Beranda blog Halaman 2

Pesan Walikota Untuk Anak Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru SD/SMP dan para orang tua murid karena jumlah anak berprestasi di Surabaya terus meningkat dari tahun ke tahun.

 

“Sejak tahun 2010 hanya 300 anak, kini sekitar 7.900 anak berprestasi. Saya ucapkan terima kasih karena prestasi anak-anak semakin tahun semakin meningkat,” ujar Wali Kota Risma saat memberikan motivasi Pelajar Berprestasi Adisiswa Fiesta dan Awarding Eco School 2018 di Convention Hall Jl. Arief Rahman Hakim, Selasa (11/12/2018).

 

Menurutnya, ukuran prestasi anak-anak tidak boleh dilihat dari segi akademis saja. Tetapi, lanjut dia, juga bisa di bidang non akademis seperti olahraga dan musik. “Ayo anak-anakku, ambil dan kembangkan potensi yang kalian miliki,” ajak Wali Kota Risma.

 

Penting baginya menyampaikan masa depan anak sejak dini. Pasalnya, anak-anak adalah generasi penerus bangsa dan tantangan ke depan sangatlah luar biasa karena berhadapan dengan anak-anak di seluruh dunia. “Jadi, tidak boleh jadi penonton, tapi harus jadi aktor agar bisa mengontrol negara ini,” tegasnya.

 

Tak hanya memberiwejangan bagi pelajar SD/SMP, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga berinteraksi dengan anak-anak berprestasi di bidang non akademis mulai paskibra, pencak silat dan paduan suara.

 

Dirinya kembali mengingatkan kepada pelajar berprestasi agar tidak cepat berpuas diri serta tidak lupa memperhatikan kewajiban utamanya, belajar. “Saat di kelas harus mendengarkan penjelasan guru. Itu sudah belajar. Jadi, tidak ada alasan nilai turun. Kalau tidak ngerti tanya, jangan malu,” ungkap wali kota yang juga mantan atlit pelari semasa SMA.

 

Wali Kota Risma menambahkan, bahwa dirinya tidak mengajarkan anak-anak meraih prestasi dengan cara curang, melainkan dengan proses dan kerja keras. “Kalau kita biasa meraih sesuatu dengan kerja keras, kelak menghasilkan buah yang baik untuk menggapai prestasi,” katanya.

 

Tak lupa, Wali Kota Risma mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyrakat khusunya komunitas tunas hijau yang turut berperan aktif dalam program Eco School. “Terima kasih karena kalian menjaga lingkungan sekolah, itu sangat penting. Pertahankan terus sikap positif ini untuk Kota Pahlawan,” tandas mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) ini.

 

Capaian Surabaya Eco School bertema kendalikan sampah plastik selama bulan oktober hingga desember 2018 menghasilkan 1.095 lubang resapan biopori, mengolah 15.019 kg sampah organik, 61 sekolah zero waste tanpa sampah kemasan makanan dan minuman serta pengolahan 10.603 kg jelantah menjadi biodiesel melalui bank sampah induk.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Ikhsan menuturkan, kegiatan Adisiswa Fiesta rutin digelar setiap tahun. Siswa berprestasi ini datang dengan membawa medali serta piala penghargaan yang berhasil diperoleh. Beberapa siswa terlihat datang membawa banyak medali karena sering mengikuti lomba di banyak tempat. “Setiap tahun Ibu Wali Kota Risma memang menyemangati anak-anak ini,” tuturnya.

 

Berbagai prestasi yang diperoleh siswa tersebut, lanjut Ikhsan, dapat digunakan siswa masuk sekolah jenjang berikutnya melalui jalur prestasi. “Prestasi yang diraih siswa Surabaya ini mulai dari tingkat kota, kemudian tingkat provinsi, nasional, bahkan tingkat internasional,” pungkas mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya ini. (mar)

Walikota Surabaya Ucapkan Terima Kasih Atas Dukungan Masyarakat

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sukses meraih penghargaan The Guangzhou International Award For Urban Innovation kategori online popular city. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga Indonesia atas dukungannya.

“Penghargaan yang diperoleh tidak lepas dari dukungan seluruh warga Indonesia yang melakukanvote untuk Kota Pahlawan. Saya ucapkan terima kasih,” ungkapnya di ruang kerja wali kota pada Senin, (10/12/2018).

