Beranda blog

Pembangunan Ruang Publik di Surabaya Menjadi Inspirasi Kota-kota Besar Dunia

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen menambah ruang publik di Kota Pahlawan. Dengan banyaknya ruang publik seperti taman, warga Surabaya bisa menyalurkan bakat, kreativitas, bersosial dan berinteraksi satu dengan yang lain. Terlebih, kehadiran ruang publik turut mempercantik estetika kota dan menyeimbangkantemperature udara.

 

Salah satu ruang publik yang baru diresmikan itu adalah Taman Ex Incinerator yang merupakan bagian dari Taman Harmoni Keputih. Taman baru itu, memiliki luas mencapai 2,8 hektar dengan luasan lahan yang sudah dibangun tahun 2019 mencapai 1,2 hektar. Taman Ex Incinerator, dulunya merupakan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Atas inisiasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, taman itu kemudian diubah menjadi ruang publik yang indah dan futuristik.

 

Sekjen United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasifik (Aspac), Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi, mengapresiasi atas upaya Pemkot Surabaya menyediakan ruang publik bagi masyarakat. Menurutnya, di berbagai negara besar, ruang publik seperti taman sudah sangat jarang ditemui di tengah kota. Karena itu, pihaknya sangat mendukung langkah Pemkot Surabaya menyediakan ruang publik bagi warga kota.

 

“Memang Surabaya itu sudah menjadi inspirasi untuk kota-kota besar di dunia. Banyak sekali yang sudah dengar tentang Kota Surabaya,” kata Bernadia saat berkunjung ke Taman Ex Incinerator, Keputih Surabaya, Senin, (17/6/2019).

 

Dalam kunjungannya itu, Sekjen UCLG Aspac ini hadir bersama beberapa delegasi. Mereka diantaranya, Ms. Fanny Salle, Vice President of the Province Loire Atlantique, Mr. Simone Gioventti Project Officer Cites Unies France and UCLG working group on prevention and management of teritorial crisis, David Sagita UCLG ASPAC Public Space Specialist dan M. Helmi Abidin DRR Coordinator UCLG ASPAC.

 

Bernadia menyampaikan setiap berkunjung ke Taman Ex Incinerator, selalu ada hal baru yang menarik, walaupun konstruksi tamannya itu masih belum tuntas 100 persen. Namun begitu, jika dilihat dari fingerprint yang ada, ia menilai idenya sangat brilliant dan bagus. Bahkan, pihaknya juga mengapresiasi atas dibangunnya 70 taman baru di Kota Pahlawan.

 

“Impressive (berkesan) sekali, ada 70 taman baru yang dibangun tahun ini di Surabaya, karena rata-rata di kota besar itu ada keterbatasan lahan, tapi karena komitmen sangat tinggi dari seorang leader (Wali Kota Risma), sehingga lahan terus ada untuk disediakan (ruang publik),” ujarnya.

 

Menurutnya, prioritas pembangunan ruang publik itu tergantung dari kebijakan Pemerintah Daerah (pemda) setempat. Ia menyebut, kebanyakan di kota-kota besar, pemda lebih memprioritaskan untuk pembangunan mal, hal ini berbeda dengan Kota Surabaya. Makanya, pihaknya sangat mendukung sekali langkah Wali Kota Risma menyediakan ruang publik bagi masyarakat.

 

“Karena sebetulnya ruang publik itu sendiri tergantung dari prioritas Pemda itu sendiri. ada pemda yang memprioritaskan untuk mal-mal, jadi semua itu komitmen tergantung dari Pemda,” jelasnya.

 

Ia menilai, ruang publik seperti taman kota itu sangat penting. Sebab, selain berfungsi menjaga kualitas udara, ruang publik dinilai dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat dan kreatifitasnya. “Jadi ruang publik Surabaya itu sudah menjadi referensi kota-kota besar di dunia. Setiap saya berkunjung ke sini (Surabaya) selalu ada perubahan-perubahan yang lebih baik sekali,” katanya.

 

Di waktu yang sama, Vice President of the Province Loire Atlantique France, Ms. Fanny Salle menilai bahwa pembangunan ruang publik seperti taman di Surabaya sangat bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu, keberadaan ruang publik di tengah kota juga sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk saling berinteraksi dan bersosial satu sama lain.

 

“Ini bisa menjadi referensi untuk visit (kunjungan) dari negara di Eropa, agar anak anak kita nanti merasakan kesegaran, dan sangat menarik jika masyarakat kita (Perancis) berkunjung segera ke sini,” kata Fanny.

