Beranda blog

Jadi Tuan Rumah, Wali Kota Risma Akan Membuka Kejuaraan Menembak di Surabaya

SURABAYA ((Swaranews) – Kota Surabaya kembali menjadi tuan rumah kejuaraan menembak bernama Airgun Plus Jatim Open Tournament 2019. Kejuaraan yang akan dilaksanakan pada 20-26 Juni 2019 ini digelar oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Jawa Timur dan didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Surabaya, sehingga kejuaraan ini akan dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

 

Ketua Panitia Penyelenggara yang sekaligus Ketua Bidang Tembak Sasaran Pengprov Jatim Purwadi Santoso mengatakan kejuaraan nasional ini akan digelar di dua tempat, yaitu di lapangan Tembak Brawijaya (Perbakin) Jalan Gajah Mada no.1 Surabaya dan lapangan Tembak Skeet and Trap Kartika Cilodong. Nantinya, kejuaraan ini akan memperlombakan individu dan team. “Jadi, sekitar 27 nomor atau event yang dipertandingkan, baik individu maupun team,” kata Purwadi saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (19/6/2019).

 

27 nomor itu diantaranya 10m pistol men individu dan team, 20m pistol women individu dan team, 25m pistol women individu dan team, 50m 3 positions men individu dan team. Bahkan, nanti juga akan ada pula WA 1500 PPC Men individu, trap men individu dan mix trap serta beberapa nomor lainnya. “Kejuaraan ini juga sebagai ajang kualifikasi (MQS) PON XX/2020 Papua dan juga sebagai salah satu promosi/degradasi atlet SEA GAMES XXX/2019 di Philipina,” ujar Purwadi.

 

Wakil Ketua Tembak Sasaran PB Perbakin ini juga memastikan bahwa peserta kejuaraan ini terbuka untuk seluruh atlet yang tergabung pada club-club menembak di bawah Pengprov Perbakin seluruh Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa peserta yang dikategorikan atlet youth batasan usianya 17 tahun ke bawah atau kelahiran sepanjang tahun 2002 ke atas. “Jadi, atlet senior itu berusia 18 tahun ke atas,” tegasnya.

 

Menurut Purwadi, kejuaraan nasional semacam ini sudah yang kedua kalinya digelar di Surabaya. Sebelumnya, Surabaya juga pernah menjadi tuan rumah kejuaraan menembak tingkat internasional. Ia mengaku, dalam hal kejuaraan ini, Wali Kota Risma sangat mendukung, sehingga dia bersedia menjamu para peserta sekagus membuka acara ini. “Tanggal 20-21 itu jadwalnya pemeriksaan senjata dan perlengkapan serta latihan resmi. Malam tanggal 21 itu, Bu Risma akan menggelar welcome dinner di rumah kediamannya sekaligus disitulah opening ceremonynya. Tanggal 22-26, itu mulai main. Dimulai sekitar pukul 08.00 WIB sampai selesai,” imbuhnya.

 

Purwadi juga memastikan bahwa para atlet tembak yang sudah mendaftar sampai hari ini sudah sebanyak 500 orang. Jumlah ini akan terus bertambah hingga penutupan pendaftaran atau menjelang lomba. “Sedangkan atlet tembak dari cabang Surabaya yang mendaftar sekitar 50 orang dan kansnya sangat besar, karena 90 persen yang ikut PON berasal dari Surabaya,” kata dia.

 

Oleh karena itu, ia menilai kejuaraan ini sangat tepat jika digelar di Kota Surabaya, karena di Surabaya itu atlet menembaknya tumbuh subur. Selain itu, lapangan tembak yang standart untuk event nasional semacam ini, hanya ada di Kota Surabaya, dan di daerah lainnya belum ada. “Ini sangat pas kalau digelar di Surabaya, atletnya banyak,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Olahraga Dispora SurabayaArief Setia Purwanto sangat mengapresiasi kejuaraan nasional menembak ini. Apalagi, semua anggarannya berasal dari Perbakin sendiri, sehingga dia sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Perbakin. “Tentunya kejuaraan ini bisa semakin menjaring bibit unggul dalam olahraga menembak, sehingga atlet menembak di Surabaya semakin banyak,” kata Arief.

 

Selain itu, melalui event kejuaraan menembak ini, maka bisa diketahui stadart lapangan yang dibutuhkan dan ketentuan-ketentuan lomba menembak. Bagi dia, hal itu sangat penting mengingat Pemkot Surabaya saat ini sudah membangun lapangan tembak berstandart internasional. “Tentunya, harapan kami ke depan bisa menggelar kejuaraan menembak di tingkat nasional maupun internasional, karena kami sudah membangunkan lapangannya,” pungkasnya.  (mar)

 

Kapendam V/Brawijaya Duduki Peringkat Kedua Lomba Karya Jurnalistik

JAKARTA (Swaranews) – Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, S. IP, M. M, berhasil menduduki peringkat kedua lomba karya jurnalistik TMMD ke-104 yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Dihubungi melalui via seluler miliknya, almamater Akademi Militer tahun 1997 itu menjelaskan jika dirinya sangat bersyukur atas penghargaan yang diterimanya saat ini.