Dari hasil perolehan voting terakhir, surabaya berhasil menduduki peringkat pertama dengan total perolehan 1.504.535. Disusul Kota Yiwu (China) pada urutan kedua dengan total perolehan angka 1.487.512 dan urutan ketiga diraih Kota Santa Fe (Argentina) dengan perolehan sebanyak 863.151 voting.

Kemenangan ini tidak lepas dari aksi ngevlog yang dilakukan Wali Kota Risma lewat akun instagram @surabaya. Dalam vlognya, Ia mengajak warga Kota Surabaya dan masyarakat di Indonesia untuk berpartisipasi mendukung Kota Surabaya menjadi pemenang di ajang penghargaan dunia. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” imbuhnya.

Disampaikan Wali Kota Risma, ada empat kategori yang dilombakan dan Surabaya masuk dalam kategori partisipasi masyarakat. Ia punmemaparkan partisipasi masyarakat 3R Pengelolaan sampah untuk surabaya yang lebih baik.

“Jadi ada dua kali sesi penilaian dan moderator memberi masukan kepada saya bahwa sebaiknya Surabaya bisa mempresentasikan lebih dari 3R, tapi ya sudahlah,” terangnya.

Meskipun berhasil meraihpenghargaan The Guangzhou International Award For Urban Innovation kategori online popular city, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini mengingatkan agar tidak terlena dengan berbagai macam penghargaan yang diperoleh. Justru, Ia meminta untuk terus giat belajar. “Tujuan saya sejak awal bukan penghargaan, tapi mensejahterakan warga Surabaya dan  ke depan harus lebih bekerja keras lagi,” tegas Wali Kota Risma.

Dalam ajang tersebut, Surabaya merupakan satu-satunya wakil asia pasifik termasuk 2 kota asal Cina diikuti beberapa negara lain diantaranya, Santa Fe (Argentina), Sydney (Australia), Salvador (Brazil), Repentigny (Canada), Santa Ana (Costa Rica), Milan (Italia), Guadalajara (Mexico), Utrecht (Belanda), Kazan (Rusia), e-Thekwini (Afrika Selatan), Mezitli (Turkey) dan New York (Amerika Serikat). (mar)

Cegah Kenakalan Remaja, Wali Kota Risma Minta Pelajar Surabaya Aktif di Ekstrakurikuler Wali Kota Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota SurabayaTri Rismaharini menutup kompetisi Suroboyo Student Basketball Championship di Lapangan Basket Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Senin (10/12/2018). Kompetisi basket antar-SMP se Surabaya yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya ini diikuti 72 tim putra dan 48 tim putri yang memperebutkan Piala Wali Kota.

Sebelum menutup kompetisi, Wali Kota Risma menyerahkan hadiah kepada pemenang kompetisi kategori tim putri. Untuk tim putri, peringkat pertama diraih SMP Katolik Angelus Custos 1, peringkat dua diraih SMP Petra 1, dan peringkat tiga direbut SMPN 22 Surabaya.

Sementara perebutan peringkat pertama dan kedua kategori putra antara SMP NSA dan SMPN 1 Surabaya disaksikan langsung oleh Wali Kota Risma. Pertandingan final putra tersebut dimenangkan SMP NSA dengan skor 40-34. Sedangkan peringkat tiga diraih oleh SMPN 17 Surabaya.

Wali Kota Risma mengatakan, dalam beberapa hari terakhir ditemukan anak-anak Surabaya yang larut dalam kenakalan remaja. Padahal sebelum-sebelumnya, hal itu jarang ditemui. Untuk itu, ia meminta seluruh anak-anak Kota Surabaya, baik yang berasal dari sekolah negeri maupun swasta, aktif dan mengikuti minimal satu ekstrakurikuler. Sebab, hal ini bisa dijadikan salah satu cara untuk mencegah kenakalan remaja.

“Bapak-ibu guru dan kepala sekolah, Pemkot Surabaya punya lapangan banyak. Ada Gelora Pancasila, Gelanggang Remaja, dan lain-lain. Itu bisa digunakan siswa sekolah dan tinggal diatur jadwalnya. Dengan mengikuti ekstrakurikuler, lanjut Risma, itu bisa menyelamatkan anak-anak dari kenakalan remaja,” kata Wali Kota Risma dalam sambutannya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini mejelaskan, jika bisa menyelamatkan anak-anak dari kenakalan remaja, tumbuh kembang anak-anak menjadi luar biasa. “Misalkan ada anak ingin belajar drama, tapi belum ada guru drama, akan saya carikan. Ini semua demi menghindarkan anak-anak dari kenakalan remaja,” tuturnya.

