Beranda blog

Dua Sales Elektronik Pakai Narkoba Diciduk Polisi

SURABAYA (Swaranews) – Anggota satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengamankan dua pemuda yang kedapatan memiliki, menyimpan, menguasai, narkotika golongan (1) Jenis sabu, di dalam Gang Jalan Jatipurwo Kel. Ujung Kec. Semampir Surabaya, pada hari Selasa, (12/2) sekitar pukul 21.30 WIB.

Dua tersangka berinisial DR (pria), 25, tinggal di Jalan Ploso Kec. Tambak Sari, dan GMS (pria), 23, tinggal di Jalan Pandegiling Kel. Tegalsari Kec. Tegalsari.

Kasat Reskoba AKP M.Yasin SH, menjelaskan, dari penangkapan keduanya berawal pada saat anggota Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pengawasan dan pemantauan peredaran gelap narkotika diwilayahnya, anggota kami mendapatkan informasi tentang adanya beberapa orang melakukan kegiatan mencurigakan didalam gang jalan Jatipurwo Surabaya,” ucapnya

Dari informasi tersebut, anggota Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak turun ke TKP melakukan penyelidikan. Sesampainya di TKP anggota kami mendapati dua orang dengan gerak-gerik mencurigakan. Kemudian anggota kami meng hentikan kedua nya dan anggota kami melakukan penggeledahan terhadap kedua pemuda tersebut. Anggota kami berhasil menemukan narkoba jenis sabu di salah satu barang bawaan yang mereka bawa pada saat itu, ungkapnya.

“Selanjutnya anggota kami membawa keduanya berikut barang bukti ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, guna proses pengembangan lebih lanjut,” tegasnya.

Dari penangkapan mereka petugas mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah pipet kaca yang didalamnya masih terdapat sisa narkotika jenis shabu dengan berat 1,71 gram beserta pipet kacanya, 1 (satu) buah alat hisap narkotika jenis Shabu (bong) yang terbuat dari botol kaca kecil, 1 (satu) buah sekrop yang terbuat dari sedotan plastik warna putih, 2 (dua) buah korek api gas warna hijau dan merah,” ujar perwira dengan tiga balok dipundaknya kepada Swaranews, 20/2.

Ditambahkannya,” Atas perbuatannya, mereka akan kami jerat dengan Pasal 112 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 th 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman 7 tahun. Penjara, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua tersangka ditahan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” pungkasnya.(Ari)

Risma Sampaikan Ketahanan Pangan hingga Pengentasan Kemiskinan Di New York

NEW YORK ( Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi pembicara di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Selasa (19/2/2019). Forum tingkat dunia itu mengangkat tema From Global Issues to Local Priorities: The Role Of Cities In The Global Agenda, Including Cities For Sustainable Development, Food Security, Nutrition Ad Climate Change”.

Acara yang dihadiri sekitar 193 perwakilan negara anggota tetap PBB itu, merupakan salah satu forum penting dunia yang mengundang beberapa wali kota dan gubernur sukses untuk menjadi pembicara. Salah satunya adalah Wali Kota Risma yang saat itu satu panel dengan Wali Kota Valencia dan Gubernur Nairobi. Wali Kota Risma bertolak ke New York sejak Sabtu (16/2/2019) dan akan kembali ke Surabaya pada Sabtu (23/2/2019).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menjelaskan tentang penanganan ketahanan pangan hingga pengentasan kemiskinan. Dalam penanganan ketahanan pangan, Wali Kota Risma memastikan sudah menerapkan program urban farming sejak tahun 2010. Bahkan, urban farming yang diterapkan Pemkot Surabaya tidak menggunakan pestisida dan hanya menggunakan pupuk alami, sehingga tidak ada bahan kimianya.

“Warga kami ajak untuk menanam buah-buahan, sayuran, dan padi di tanah milik pemerintah dan juga di lingkungan mereka masing-masing. Pemkot pun memberi mereka benih dan peralatan gratis. Saat ini, padi yang mereka tanam di Surabaya tidak hanya beras putih, tetapi juga beras merah dan hitam,” kata Wali Kota Risma dalam paparannya.