 

Menurut dia, keberadaan ruang publik seperti taman dapat berfungsi untuk menyeimbangkantemperature dalam kota. Komitmen Pemkot Surabaya menyediakan taman atau ruang terbuka hijau di tengah kota merupakan langkah tepat. “Sangat mengesankan bagi kita di Eropa, bagaimana kota di sini (Surabaya) menghadapi masalah cuaca panas, tapi dapat diatasi dengan cara membangun taman untuk menambah kesegaran di dalam kota,” terangnya.

 

Ia mengungkapkan di kota-kota besar Perancis, tidak memiliki cukup alam terbuka, seperti pepohonan dan taman. Jadi ketika musim panas tiba, masyarakat banyak yang memilih untuk berpindah. Oleh karena itu, ia mengaku bakal mencontoh apa yang telah dilakukan Wali Kota Risma dengan membangun taman atau ruang publik di tengah kota. “Tempat seperti ini sangat penting untuk dimiliki anak kita nantinya. Untuk hidup, untuk bersosialisasi, dan untuk menyeimbangkantemperature dalam kota,” tandasnya. (mar)

PT SEKAR LAUT, Tbk TARGETKAN PERTUMBUHAN PENJUALAN 10% TAHUN 2019

SURABAYA (Swara News) PT Sekar Laut, Tbk, perusahaan dengan core bisnis krupuk mentargetkan pertumbuhan penjualan 10% di tahun 2019. Dengan pertumbuhan sebesar ini maka akan mendorong pertumbuhan laba hingga 20%. Pertumbuhan ini akan didukung dengan penjualan domestik dan pasar ekspor.

Kepada Swara News, usai Rapat Umum Pemegang Saham di Hotel Sheraton Surabaya, Direktur Keuangan PT Sekar Laut, Tbk John C. Gozal menyatakan, untuk pasar dalam negeri masih banyak ceruk pasar yang dapat dikembangkan menjadi target market produk perseroan. Sementara untuk pasar ekspor, perseroan juga mengembangkan penjualan ke pasar baru di luar negeri yang dapat menambah portfolio perseroan dalam jangka panjang.

Laba kotor perseroan tahun 2018 sebesar Rp267 miliar atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 237 miliar. Sedangkan laba usaha tahun 2018 sebesar 54 miliar meningkat dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 41 miliar. Laba bersih perseroan tahun 2018 mencapai 32 miliar, mengalami peningkatan 39% dari tahun 2017 yang diperkirakan hanya naik 20%. Kenaikan laba bersih ini disebabkan adanya peningkatan penjualan bersih dan efisiensi pada beban-beban perusahaan. Sedangkan laba per saham sebesar Rp 46,7.

Menurut John, tahun 2018 merupakan tahun penuh tantangan bagi dunia industri, akibat adanya tekanan eksternal yaitu perang dagang, serta tekanan global seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan berbagai persaingan di dunia industri yang membuat perseroan harus terus menerus mengembangkan produk-produk baru, mencari pangsa pasar dan memilih bahan baku dengan harga yang lebih terjangkau dengan tetap mempertahankan kualitas.

“Tahun 2018, penjualan perseroan meningkat sebesar 14,3%. Suatu peningkatan yang sangat baik dan melebihi target yang ditentukan, dalam kondisi ekonomi yang melambat. Peningkatan ini juga lebih tinggi dari yang dicapai pada tahun 2017 sebesar 9,6% sehingga total penjualan dapat menembus angka Rp 1 Triliun,” ungkapnya. (Shanty)

Dewan Harapkan B3 Masuk Dalam Draft RPJMD Pemprov Jatim

SURABAYA (Swaranews) – Pengolahan Limbah menjadi proiritas pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Melihat hal itu, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Jatim, Hadinuddin berharap agar Pemprov Jatim memasukkan penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dalam Draft RPJMD Pemprov Jatim.

“Penanganan limbah harus kita support dan harus dituntaskan,” ujar Hadinuddin.

Hadinuddin mengungkapkan, selama bertahun-tahun Pemprov mengalami kesulitan mengolah limbah B3 di Jatim. Sebab, di beberapa wilayah limbah B3 tidak bisa diolah secara memadai karena minimnya alat pengolahan. Di satu sisi, ketika dibuang ke luar Jatim, biaya operasional dan transportasi yang dibutuhkan cukup besar.

“Komisi D pembangunan dengan Pemprov Jatim, khususnya Badan lingkungan hidup sudah membahas untuk B3. Tapi tidak pernah selesai. Butuh kerja cepat, kerja cermat. Dua duanya harus diselesaikan dua tahun ” tambahnya.

