Beranda blog

Risma Resmikan Konter Pelayanan Fasilitas HKI di Siola

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerjasama dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), membuka konter pelayanan fasilitas permohonan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Siola, Kamis (17/01/19). Layanan fasilitas permohonan  itu, terdiri dari Hak Merek, Hak Cipta, Hak Paten dan Desain Industri.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, langkah ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar jangkauannya lebih luas. Disamping itu, bertujuan untuk melindungi karya atau hasil produk UMKM Surabaya. “Sebetulnya program ini sudah lama, kita memberikan fasilitas gratis. Kenapa saya launching tahun ini, karena masih banyak yang belum tahu,” kata Wali Kota Risma.

 

Ia menyampaikan selama ini konter layanan permohonan HKI di Siola sudah lama tersedia, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui, sehingga pihaknya kemudian melaunching dan mengenalkan kembali fasilitas layanan tersebut. Kendati demikian, ia berpesan kepada para pelaku UMKM Surabaya bisa segera mengurus HKI. “Mari Bapak-Ibu kalau ada temannya dikasih tahu untuk segera mengurus ini. Betapa pentingnya kekayaan intelektual, merek dan hak paten itu,” pesannya.

 

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini prihatin mendengar beberapa hasil karya atau produk UMKM di Surabaya diklaim milik orang lain. Karena itu, ia menekankan agar ke depan para pelaku UMKM tidak lagi menyepelehkan masalahlicense tersebut. “Karena itu, kita tidak boleh teledor, kita sudah susah-susah bikin (produk) kemudian diambil orang lain,” ujarnya.

 

Dengan diresmikannya konter layanan itu, Wali Kota Risma ingin UMKM di Surabaya dilengkapi dengan license merek. Hal ini dinilai penting, seiring dengan teknologi perkembangan zaman yang terus meningkat. Apalagi, produk tersebut penjualannya sudah ekspor, pastinya sangat perlu dilengkapi denganlicense. “Terutama kalau sudah ekspor itu bahaya sekali, yang berat lagi misalkan yang desain (digital) itu,” jelasnya.

 

Pada kesempatan ini, Wali Kota Risma juga menyerahkan sertifikat merek dan hak cipta kepada 53 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  di Surabaya. Diantaranya, pemberian hak merek kepada ‘Kampung Semanggi’ dengan jenis produk olahan makanan semanggi, ‘Janetta Karya’ dengan jenis produk tas-dompet-bordir, ‘Ning Dea’ jenis produk kue basah dan ‘Medang’ jenis produk camilan makaroni. Bahkan, ia juga mengaku, tahun ini pihaknya juga menyediakan sertifikat merek gratis kepada 150 pelaku UMKM Surabaya. “Tahun ini kita alokasikan untuk yang free 150, nanti kalau kurang kita akan ajukan lagi ke DPRD,” imbuhnya.

 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati menambahkan untuk mendukung kemajuan UMKM Surabaya, Pemkot Surabaya telah memberikan berbagai fasilitas layanan, mulai dari pelatihan, pengemasan, pemasaran hingga pembukuan. Bahkan untuk melengkapi hal itu, pihaknya juga menyediakan konter fasilitas permohonan HKI. “Selain melalui Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, ini salah satu fasilitas untuk memberikan sertifikasi hak kekayaan intelektual,” kata Wiwiek.

 

Wiwiek menuturkan konter fasilitas pelayanan pengajuan HKI itu, terdiri dari pengurusan hak merek, hak paten, hak cipta dan desain industri. Ia berharap, produk UMKM Surabaya mempunyailicense, sehingga aman dan tidak diklaim oleh orang lain. “Mudah-mudahan ini semakin menarik minat pelaku UMKM untuk semakin lebih kreatif,” pungkasnya (mar)

Unit Reskrim Polsek Kenjeran Berhasil Amankan Pencuri Di Komplek TNI AL Kenjeran

SURABAYA – (Swaranews) Unit terkirim Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kembali sukses menggagalkan pelaku pencurian ( Curat ) yang berusaha lari membawa kabur hasil jarahannya, pencurian terjadi pada hari Senin, 14 Januari 2019, sekitar pukul 11.00 Wib.Berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/K/11/I/ 2019/Jatim/Res Pel. Tg. Prk/ Sek Kenjeran tanggal 14 Januari 2019.