Wali Kota Risma juga tidak menutup kemungkinan anak-anak yang berprestasi di bidang olahraga basket untuk dikirim ke luar negeri. Seperti halnya dengan 10 anak-anak Surabaya yang sudah dikirim ke Liverpool, Inggris, beberapa waktu lalu. “Kalau kalian bermain basket dengan baik dan mau belajar dengan baik, akan ibu kirim ke luar negeri,” jelasnya.

Wali kota yang sarat prestasi ini menambahkan, berlatih basket jangan hanya untuk kompetisi. Dengan begitu, kelak di masa depan bisa menjadi pemain profesional. “Giatlah berlatih dan bersungguh-sungguh. Itu bisa digunakan saat SMA, perguruan tinggi, dan menjadi pemain profesional. Apalagi banyak pemain profesional berasal dari perguruan tinggi,” tuturnya.

Ia juga berpesan tidak ada alasan nilai sekolah jatuh hanya karena sering berlatih basket. Yang terpenting adanya kemauan dan pintar mengatur jadwal. “Ibu dulu pemain voli dan masuk tim basket sekolah. Ibu bisa lakukan keduanya dan nilai tidak ada yang turun,” katanya.

Ia meminta anak-anak untuk berprestasi bukan hanya bidang akademik, bisa juga bidang basket, sepakbola, maupun bidang-bidang lainnya. Tinggal berlatih dengan sungguh-sungguh, belajar dengan sungguh-sungguh, supaya berhasil di dua bidang sekaligus. “Tidak ada yang tidak mungkin. Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diberikan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Risma berpesan agar anak-anak jangan nakal. Tidak boleh terpengaruh dengan perbuatan negatif di luar. Anak-anak Surabaya harus berani menolak. Sebab, sekali terjerumus, akan rugi selamanya. “Ibu sayang kalian. Kalian tidak boleh nakal,” pungkasnya. (mar)

Bayu Airlangga Semakin Mewarnai Pilwali 2020

SURABAYA (Swaranews) – Perhelatan Pemilihan Umum untuk Walikota Surabaya masih akaan di gelar pada tahun 2020 mendatang. Namun di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ini telah bermunculan beberapa nama yang mengemuka.

Menantu Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bayu Airlangga muncul setelah disodorkan oleh Renvile Antonio selaku selaku Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Bahkan pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surochim Abdussalam menilai, Bayu berpotensi masuk paket dari jago yang akan didukung Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indara Parawansa. Bak sebagai wali kota ataupun wakil wali kota.

“Politik kita lagi ada tren positif, memberi kesempatan kepada anak muda menjadi pemimpin daerah, mengingat anak muda lebih identik dengan semangat perubahan,” ujarnya kepada wartawan Senin (10/12/2018).

Dia menganggap bahwa Bayu Airlangga layak diperhitungkan, karena ada banyak nilai plus yang menjadi modal positif sebagai politikus muda.

“Dari sisi performance fisik, misalnya, ok! Tinggi, gagah dan ganteng. Dari sisi karakter kesantunan juga baik, memiliki akses ke Parpol, serta memiliki hubungan keluarga dengan Pakde Karwo,” terang Surochim.

Dirinya menambahkan tinggal memperbanyak panggung saja, agar bisa mendapat dukungan lintas partai. Sebab baginya untuk bisa running di Pilwali Surabaya, dukungan lintas partai menjadi kunci penting.

Paling tidak, masih menurut Surochim, Bayu lebih berpeluang mendapat dukungan dari Khofifah sebagai Cawawali.
“Kalau Cawali agak berat peluangnya. Kalau Cawawali mungkin dan ada peluang,” pungkasnya. (bar/mar)

Foto :
Renville Antonio (kanan) dan Bayu Airlangga saat menyambut Khofifah di kantor DPD Partai Demokrat Jatim. | Foto: ABDILLAH HR

Danrem 082/CPYJ, Lepas Satu Perwira Terbaik Korem

MpOJOKERTO (Swaranews) – Letkol Inf Slamet Suprijanto yang kesehariannya menjabat Kepala Seksi Operasional (Kasi Ops) Korem 082/CPYJ, secara resmi dilepas oleh Kolonel Arm Budi Suwanto, S. Sos.
Tidak hanya itu, suasana haru pun, menyelimuti pelepasan salah satu Perwira terbaik Korem 082/CPYJ tersebut. Senin, 10 Desember 2018, pagi.