Menurut Wali Kota Risma, program ini juga diterapkan di kampung-kampung Surabaya serta lingkungan perkotaan. Termasuk pula di sekolah dan berbagai kampus di Kota Pahlawan. Hasil urban farming ini untuk memasok kebutuhan di kota, termasuk di hotel dan restoran, serta beberapa didistribusikan ke kota-kota tetangga lainnya.

“Sebulan sekali, kami jugamenyelenggarakan minggu pertanian di Taman Surya Balai Kota Surabaya. Acara itu untuk memamerkan semua produk pertanian lokal dari pertanian perkotaan,” ujarnya.

Selain pertanian, Pemkot Surabaya juga mendukung petani garam, perikanan dan peternakan. Bahkan, saat ini pemkot sudahmerevitalisasi kampung nelayan sambil mendorong mereka untuk membuat kolam ikan demimeningkatkan produktivitasnya. Alhasil, saat ini mereka dapat menikmati penghasilan yang lebih baik dari bisnis mereka.

 “Sedangkan untuk mengendalikan inflasi,Pemkot Surabaya secara teratur membuat operasipasar murah dan bazar selama bulan puasa yang biasanya kebutuhan makanan pokok sangattinggi,” kata dia.

Sementara untukmeningkatkan gizi warga,Pemkot Surabaya telah menyediakan makanan gratis setiap hari untuk 35 ribu lebih warga, baikorang cacat, anak-anakyatim dan penghuni Liponsos. Selain itu, pemkot juga memberikanmakanan tambahan untuk 255 ribu lebih orang yangmengalami pasien HIV/AIDS, pasien kanker, ibu hamil, hingga pekerja sosial.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya juga menjelaskan langkah pemkot dalam mengatasi masalah kemiskinan. Oleh karena itu, pemkotmeluncurkan pogramPahlawan Ekonomi yang mendorong warga Surabaya untuk membuat usaha atau UMKM sembari diberi pelatihan gratis setiap minggunya.

“Program ini awalnya hanya 89 orang pada 2010, kini telah berkembang menjadi 9.500 orang. Mereka didampingi oleh pemkot mulai dari awal hingga akhir atau pemasarannya, termasuk diajak dalam berbagai pameran,” kata dia.

Di samping itu, pemkot juga telah meluncurkan program pejuang muda yang dikhususkan bagi anak-anak muda yang ingin memulai bisnis atau usahanya. Mereka juga diberi pelatihan seperti Pahlawan Ekonomi dan juga didampingi dari awal hingga akhir. “Sekarang sudah ada 600 orang dengan UMKM nya masing-masing,” tegasnya.

Wali Kota Risma menambahkan, semua program itu tujuan utamanya adalah kesejahteraan warga dan meningkatnya kualitas hidup warga. Terbukti, berbagai program Pemkot Surabaya telah berhasil mengurangi area banjirdengan signifikan,meningkatkan kualitas udara, penurunan suhu 2 derajat, penurunan tingkat penyakit dan penurunan kekurangan gizi, sertapengurangan inflasi. “Saat ini, daya beli masyarakat Surabaya juga meningkat dan itu artinya ada peningkatan dalam bidang ekonomi lokal,” pungkasnya. (bai)

Pemkot Luncurkan DILS, Kini Semua Perpustakaan di Surabaya Terintegrasi

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan sistem untuk memonitor dan mempermudah pelayanan perpustakaan dan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Surabaya. Kali ini, Pemkot Surabaya melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Surabaya meluncurkan sistem baru bernama DILS (Digital Integrated Library System).

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Surabaya Musdiq Ali Suhudi menjelaskan sejak tahun 2014, Surabaya sudah mencanangkan kota literasi. Hingga saat ini, Pemkot Surabaya sudah mengelola 461 TBM yang tersebar di berbagai kelurahan di Surabaya dan 2 perpustakaan daerah yang ada di Balai Pemuda dan Rungkut. Bahkan, Pemkot Surabaya juga melakukan pendampingan terhadap 811 perpustakaan sekolah di SD, SMP, dan madrasah.

