “Kita wajib merenungi kesetiakawanan dalam lingkungan keluarga khususnya engkong dan emak yang sudah wafat sebagai bentuk berbakti dengan menjaga jiwa raga dan nama baik keluarga.

“Nilai luhur kemanusiaan berbakti pada keluarga dan sesama manusia menjadikan hidup berkarya bagi sesama menjadikan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik inilah makna kesetiakawanan tersebut” ujar handoko, ketua Lithang Boen Bio.
Setelah selesai sembahyang bersama kepada para leluhur, acara dilanjutkan dengan pembagian paket sembako. Masyarakat sekitar lithang yang memiliki kupon mendapatkan jatah satu kresek paket sembako beras, mibyak goreng, kecap, garam, gula, indomie dan snack. Pembagian ini melalui dua pintu depan dan belakang sehingga tak sampai menimbulkan antian panjang maupun kemacetan lalu lintas di sekitar lithang tersebut. Sun

Sanusi Resmi Jabat Bupati, Khofifah Tekankan Pengembangan Malang Raya

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melantik Sanusi sebagai Bupati Malang sisa masa jabatan 2016-2021 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (17/8/2019) siang.

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan/SK Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 131.35-4048 Tahun 2019 tanggal 13 September 2019 tentang pengesahan pengangkatan Bupati dan pengesahan pemberhentian Wakil Bupati Malang sisa masa jabatan 2016-2021.

Sanusi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Malang menggantikan Rendra Kresna yang terkena masalah hukum dan diputus bersalah oleh pengadilan dan telah diberhentikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Kepada Sanusi yang baru dilantik, Khofifah menjelaskan bahwa Kabupaten Malang, Kota Malang serta Kota Batu sebagai wilayah yang sangat solid dalam mempersiapkan kawasannya sebagai Malang Raya. Koordinasi diantara Bupati Malang, Walikota Malang serta Walikota Batu sangat intensif melakukan koordinasi terkait pembangunan infrastruktur, konektivitas serta pariwisata di wilayah Malang Raya.

“Dari pertemuan beberapa hari lalu, tiga kepala daerah tersebut berharap ada Light Rail Transit (LRT) yang saling terkoneksi antara Malang Raya. Semalam saya dapat tamu investor yang memiliki opsi pembangunan skytrain. Sekarang sedang kota Batu sedang exercise cable car ke Gunung Panderman. Bila dari Panderman sampai dengan Bromo, maka skytrain memungkinkan membangun konektivitas dengan beberapa titik stasiun,” katanya.

Menurutnya, pembangunan ini berseiring dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dimana di dalamnya ada cluster digital IT. Melalui pembangunan ini, dirinya berharap target start up Jatim terkonsentrasi di Malang Raya. Keberadaan KEK Singhasari juga diharapkan menjadi kekuatan dalam menyiapkan Malang Raya sebagai area digital IT.

Selain pengembangan kawasan Malang Raya, sebut Khofifah, pembangunan kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) menjadi salah satu dari tiga prioritas pembangunan di Jawa Timur lima tahun kedepan. Sehingga dengan pembangunan infrastruktur dan konektivitas terutama Malang Raya dirinya berharap ada peningkatan lama berkunjung (lenght of stay) wisatawan terutama dari wisatawan manca negara ke Jatim.

“Jadi kesiapan Malang Raya untuk menjadi bagian dari penyangga BTS menjadi sangat penting. Terutama Kab. Malang memiliki daerah yang bersebelahan langsung dengan Bromo, juga  dengan Kediri dan berhimpit dengan Kabupaten Blitar. Jadi ini akan menjadi bagian penyangga juga untuk selingkar Wilis. Betapa pentingnya Kab. Malang sebagai penyangga BTS juga sebagai penyangga selingkar Wilis,” jelasnya.

Dengan pengembangan kawasan BTS serta Selingkar Wilis, diharapkan dapat membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan. Hal ini sekaligus menjadi terbukanya percepatan pembangunan kesejahteraan di wilayah selatan Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara RPJMD Kab. Malang dengan RPJMD Provinsi Jatim. Selanjutnya, bisa diselaraskan dan disinkronkan dengan RPJMN pemerintah pusat yang saat ini tengah dibahas oleh tim dari Bappenas.

“RPJMN saat ini on progress dan Menteri Bappenas sudah melakukan sinkronisasi program. Tim RPJMN akan terus mendata apa yang menjadi kebutuhan lokal, regional kemudian disinergikan dalam perencanaan pembangunan nasional,” katanya.

Sinkronisasi ini menjadi penting. Apalagi saat ini, pemerintah pusat sedang melakukan percepatan pembangunan industri terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Percepatan ini dilakukan dengan sangat cepat, intensif dan detail.