Komandan Korem (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Suwanto mengatakan, pelepesan prajurit di lingkungan TNI-AD, merupakan suatu hal yang lumrah, bahkan sering terjadi.

“Pergantian jabatan merupakan bagian dari sistem pembinaan organisasi,” kata Danrem melalui upacara pelepasan Kasi Ops yang berlangsung di aula Makorem.
Selain itu, kata Danrem, upaya tersebut merupakan salah satu bagian dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi, memantapkan kualitas kepemimpinan, sekaligus memperkaya pengalaman setiap prajurit, sehingga nantinya mampu mengemban setiap tugas ke depan.

“Terima kasih kepada Letkol Inf Slamet yang telah mengemban amanah sebagai Kasi Ops Korem. Dan, selamat mengemban tugas di tempat dinas yang baru sebagai Katim Gumil Rindam V/Brawijaya,” ujar Kolonel Budi.

Selain dihadiri Danrem, berlangsungnya pelepasan Letkol Inf Slamet Suprijanto tersebut, juga turut disaksikan oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 082/CPYJ, Letkol Moch Sulistono, para Kasi Korem hingga seluruh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS di lingkungan Korem 082/CPYJ. (sub)8

Perbanyak Hutan Kota untuk Jaga Keseimbangan Lingkungan

Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya mencegah banjir dan menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah terus memperbanyak hutan kota di berbagai wilayah di Surabaya.
Dalam kurun waktu Januari-Desember 2018, sudah ada beberapa hutan kota baru yang bermunculan di Surabaya. Setiap hutan kota itu, biasanya ditanami ribuan tanaman dan juga buah-buahan yang nantinya bisa dipetik dan dinikmati oleh warga sekitar. Bahkan, hutan kota itu juga dilengkapi waduk atau embung yang fungsinya untuk menampung air.
Yang terbaru, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan hutan kota di Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, Jumat (23/11/2018). Saat itu, sebanyak seribu pohon yang terdiri dari berbagai jenis ditanam di lokasi, diantaranya pohon matoa, jambu air, sawo, mangga dan cemara udang.
Pembuatan hutan kota itu disesuaikan dengan kondisi wilayah yang ada di Surabaya. Khusus di Warugunung, fungsinya untuk menekan banjir dan polusi udara.
Selain itu, pembuatan hutan kota di daerah itu juga diharapkan mampu meminimalisir dampak patahan aktif yang dapat menyebabkan terjadinya gempa. Dengan adanya hutan kota tersebut, membuat struktur tanah menjadi lebih kuat.
“Saya percaya dengan treatment membuat hutan kota, maka akan ada perbaikan struktur tanah di situ. Nanti air hujan akan masuk ke tanah, sehingga air itu akan mempengaruhi struktur tanah supaya lebih kuat,” kata Risma.
Selain di Warugurung, sebelumnya Risma juga meresmikan hutan kota di Jalan Lempung Perdana, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Saat itu, Risma didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Joestamadji, serta para pelajar menanam sekitar 200 pohon di hutan kota yang terletak di samping SMPN 47 Surabaya itu. Selanjutnya, penanaman pohon itu dilakukan bertahap hingga mencapai empat ribu pohon.
Adapun fungsi hutan kota di Lontar itu untuk mengendalikan banjir. Daerah Lontar merupakan salah satu kawasan tertinggi di Kota Surabaya, sehingga pohon-pohon itu diharapkan dapat menyerap air hujan. Dengan demikian, kawasan yang ada di bawahnya bisa lebih mudah dikendalikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Joestamadji mengatakan, hutan kota itu sudah diatur dalam Perda 15 tahun 2014 tentang hutan kota. Bahkan, dalam perda itu diatur tentang target luasan hutan kota di Surabaya, yakni sebesar 10 persen atau 3.500 hektar dari total luas wilayah Surabaya di kisaran 35 ribu hektare. Luasan itu harus bisa direalisasikan selambat-lambatnya 10 tahun setelah perda itu disahkan.
“Saat ini, kami sudah berkoordinasi dengan dinas pengelolaan bangunan dan tanah (DPBT) terkait pengadaan lahan baru untuk hutan kota,” katanya.
Menurut Joestamadji, saat ini hutan kota yang sudah dimiliki Surabaya tersebar di sejumlah wilayah di Surabaya, seperti di Pakal dengan luar 13 hektare, Balas Klumprik seluas 4,3 hektare, dan kawasan Pamurbaya seluas 500 hektare. Semua hutan kota itu pasti ada waduknya untuk mengendalikan air.
“Jadi siklus hidrologinya terpenuhi. Hujan turun di pohon, turun pelan-pelan masuk ke waduk terjadi penguapan, turun lagi siklusnya jadi hujan, tapi tetap kita punya air tanah,” imbuhnya.
Ia menambahkan, ada perbedaan antara hutan kota dan taman kota. Jika taman, umumnya mayoritas tanaman berupa bunga-bunga atau tumbuhan dengan jenis relatif berukuran kecil. Sedangkan kalau hutan kota, tanamannya fokus pada jenis yang lebih besar, keras, dan rindang.
“Fungsi tanaman ini untuk menjaga keseimbangan lingkungan sehingga dapat meminimalisir banjir dan juga untuk memproduksi oksigen,” pungkasnya.(Adv/mar)