“Nah, untuk mengelola banyaknya perpustakaan itu, dibutuhkan sistem yang mampu memonitor dan mengawasi petugas serta kegiatannya, sehingga pelayanan perpustakaan lebih efektif dan efisien. Makanya, kami buat DILS ini,” kata Musdiq saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Selasa (19/2/2019).

Menurut Musdiq, DILS ini merupakan sistem perpustakaan terintegrasi digital yang digunakan untuk mengelola data, terutama mengenai koleksi buku, e-book, maupun sumber referensi lain agar dapat diakses secara terbuka dan gratis oleh masyaraka. DILS ini dapat diakses melalui:http://dispusip.surabaya.go.id/dils. “Sistem ini masih baru dan kami bagi menjadi dua konten, yaitu internal melalui e-TBM dan eksternal melalui library one search (LOS),” kata dia.

Konten e-TBM yang hanya bisa diakses Dinas Arsip dan Perpustakaan ini merupakan sistem pengelolaan transaksi dan aktifitas perpustakaan, baik di perpustakaan umum, TBM, maupun perpustakaan sekolah. Tujuan permbuatan e-TBM ini adalah sebagai media monitoring internal organisasi secara online.

“e-TBM ini bisa digunakan untuk pengawasan terhadap kinerja petugas di lapangan, pendataan aktifitas di setiap perpustakaan, pemetaan koleksi buku di seluruh titik layanan perpustakaan, pendataan pengunjung perpustakaan, pendataan buku termanfaatkan yang meliputi buku dibaca dan buku dipinjam,” ujarnya.

Selain itu, konten library one search (LOS) yang merupakan sistem portal pencarian online satu pintu terkait dengan judul, tema, topik dan lain-lain sesuai kata kunci pencarian yang berasal dari 4 akses utama, yaitu buku koleksi perpustakaan/katalog, e-book, video referensi dan referensi ilmiah yang ada di perguruan tinggi.

“Melalui sistem yang terbuka untuk umum ini, kita bisa mencari katalog atau koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan umum, perpustakaan sekolah dan TBM. Kita juga sudah menyediakan e-book untuk menfasilitasi masyarakat yang ingin membaca langsung lewat handphonenya, kami juga sudah sediakan video referensi misalnya cara beternak dan memasak,” kata dia.

Yang terbaru, lanjut dia, Dinas Arsip dan Perpustakaan juga sudah bekerjasama dengan empat perguruan tinggi di Kota Surabaya untuk mengembangkan referensi buku yang dibutuhkan masyarakat. Empat perguruan tinggi itu adalah ITS, Petra, Unair, dan Unesa. “Jadi, melalui sistem ini kita sudah terhubung dengan perpustakaan di kampus ITS, Petra, Unair dan Unesa, karena kan selama ini biasanya kita kesulitan mengetahui buku-buku referensi mereka dan biasanya hanya dikhususkan untuk mahasiswanya masing-masing,” imbuhnya.

Musdiq menambahkan, hingga saat ini Dinas Arsip dan Perpustakaan sudah mengoleksi sekitar 1 juta lebih buku bacaan dari berbagai jenis yang tersebar di perpustakaan umum, perpustakaan daerah dan TBM. Namun, bacaan yang paling favorit adalah buku anak-anak karena yang paling banyak berkunjung adalah anak-anak yang masih duduk di bangku SD hingga SMA. “Selain buku anak-anak, fiksi dan buku-buku social juga menjadi favorit para pengunjung perpustakaan,” pungkasnya. (*)

Pangdam Evaluasi Program Kerja Tahun 2018

SURABAYA ((Swaranews) – Pelaksanaan program kerja tahun 2018 lalu, saat ini menjadi topik pembahasan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B.
Melalui rapat pimpinan Kodam V/Brawijaya di Gedung Balai Prajurit, Makodam, Selasa, 19 Februari 2019 pagi, Mayjen Wisnoe menyampaikan beberapa kebijakan yang sebelumnya sudah di bahas di Mabesad, beberapa waktu lalu.