Kapolsek Kenjeran Kompol H.Cipto, SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Kenjeran IPTU Endri SH, mengatakan tersangka bernama Eko Cahyono bin Alm Tohir alias Rambo, (laki – laki), 22 tahun, Islam, pekerjaan swasta, alamat jalan. Bogen Gg. II No. 07 Surabaya.

Sambung Kanit Reskrim Polsek Kenjeran IPTU Endri SH, berawal pada hari Minggu, 13 Januari 2019, sekitar jam 21.00 Wib, korban sedang mencas HP merk ADVAN miliknya di dalam Gedung PPAL TNI AL Jln. Abdul Latif No. 01 Kenjeran, “ucapnya.

Kemudian korban langsung pulang, korban lupa kalau HP nya di cas di gedung PPAL TNI AL, saat pagi hari Senin tgl 14 Januari 2019 sekitar pukul 04.00 Wib, korban teringat HP nya di carge di atas kursi di dalam ruangan gedung PPAL TNI AL, lalu korban mendatangi gedung tersebut berniat akan mengambil HP nya yang ada didalam, ternyata HP nya sudah hilang padahal pintu gedung dalam keadaan terkunci, ” ujar IPTU Endri

Selanjutnya atas kejadian tersebut korban menanyakan kepada Saudara saksi Pak Mad yg berada di Gedung PPAL namun Pak Mad tidak mengetahuinya, kemudian Pak Mad berusaha mencari informasi ke Terminal Lama Kenjeran.

Kemudian setelah ada informasi bahwa ada seorang yang diduga melakukan pencurian yang berada di Terminal lama yaitu Saudara Eko Cahyono alias Rambo tidak biasanya memegang HP, ternyata saat hari Senin tgl 14 Januari 2019, sekitar pukul 11.00 Wib, Eko Cahyono sedang duduk di Terminal dan memegang HP yang diduga milik korban, terangnya

Selanjutnya korban menghubungi anggota Polsek Kenjeran untuk melakukan mengamankan pelaku beserta HP nya, kemudian dan di bawa ke Polsek Kenjeran guna proses hukum selanjutnya.

Dihadapan penyidik saudara Eko Cahyono mengakui relawan mengambil Hp di Gedung PPAL TNI AL, masuk gedung dengan cara memanjat melalui jendela yang tidak terkunci dan mengambil HP milik korban tersebut, ungkapnya

Tersangka kini ditahan di Polsek Kenjeran untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tersangka Eko Cahyono (22) akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP, pungkasnya.( ari)

KAPOLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK PIMPIN LANGSUNG UPACARA HARI KESADARAN NASIONAL

SURABAYA -(Swaranews) Upacara Bendera Memperingati Hari Kesadaran Nasional, digelar di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis Pagi, 17 Januari 2019. Dimulai pada Pukul 08.00.

Kegiatan Yang rutin dilakukan setiap tanggal 17 setiap bulannya ini ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran. Termasuk dalam hal kedisiplinan menjalankan tugas.

Upacara Kali Ini dipimpin Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K, Msi, yang diikuti oleh seluruh personil dan ASN.

Hadir pula Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Achmad Faisol Amir, S.I.K, Msi, bersama para Kabag, Kasat dan Kapolsek jajaran.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Menyampaikan pesan agar para personilnya senantiasa menjaga rasa Cc.nta Tanah Air. Termasuk Juga Meningkatkan Kwalitas Kerja Demi Pengabdian Kepada Bangsa Dan Negara.