“Capaian itu, tak terlepas dari dukungan dan kerjasama seluruh stakeholder hingga rekan-rekan media yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD ke-104,” kata Kolonel Singgih. Kamis, 20 Juni 2019 malam.

Oleh karena itu, imbuhnya, dirinya sangat berterima kasih sekaligus mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak selama berlangsungnya program Tentara Manunggal tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat selama berlangsungnya TMMD,” jelasnya.

Perwira Menengah TNI-AD kelahiran Magelang itu berharap, jika pelaksanaan TMMD mendatang, Kodam V/Brawijaya mampu meraih hasil yang lebih baik. “Khususnya untuk dukungan dan kerjasama yang selama ini sudah berjalan dengan baik, dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” paparnya.

Untuk diketahui, pada urutan pertama dalam perlombaan tersebut, berhasil diraih oleh Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Arh Zainuddin. Sedangkan untuk posisi ketiga, di tempati oleh Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Kav Dino Martino.

Sedangkan untuk kategori Dansatgas TMMD, peringkat pertama diduduki oleh Dandim 0721/Blora. Di urutan kedua, di isi oleh Dandim 1306/Donggala dan ketiga di tempati oleh Dandim 0428/Palembang. (sub)

Dishub Surabaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Penutupan Separuh Jalan Yos Sudarso

SURABAYA (Swaranewa) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya bersama Satlantas Polrestabes Surabaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas jalan Alun-alun dari sisi Jalan Yos Sudarso. Pengerjaan basement yang tepat di bawah Jalan Yos Sudarso itu akan dimulai dengan pelaksanaan pile integrity test (PIT) bersamaan itu pula, lajur di Jalan Yos Sudarso akan ditutup bergantian.

 

Kasi Manajemen Rekayasa Lalin, Dishub Surabaya, Beta Ramadhani memastikan, rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan tes PIT sudah siap. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi bersama jajaran Satlantas Polrestabes Surabaya untuk pengalihan arus lalu lintas selama pengerjaan tes PIT. “Penutupan ini bergantian, sudah disiapkan rekayasa jalan dan petugas yang siaga. Nanti kita juga bersinergi dengan BPB Linmas dan Satpol PP untuk pengamanan,” kata Beta, Rabu (19/6/2019).

 

Beta menjelaskan Dishub Surabaya bersama jajaran Satlantas Polrestabes Surabaya juga bakal menyiapkan petugas untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas selama penutupan separuh Jalan Yos Sudarso. Selain itu, pemasangan rambu-rambu petunjuk juga akan dilakukan untuk memberitahu masyarakat yang mau menuju ke arah Jalan Yos Sudarso. “Nanti ada peringatan lebih dahulu melalui rambu-rambu karena ada beberapa simpang juga yang membutuhkan pengawasan nanti juga kami sediakan posko-posko,” ujarnya.

 

Pengalihan arus lalu lintas sebagian ruas Jalan Yos Sudarso ini dimulai pada 20-24 Juni 2019. Penutupan ini terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama dua lajur di sisi barat Jalan Yos Sudarso akan ditutup pada tanggal 20-22 Juni 2019, sehingga arus lalu lintas dari Jalan Gubernur Suryo yang menuju Jalan Yos Sudarso dialihkan menuju Jalan Panglima Sudirman. Sementara itu, untuk pengendara roda empat yang melintasi rute Jalan Basuki Rahmad menuju Gubenur Suryo akan dialihkan menuju Jalan Embong Malang, hanya kendaraan roda dua yang dapat melintasi.

 

Berikutnya pada sesi kedua, jalur sisi timur Jalan Yos Sudarso akan ditutup pada tanggal 23-24 Juni 2019. Untuk arus lalu lintas dari Jalan Pemuda menuju Jalan Yos Sudarso kemudian diarahkan ke Jalan Panglima Sudirman. Sementara untuk arus lalu lintas dari Jalan Stasiun Gubeng diarahkan lurus menuju Jalan Sumatera

 

Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada pengendara untuk mencari alternatif jalan lain, karena sedikit atau banyak pasti akan berimbas pada kemacetan. Sebab selama pengerjaan tes PIT berlangsung, beberapa alat berat akan dikerahkan. “Sebisa mungkin mencari jalan alternatif lain, karena sedikit banyak akan crowded dan beberapa alat berat juga masuk,” imbuhnya.

 

Kanit Dikyasa Satlantas Polrestabes Surabaya, Akp Tirto menjelaskan, pihaknya bersama Disbuh Surabaya akan bersinergi untuk mengatur arus lalin selama pengerjaan proyek berlangsung. Tak hanya itu, pihaknya mengaku akan menerjunkan 25 petugas kepolisian untuk pengamanan beberapa titik lokasi yang menjadi imbas dari penutupan Jalan Yos Sudarso itu.