Politisi dari fraksi Gerindra tersebut menuturkan, dalam dua tahun kedepan tempat pengolahan limbah bisa dibangun. Pansus RPJMD berharap Pemprov Jatim bisa memasukkan anggaran untuk pembangunan tempat pengolahan limbah di Jatim, terutama di Kabupaten Mojokerto dan Lamongan. Sedangkan untuk pengolahan limbah di Brondong, Lamongan, Pemprov Jatim akan bekerjasama dengan pihak swasta. (And).

Gubernur Khofifah Minta Pabrik Kertas Tetap Produksi dan Tetap Menjaga Lingkungan Hidup

MOJOKERTO (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setelah berkoordinasi dengan beberapa kementerian melanjutkan turun lapangan berkaitan dengan import sampah kertas bekas yang terindikasi ada ikutan sampah plastik.

Gubernur Khofifah meminta pabrik kertas di Jatim yang menggunakan bahan baku kertas bekas tetap berproduksi tetapi wajib mengkomunikasikan dengan eksportinya atas resiko pengembalian kontiner. Resiko pengembalian dapat dilakukan jika ternyata ditemukan kandungan plastik maupun limbah B3 pada barang yang dikirim.

“Saya minta pabrik kertas yang menggunakan bahan baku kertas bekas agar tetap produksi, tetapi wajib  mengkomunikasikan pada ekpsortirnya bahwa jika diketahui terdapat kandungan plastik dengan prosentasi tertentu  maka berpotensi  dikembalikan,” tukas Khofifah sapaan lekat Gubernur Jatim usai melakukan kunjungan di PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) dan Desa Bangun, Kec. Pungging, Kab. Mojokerto, Rabu(19/06).

Orang nomor satu di Jatim itu menjelaskan, berdasarkan Permendag 31 tahun 2016 maupun Konvensi Basel mei 2019, mengimpor kertas bekas sebagai bahan baku industri kertas diperbolehkan. Akan tetapi, yang menjadi masalah yakni adanya  ikutan sampah plastik bahkan  limbah B3.

“Jika ada ikutan sampah plastik sampai prosentase tertentu apalagi limbah B3, maka tidak diperbolehkan oleh regulasi  kita maupun  Konvensi Basel,” tegasnya sembari menjelaskan masalah ini juga sudah dibahas di tingkat pusat bersama Menko Maritim, Menperin, dan Mendag serta Menteri  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Ditambahkan, Menteri LHK juga sangat tegas terkait hal ini dan sudah ada 6 kontainer yang sudah dikembalikan ke negara exportir. Apalagi, sebagai negara pengimpor menurut konvensi Basel berhak mengembalikan ke negara exportir jika ada kandungan plastik dalam jumlah tertentu.

“Impor kertas bekas ini berasal dari beberapa negara, terbanyak dari Eropa. Dan di setiap tumpukan barangnya di Pakerin ini juga telah diberi keterangan dari negara mana serta  prosentase non kertasnya berapa persen,” ujar Khofifah sembari mengimbuhkan jika ada yang bertuliskan 98% kandungan kertasnya maka 2% kandungan non kertasnya.

Selain itu, untuk memperketat aturan maka surveyor di setiap kepabeanan harus lebih strict terhadap barang import yang datang, sehingga hs code nya juga sudah clear. Sedangkan di sisi daya dukung lingkungannya, maka pengolahan dan pembuangan limbah atau IPAL dipastikan  dimanage dengan lebih aman.

Terkait bahan baku non kertas, Khofifah meminta pabrik harus melakukan pemilihan dan pemilahan  dengan menggunakan teknologi antara lain  inseminator. Apalagi, inseminator bisa menghancurkan sisa-sisa sampah yang kategori non kertas bekas.

“Masyarakat juga harus diberi penjelasan bahwa bahan baku non kertas ini adalah sesuatu yang tidak mudah bersenyawa dengan tanah, sehingga akan mengganggu daya dukung alam dan lingkungan,” katanya.

Masyarakat Harus Diberi Solusi Sumber Income Baru

Sementara itu, saat mengunjungi Desa Bangun yang merupakan desa pemilah sampah, Gubernur Khofifah meminta agar masyarakat bisa diberi solusi sumber income baru. Dengan demikian, mereka tidak berharap pendapatan hanya dari memilah sampah tapi juga lainnya.

“PR kita saat ini adalah untuk mencarikan solusi bagi warga di desa ini agar bisa memperoleh sumber pendapatan lain dan tidak hanya dari memilah sampah,” tuturnya.