“Tujuannya adalah, untuk mengevaluasi pelaksanaan program di tahun sebelumnya,” jelas Pangdam.

“Rapat pimpinan ini, juga sebagai bentuk penyamaan persepsi, menyampaikan kebijakan dan garis besar program kerja tahun ini (2019, red),” imbuhnya.

Tema yang diusung dalam rapat pimpinan saat ini, kata Pangdam, dinilai memiliki arti tersendiri bagi prajurit TNI-AD, khususnya Kodam V/Brawijaya guna membentuk suatu kokohnya karakter keprajuritan.

“Kodam V/Brawijaya yang Profesional, Loyalitas dan Manunggal Dengan Rakyat, Siap Mendukung Tugas Pokok TNI AD, tema itu sangat sesuai dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang memberikan pengaruh signifikan. Baik secara internal, maupun eksternal,” tutur Mayjen TNI Wisnoe.
Dengan berpedoman pada tema tersebut, mantan Wakil Gubernur Akademi Militer itu berharap, jika nantinya prajurit Kodam V/Brawijaya dapat membangun kembali karakter yang kokoh dan kuat pada diri prajurit Kodam V/Brawijaya di semua tingkatan.

“Semua itu dilandasi dengan jiwa Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan lebih adaptif pada kemajuan ilmu pengetahuan, sekaligus teknologi,” ujarnya.

Meski beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini, menurut Pangdam, prajurit TNI-AD, khususnya prajurit Kodam tetap menjaga jati dirinya sebagai tentara rakyat yang selalu manunggal dengan rakyat.

Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi mendatang, Jenderal bintang dua kelahiran Kota Surabaya ini, tak lupa meminta seluruh prajuritnya untuk ikut serta menjaga kondusifitas wilayah dengan instansi terkait.

“Saya minta agar seluruh jajaran melaksanakan operasi perbantuan kepada Polri sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku,” pinta Pangdam. “Pertahankan sinergitas dan soliditas TNI-Polri di semua jajaran,” imbuh Mayjen TNI Wisnoe, P. B. (mar)

Kelompok Musikus Suara Merdeka Tolak RUU Permusikan

SURABAYA (Swaranews) – Puluhan musikus dari jaringan lintas komunitas musik dan masyarakat umum di Surabaya menggelar aksi turun jalan menolak Rancangan Undang-Undang Permusikan (RUUP), pada Senin (18/2/2019) pagi.

 

Berlokasi di Jalan Indrapura tepatnya didepan wisata kuliner Indrapura, puluhan musikus yang mengatasnamakan dirinya Suara Merdeka melakukan orasi menolak RUU Permusikan yang dikeluarkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

 

Tak hanya komunitas musik saja, bahkan beberapa elemen kesenian dari seluruh wilayah di Jawa Timur turut hadir dalam aksi penolakan tersebut.

 

Humas Suara Merdeka Faisal menjelaskan “aksi ini dari beberapa elemen, pastinya yang bergelut dibidang musik. Ada juga teman sastrawan, pelukis, teater, dari berbagai daerah. Dari lamongan, malang, sidoarjo, dan seluruh Jatim,” jelasnya.

 

Aksi turun jalan ini dilakukan sebab mereka menganggap bahwa pemerintah membatasi ekpresi para seniman.

 

Koordinator aksi Ndimas mengungkapkan “kalau misal hanya mengurusi teknis nggak apa-apa, tetapi ini ternyata mengurusi masalah dapur ya, lebih tepatnya di kreatifitas,” ungkapnya.

 

Ndimas juga menegaskan RUU Permusikan untuk dihapus, sebab undang-undang permusikan berpihak pada industri yang besar. Ia juga beranggapan bahwa ada hal  krusial pada pasal 5 RUU Permusikan yaitu mengenai provokasi dan sebagainya.