Pemkot Surabaya Kenalkan Weather Information Display Kepada Para Nelayan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar pembinaan keselamatan dan pengenalan Weather Information Display (WID), kepada kelompok nelayan di Surabaya, Kamis, (29/11/18). Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan kepada para nelayan, serta kesadaran tertib pelayaran. Sehingga diharapkan mampu mewujudkan keselamatan dan mengurangi tingkat kecelakaan di laut.
Setidaknya, ada 75 orang perwakilan dari kelompok nelayan di Surabaya yang mengikuti kegiatan tersebut. Sedangkan untuk pemateri, Pemkot Surabaya menggandeng beberapa instansi terkait. Yaitu, BMKG Maritim Tanjung Perak, Kesyahbandar Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya M. Taswin mengatakan ada lima materi utama yang disampaikan oleh masing-masing narasumber. Pertama yakni terkait aspek keselamatan berlayar di laut, kedua legalitas perizinan (pass kecil perahu) bagi nelayan, ketiga pemanfaatan teknologi informasi dan peringatan dini. Keempat, perawatan dan kelayakan kapal, baik kapal wisata maupun kapal nelayan. Dan terakhir, yakni strategi terkait pengembangan kawasan pesisir dan asuransi bagi para nelayan.
“Inti dari pembinaan nelayan ini, supaya (nelayan tahu) bagaimana cara mengatasi apabila terjadi keadaan-keadaan ombaknya naik dan sebagainya. Sekarang kita juga telah menyediakan informasi (layanan) tentang keadaan cuaca (WID),” kata Taswin disela-sela acara yang bertempat di Sentra Ikan Bulak (SIB) Surabaya.
Taswin menuturkan ada tiga hal penting yang ditekankan kepada para nelayan sebelum melakukan aktivitas di lautan. Pertama yaitu berupa informasi terkait faktor alam, seperti kondisi cuaca, ombak dan angin. Kedua yaitu teknis mengenai kapal. Dan ketiga adalah faktor manusia. Menurut dia, faktor manusia menjadi hal utama, sebab jika faktor ini sendiri kurang disiplin, pastinya akan berpengaruh terhadap keselamatan ketika di lautan.
“Sehingga kemudian diberikan pelatihan ini. Harapannya biar nelayan ini bisa mencari nafkah tetap dalam kondisi aman. Baik pada waktu berangkat ke laut maupun kembalinya,” harapnya.
Pada kesempatan ini, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan kepada para nelayan berupa alat-alat keselamatan ketika di laut. Seperti life jacketpelampung dan senter. Bahkan, dalam kegiatan ini, pemkot juga mengenalkan kepada para nelayan papan informasi cuaca digital, berupa Weather Information Display (WID).
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan BMKG telah memasang alat informasi berupa Weather Information Display (WID) di tiga titik lokasi pesisir pantai Surabaya. Lokasi pertama, berada di Tambat Labuh Sontoh Laut, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo. Serta dua alat lain, dipasang di Taman Suroboyo dan Area Masjid Al Mabrur, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak Surabaya.
“Tujuannya untuk memberikan transformasi data dan informasi prakiraan cuaca/iklim (khususnya daerah maritim), berupa media digital sebagai layanan kepada para nelayan,” kata Irvan.