“Ada sesuatu yang harus disinergikan sifatnya sangat segera. Seperti prinsip dalam SDG’s bahwa kita ingin ‘No One Left Behind’ atau jangan ada satupun  yang tertinggal. Dalam perencanaan ini titik strategisnya adalah pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja serta peningkatan PDRB. Jadi ini yang harus terus disisir,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Khofifah meminta kepada Bupati Malang beserta seluruh OPD memperhatikan efektivitas pembangunan dan fokus pada titik yang memiliki daya ungkit pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas. Sehingga ke depan bisa menurunkan ketimpangan, mengurangi kemiskinan sekaligus memperluas lapangan pekerjaan.

Terkait kemiskinan di Kab. Malang, lanjutnya, sudah ada penurunan namun bila diukur secara kuntitatif masih cukup tinggi apalagi di wilayah Malang selatan. Untuk itu perlu dikembangkan pembangunan berbasis kewilayahan dengan mengoptimalkan keberadaan Bakorwil.

Di akhir, Khofifah mengatakan bahwa di era saat ini terjadi dinamika sosial, ekonomi, politik dan hankam yang relatif fluktuatif. Untuk itu perlunya membangun equilibrium dynamic atau titik ekuilibrium baru.

“Apa yang sudah terbangun di Jatim guyub rukun tolong dijaga, kehidupan harmoni terus diikhtiarkan seperti dalam Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Harmoni. Apalagi heterogenitas Jatim luar biasa sehingga bangunan kehidupan harmoni harus diikhtiarkan bersama,” katanya.

Arumi Lantik Ketua TP PKK dan Dekranasda Kab. Malang

Selain mengagendakan pelantikan Bupati Malang, pada kesempatan tersebut juga mengagendakan pelantikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kab. Malang sisa masa jabatan 2016-2021 yakni Anis Zaidah Wahyuni Sanusi oleh Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Prov. Jatim, Arumi Emil Elestianto Dardak.

Pelantikan tersebut berdasarkan SK Ketua TP PKK Prov. Jatim nomor 11/KEP/PKK.PROV/IX/2019 tentang pemberhentian dan pengangkatan Ketua TP PKK Kab. Malang tanggal 16 September 2019 serta SK Ketua Dekranasda nomor 016/DEKRAN.JATIM/SK/IX/2019 tanggal 16 September 2019 tentang pengesahan dan pengangkatan Ketua Dekranasda Kab. Malang sisa masa jabatan 2016-2021.

Dalam sambutannya, Arumi, sapaan akrab Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Jatim ini mengutip apa yang disampaikan Gubernur Jatim saat melantik pengurus TP PKK Provinsi Jatim bahwa meraih prestasi penting namun jangan sampai lengah bahwa tantangan dan hambatan selalu datang.

“Oleh karena itu kita harus selalu adaptasi terhadap segala perubahan, tren yang ada serta apa yang terjadi di sekeliling kita. Apalagi Malang posisinya sangat strategis terutama terkait pariwisata,” katanya.

Selain beradaptasi, Arumi juga mengingatkan pentingnya kesiapan sebelum berbagai kemajuan pembangunan dilakukan. Ditambah pemerintah pusat memiliki target pembangunan proyek Selingkar Wilis, serta pengembangan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dimana Kab. Malang menjadi wilayah yang dilalui.

“Kesiapan ini harus dilakukan salah satunya dengan membina UMKM karena dengan berbagai proyek tersebut nantinya banyak pihak yang melirik potensi Malang. Jadi masyarakat lokal harus dapat peran. Jangan sampai yang mengambil peranan tersebut adalah orang luar, dan masyarakat lokal hanya jadi penonton. Harus disiapkan visi misi dalam menyambut kemajuan itu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Arumi juga meminta Ketua TP PKK Kab. Malang untuk fokus terhadap masalah penanggulangan stunting, peningkatan IPM serta masalah sampah plastik. Terkait sampah plastik, sebut Arumi, menjadi problem bersama. Apalagi Kab. Malang merupakan daerah tujuan wisata, sehingga hal tersebut harus disikapi serius. (Msa)

Khofifah : Keselamatan Transportasi Tidak Boleh Ditawar-tawar

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa keselamatan adalah hal yang mutlak dalam penyelenggaraan transportasi. Menurutnya, aspek keselamatan adalah sesuatu yang tidak boleh ditawar-tawar karena bersingungan dengan nyawa manusia.

“Tidak ada konektivitas tanpa adanya jaminan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam menggunakan layanan transportasi,” kata Khofifah usai Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019 di Kampus Politeknik Pelayaran Surabaya, Selasa (17/9/2019) pagi.