 

“Itu sudah ada di KUHP, mengapa kok harus diulang-ulang lagi, ini harus dikawal sampai benar-benar RUU Permusikan dicabut, soalnya nanti bisa luput seperti ITE,” tegasnya.

 

Dari hasil olah gagasan yang disampaikan, para musikus itu menuntut empat poin diantaranya tuntutan mencabut RUUP dari program legislasi Nasional, lalu mengembalikan fungsi ruang-ruang terbuka milik publik sebagai ruang ekspresi dan apresiasi yang mudah diakses oleh seniman, kelompok seniman dan masyarakat umum, kemudian menuntut transparasi informasi dan kemudahan birokrasi dalam pengelolahan, pemanfaatan dan perizinan fasilitas umum bagi para seniman dalam berkarya, dan terakhir mereka menuntut optimalisasi dan revitalisasi Dewan Kesenian (Surabaya dan Jawa Timur) agar mampu mengayomi seluruh masyarakat seni di Surabaya dan Jawa Timur.

 

Sebelumnya aksi simbolik ziarah juga sudah dilakukan pada Minggu (10/2/2019) kemarin, di Makam WR. Supratman Surabaya. Dalam aksinya mereka juga berdiskusi dengan para akademisi. (Msa)

Kembangkan KSA-ID Digital Collaboration Program, Kominfo dan MCIT Arab Saudi Gelar Workshop Strategis

JAKARTA (Swaranews) – Melalui Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu dalam rilisnya mengungkapkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Delegasi Kerajaan Arab Saudi yang tergabung dalam Tim Transformasi Digital Kingdom of Saudi Arabia (KSA) menggelar KSA- ID Digital Collaboration Program Workshop.

 

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (17/02/2019) sampai Senin (18/02/2019) itu ditargetkan untuk memformulasikan hal-hal strategis  dari inisiatif kerja sama kedua negara yang dirumuskan di Bali, bertepatan dengan Nexticorn Summit pada bulan November tahun 2018 lalu.

 

Menteri Kominfo Rudiantara menyatakan bahwa dirinya bersama Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi Abdullah Alswaha telah merintis pembicaraan kerjasama antarnegara dalam bidang digitalisasi ini sejak Juli 2018.

 

“Fokusnya untuk membangun ekosistem digital economy dari bertukar ilmu dan berbagi program-program yang sudah berhasil di kedua negara,” ungkapnya ketika membuka Workshop Strategis di Jakarta, Minggu (18/02/2019).

 

Hasilnya kesepakatan itu, menurut Menteri Kominfo Rudiantara telah diformulasikan dalam Nota Kesepahaman. “Adapun lingkup kesepahaman mencakup lima hal, yaitu (1) pemberdayaan wirausaha, (2) pengembangan joint center untuk inovasi digital, (3) pengaktifan peran akselerator, inkubator, dan investor venture capital dalam bidang teknologi digital, (4) kerjasama dalam penelitian dan pengembangan, dan (5) pertukaran informasi tentang kebijakan, teknik, regulasi dan peraturan teknologi informasi,” jelasnya.

 

Menteri Kominfo Rudiantara menyatakan inisiatif kerja sama itu juga telah disampaikan kepada Crown Prince Mohammed Bin Salman saat bertemu dalam G20 Summit di Buenos Aires, Argentina pada Desember tahun lalu.

 

“Crown Prince menyambut baik inisiatif ini. Ke depan, harapannya kerjasama antara kedua negara bisa berjalan baik, bahkan lebih meningkat lagi,” ungkap Rudiantara.

 

Bahas dalam Lima Sesi

 

Menurut Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan beberapa penyempurnaan inisiatif dibahas dalam lime sesi workshop.