Dia Juga Mengingatkan Kepada Para Personil Dan Asn, Agar Selalu Mengedepankan Sikap Ramah Kepada Masyarakat, Karena Polri Adalah Pelayaan Masyarakat.

“usahakan Selalu Senyum Sapa Dan Salam Kepada Masyarakat. Kita Juga Harus Tanggap Terhadap Segala Situasi. Khususnya Hal-Hal Yang Bisa Mengancam Keamanann Harus Kita Cegah,” Ujarnya.

Selain Itu Dalam Menghadapi Pemilu Yang Akan Berlangsung Di Bulan April 2019, Kapolres Menekankan Agar Para Personilnya Terus Menjalin Hubungan Baik Demi Menjaga Sinergitas Dengan Instansi Lain.

“pemilu Adalah Agenda Nasional Yang Harus Kita Amankan. Selain Menjaga Sinergitas Dengan Instansi Samping, Tingkatkan Himbauan Ke Masyarakat, Agar Ikut mendukung terlaksananya Pemilu 2019 yang Aman, Damai Dan Kondusif,” ungkapnya. (ari)

Semangat Polsek Krembangan Mensosialisasikan ” Millennial Road Safety Festival ” Di Sekolah-Sekolah

SURABAYA (Swaranews)- Polsek Krembangan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kegiatan Polsek Krembangan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setia Oetami,SE didampingi Kanit Lantas IPTU Isminto, SH beserta anggota Lalu Lintas Polsek Krembangan mengunjungi SMA Kemala Bhayangkari 2, dalam rangka mensosialisasikan ” Millennial Road Safety Festival “, pada hari Rabu, 16 / Januari / 2019, sekitar pukul 06.30 WIB sampai selesai.

Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setia Oetami, SE bersama Kanit Lantas IPTU Isminto, SH beserta jajaran Polsek Krembangan, pagi hari, sekitar pukul 06.30 Wib, kembali mensosialisasikan Millenial Road Safety Festival mengajak para siswa didik SMA KEMALA BHAYANGKARI 2 untuk tertib dalam berlalu lintas di jalan umum, Kanit Lantas berupaya terus menabuh genderang melakukan Sosialisasi ” Millennial Road Safety Festival ” kepada para siswa didik,terang Bunda Esti

Kanit Lantas IPTU Isminto, mengatakan dengan kelas an akan pembagian brosur kepada para siswa – siswi yang berisi sosialisasi ” Millennial Road Safety Festival ” dan pemasangan banner di Sekolahan SMA Kemala Bhayangkari 2, yang bertujuan mengingatkan kembali siswa – siswi sangat pentingnya tertib berlalu lintas.

Sambung Kanit Lantas IPTU Isminto SH, seperti yang kita ketahui, semua siswa – siswi di halaman sekolah SMA Kemala Bhayangkari 2 sangat antusias dan bersemangat mengikuti arahan Kapolsek Krembangan dalam mengikuti progam unggulan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K., M.Si,” ucap IPTU Isminto kepada swaranews

Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setia Oetami, SE didampingi Kanit Lantas IPTU Isminto SH, beserta anggota Lalu Lintas Polsek Krembangan, melanjutkan perjalanannya menuju SMK KAL 1 Surabaya.

” Dalam kesempatan kali ini Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setia Oetami S.E, melakukan pembinaan terhadap semua pelajar SMK KAL 1 Sby, yang hadir di halaman sekolah sebanyak 700 siswa, perihal yang di usung Kapolsek Krembangan KOMPOL Esti Setia Oetami SE, didampingi Kanit Lantas IPTU Isminto SH mengenai materi :
– Selamatkan Generasi Muda Millenial dengan perilaku Tertib berlalu lintas di jalan.
– Utamakan Keselamatan berlalu Lintas di jalan untuk mewujudkan Kamseltibcar Lantas ,” ungkapnya.