Disamping itu, lanjut Irvan,weather information displaydiharapkan menjadi media digital videotron dan aplikasi informasi awal prakiraan cuaca/iklim bagi para nelayan. Apalagi menurutnya, saat ini kondisi cuaca terbilang ekstrem. Sehingga nantinya alat tersebut, dapat bermanfaat bagi para nelayan sebelum memulai aktivitas di lautan.
“Dengan begitu, nelayan ketika memulai bekerja, dia sudah dibekali dengan informasi tentang keselamatan maupun informasi cuaca,” terangnya.
Irvan mengaku, weather information display ke depannya juga akan menjadi sebuah media edukasi bagi masyarakat sekitar. Bahkan nantinya, WID akan dilengkapi dengan berbagai informasi lain. Seperti informasi tentang gempa, kondisi satelit dan event-event lain Pemkot Surabaya. “Kami berharap tidak ada kecelakaan di laut yang menimpa kita,” pungkasnya. (Adv/mar)

Lomba Lari 10K CPYJ Run, Sambut HUT Kodam Brawijaya ke-70

KOTA MOJOKERTO  (Swaranews) –Serangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Juang Kartika dan HUT Kodam Brawijaya ke-70 mulai digelar di seluruh satuan TNI-AD di wilayah teritorial Kodam Brawijaya.

Pada kesempatan momentum tersebut, Korem 082/CPYJ sengaja menggelar acara lomba lari 10 dan 5 Kilometer yang melibatkan masyarakat, sekaligus unsur TNI, Polri dan beberapa pihak Forpimda di wilayah tugas Korem 082/CPYJ.

Komandan Korem (Danrem ) 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Suwanto, S. Sos mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi antusias para peserta yang mengikuti berlangsungnya perlombaan yang terbagi menjadi 2 kategori tersebut.

Selain menyambut HJK dan HUT Kodam, menurut Kolonel Budi, acara tersebut digelar, juga bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan antara TNI dan rakyat, sekaligus instansi Pemerintah di wilayah tugasnya.

“Kegiatan ini juga ditujukan untuk mencari bibit-bibit atlet pelari,” tandas Danrem usai melepas keberangkatan peserta lari yang sudah memadati Makorem 082/CPYJ. Minggu, 9 Desember 2018.

Danrem menambahkan, selain melewati Jalan Mojopahit, para peserta lari nantinya juga akan melewati beberapa titik ruas rute yang sudah ditentukan oleh pihak panitia penyelenggara.

“Diawali dari Jalan Mojopahit, peserta nantinya juga akan melewati Jalan RA. Kartini, Jalan Brawijaya, Jalan Hayam Wuruk, hingga kembali lagi ke Makorem yang sudah dinyatakan sebagai garis finish oleh pihak panitia,” ungkapnya.

Guna menambah rasa semangat para peserta, menurut Danrem, pihak panitia juga menyediakan beberapa door prize yang ditujukan bagi masyarakat. Selain itu, imbuh Kolonel Budi, beberapa panggung hiburan juga disediakan oleh pihak penyelenggara dalam serangkaian acara tersebut. “Semuanya kita suguhkan untuk rakyat,” tegas Danrem.

Selain dihadiri Danrem 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Suwanto, berlangsungnya acara tersebut, juga dihadiri oleh Asisten Personalia (Aspers) Kasdam Brawijaya, Kolonel Inf Lukman Hakim, Kepala Staf Korem (Kasrem) 082/CPYJ, Letkol Inf Moch Sulistiono, Wakil Bupati Mojokerto, H. Pungkasiadi, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, H. Izmail Pribadi, para pejabat teras TNI-AD di wilayah teritorial Korem 082/CPYJ, hingga perwakilan dari Polresta dan Polres Mojokerto. (mar).

 

 

 

 

 

 

 

Eksodus Pengusaha Tionghoa ke Kubu Prabowo

Oleh: Asyari Usman*

MEREKA memang bukan dari kelas konglomerat. Mereka tak masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Tetapi, mereka malam tadi (7 Desember 2018) menunjukkan secara terang-terangan bahwa mereka telah menerobos “garis takut” (line of fear). Yaitu, garis yang selama ini mengekang para pengusaha Tionghoa untuk menyatakan dukungan lugas, tegas dan bernas kepada Prabowo Subianto (PS).

Mereka tidak ragu-ragu lagi mengucapkan “Semoga Pak Prabowo Subianto menjadi presiden pada tahun 2019”. Diaminkan oleh sekitar seribu orang yang hadir.

Mereka katakan itu di depan acara Gala Dinner yang bertajuk “Tionghoa & Bisnis Di Mata Prabowo Subianto” di SunCity, Jakarta. Acara bertujuan untuk mengumpulkan donasi kampanye Prabowo. Dalam suasana yang tenang. Tanpa rasa waswas diinteli. Tidak ada lagi ketakutan itu.