 

Pembahasan materi workshop startegis itu terbagi dalam lima sesi, Kelima sesi tersebut antara lain : Menajamkan model investasi dua negara untuk mengeksekusi iniiatif yang dipilih – difasilitasi oleh Tim Ahli Corporate Finance Restructuring Erns & Young Indonesia. Menajamkan cakupan dari Umroh Experience Digital Platform, difasilitasi oleh Tim Strategi dan Product Development Traveloka. Mengembangkan solusi digital untuk memberdayakan UMKM yang terkait dengan  kegiatan Umroh, difasilitasi oleh Tim Strategi dan Product Development Tokopedia. Mengembangkan model 1.000 Digital Innovations Program di Saudi Arabia dengan merujuk pada pengalaman Indonesia pada Gerakan 1.000 Startup, difasilitasi oleh Tim Business Strategy Advisory PriceWaterhous Coopers Indonesia. Memperkenalkan konsep Nexticorn kepada delagasi KSA dalam rangka menarik investasi venture capital Saudi Arabia, difasilitasi oleh Advisory Board of NextICorn ( Next Indonesia Unicorns)

 

Dirjen Aptika menjelaskan Delegasi Arab Saudi  terdiri dari Ministry of Communications and Information Technology (MICT) Kingdom of Saudi Arabia (KSA), National Digitalisation Unitatau unit di KSA yang mengoordinasikan semua inisiatif digital di Saudi Arabia.

 

“Ada juga Moonshat yang merupakan lembaga yang membidangi pengembangan UMKM di Saudi Arabia, dan salah satu venture capitalterbesar di Saudi Arabia yang mengelola investasi lebih dari USD600 Miliar,” jelasnya.

 

Sementara, menurut Dirjen Semuel, dari Indonesia workshop melibatkan Tim Digital Ekonomi Kementerian Kominfo. “Ada dari Kementerian Agama yang menangani Umrah, Venture Capital,  delapan Most Investable Start ups dari portfolio Program NextICorn,” jelasnya.

 

Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Ekonomi Digital dan PMO Lis Sutjiati menjelaskan workshop ini didisain untuk menghasilkan model-model, program aksi prioritas, tenggat waktu yang disetujui bersama untuk tahap berikutnya. “Orientasinya adalah realisasi inisiatif yang memberikan dampak positif kepada kedua negara sesegera mungkin,” jelas Lis Sutjiati.

 

Apresiasi Delegasi KSA

 

Ketua Delegasi KSA, Ibrahem Alnasser menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama Indonesia-KSA Digital Collaboration  yang berlangsung sejak pelaksanaan Nexticorn Summit pada bulan November tahun 2018 lalu.

 

Ibrahem yang menjabat Entrepreneurship  & Innovation Director, Ministry of Communications and Information Technology KSA,menyampaikan kabar gembira bahwa kabinet pemerintahan KSA telah menyetujui konsep nota kesepahaman (memorandum of understanding) kerjasama antara Indonesia dan Saudi Arabia.

 

“Dan kami berkomitmen penuh untuk merealisasikan  nota kesepahaman dalam kerja sama ini,” tandasnya.

 

Ibrahem menegaskan untuk mencapai Visi Digital 2030 KSA, mereka berkolaborasi dengan dan belajar dari Indonesia yang dianggap telah berhasil membangun ekosistem ekonomi digital dalam waktu yang sangat singkat.  Bukti yang disampaikan Indonesia memiliki 4 unicorns dalam waktu cepat. Selain itu, Program NextICorn dan 1000 Inovasi Digital yang memberdayakan UMKM lokal sangat mereka minati untuk diadopsi dengan bantuan Indonesia. (Msa)

 

Kedai Kopi Tentrem, Padukan Suasana Kota dan Desa, Kedai Kopi Tentrem Ramai Pengunjung

SIDOARJO (Swaranews) – Jika mengamati beberapa tahun ke belakang, warung kopi mulai menjamur di kota-kota besar. Tak sulit menemukan warung kopi atau kafe di tempat strategis. Misalnya di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya. Hal tersebut dipicu dengan meningkatnya penikmat kopi di Indonesia sehingga bisnis ini menjadi sangat prospektif untuk ke depannya.

 

Melihat hal tersebut, tentu saja menjadikan para wirausahawan berlomba-lomba untuk membuka warung kopi dengan ciri khasnya sendiri. Ada yang membuat warung kopi dengan konsep masa kini, hingga membuat konsep tradisional dengan bambu sebagai tiang bangunannya.