Masyarakat Desa Bangun, lanjutnya, sudah lebih dua puluh  tahun melakukan pekerjaan ini yakni dengan mengambil sampah kategori non kertas. Bahkan, menurut pengakuan warga dalam tiap harinya mereka bisa mendapat pendapatan Rp. 50 ribu hingga Rp. 100 ribu.

“Oleh sebab itu, kita harus segera mencarikan solusi terkait hal ini bekerjasama dengan pemkab setempat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyampaikan, akan segera melakukan tindak lanjut dan membicarakan dengan warga untuk mencari solusinya. Tentunya, solusi tersebut juga dengan tetap memperhatikan aturan-aturan yang berlaku.

“Hal ini sudah berjalan  sangat lama, maka pembicaraan-pembicaraan harus kita lakukan dengan teman-teman di desa maupun di wilayah,” ungkapnya sembari menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh Gubernur Khofifah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga berkesempatan memberikan bantuan berupa sembako, bak sampah terpilah, serta drop box penampung sampah 4 unit kepada warga Desa Bangun.

Turut mendampingi pada kegiatan ini, antara lain Kadis Lingkungan Hidup Prov. Jatim, Kadis Kominfo Prov. Jatim, Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR), serta kepala OPD di lingkup Pemkab Mojokerto. (Msa)

Terima Audiensi Pendemo, Plt Dinas Pendidikan Hudiono Nyatakan PPDB 2019 Dihentikan Sementara

SURABAYA (Swaranews) – Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pendidikan Jawa Timur Hudiono melakukan audiensi terhadap massa yang melakukan demo terkait PPDB 2019 didepan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/6/2019).

Dalam kesempatan itu, Hudiono memastikan dalam pengumuman 21 Juni mendatang, bahwa ranking sangat fair berdasarkan jarak. Ia berharap agar orang tua tidak salah saat memberikan titik.

“Klau salah memberikan titik ya pasti mereka akan kita verifikasi lagi. Karena titik itu dikerjakan bersama orang tua. Pertama, sekolah kemudian orang tua, Itu jarak,” katanya.

Hudiono juga menjelaskan, ketika jarak rumah itu jauh, siswa bisa masuk pada sistem yang kedua yaitu ujian nasional.

“Maka ketika rumahnya jaraknya jauh, tapi nilai ujian nasionalnya masuk ranking dia bisa diterima. Itu kita jamin pak,” tuturnya.

Untuk itu, Hudiono meminta kepada masyarakat agar menunggu pengumuman resmi pada 12 Juni 2019.

“Jangan sekarang menjadi keputusan dari masyarakat terus dipelintir,” kata Hudiono.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa mengambil keputusan dikarenakan hal itu sebagai produk undang-undang.

“Kami harus dipaksa hari ini untuk merubah keputusan sistem yang kita buat berdasarkan Permen 51, kita rubah ya tidak bisa. Karena peraturan menteri 51 tahun 2018 mengamanatkan seperti itu,” jelasnya.

Melihat hal tersebut, Hudiono memastikan bahwa untuk sementara sistem PPDB dihentikan.

“Bukan membatalkan tetapi menghentikan sementara,” tandasnya. (Msa)

Anggaran Pemprov Terbatas, Gubernur Khofifah Harap Bank Jatim Jadi Lokomotif Penurunan Kemiskinan di Jatim

SURABAYA (Swaranews) – Dalam upaya penurunan kemiskinan di Jawa Timur, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk diminta oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk berperan aktif.

Orang nomor satu di Jatim itu menyebut bahwa perbankan milik Pemprov Jatim itu harus menjadi lokomotif penurunan kemiskinan.

“Kalau kita andalkan APBD sangat kecil secara signifikan. Dan BPD Jatim menjadi penting untuk menjadi lokomotif intervensi yang berseiring dengan pemetaan kemiskinan,” kata Gubernur Khofifah saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Tahun 2019 di Kantor PT Bank Pembangunan Daerah Jatim Tbk. Jl. Basuki Rahmad Surabaya, Rabu (19/6/2019) pagi.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengatakan, bahwa penurunan kemiskinan menjadi salah satu program prioritas yang terus dilakukan oleh Pemprov Jatim.

Bedasarkan data yang ada, saat ini jumlah kemiskinan di Jatim 10.85 persen. Dari jumlah itu, kemiskinan pedesaan masih menyumbang sebanyak 15.2 persen dan kemiskinan di wilayah perkotaan 6.7 persen.