 

“Spot yang akan menjadi penjagaan dan pantauan pihak kepolisian, diantaranya Patung Karapan Sapi, Jalan Embong Malang, Tidar, Blauran terus ke timur sampai Siola,” kata Tirto.

 

Ia menambahkan untuk di simpang Siola, penjagaannya akan dilakukan selama 24 jam. Selanjutnya untuk titik-titik lain, pelaksanaan pengaturannya disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan. “Kurang lebih 25 petugas per hari yang kami turunkan,” pungkasnya. (mar)

250 Pelajar Tingkat SLTA Ikuti Penataran di Dodik Bela Negara Rindam V/Brawijaya

MALANG (Swaranews) – Sebanyak 250 pelajar tingkat SLTA saat ini sedang mengikuti berlangsungnya penataran di Dodik Bela Negara Rindam V/Brawijaya. Kamis, 20 Juni 2019.

Kepala Bagian Latihan Rindam, Kolonel Inf Rudy Namsah mengatakan jika penataran itu digelar, guna membina bentuk generasi muda yang berkepribadian disiplin hingga berjiwa nasionalisme yang tinggi.

“Hal ini sejalan dengan tema yang diusung saat ini yakni Melalui penataran Kader Bela Negara di kalangan Pelajar Setingkat SLTA, TNI-AD siap membentuk generasi muda bangsa yang berjiwa patriotisme, berkarakter, berwawasan kebangsaan dan cinta tanah air guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kolonel Inf Rudy melalui amanat Pangdam V/Brawijaya yang dibacakannya.

Mengingat waktu pelatihan yang cukup singkat, kata Kabag Lat Rindam, dirinya berharap jika semua materi yang disampaikan oleh para penatar nantinya, dapat dipahami sekaligus di mengerti dengan baik oleh para peserta.

“Momen ini sangat bagus sekali. Selain menambah ilmu dan wawasan, waktu pelaksanaannya pun bertepan dengan musim liburan sekolah. Sehingga, bisa disebut dengan istilah liburan manfaat ganda (Limanda, red),” ujarnya.

Sebelum mengakhiri pembukaan penataran tersebut, Kolonel Rudy menyampaikan beberapa hal yang wajib diikuti oleh para peserta penataran.

Selain dijadikan sebagai wadah untuk menempa diri, Kabag Lat juga mengimbau para peserta penataran untuk meningkatkan integritas pribadi sebagai warga negara yang memiliki semangat patriotisme, pantang menyerah dan memiliki kedisiplinan yang tinggi.

“Tumbuhkan rasa bangga sebagai pelajar Indonesia, dan jiwa korsa yang tinggi dalam rangka menghadapi setiap tantangan yang ada,” pungkasnya.  (mar)

Pasca Malam Perayaan HUT Persebaya ke 92, Ini Penjelasan BPB Linmas Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Penanggulangan dan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya berkomitmen untuk sigap turun membantu melakukan pengamanan di berbagai kegiatan yang berhubungan dengan keramaian. Harapannya, agar kegiatan yang berlangsung itu bisa berjalan aman, nyaman, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Salah satunya pada kegiatan malam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Persebaya ke-92 yang dilakukan oleh supporter Bonek pada Senin, (17/06/2019).

 

Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, dalam perayaan malam itu, sebelumnya pihaknya tidak mengetahui tentang rencana kegiatan tersebut. Sebab, tidak ada pemberitahuan izin dari para penyelenggara. Namun, pihaknya mendapat informasi dari sosial media tentang rencana malam perayaan itu.

 

“Kegiatan yang tadi malam itu, kami mendapatkan informasi karena ada pemasangan spanduk-spanduk di beberapa titik dan dari sosial media. Lalu kami koordinasi dengan Polrestabes Surabaya, ternyata tidak ada izin pemberitahuan sebelumnya,” kata Eddy di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Selasa (18/06/19).

 

Dari informasi yang didapat di sosial media, awalnya BPB Linmas mengirim petugas untuk membantu pengamanan di dua titik lokasi. Yakni Tugu Pahlawan, dan Taman 10 Nopember. Namun ternyata, di Kebun Binatang Surabaya (KBS) juga digelar peringatan yang sama, sehingga pihaknya sedikit kerepotan untuk membagi petugas membantu menjaga keamanan.

 

“Pukul 23.00 WIB ternyata bertambah lagi di KBS, sehingga 29 Pos Pantau dan Pos Terpadu yang kami punya terpaksa kami geser ke KBS. Tujuan kami cuma satu untuk mengamankan kegiatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan, perayaan di dua titik lokasi, Tugu Pahlawan dan KBS berjalan dengan lancar dan tertib. Sementara kegiatan yang berlangsung di Taman 10 Nopember terjadi insiden yang membuat beberapa supporter Bonek dan petugas Linmas mengalami luka-luka. “Perayaan di Taman 10 November ini memang ramai sekali, sehingga muncul beberapa orang yang diduga copet, dan kemudian terjadi perkelahian,” ungkapnya.