Inilah awal dari gelombang eksodus pengusaha Tionghoa ke kubu Prabowo. Saya sebut eksodus karena selama ini asumsi umum yang diyakini adalah bahwa semua pengusaha Tionghoa pasti mendukung Jokowi.

Bagi saya, ini merupakan satu lagi pertanda ‘pemberontakan’ terhadap kepresidenan Jokowi. Terhadap slogan “Jokowi adalah kita”. Ini tidak mudah dilakukan. Saudara-saudara kita pengusaha Tionghoa itu memberontak dengan risiko besar. Tapi mereka nekat. Tak perduli lagi apa pun akibatnya.

Nah, mengapa mereka lakukan itu? Pasti ada masalah yang sangat fundamental terkait dengan pemerintahan Jokowi. Soal kebijakan ekonominya. Juga kebijakan politiknya yang dianggap membahayakan bangsa dan negara. Yang membahayakn kedaulatan dan mengancam persatuan nasional. Saudara-saudara dari etnis Tionghoa sudah melihat bahaya itu dengan jelas.

Itulah sebabnya mereka pindah ke capres yang paham mengelola bangsa dan negara yang kaya dan beragam ini. Mereka menaruh keyakinan bahwa PS bisa mencegah kehancuran labih lanjut. PS mengerti cara untuk memulihkan situasi yang centang-prenang saat ini.

Mereka menerobos garis takut itu bukan sekadar menghibur PS. Bukan ikut-ikutan untuk menunjukkan bahwa mereka perduli pada capres lawan Jokowi. Ini bukan taktik pasang dua-kaki.

Mereka tahu persis akibat menerobos garis takut itu. Kalau mereka berstrategi dua kaki, pasti itu mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi. Tidak secara terbuka. Di acara Gala Dinner malam tadi, komunitas pengusaha Tionghoa itu sengaja menunjukkan kepada Jokowi bahwa mereka betul-betul ingin PS yang memimpin Indonesia. Ingin PS menjadi presiden. Mereka berkampanye di situ.

Apakah hanya pura-pura? Tak mungkinlah! Suasana di Gala Dinner itu sangat natural. Alami. Ibu-ibu, gadis-gadis, dan para remaja wanita Tionghoa monadr-mandir, lompat-lompat kegirangan untuk berswafoto (selfie) dengan PS. Mereka langsung buat postingan medsos dengan foto selfie itu. Semuanya berlangsung apa adaya. Tidak ada yang kaku. Semua genuine. Tulus.

Siapakah mereka? Rata-rata mereka adalah pengusaha menengah bawah. Tidak beromset besar, tetapi kehidupan mereka mapan. Mereka adalah para pengusaha yang telah, sedang, dan bakal terkena dampak langsung kebijakan ekonomi Jokowi yang tidak memihak rakyat.

Acara itu tidak hanya meriah, melainkan juga menohok. Menohok bagi Jokowi. Ini merupakan pesan langsung kepada Jokowi bahwa warga Tionghoa tidak lagi bisa diajak berkolusi untuk kehancuran. Mereka menyadari kekeliruan. Dan ingin memperbaiki kekeliruan itu. Ingin menyampaikan pesan kepada seluruh pihak bahwa sekarang tidak ada lagi dukungan tanpa syarat untuk Jokowi.

No more blank cheque untuk Jokowi. Tidak ada lagi cek bebas tulis untuk Jokowi dari komunitas Tionghoa.

Secara simbolis, para pengusaha menengah itu menyerahkan bantuan Rp 425 juta untuk kegiatan pemenangan PS. Memang jumlah itu kecil dibandingkan keperluan kampanye PS. Tetapi, beban psikologis yang ditimpakannya kepada Jokowi bagaikan seberat 425 metrik ton.

Tak berlebihan juga untuk mengatakan bahwa Gala Dinner pengusaha Tionghoa malam tadi adalah “bom cluster” yang dijatuhkan ke kubu Jokowi. Langsung kucar-kacir. Banyak yang luka berat. Para komandan menjadi panik. Tekanan darah pun naik.

Saya memperkirakan, setelah seribuan warga Tionghoa menerobos garis takut dan menyatakan dukungan untuk Prabowo, bakal ada lagi acara yang sama. Akan muncul lagi komunitas Tionghoa lainnya yang pindah secara massal ke kubu Prabowo.

Eksodus komunitas Tionghoa dari kubu Jokowi telah dimulai.