Melihat kondisi tersebut, wilayah pedesaan masih menyumbangkan kemiskinan terbesar. Oleh karenanya, Bank Jatim diharapkan mampu melakukan intervensi dan menjadi lokomotif penurunan kemiskinan di Jatim, yakni  lewat penyaluran akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Mantan Menteri Sosial itu menegaskan, bahwa penurunan kemiskinan di Jatim tidak bisa mengandalkan peran Pemprov Jatim. Pasalnya, anggaran yang dimiliki dinilai sangat terbatas.

“Kemampuan kita melalui APBD Jatim hanya sekitar 1.58 persen atas rasio APBD terhadap PDRB,” ujarnya.

Sementara PDRB Jatim sendiri mencapai Rp. 2.189,78 trilyun. Sedang APBD nya sebesar Rp. 32 trilyun. Peran Bank Jatim sendiri dalam penyaluran kredit mencapai Rp. 33.89 trilyun. Sehingga rasio penyaluran terhadap PDRB Jatim mencapai 1,67 persen.

Kalau total dari rasio APBD dan penyaluran kredit Bank Jatim hanya sebesar 3.25 persen. Jumlah ini sangat kecil dalam mengintervensi penurunan kemiskinan yang diharapkan lebih signifikan.

Sektor swasta, Gubernur Khofifah melanjutkan, secara spesifik tidak memiliki program yang dapat menurunkan kemiskinan, meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM), mempersempit kesenjangan antara utara dan selatan, serta penurunan disparitas perkotaan dengan pedesaan.  Kecuali lewat program tanggung jawab sosial, seperti Corporated Social Responsibility (CSR) yang diberikan oleh pihak swasta.

Untuk itu, Gubernur Khofifah pun meminta Bank Jatim untuk mengintervensi secara spesifik melalui kredit UMKM.

“Kami mohon kepada seluruh jajaran komisaris dan direksi Bank Jatim yang ada dapat berseiring dengan harapan pemprov untuk menurunkan secara signifikan kemiskinan terutama di wilayah pedesaan,” pintanya.

Gubernur Khofifah juga berharap agar kepala daerah bisa menjadi bagian dalam mengawal peran dari BPD Jatim agar kinerjanya bisa lebih signifikan dalam  menurunkan kemiskinan dan peningkatan IPM.

“Ini adalah lembaga profit  yang harus befikir tentang profitabilitas yang terukur, ada pula peran-peran yang berseiring dengan program prioritas dari Pemprov Jatim yang  bisa dilakukan,” jelasnya.

Diakhir sambutannya, Gubernur Khofifah menjelaskan, bahwa Bank Jatim adalah BUMD yang berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas ) dan terbuka (tbk). Artinya, undang-undang yg mengatur ada di UU PT, POJK pasar modal dan PBB BJTM, dimana aturan tersebut diatas tidak mengatur persyaratan batas usia maksimal. Sementara, POJK hanya mengatur penilaian kemampuan dan kepatuhan. Sedangkan untuk, PP 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lebih mengatur BUMD secara umum, khusus terkait jumlah direksi dan komisaris.

Hadi Santoso Jabat Direktur Utama Bank Jatim

Dalam kesempatan itu, RUPS Luar Biasa PT. BPD Jatim tbk menetapkan Hadi Santoso menjadi Direktur Utama. Hadi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan Human Capital tersebut ditetapkan menjadi Direktur Utama efektif sejak lulus penilaian kemampuan dan kepatuhan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Selain itu, jajaran Komisaris dan Direksi yang baru ditunjuk pada RUPS LB antara lain, Komisaris Independen Mas’ud Yunus dan Komisaris Heru Tjahjono. Untuk Direktur Komersial dan Korporasi Busrul Iman, Direktur Konsumer Ritel dan Usaha Syariah Elfaurid Aguswantoro, Direktur TI dan Operasi Tonny Prasetyo serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Erdianto Sigit Cahyono. (Msa)

Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo Serahkan Tongkat Kepemimpinan Satuan

SURABAYA (Swaranews) – Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo yang sebelumnya menjabat sebagai Danrem 083/Baladhika Jaya secara resmi menyerahkan tugas, wewenang dan tanggung jawab ke Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B.
Penyerahan itu, ditandai dengan adanya surat perintah dari Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa kepada Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo untuk melanjutkan jenjang pendidikan militernya ke National War College, Amerika Serikat.