Dengan adanya sosialisasi dari Polsek Krembangan kepada siswa – siswi yang ada di kota surabaya khususnya wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak tentang ” Millennial Road Safety Festival ” dengan harapan akan ada generasi muda milenial yang dapat menjadi mitra Polri sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas.

Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas keselamatan dijalan serta menurunkan tingkat angka kecelakaan.

” Millennial Road Safety Festival ” merupakan gagasan dari Kepolisian Republik Indonesia Mabes Polri yang di terbitkan oleh Kapolri Jenderal Pol. Prof H Muhamad Tito karnavian Ph.D, untuk menekan angka kecelakaan di Jalan Raya yang semakin meningkat. Mengingat generasi millennial yang mendominasi berbagai kasus kecelakaan, ” ucap Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setia Oetami, S.E.

Menurutnya, generasi Millennial merupakan anak-anak muda yang masih berusia produktif antara 17 hingga 35 tahun. Oleh sebab itu, harus dibangun kesadaran diri mulai dari sekolah-sekolah.

” Kami menghimbau seluruh masyarakat, khususnya siswa-siswi agar tertib saat berlalu lintas di jalan. Patuhi peraturan-peraturan dalam berlalu lintas, ” pesan Kapolsek Krembangan

Tambah Bunda Setiadi, kampanye keselamatan untuk kemanusiaan seperti ini akan terus dilaksanakan Kepolisian Republik Indonesia melalui sekolah-sekolah, agar tercipta kecintaan para generasi muda Millennial penerus bangsa terhadap sesama.

” Harapan kami dengan adanya Program sosialisasi ” Millennial Road Safety Festival ” Unggulan ini kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya, Khususnya wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak, utamanaya generasi muda Millennial Indonesia dapat menjadi Mitra Polri sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas.

Sambungnya, Diharapkan kegiatan ini dapat mampu meningkatkan kualitas keselamatan di jalan, serta menurunkan tingkat angka kecelakaan di kota Surabaya khususnya wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak ”.Pungkas Kapolsek Krembangan KOMPOL Esti Setia Oetami SE. (Ari)

Debat Pilpres Pertama, Tengku Rusdi: Kita telah diberi pertunjukan menarik

Foto: Tgk. Muhammad Rusydi.DR., S.IP., M.Si., C.P.S., C.P.C.E direktur The Tengku Institute saat memberikan arahan pada sebuah kegiatan pelatihan. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA (Swaranews) – Usai penyelenggaraan Debat Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) antara pasangan Ir. Joko Widodo dan Kyai Ma’aruf Amin (01), dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Shalahuddin Uno (02) memberikan kesan tersendiri bagi seluruh rakyat Indonesia.

Debat sesi pertama yang di adalah oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) tanggal 17 Januari 2018 yang dimulai pada pukul 20.00 hingga selesai dapat disaksikan secara live streaming, sehingga masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian debat tersebut.

Direktur The Tengku Institute, Tgk. Muhammad Rusydi.DR., S.IP., M.Si., C.P.S., C.P.C.E menilai jika debat pada sesi pertama ini sangat menarik karena untuk yang pertama kali KPU-RI memodifikasi rangkaian yang biasanya dilakukan secara sedikit monoton pada debat Pemilihan Presiden yang lalu.

“Kita ditampilkan oleh rangkaian debat pertama yang sangat menarik, dimana setiap pasangan Capres dan Cawapres memberikan pernyataan-pernyataan yang tegas namun terkontrol, sehingga setiap argumentasi dan body language mereka dapat dinilai langsung oleh publik Indonesia,” jelas Tengku Rusdi.

Tidak hanya itu, menurut Tengku Rusdi setiap argumentasi yang diperdebatkan memberikan gambaran bagaimana para Capres dan Cawapres tersebut dalam menghadapi setiap narasi-narasi yang dilemparkan dan membutuhkan waktu yang singkat untuk menangkal semua narasi baik yang menyerang dan juga menjatuhkan gagasan lawan debat.