(Penulis adalah wartawan senior)

720 Pohon Ditanam Oleh PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk

GRESIK (Swaranews)  – PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk turut ambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan hijau, untuk mengatasi permasalahan perubahan iklim dan problem lingkungan.

Melalui program corporate social responsibility (CSR), PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk yang beralamat di Jalan Raya Krikilan KM 28, Kabupaten Gresik, menanam dan membagikan 720 batang pohon dan bunga beserta pot-nya kepada masyarakat Dusun Larangan, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Kegiatan penanaman pohon ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia yang jatuh pada 28 November setiap tahunnya sekaligus Bulan Menanam Nasional (BMN) yang diperingati setiap Desember.

Kegiatan tahun ini bertema “Menuju Kampung Hijau Sehat dan Berseri, Hijaukan Kembali untuk Masa Depan Bumi Kita”. Agenda kegiatan diawali dengan sambutan-sambutan, kemudian penyerahan pohon secara simbolis yang diwakili manajemen PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk kepada Kepala Desa (Kades) Krikilan, Supri di depan Balai Desa Krikilan.

Setelah itu, dilakukan pembersihan lingkungan, pengecatan jalan, dekorasi lingkungan, penanaman pohon dan bunga di lingkungan Dusun Larangan, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Selain warga dan karyawan PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk, turut serta dalam kegiatan ini antara lain anggota Polsek Driyorejo, Kodim 0817 Gresik, Karangtaruna, Ibu PKK, FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia), serta pegiat lingkungan.

Tri Indiyanto atau akrab disapa Indi mewakili PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk menerangkan, kegiatan ini merupakan salah satu program CSR PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk yang memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Desa Krikilan dan menjaga lingkungan sekitarnya tetap hijau berseri dan lebih sehat.

Adapun pohon dan bunga yang ditanam meliputi pohon produktif seperti pohon jeruk lemon, kelapa, tree colour, hingga aneka jenis bunga yang ditanam ke dalam pot untuk menambah estetika lingkungan.

“Gerakan menanam pohon dan bunga ini juga merupakan upaya mengantisipasi perubahan iklim global dan mencegah kerusakan lingkungan yang berdampak pada penurunan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan. Selain itu juga dapat mengurangi dampak pemanasan global, meningkatkan absorbsi gas CO2 dan polutan lainnya, mencegah banjir, kekeringan,” jelas Indi.

Selain program CSR bidang lingkungan, Indi juga menyebutkan bahwa PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk menyalurkan tanggungjawab sosialnya untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Krikilan melalui bantuan kolam dan bibit ikan. Dengan bantuan itu, warga bisa budidaya ikan.

“Mereka yang dapat bantuan budidaya ikan ini merupakan kelompok UMKM binaan PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk. Ikan hasil budidaya itu bisa dijual oleh mereka sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya,” ungkap Indi, Sabtu (8/12/2018).

Program lain dari CSR PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk yang disebutkan Indi ialah daur ulang sampah dan komposting.

Komposting adalah program untuk mengajak masyarakat mengelola sampah organik menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pupuk alami bagi rumah tangga.

“Semua ini adalah bentuk tanggungjawab sosial PT Garuda Food melalui program CSR yang disalurkan di sekitar pabrik,” pungkas Indi.

Tokoh masyarakat Desa Krikilan, Suparmin atau akrab disapa Pak Rasid mengungkapkan terima kasihnya kepada PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk, yang banyak memberikan kontribusinya terhadap lingkungan agar tetap lestari serta peningkatan taraf hidup warga Desa Krikilan khususnya Dusun Larangan.

“Adanya program penanaman pohon dan bunga serta pelatihan daur ulang dan budidaya ikan yang diselenggarakan melalui program CSR PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk sangat membantu warga Desa Krikilan. Warga banyak menerima manfaatnya, baik dari sisi lingkungan maupun perekonomian,” ungkap Pak Rasid.

Menurut Pak Rasis, program CSR PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk ini tidak hanya kali ini saja. Sebelumnya, PT Garuda Food juga melaksanakan kegiatan sunatan massal gratis di Dusun Larangan, serta pada tahun 2017 lalu juga mengadakan acara serupa dengan penyerahan 300 pohon beserta tong sampah.

“Selain itu, banyak warga Desa Krikilan juga direkrut bekerja di PT GarudaFood Putra Putri Jaya Tbk. Kami harap, kemitraan ini terus berlangsung dan dapat ditingkatkan sehingga menjadi contoh untuk perusahaan lain agar menyelenggarakan kegiatan yang sama,” ucap Pak Rasid. (mar)