Dijelaskan Kasdam, keberangkatan Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo merupakan salah satu upaya dari pembinaan karir bagi seorang prjaurit, terutama pembinaan melalui jenjang pendidikan yang nantinya mampu meningkatkan profesionalisme seorang prajurit TNI-AD.

“Dengan ini, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo beserta Istri atas dedikasi dan pelaksanaan tugas pengabdiannya selama ini di Kodam V/Brawijaya,” ujar Brigjen TNI Bambang Ismawan melalui amanat Pangdam yang dibacakannya. Rabu, 19 Juni 2019.

“Besar harapan saya, kontribusi yang sudah diberikan kepada Satuan selama ini, bisa dijadikan acuan pelaksanaan tugas bagi Satuan yang ditinggalkan,” imbuhnya.

Tugas belajar ke luar negeri, kata Kasdam, merupakan suatu kebanggaan, sekaligus penghargaan hingga kepercayaan yang diberikan oleh Komando Atas.

“Itu juga merupakan suatu amanah yang harus diterima dengan penuh rasa syukur, dan harus dipertanggung jawabkan,” jelasnya.

Untuk diketahui, National War College merupakan salah satu Universitas di Amerika Serikat di bawah kendali Departemen Pertahanan. Tercatat, selain mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Colin Kodesperan Powell, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa pun juga pernah menempuh karir militernya di Universitas tersebut. (sub)

“Tapaan Ngandong” Destinasi Wisata yang Tersembunyi di Balik Pegunungan Grabagan

TUBAN (Swaranews) – Tuban selain terkenal dengan pegunungan kapurnya, juga tidak pernah kehabisan potensi alam untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Belakangan ini, Wisata Tapaan Ngandong banyak muda-mudi berdatangan untuk menikmati pemandangan alam dengan semilir angin pedesaan. Terletak di atas pegunungan serta dikelilingi pohon-pohon rindang menjadi panorama yang tidak pernah kurang untuk dinikmati. Hal itu bisa dirasakan saat berada di Wisata Tapaan, Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban.
Wisata yang tersembunyi di balik pegunungan Grabagan itu bisa menjadi opsi destinasi wisata yang unik untuk dikunjungi. Saat ini, Wisata Tapaan dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Dengan harga tiket masuk hanya Rp. 3.000, pengunjung sudah bisa menggunakan semua spot foto dan mengelilingi kawasan wisata tersebut. Pemandangan yang mengesankan, membuat siapapun pasti ingin kesana. Pesona estetika yang diperlihatkan di puncak Tapaan sangat sulit untuk dilupakan.

Fasilitas pendukung yang disediakan untuk memberikan pelayanan penuh kepada pengunjung seperti kamar mandi, gazebo untuk tempat beristirahat kursi-kursi panjang nampak berjejer di area sekitar taman.

Akses lokasi menuju kesanapun cukup mudah. Walaupun jalananya cukup menanjak dan berbelok-belok. Namun roda dua atau empat bisa langsung menuju lokasi lewat samping kanan loket masuk.

Bagi kalangan muda, wahana-wahana spot swafoto juga telah disediakan, diantaranya taman bunga, spot foto diatas awan dan lingkaran cinta. Warung-warung bambu, khas warung klasik pedesaan pun telah tersedia bagi pengunjung yang ingin singgah dan bersantai.
Tidak hanya itu, Wisata Tapaan juga menyediakan taman bermain untuk anak-anak. Di sana, tersedia beberapa alat permainan seperti ayunan, jungkat-jungkit, selunjuran dan kolam renang.

Selain sebagai tempat bersenang-senang dan berswafoto, Wisata Tapaan bisa dijadikan tempat belajar, karena di sana akan di sediakan wahana edukasi dengan berbagai macam buku.

Tepat di sebelah taman “Tapaan Ngandong” berdiri bangunan kokoh dan menjulang tinggi tujuh menara sebagai icon dan ciri khas Desa Ngandong. Pilihan wisata yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga mencerdaskan. Apalagi dengan suasana yang nyaman, asri, menambah selera belajar. Hal tersebut juga akan berbeda dengan tempat-tempat wisata yang sudah ada. (Yuda/And).

Wisata Tapaan Ngandong Tuban Terus Lakukan Pengembangan

TUBAN (Swaranews) – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban terus berupaya mengembangkan Wisata Tapaan. Salah satunya dengan menambah wahana baru.

Saat ini, wahana yang ada di Wisata Tapaan diantaranya spot swafoto, gazebo dan kursi-kursi bambu panjang.