Hari Perhubungan Nasional ini merupakan hari bakti nyata para insan transportasi yang telah bekerja keras mewujudkan konektivitas transportasi di seluruh wilayah Indonesia dan memberikan pelayanan jasa transportasi yang selamat, aman dan nyaman. Tema Hari Perhubungan Nasional Tahun 2019 ini yaitu “Merajut Nusantara Membangun Bangsa, Bakti Nyata Insan Perhubungan Untuk Indonesia Unggul Indonesia Maju”.

Khofifah berharap, seluruh insan transportasi baik ASN, swasta, dan masyarakat bersama-sama guyub rukun bersinergi membangun konektivitas guna mewujudkan transportasi yang handal dan berkeselamatan tinggi bagi seluruh masyarakat pengguna transportasi di Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengungkapkan bahwa transportasi termasuk moda dan infrastruktur didalamnya menjadi salah satu indikator kemajuan bangsa. Banyak negara di dunia yang berlomba membangun dan menyediakan sistem transportasi publik yang handal, mumpuni, efisien, dan terjangkau.

Menurutnya, Jawa Timur sebagai salah satu daerah penopang perekonomian nasional pun tidak lepas dari upaya pembangunan infrastruktur transportasi khususnya jalan tol, pelabuhan, bandara, rel kereta api, dan lainnya.

Tersambungnya jalan tol Jakarta-Probolinggo di kuartal I tahun 2019 lalu menjadi sejarah baru bagi transportasi Indonesia, khususnya Jawa Timur. Jalan bebas hambatan tersebut menjanjikan pelayanan distribusi barang dan jasa semakin lancar di Pulau Jawa.

Tujuannya tentu saja pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat di daerah yang dilalui jalan tol tersebut. Ditambah, berdirinya sentra-sentra industri, bisnis, niaga, dan permukiman di sekitar jalan tol tentu membawa dampak terciptanya lapangan kerja baru dan terbukanya daerah-daerah yang terisolasi. Itu juga berarti meningkatkan pemerataan hasil pembangunan.

“Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ditargetkan beroperasi seluruhnya pada tahun 2025 mendatang. Ini tentu saja menjadi lompatan besar bagi Jawa Timur,” imbuhnya.

Tidak lama lagi, lanjut Khofifah di Jawa Timur juga akan berdiri bandar udara baru di wilayah Kediri. Bandara tersebut akan dibangun awal tahun 2020 dan ditargetkan akan selesai gunannya pada akhir 2021. Keberadaan bandara ini akan memberikan banyak dampak positif bagi daerah disekitarnya.

Sementara itu, dalam peringatan Harhubnas tahun 2019 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi kepada pengemudi angkutan umum, penjaga rel kereta api dan penjaga mercusuar. Masih dalam rangkaian yang sama juga digelar bakti sosial, donor darah, dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan. (Msa)

Buka Pawai dan Festival Seni Agama Hindu, Khofifah : Kebhinekaan Adalah Kekayaan Bangsa

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka perhelatan Pawai dan Festival Seni Agama Hindu ke-3 Tingkat Nasional 2019. Dalam kesempatan itu, Khofifah mengatakan bahwa proses akulturasi budaya di Jawa Timur telah berjalan sangat natural.

“Kita melihat bagaimana pawai festival seni keagamaan Hindu yang dari Jawa Timur, ada nggak sesuatu yang kita merasa aneh, merasa ini ternyata kita belum pernah bersinggungan, dan belum pernah menyaksikan. Sepertinya proses akulturasi budaya itu sudah berjalan sangat natural dan menyatu dengan budaya Jawa Timur,” kata Khofifah di Jatim Expo Surabaya, Selasa (17/9/2019).

Ia mencontohkan, proses akulturasi budaya tersebut dapat dilihat dari beberapa daerah di Jawa Timur yang turut berpartisipasi dalam pagelaran tersebut, seperti Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember dan Kota Surabaya. “Artinya itu sesuatu yang sudah menyatu dalam budaya Jawa Timur,” jelasnya.

Untuk itu, orang nomor satu di Jatim ini menyatakan bahwa kebhinekaan menjadi sesuatu yang indah sekaligus sebagai kekayaan bangsa Indonesia.

“Saya tadi mengawali dengan menukil pepatahnya Bung Karno. Bagi yang beragama Islam enggak perlu jadi orang Arab, bagi yang beragama Hindu enggak perlu jadi orang India. Jadilah tetap orang Indonesia karena kebinekaan dari suku, agama, bahasa, ras itu menyatu dalam bhineka tunggal ika,” pungkasnya. (Msa)