“Namun terlepas dari itu semua, kita masyarakat Indonesia tetap menganggap ini sebagai hiburan semata, dan menjadi salah satu indikator untuk menentukan piihan di Pilpres kedepan,” tambahnya.

Tengku mengungkapkan jika hal paling penting saat ini adalah dua. Pertama masyarakat harus menjadi pemilih cerdas yang memilih capres dan cawapres dengan alasan cukup argumentatif dan sesuai fakta, meskipun tetap hati nurani menjadi indikator penting. Kedua, adalah memastikan proses Pilpres dari awal, pemilihan , pasca pemilihan dan putusan dari KPU tidak menjadikan adanya segmentasi yang berarti bagi masyarakat, karena Pilpres ini adalah pestanya rakyat.

“Yang punya pesta adalah rakyat, kita memilih orang yang kita beri sedikit dari kekuasaan kita (rakyat) untuk sekedar mengatur kita. Itu harus kita sadari agar kita faham posisi, kita adalah sebagai pemilik kedaulatan, dan Pilpres adalah bagian dari pesta kedaulatan.”

Untuk itu, Tengku mengajak masyarakat mengawal semua proses dan menikmati pesta demokrasi dimana setiap capres dan cawapresnya harus memberikan penampilan yang lebih menarik lagi, dan pada semua timses, partai dan relawan untuk ikut juga memberikan warna menarik untuk menarik perhatian dari rakyat agar mau memilih pasangan calon yang dijagokan. Sgt

Ini Pesan Wali Kota Risma ke 16 Anak Surabaya yang Akan Tanda Tangan Kontrak Jadi Pramugari Citilink

SURABAYA (Swaranews) – Setelah melalui proses tes yang panjang dan ketat, kini sudah terpilih 16 anak Surabaya yang akan menjadi pramugari Cilink. 16 anak yang mendapatkan beasiswa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu, Jumat (18/1/2019), akan menandatangani kontrak kerja dengan PT Citilink Indonesia di Jakarta.

 

Sebelum berangkat ke Jakarta, mereka berpamitan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinas wali kota Jalan Sedap Malam, Rabu (16/1/2019). Wali Kota Risma pun menyampaikan beberapa pesan kepada mereka yang semuanya berasal dari kalangan keluarga yang kurang mampu.

 

Pesan pertama yang disampaikan Wali Kota Risma adalah mereka diminta untuk selalu menjaga sikap. Sebab, selama masa pendidikan menjadi pramugari, mereka sudah dibiayai oleh APBD yang merupakan uang rakyat Surabaya. “Apalagi, ini banyak sekali yang ingin masuk pramugari. Bahkan, ada pegawai Pemkot Surabaya yang minta tolong anaknya dimasukkan, tapi tidak bisa kalau sifatnya pribadi, jadi saya minta tolong jaga sikap kalian,” kata Wali Kota Risma dihadapan 16 anak itu.

 

Kedua, Wali Kota Risma juga meminta kepada mereka untuk selalu menghormati kontrak dengan Citilink. Sebab, semua ini bisa terealisasi karena Citilink membuka diri. Oleh karena itu, apabila nantinya ada yang lebih bagus menawari kontrak kepada anak-anak ini, Wali Kota Risma meminta untuk tetap konsisten terhadap kontrak dengan Citilink. “Jadi, saya ingin sampaikan kepada kalian, harus selalu konsisten memenuhi kontrak itu sampai selesai. Harus dipenuhi kontrak Cilink itu sampai selesai,” ujarnya.