Untuk itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Ngandong, Susianto mengatakan secara bertahap akan menambah dan mengembangkan wahana-wahana baru. Menurutnya, hal itu akan membuat wisata Tapaan tetap eksis dan menarik wisatawan local maupun luar daerah untuk berkunjung.

“Nanti akan kami kembangkan lagi, dan menambah wahananya dengan memperluas area ke bawah,” kata Susianto kepada Swaranews, Selasa (18/6/2019).

Selain perluasan lahan, Susianto juga mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan wahana yakni wahana edukasi “Taman Baca”.

”Jadi wisata Tapaan bukan hanya sekedar wisata keindahan alam tetapi juga sebagai edukasi pembelajaran,” kata Susianto.

Susianto berharap dengan adanya wahana edukasi ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan di atas Tapaan Ngandong sambil berdiskusi di aula dengan bermacam buku yang sudah tersedia.

Sementara itu, Kepala Dusun Gembong Siswanis menjelaskan terkait penambahan wahana, pihaknya telah melakukan musyawarah.

“Kemarin sudah sempat dibahas, mungkin tahun depan bisa dianggarkan untuk gedungnya,” terangnya.

Dijumpai terpisah, Yuda salah satu Penggiat Literasi sangat mendukung dan mengapresiasi rencana tersebut. Menurutnya, hal itu akan menghidupkan semangat literasi di desa.

“Kedepan akan diisi oleh penggiat literasi di daerah Tuban untuk deres (membedah) buku, kajian rutin dan diskusi. Bagi pengunjung yang ingin membaca atau join bersama para penggiat literasi juga dipersilahkan dengan senang hati,” pungkasnya. (And).

POLITISI MEDSOS

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Wartawan Senior
Doktor Ilmu Komunikasi

Fenomena medsos melahirkan selebriti medsos. Orang yg gak ketahuan juntrungnya tiba2 saja menjadi terkenal krn alasan2 yg gak jelas. Maka lahirlah para selebritas dadakan yg kaya raya karena akun medsosnya diikuti jutaan orang.

Di politik juga sama saja. Medsos melahirkan politisi2 dadakan yg menjadi terkenal krn memanfaatkan medsos. Publik gak tahu banyak tentang kualitas sang politisi, tp krn tiap hari dia aktif bermedsos diapun menjadi selebritas dadakan.

Memang medsos bisa menjadi alat komunikasi politik yg efektif. Tak terhitung banyaknya politisi dunia yg memanfaatkan medsos utk saluran komunikasi politiknya. Salah satu yg paling fenomenal adalah donald trump yg selalu memakai twiter utk berkomunikasi politik. Setiap saat si donald akan memakai twiter utk menyampaikan gagasan2 politiknya yg sering nyleneh dan kontroversial.

Si donald juga rajin ngevlog biacara melalui video utk mengomentari even atau menyampaikan pandangan politiknya. Radio dan televisi pun dibuat obsolete oleh pola komunikasi politik ala medsos yg serba cepat n instan.

Zaman dulu pidato politik para presiden ditunggu2 di depan radio oleh khalayak krn disiarkan live lewat radio. Di indonesia rakyat berjubelan di depan radio mendengarkan pidato bung karno yg menggelegar penuh gelora yg membakar semangat. Lapar lupa, susah jadi lupa, melarat jadi lupa kalau sdh mendengar orasi bung karno. Rakyat yg lapar bisa mendadak kenyang setelah dengar pidato si bung.

Gak gampang utk bisa jadi orator sekelas bung karno krn butuh keahlian retorika, logika, hrs paham psikologi massa, dan hrs kaya referensi. Kita tahu bgmana kualitas para founding fathers kita yg benar2 kelas dewa. Referensinya dahsyat mengutip pandangan intelektual2 hebat dunia mulai dari marx, adam smith, montesqueu, renan, dll. Para politisi pendiri bangsa itu menguasai filsafat politik dan paham betul teori2 politik dari berbagai pakar.

Bung karno, hatta, sjahrir, hos cokroaminoto, agus salim, tan malaka, just to name a few, adalah politisi cum intelektual yg menguasai filsafat dan teori2 politik. Karena itulah maka argumen mrk menjadi berbobot, debat mereka cerdas dan menarik, logika mrk jernih.

Hrs kt ingat mrk itu bukanlah org2 tua. Mrk adalah anak2 muda yg sekarang masuk dlm kategori politisi milenial. Mrk msh berusia awal 20an atau 30 tahunan tp kematangan dan kedewasaan mrk sungguh mengagumkan. Itulah era emas politik indonesia. Lima belas tahun pertama indonesia merdeka adalah zaman keemasan yg melahirkan politisi2 emas yg tak bakal terlupakan sepanjang sejarah.