 

Saat itu, kata Eddy, tiga petugas Linmas turun untuk membantu melakukan peleraian. Sayangnya, yang terjadi malah petugas itu mendapat tindak kekerasan oleh oknum Bonek. Karena kondisi massa yang begitu banyak dan kurangnya petugas di lapangan, sehingga timbul keributan. “Saat itu tiga petugas Linmas kita ingin membantu mengamankan dan melerai, namun malah dianggap ikut membela yang diduga bersalah, sehingga rekan-rekan Linmas juga dikeroyok dan mengalami luka,” ungkapnya.

 

Tak hanya itu, ia menyebut, dalam insiden tersebut, dua orang Bonek juga mengalami sesak nafas karena asap flare. Selain itu, dua orang Bonek lain mengalami luka-luka di bagian kepala. Bahkan diantara Bonek yang mengalami luka itu, motor beserta tas dan isinya juga hilang. “Semua korban selanjutnya kita bawa ke Rumah Sakit Soewandi untuk dilakukan perawatan. Empat orang sudah pulang dan satu Bonek masih dirawat di RS Soewandi mengalami luka parah,” jelasnya.

 

Atas peristiwa tersebut, Eddy mengimbau kepada teman-teman Bonek ataupun komunitas lain supaya sebelumnya membuat izin pemberitahuan keramaian terlebih dahulu kepada Polrestabes Surabaya dan ditembuskan ke pemerintah kota. “Sehingga kami (petugas) bisa mengantisipasi jumlah massa berapa, jumlah peralatan-peralatan yang harus disiapkan di lokasi, sehingga kegiatan itu bisa berjalan dengan lancar dan aman,” kata dia.

 

Menurutnya, izin pemberitahuan itu tidak hanya untuk mengamankan kegiatan supaya berjalan tertib dan lancar. Namun, tentunya juga untuk warga lain yang melakukan aktivitas di kota ini. Tujuannya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan dan adanya korban, baik jiwa maupun materi tanpa harus menggaggu kepentingan siapapun.

 

“Kalau ada kegiatan seperti ini tolong juga hormati kami sebagai petugas, baik itu petugas Polri, TNI atau jajaran di Pemkot Surabaya. Kami tidak ada niatan apa-apa, karena ini sudah menjadi tupoksi tugas dan tanggung jawab kami dalam mengamankan Kota Surabaya,” pungkasnya. (mar)

Kunjungi Surabaya, Delegasi Asosiasi Pemerintah Kota di Prancis dan UCLG Siap Bantu Palu

SURABAYA (Swaranews) – Delegasi Cities Unies France (CUF) atau Delegasi Asosiasi Pemerintah Kota di Prancis dan Sekjen United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasifik (Aspac) mengunjungi Kota Surabaya, Senin (17/6/2019). CUF dan UCLG ASPAC serta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersinergi untuk membantu korban gempa dan tsunami Palu.

 

Sebelum membantu Palu, rombongan dari Prancis dan UCLG ini mengunjungi beberapa tempat di Surabaya. Kunjungan itu dimulai dengan mengunjungi Taman Harmoni Keputih yang merupakan taman bekas tempat pembungan akhir (TPA) sampah. Setelah itu, rombongan ini diajak untuk melihat Command Center 112 (CC 112) di Gedung Siola.

 

Saat itu, Wali Kota Risma menjelaskan monitor CCTV yang dapat memantau beberapa objek vital di Kota Surabaya, termasuk diantaranya pompa air, pantauan lalu lintas, pintu masuk universitas, dan kediaman beberapa komjen yang ada di Surabaya serta fasilitas dan pelayanan lainnya. Bahkan, saat itu Wali Kota Risma menjelaskan cara penanganan bencana atau kondisi darurat di Kota Surabaya. “Saya sampai ditanya oleh mereka, kamu menciptakan ini (CC 112) dapat ide dari mana? Saya jawab ya dari masalah,” kata Wali Kota Risma sambil ketawa.

 

Menurut Wali Kota Risma, dulu penanganan kondisi darurat di Surabaya memang tidak efisien, karena apabila ada pohon tumbang atau kecelakaan, maka Linmas atau Satpol harus panggil Dinkes atau PMI. Kalau butuh alat lain, maka harus panggil Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, sehingga waktunya kurang efektif dan efisien. “Nah, setelah adanya Command Center 112 ini, maka sistemnya bisa efektif dan efisien, karena tinggal bilang, eh aku butuh ini, sehingga langsung cepat ditangani dan langsung datang semuanya,” tegasnya.