 

Ketiga, Wali Kota Risma meminta kepada mereka untuk membantu adik-adiknya, orangtua dan saudara-saudaranya maupun tetangganya. Oleh karena itu, apabila mereka nanti mendapatkan gajian pertama, Wali Kota Risma meminta untuk membantu orang tuanya atau tetangganya yang masih kekurangan. Sebab, ia ingin uang rakyat itu bisa terus bergulir untuk membantu orang lain yang kekurangan. “Saya tidak ingin kalian mengembalikan apapun. Tapi saya nitip kepada kalian, kalau nanti sudah dapat gajian, ringankanlah beban orangtuamu, bantulah adik-adikmu. Seperti kemarinnya anak-anak yang sudah jadi pilot, langsung nitip uang di Kampung Anak Negeri,” kata dia.

 

Keempat, Wali Kota Risma meminta kepada mereka untuk tidak minder ketika nantinya akan bergaul dengan anak-anak orang kaya. Menurut Wali Kota Risma, semuanya sama dan tidak boleh merasa menjadi orang yang kurang mampu. “Kalau nanti kalian lihat teman-temannya memakai sesuatu, ya gak usah kepengen. Gak usah minder dan jangan merasa kalian kekurangan,” imbuhnya.

 

Kelima, mereka juga diminta untuk menjaga integritas bahwa mereka membawa nama baik dan kehormatan Kota Surabaya. Karenanya, ia meminta untuk tetap menjadi diri sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh yang lain. “Kalian pergi atas nama Kota Surabaya, jangan sia-siakan itu. Ingat pesan ibu, ingat saudara-saudara kalian dan jangan pernah berubah. Harus tetap menjadi diri kalian sendiri,” tegasnya.

 

Keenam, Wali Kota Risma meminta kepada mereka untuk selalu rukun selama kos di Jakarta. Bahkan, ia meminta untuk tidak sakit hati apabila diingatkan oleh teman-temannya, karena itulah keluarganya di Jakarta. Oleh karena itu, Wali Kota Risma meminta untuk rukun dan saling memahami. “Pasti bisa bersatu asal kalian bisa menghargai perbedaan. Percayalah, kalau kalian menjadi orang baik, maka diri kalian sendiri yang akan mengangkat kalian,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas pendidikan Surabaya Ikhsan mengatakan para penerima beasiswa pendidikan pramugari ini akan menandatangani kontrak kerja pada 18 Januari 2019 mendatang. Selanjutnya, pada 21 Januari 2019 langsung menjalani training. “Training berlangsung selama empat bulan, setelah itu mereka terbang,” katanya.

 

Ia memastikan bahwa mereka ini sudah melalui proses panjang yang sangat ketat. Bahkan, pada saat seleksi itu, Dirut dan tiga Direksi PT Citilink Indonesia sendiri yang mengetesnya, sehingga mereka sudah benar-benar dipilih oleh pihak Citilink.

 

Michelle Noor Azzaro, salah satu penerima beasiswa pendidikan pramugari Citilink mengatakan sangat berterimakasih kepada Pemkot Surabaya dan Wali Kota Risma yang telah menyediakan beasiswa yang sangat luar biasa ini. Ia juga sadar bahwa kalangan keluarga yang kurang mampu seperti mereka sangat tidak mungkin menempuh pendidikan pramugari, tapi berkat bantuan Pemkot Surabaya semuanya itu bisa mungkin terjadi. “Kami dan orang tua kami menyampaikan banyak terimakasih kepada Bu Risma yang telah menyediakan program ini. Akhirnya kami bisa menempuh pendidikan yang tidak pernah kami bayangkan,” pungkasnya. (mar)

Dandim Surabaya Utara Jadi Inspektur Upacara Tujuh Belas di Makorem

S URABAYA (Swaranews) – Upacara 17-an, merupakan salah satu kegiatan rutin yang selalu digelar di Satuan TNI.
Bahkan, upacara 17-an tersebut, dinilai memiliki arti tersendiri dalam memantapkan tugas, pokok dan fungsi prajurit TNI di kalangan masyarakat.

Hal itu, dikatakan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya, Letkol Inf Romadhon, ketika memimpin berlangsungnya upacara 17-an yang berlangsung di lapangan Makorem 084/Bhaskara Jaya. Kamis, 17 Januari 2019.