Mrk matang krn kaya akan referensi. Buku2 referensi pasti sulit didapat saat itu krn hanya dicetak di eropa. Tp buktinya para politisi itu semuanya punya referensi buku2 babon politik, ekonomi, sosial, budaya, seni, dll.

Zaman berganti. Kata Marshal McLuhan the media is extension of man, media itu kepanjangan manusia, media itu spt mirror pengilon bagi manusia dan zamannya, apa yg terjadi pada manusia akan tercermin pada medianya.

Lahirlah era televisi. Media berubah, manusia berubah, politisi dan politik pun berubah. Tidak ada lagi politisi orator ulung krn televisi tdk mungkin mengutip pidato panjang lebar, yg dibutuhkan adalah sound bite pernyataan pendek yg menggigit. Politisi tdk lagi mengutip referensi2 yg njelimet, mrk belajar memberi pernyataan impromptu yg pendek padat dan tdk merayap. Wawancara radio yg indepth diganti dgn wwncara doorstop dgn statemen 10 detik saja.

Lanskap politik berubah. Politisi cum ilmuwan gak punya panggung lagi, muncullah politisi charming, ganteng, camera face dan pintar memberi pernyataan pendek yg quotable, gampang dan enak dikutip. Bintang paling di era teve 1970an adalah john f. Kennedy, ganteng, kaya, pintar ngomong. Dia jadi presiden mengalahkan nixon yg tongkrongannya gak menarik blas.

Nasib bangsa amerika akhirnya membawa mrk punya presiden sejenis donald trump, presiden era medsos, presiden era post truth pasca kebenaran. Anda gak perlu ngomong mengenai kebenaran, yg diperlukan adalah ngomong segala hal yg ingin didengar khalayak, yg sesuai dgn emosi khalayak, bahkan kalau itu adalah kebohongan sah2 saja krn kebohongan sdh tdk ada lagi diganti pasca-kebenaran alias post thruth.

Si donald jagoan post truth, ia menang krn jago memainkan emosi khalayak, ia bicara soal imigran gelap yg merampok pekerjaan org amerika asli, ia bicara soal penjajahan ekonomi cina, ia bicara soal ancaman islam, ia bicara apa saja utk membuat rakyat amerika gemetar ketakutan dan kemudian memilih dia. Semua ancaman itu ilusi kata musuh2 si donald tp rakyat percaya, buktinya dia menang. Itu bukan bohong, itulah post truth.

Di indonesia sama saja. Skrg adalah era politik medsos dan post truth. Gak ada lg politisi cum intelektual. Yg ada adalah politisi scare-mongerig dan war-mongering yg kerjaannya nakut2i rakyat dgn menciptakan genderuwo2 yg gak jelas, ada genderuwo komunis pki, ada genderuwo cina, ada genderuwo islam militan, ada genderuwo khilafah, dan masih banyak lg berjenis2 genderuwo, you name it.

Jangan harap ada politisi cum cendekiawan spt zaman dulu yg kaya referensi dan menguasai filsafat dan logika. Yg ada skrg adalah politisi pokrol bambu, politisi kusir dokar yg otot lehernya kuat krn jago ngeyel meskipun argumennya zonk alias kosong.

Di era keberlimpahan informasi spt sekarang para poltisi malah miskin referensi. Berbekal info dari media online trus ditambah brosing dikit2 dari kiai gugel jadilah mrk berdebat di teve spt kusir andong. Benarlah kata Blaudilaard, tsunami informasi gak bikin org makin pinter malah tambah oon, mrk menjadi al-ruwaibidhah si bodoh yg mengatasnamakan umat.

Para politisi karbitan memakai twiter, vlog dan sejenisnya utk mencuitkan suaranya. Seringkali cuitan hrs dibikin kontroversial spy jadi heboh. Tujuannya macem2 mulai caper sampai cari sensasi atau sekadar spy nambah follower.
Era politik citra sdh melangkah jauh menjadi era pasca kebenaran.

Anak2 kemarin sore yg tdk ketahuan asal usulnya tiba2 jadi selebritas politik medsos trus jadi jago debat di televisi, tema apapun dia lahap mulai dari politik, ekonomi, sampai agama gak ada matinya. Mereka tahu sekarang era post truth, bohong tidak dosa malah wajib. Ngomong apa saja boleh yg penting nambah follower.

Orang-orang kayak gini sekarang nyaleg, nyabub, nyagub, nyapres…duh! (*)