 

Setelah puas melihat program yang luar biasa dari Surabaya, kemudian rombongan dari CUF dan UCLG ASPAC ini beranjak ke Koridor dan lagi-lagi rombongan ini dibuat takjub. Karena di tempat ini anak muda Surabaya berkumpul, belajar dan menciptakan startup. Bahkan, rombongan ini juga sempat berkomunikasi dengan salah satu startup yang berkantor di Koridor . Selanjutnya, mereka diajak makan bersama di Taman Gantung sembari menikmati alunan musik yang dibawakan oleh para pelajar Surabaya.

 

Selanjutnya, rombongan ini bertemu dengan Wali Kota Risma di ruang kerjanya. Mereka kembali dibuat takjub setelah melihat ruang kerja Wali Kota Risma yang di sisi timurnya dipenuhi layar kaca monitor CCTV. Selain itu, dinding-dinding yang lain juga dipenuhi berbagai penghargaan, baik level nasional maupun internasional.

 

Seusai pertemuan itu, Wali Kota Risma menjelaskan bahwa delegasi rombongan Delegasi Asosiasi Pemerintah Kota di Prancis dan UCLG ASPAC serta Pemkot Surabaya bersinergi untuk membantu korban gempa dan tsunami Palu. Kebetulan, Pemkot Surabaya memang sudah menggelontorkan berbagai bantuan untuk korban gempa dan tsunami Palu. “Jadi, saya akan ke Palu meresmikan Sentra UKM dan Pasar. Untuk pasar memang belum selesai, tinggal 20 persen,” kata Wali Kota Risma.

 

Perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga memastikan bahwa Pemkot Surabaya juga akan membantu membangunkan 11 unit rumah tipe 36. Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan lokasi yang akan dibangunkan itu. “Pemerintah di sana (Palu) belum menentukan lokasinya, jadi belum kita bangun,” tegasnya.

 

Sedangkan delegasi yang dari Prancis, Presiden UCLG ASPAC ini juga menjelaskan bahwa mereka akan membantu korban gempa dan tsunami Palu. Namun sebelum itu, mereka akan bertemu dulu dengan masyarakat di sana supaya bantuannya tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat, jika hal ini berhasil, maka berarti bisa minta bantuan juga ke daerah lainnya. “Kalau yang delegasi ini, saya ketika bertemu di Madrid ngomong kepada mereka dan ternyata siap membantu Palu. Tapi detailnya seperti apa, kita akan bicarakan dulu dengan Wali Kota Palu,” ujarnya.

 

Sementara itu, Vice President of the Province Loire Atlantique France, Ms. Fanny Salle menjelaskan kedatangannya ke Surabaya untuk bertemu Wali Kota Risma karena dia merupakan orang yang sangat penting, terlebih dia adalah Presiden UCLG ASPAC. Bahkan, ia mengaku bersama-sama dengan UCLG ASPAC dan Pemkot Surabaya akan membantu korban gempa dan tsunami Palu. “Kita juga mendiskusikan tentang bagaimana membantu keberlanjutan atau sustainability Palu setelah bencana beberapa waktu lalu,” kata Fanny.

 

Oleh karena itu, pada tanggal 19 Juni 2019, dia dan Wali Kota Risma serta jajaran UCLG ASPAC akan meninjau lokasi yang terkena bencana. Hal itu penting untuk memberikan bantuan supaya tepat sasaran. “Bu Risma juga akan meresmikan Sentra UKM dan Pasar di sana yang merupakan bantuan dari masyarakat Surabaya,” kata dia.

 

Malam harinya, rombongan ini akan dijamu oleh Wali Kota Risma di kediaman Wali Kota Surabaya Jalan Sedap Malam. Uniknya, mulai dari hotel mereka menginap, akan diarak oleh becak hias. (mar)

Sekdaprov Heru Tjahjono Sebut Sinergi dan Kolaborasi Kunci Sukses Kemajuan Jatim

SURABAYA (Swaranews) – Sekda. Prov Jatim Ir. Heru Tjahjono MM menyebut Sinergi dan kolaborasi yang kuat oleh berbagai elemen masyarakat menjadi kunci sukses dan majunya Jawa Timur. Dimana di dalamnya terbangun sinergitas Pemprov Jatim, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Halal Bihalal Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FK-LJKD) Jawa Timur bertema “Silaturahim Merajut Persatuan” di Hotel Majapahit Surabaya, Kamis (20/6/2019) sore.

Heru Tjahjono mengungkapkan bahwa Kemajuan Jatim tidak hanya bergantung pada satu pihak saja, namun hanya dapat terwujud jika terdapat sinergi dan kolaborasi antara seluruh pihak yang ada di Jatim. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih atas kerjasama Lembaga Jasa Keuangan Daerah Jatim yang ikut memajukan Jatim.