 

Tak lepas dari itu, tepatnya di Jalan Banjarsari, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Dodot Priambudi (33) pria asal Rungkut, Surabaya merintis usaha kedai kopi dengan konsep perbatasan yang memadukan antara suasana kota dengan desa. Hal itu disesuaikan dengan lokasi kedai yang strategis yaitu di perbatasan kota Sidoarjo.

 

Berada di area persawahan menjadikan suasana ala desa sangat terasa tanpa terganggu suara bising kendaraan, sehingga banyak pengunjung merasa betah untuk berlama-lama disana. Pemberian nama pun disesuaikan dengan suasana disekitar yaitu “Kedai Kopi Tentrem”.

 

Satrio Nugroho Supervisor Kedai mengatakan, “Penamaan kedai kopi tentrem ini sebenarnya memiliki harapan tersendiri. Dengan lokasi berada ditengah-tengah perbatasan antara kota dan desa diharapkan kedai kopi tentrem bisa memberi ketentraman bagi para pengunjung,” katanya.

 

Tak sekedar nama dan harapan saja, suasana damai juga bisa dilihat dari konsep ruang dengan perpaduan khas kota dan desa.

 

“Contohnya seperti kursi ini yang identik dengan kursi-kursi desa, dan jendela kaca identik dengan rumah modern, yang memang dipasang untuk memunculkan perpaduan kota dengan desa,” imbuhnya.

 

Selain menawarkan konsep ruang, cara penyajian juga menjadi khas dari kedai kopi tentrem dalam menarik pelanggan. “Penyajian kami juga berbeda, untuk penyajiannya kami menggunakan metode ibrik dari Turki,” jelas Satrio.

 

Kedai yang baru dibuka tahun lalu ini, tepatnya pada 5 Desember 2018 kemarin memiliki kopi andalan yaitu Kopi single origin, antara lain Robusta Flores, Arabica Kintamani Bali, dan Arabica Kerinci dari Sumatera. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati kopi susu khas kedai kopi tentrem dengan harga yang terjangkau.

 

“Tidak ada kopi sachet disini, dan paling laris selain kopi single origin, disini juga banyak yang menggemari kopi susu, yaitu perpaduan antara susu sapi murni dengan kopi flores, penyajianya bisa panas atau bisa pakai es,” imbuh Satriyo.

 

Tak hanya sebagai tempat nongkrong dan ngobrol namun disisi lain kedai ini juga memberikan ruang bagi pengunjung untuk berdiskusi. Satrio menjelaskan bahwa “Di kedai kopi tentrem juga sering ada kegiatan seperti workshop, seminar, dan pelatihan-pelatihan lain,” tutup satrio. (msa)

 

Mayjen TNI Wisnoe, P. B, Tutup Pendidikan Pertama Bintara Tahap I di Jember

JEMBER (Swaranews) – Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI-AD Tahap I yang berlangsung di Secaba Rindam V/Brawijaya, Kabupaten Jember, secara resmi ditutup oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B.

Dalam upacara penutupan itu, Pangdam menuturkan jika sebagai prajurit efektif, merupakan titik awal dari karir dan pengabdian bagi para prajurit yang sebelumnya telah mengikuti pendidikan di Secaba Rindam V/Brawijaya.

“Semoga ilmu dan ketrampilan yang telah di dapat dalam lembaga pendidikan, dapat dijadikan bekal untuk menempuh pendidikan lanjutan nanti sesuai kejuruan, maupun kecabangan masing-masing,” jelas Pangdam melalui amanat yang dibacakannya. Senin, 18 Februari 2019.

Untuk mewujudkan hal itu, kata Mayjen Wisnoe, para Bintara muda diharapkan untuk senantiasa mempersiapkan diri dengan baik selama mengikuti proses pendidikan selanjutnya dengan meningkatkan budaya belajar, dan berlatih yang mengacu pada Tri Pola Dasar pendidikan.