“Lembaga Jasa Keuangan bersama pemerintah daerah telah ikut memaksimalkan perekonomian daerah dan optimalisasi pendanaan,” kata Heru.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim Heru Cahyono melaporkan, halal bihalal ini menjadi ajang untuk bersilaturahim dalam merajut persatuan antara lembaga jasa keuangan dengan stakeholders terkait.

“Kita semua berkumpul untuk mensyukuri telah menyelesaikan ibadah puasa. Ini ajang untuk bersilaturahmi merajut persatuan. Bertemu secara langsung untuk saling memaafkan,” ujarnya.

Ia berharap kepada lembaga jasa keuangan bisa melakukan kompetisi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Serta berkompetisi dan berinovasi dalam memberikan layanan masyarakat.

“Jangan sampai berkompetisi perang bunga,” pinta Pembina FK-LJKD Jatim ini.

Ia juga menyampaikan, sebagai satu bagian sistem keuangan, lembaga jasa keuangan harus terus menjaga sistem keuangan agar tetap sehat. Sebab jika sistem keuangan bermasalah, maka bisa berdampak pada perekonomian Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia mengatakan, satu kata penting yang ia tekankan adalah soal sinergitas. Dirinya siap menjadi moderator dan mediator dalam menyampaikan aspirasi bagi Jatim.

Sebelum memulai acara halal bihalal, Sekdaprov Jatim bersama Pembina FK-LJKD Jatim memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa. (Msa)

Gubernur Khofifah Dampingi Presiden Jokowi Bagikan 3.200 Sertifikat Tanah di Gresik

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyerahkan 3.200 sertifikat hak atas tanah untuk warga Kab. Gresik di GOR Tri Dharma PT. Petrokimia Gresik, Kab. Gresik, Kamis (20/6/2019).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa hari ini (20/6) telah diserahkan 3.200 sertifikat tanah dari kegiatan tanah sistemik lengkap pada 2019 untuk warga Kab. Gresik.

Di Jatim sendiri, terdapat 19.498.377 bidang tanah yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, 54,5 persen tanah sudah bersertifikat. Sedangkan sisanya sebesar 45,5 persen belum bersertifikat.

“Target PTSL (Pendaftaran Tanah Sitematis Lengkap)  sebanyak 2.191.520 bidang tanah bisa disertifikatkan pada tahun ini. Tujuannya adalah agar semakin sejahtera masyarakat Jatim,” ungkapnya

Orang nomor satu di Jatim itu juga mengingatkan, bagi para penerima sertifikat tanah yang sudah menerima untuk berhati-hati dalam menggunakan sertifikat tersebut. Pasalnya, keberadaannya bisa digunakan untuk meningkatkan dan memberdayakan ekonomi keluarga.

Sertifikat tanah itu, dikatakannya bisa dipergunakan sebagai sarana meminjam uang di bank. Masyarakat langsung bisa mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah yaitu 7 persen per tahun.

“Saya mohon agar sertifikat yang diterimakan dijaga. Apabila sertifikat tanah dijadikan sebagai agunan, harus dihitung kemampuan membayarnya tiap bulannya,” tambahnya

Pada kesempatan yang sama,  Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan bahwa terdapat 126 juta bidang tanah di seluruh Indonesia. Sekitar 46 juta tanah sudah disertifikat, sedang sisanya 80 juta tanah belum bersertifikat. Presiden Jokowi menargetkan, bahwa pada 2025 semua lahan sudah bersertifikat.

“Saya pesan, jika sudah bersertifikat, maka ketika di rumah segera di simpan dengan baik yaitu dengan dilaminating dan di foto copy. Apabila terjadi kerusakan, bisa diurus di BPN hanya dengan membawa foto copy tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menjelaskan, semua tanah di Kab. Gresik akan bersertifikat pada 2024. Semua pengurusan sertifikat tanah dipermudah oleh pemerintah. Hal ini merupakan bagian dari perintah Presiden RI.

“Selain dipermudah, pengurusan sertifikat juga cepat,” jelasnya.

Sebagai informasi, di Kab. Gresik terdapat sekitar 400 ribu bidang tanah belum bersertifikat. Pada 2019 ini, ditargetkan 54 ribu tanah bersertifikat. Pada 2020, ditingkatkan menjadi 110 ribu tanah bersertifikat.

“Dengan dukungan Bupati, Pemprov Jatim dan kerja keras dari BPN, 400 ribu tanah yang belum memiliki sertifikat bisa bersertifikat pada tahun 2024,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sofyan menjelaskan beberapa fungsi dari tanah yang bersertifikat. Pertama adalah tidak akan terjadi sengketa tanah. Sebagian besar permasalahan sengketa tanah adalah karena banyak yang belum bersertifikat.

“Diharapkan seluruh tanah di Indonesia bisa bersertifikat agar tidak terjadi konflik sengketa,” ungkapnya.

Kedua, fungsi dari sertifikat tanah adalah dijadikan sebagai agunan. Diharapkan, masyarakat meminjam uang digunakan untuk berusaha, dan bukan untuk konsumtif.

“Misalnya membeli mobil. Pinjaman itu harus digunakan secara berhati-hati agar tanah tidak disita oleh bank,” lanjutnya.

Sebelum menyerahkan ribuan sertifikat di Kab. Gresik, Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo juga menghadiri akad nikah putri dari Rais Am PBNU K.H. Miftachul Akhyar Abdul Ghoni dengan putra dari K.H. Ali Ridho yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya. (Msa)

Sekdaprov Heru Minta Orang Tua Tanamkan Etika dan Sopan Santun pada Anak

SURABAYA (Swaranews) – Di era milenial yang semakin cepat dan membuat semuanya serba terbuka, baik pergaulan dan kemajuan teknologi, mengharuskan kepada para orang tua untuk menanamkan ilmu agama, etika, moralitas dan sopan santun kepada anak. Hal tersebut menjadi penting untuk kemandirian dan pertumbuhan karakter anak yang baik.

Hal tersebut disampaikan Sekdaprov. Jatim, Dr. Heru Tjahjono yang juga sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) saat membuka “Seminar Parenting Mendidik Anak di era Milenial dan Halal Bihalal DWP Prov. Jatim Tahun 2019 di Ruang Rapat Hayam Wuruk, Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Kamis (20/6/2019) pagi.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa etika dan sopan santun juga dapat menjadi modal berharga dalam pergaulan sehari hari.

Sekdaprov Heru melihat, jika pada suatu saat nanti, ketika anak lebih mementingkan gadget dibandingkan etika dan sopan santun, maka nilai-nilai luhur seperti norma, sikap dan prilaku akan hilang.

“Jika, tidak segera dimulai dan ditanamkan sejak dini oleh para orang tua di rumah, maka nilai-nilai tersebut akan musnah,” ujarnya.

Tak hanya itu, etika dan sopan santun juga bisa menjadi modal bagi seorang anak dalam bekerja atau berinteraksi dengan orang yang lebih tua. Karena, sikap sopan santun akan menentukan keberhasilan seorang anak di masa mendatang.

“Saya memiliki teman anaknya lulus tes karena etika dan sopan santunya. Ketika dia menunggu di tempat tunggu tes dia melewati banyak orang dan mengucapkan rasa permisi dan membungkukkan badan sebagai bentuk sikap sopan. Sedangkan, yang lain acuh dan mementingkan gadgetnya,” ujarnya.

Gadget menurutnya, merupakan salah satu musuh  para orang tua di era milenial. Alasannya, gadget bisa menjadi guru, orang tua bahkan orang dekat kita. Jika dahulu, sebagai orang tua ketika bangun tidur langsung mencari orang tua, sekarang bangun tidur langsung mencari gadget.

“Ini sangat bahaya, anak zaman dahulu bangun tidur langsung mencari ibunya masak apa bu. Tapi anak sekarang langsung mencari gadgetnya kita malah dilupakan. Maka, kita juga harus belajar tentang isi dari gadget anak kita. Jangan sampai kita tidak tahu dari isi gadget anak kita,” tegasnya.

Sementara Ketua DWP Prov. Jatim, Dra. Gardjati Heru Tjahjono mengatakan, diselenggarakannya seminar parenting ini menjadi sebuah hal yang sangat penting bagi Ibu-Ibu DWP, terutama bagi istri Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim. Terlebih, seminar ini bisa menjadi bagian dari sarana pembinaan dan memberikan nilai tambah.

Dijelaskannya, bahwa pendidikan merupakan aspek penting bagi pembangunan bangsa. Hampir semua bangsa, termasuk di Indonesia menempatkan pembangunan pendidikan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan nasional. Sama halnya di Jatim yang dipimpin oleh Ibu Khofifah Indar Parawansa bersama Bapak Emil Elestianto Dardak.

“Melalui program Nawa Bhakti Satya pada Sembilan Program Kerjanya, Ibu Gubernur telah mengupayakan pembangunan Jawa Timur yang semakin sejahtera,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, bahwa DWP Provinsi Jatim berperan penting dalam mendukung upaya tersebut. Meski, di lingkup yang paling kecil yakni di tataran keluarga. Termasuk juga pendalaman pendidikan karakter anak di sekolah memerlukan dukungan dari semua pihak, baik dari pemerintah, organisasi dan bahkan dari masyarakat.

Karena menurutnya, persoalan tersebut menjadi tanggungjawab semua pihak, utamanya dalam membangun masa depan bangsa.