“Tri Pola Dasar pendidikan itu, meliputi aspek fisik, mental dan intelektual secara seimbang. Timbulkan motivasi berlajar dan berlatih. Karena, proses berlajar mengajar tidak akan pernah berhenti,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri upacara penutupan itu, mantan Danrem 084/Bhaskara Jaya ini juga menyampaikan beberapa pesan yang harus dijalankan oleh para Bintara muda. Selain menjaga sikap dan perilaku, kata Pangdam, para Bintara muda juga diharuskan untuk dapat menjadi tauladan dan pengayom masyarakat.

“Hindari perbuatan tidak terpuji yang dapat merusak citra dan nama baik TNI-AD,” pintanya. (sub)

Komisi B Panggil Ulang Kadishub Kota Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Rapat Dengar Pendapat yang dilakukan oleh Komisi B DPRD Kota Surabaya dengan Dinas Perhubungan (dishub) dan perwakilan Juru Parkir (Jukir) Baliwerti serta instansi terkait, masih belum menemukan solusi konkrit. Pasalnya, pihak Dishub yang tidak dihadiri oleh Kepala Dishub Kota Surabaya, tidak bisa mengambil kebijakan.

Menurut Ketua Komisi B, Mazlan Mansur bahwa Pemerintah Kota Surabaya telah mengeluarkan keputusan melalui Perwali, namun tidak dipikirkan solusinya.

“Akibatnya, teman-teman yang selama ini mengatur disitu, dari terbitnya Perwali itu. Akhirnya mereka tidak dipakai lagi,” ujarnya, Senin (18/2/2019) di gedung DPRD Kota Surabaya.

Mazlan menjelaskan bahwa pihaknya menjembatani dengan menawarkan beberapa solusi. Intinya bagaimana 36 jukir itu harus kembali diberdayakan lago oleh Pemkot Surabaya.

“Ini menyangkut nasib mereka dan keluarga mereka. Tapi sayangnya Kadishub Surabaya tadi tidak hadir. Untuk itu besok kami undang kembali dan Kepala Dishub harus hadir untuk meemberi jawaban terhadap kelanjutan nasib 36 Jukir di Jalan Baliwert tersebut,” urainya.

Legislator dari Fraksi PKB ini menegaskan, kalaupun Kepala Dishub Kota Surabaya mengutus orang tidak apa-apa. Tapi utusan tersebut harus menjawab penyelesaian terhadap 36 jukir tersebut.

Semebtara itu, Fitroni selaku Pembina Jukir Baliwerti mengaku sangat berterimaa kasih atas inisiatif Komisi B dengan menggelar Rapat dengar pendapat itu.

“Arahan dewan cukup bagus. Ada solusi outsourcing dan beberapa solusi lainnya. Kita tunggu besok apa solusi dari Dishub Kota Surabaya,” terangnya. (mar)

Mayjen TNI Wisnoe P, B, Bangga dengan Babinsa Kodim 0824/Jember

JEMBER (Swaranews) – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Wisnoe, P. B, mengapresiasi kinerja Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah tugas Kodim 0824/Jember.
Apresiasi itu, kata Pangdam, diberikan lantaran Babinsa Kodim 0824/Jember memiliki peran, dan berkontribusi tinggi dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

“Tugas yang dikerjakan oleh Babinsa, sangat luas di lingkungan masyarakat. Namun, berkat loyalitas, dedikasi dan keikhlasan mereka (Babinsa), itu semua dapat terwujud dengan baik,” ujar mantan Wakil Gubernur Akademi Militer ini. Senin, (18/2/2019) siang.

Menanggapi perkembangan situasi seperti yang terjadi saat ini, Mayjen Wisnoe meminta para Babinsa untuk tidak mudah terpengaruh terhadap isu-isu yang belum dipastikan kebenarannya.

Secara garis besar, kata Pangdam, ia menginstruksikan seluruh prajuritya untuk tetap memfokuskan diri terhadap kondusifitas wilayah, tunjukkan Netralitas TNI, jangan mudah terpengaruh apalagi terpancing berita-berita hoax yang belum tentu kebenarannya,” pintanya. (sub)

Ads