“Kami melihat bahwa peran DWP dalam membangun SDM keluarga sangat penting,” tutupnya. (Msa)

“GEMASTING” Program Pencegahan Stunting yang Dilakukan Mahasiswa IPB di Kabupaten Bogor

Oleh:: Aenyfatchu Rohmah (MAHASISWA IPB)

Sebagian besar masyarakat mungkin belum mengetahui apa itu stunting. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi anak dalam jangka waktu lama. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), angka stunting yang terjadi di Indonesia tahun 2018 mencapai 30,8 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dari 37,2 persen pada tahun 2013. Walaupun demikian, angka tersebut masih tergolong cukup tinggi karena masih berada di atas standar yang ditetapkan World Health Organisation (WHO) yaitu dibawah 20 persen, sehingga Indonesia termasuk wilayah yang mengalami gizi akut. Di Jawa Barat sendiri terdapat tiga belas daerah dengan jumlah penderita stunting terbanyak, antara lain Kabupaten Garut (43,2%), Kabupaten Cirebon (42,47%), Kabupaten Kuningan (42%), Kabupaten Sumedang (41,08%), Kabupaten Bandung (40,7%), Kabupaten Subang (40,47%), Kabupaten Sukabumi (37,6%), Kabupaten Indramayu (36,12%), Kabupaten Cianjur (35,7%), Kabupaten Karawang (34,87%), Kabupaten Bandung Barat (34,2%), Kabupaten Tasikmalaya (33,3%), dan Kabupaten Bogor (28,29%).

Saat ini, pencegahan stunting telah menjadi fokus pemerintah. Upaya tersebut bertujuan agar anak Indonesia berkembang secara optimal sehingga mampu bersaing di tingkat global. Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, menargetkan angka stunting turun ke level 28 persen pada akhir 2019 dan pemerintah sudah menyiapkan sejumlah anggaran untuk target tersebut. Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah yang menjadi fokus pemerintah Jawa Barat dalam menanggulangi stunting, karena jumlah penderita stunting yang masih relatif tinggi, walaupun angkanya masih berada di bawah daerah lain di Jawa Barat.

Menurut penuturan salah satu kepala desa di Kabupaten Bogor, selain karena kurangnya asupan gizi, istilah stunting masih dianggap asing oleh masyarakat desa, sehingga pemahaman masyarakat mengenai stunting masih rendah. Masyarakat masih menganggap bahwa kondisi tubuh anak dipengaruhi oleh faktor genetik sehingga pertumbuhan anak kurang diperhatikan.

Adanya edukasi masyarakat sangat diperlukan sebagai salah satu upaya agar masyarakat lebih memahami stunting. “Kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kondisi fisik anak setiap bulan masih kurang. Masyarakat yang datang ke posyandu hanya pada saat imunisasi dan memeriksa kehamilan. Selain itu, kurangnya jumlah dan pengetahuan kader yang berada di posyandu menyebabkan posyandu yang memiliki sistem 5 meja menjadi kurang pelayananya”, tutur salah satu kader posyandu di Kabupaten Bogor.

Mahasiswa sebagai agent of change mampu memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga menambah pemahaman masyarakat. Hal tersebut telah dilakukan oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM M) yang beranggotakan Aenyfatchu Rohmah, Nurjanah, Imalahur Rosada, Jihan Eka Aprilia, dan Olin Aulia Yunia. Kelima mahasiswa tersebut membuat sebuah program yang diberi nama GEMASTING (Gerakan Masyarakat Sadar Stunting Berbasis Smart Education). Program tersebut dilakukan disalah satu desa di Kabupaten Bogor. Program yang dilakukan antara lain smart indication, smart parenting. smart nutrition, smart cooking, dan konsultasi gizi. Program yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, rasa kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai stunting, serta meningkatkan kreativitas masyarakat dalam upaya pencegahan stunting melalui pengolahan bahan pangan bergizi berbasis sumber daya pangan lokal.

GEMASTING berfokus pada pemahaman mengenai gizi, pola asuh, dan pengolahan pangan yang menjadi salah satu pengaruh terjadinya stunting. Sasaran dari GEMASTING yaitu wanita usia subur (wus), ibu hamil, dan ibu balita. Stunting hanya dapat dicegah pada 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) sampai anak usia dua tahun. Oleh karena itu, perlu pemahaman masyarakat mengenai gizi dan pola asuh yang baik dan benar sebelum masa kehamilan sehingga dapat terhindar dari stunting. Luaran dari GEMASTING sendiri yaitu adanya buku panduan pelaksanaan program yang dapat dijadikan pedoman oleh daerah lain dan terbentuknya cakram gizi dengan susunan makanan yang sesuai dengan sumber daya pangan lokal yang ada, sehingga masyarakat dapat mengetahui status gizi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Adanya GEMASTING menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa untuk ikut berperan dalam mengatasi permasalahan masyarakat yang ada. Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan oleh berbagai elemen, bukan hanya pemerintah. Permasalahan ini tentu menjadi tugas kita semua untuk mengatasinya demi mewujudkan Indonesia yang lebih berkualitas dan mampu bersaing ditingkat global. Untuk itu, Ayo lindungi anak Indonesia dari stunting.