Melalui sambutan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dibacakannya, Letkol Inf Romadhon mengingatkan jika TNI diwajibkan untuk bersikap netral selama berlangsungnya Pileg dan Pilpres mendatang.

“Momen ini, merupakan momen besar bagi bangsa Indonesia,” jelas Dandim Surabaya Utara ini.
Tak hanya itu saja, amanat Panglima TNI tersebut juga menyebut jika sebentar lagi, akan dilakukan penambahan personel baru, khususnya di wilayah bagian Timur Indonesia.

“Sebab, disana akan ada pembentukan Satuan baru,” jelas Letkol Romadhon.

Sebelum mengakhiri berlangsungnya upacara tersebut, Letkol Romadhon berharap jika pada pelaksanaan Pileg dan Pilpres mendatang, prajurit TNI dapat menjaga Kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini sudah terwujud dengan baik.

“Ingat, rakyat adalah roh-nya TNI,” tegas Dandim 0830/Surabaya Utara ini. (mar)

HUT ke-68, Personel Penerangan Sambang Panti Asuhan

HUT ke-68, Personel Penerangan Sambang Panti Asuha

SURABAYA (Swaranews) – Serangkaian kegiatan dalam memperingati HUT Penerangan Angkatan Darat ke-68, terus bergulir.
Pada kesempatan peringatan HUT tersebut, personel Penerangan yang terdiri dari Pendam V/Brawijaya dan Penrem 084/Bhaskara Jaya, berkunjung Panti Asuhan Putra Putri TNI yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya. Rabu, 16 Januari 2019.

Tak lupa, dalam kunjungan tersebut, personel Penerangan juga memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian TNI-AD terhadap anak-anak yatim piatu di Panti tersebut.
Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) V/Brawijaya, Letkol Inf Dodiet Lumwartono, S. Pd, menyebut, kunjungan ke Panti bersama beberapa personel Penerangan lainnya saat ini, merupakan bentuk syukur atas bertambahnya usia Penerangan Angkatan Darat.

“Genap, tanggal 13 Januari kemarin, Penerangan TNI-AD memasuki usianya yang ke-68,” kata Letkol Dodiet.

Meskipun tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kata Wakapendam, dirinya berharap dengan diberikannya bantuan tersebut, dapat memberikan manfaat bagi para yatim piatu di Panti tersebut. “Mudah-mudahan, bantuan itu membawa manfaat tersendiri bagi anak-anak yatim piatu disini,” tandasnya.

  1. Senada, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 084/Bhaskara Jaya, Mayor Inf Agung Prasetyo Budi menambahkan, tak hanya sebatas kunjungan semata. Namun, di lokasi itu, para personel Penerangan juga menyempatkan dirinya untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yatim piatu di Panti tersebut.
    “Kita ketahui, selama ini anak-anak disini sangat membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya. Maka dari itu, kita lakukan pendekatan layaknya orang tua kepada anak,” ujarnya. “Mudah-mudahan, kunjungan kami saat ini, bisa memberikan kebahagiaan tersendiri,” imbuhnya. (Mar)

Tampung Anak Putus Sekolah, Pemkot Surabaya Berencana Bangun SMA Swasta Gratis

SURABAYA (Swaranews) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membangun SMA swasta gratis untuk menampung siswa miskin, anak-anak putus sekolah maupun anak-anak yang terancam putus sekolah. Hebatnya, SMA swasta ini kualitasnya hampir sama dengan SMK yang banyak pelatihannya.

 

“SMA swasta ini, kualitasnya seperti SMK. Nanti kita banyak pelatihan-pelatihan, sehingga kalau mereka sudah selesai sekolah di situ, maka mereka siap bekerja,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Rabu (16/1/2019).

 

Selain itu, mereka juga akan diberikan sertifikat-sertifikat pelatihan yang menjadi tanda bahwa siswa itu sudah menguasai keterampilan tersebut. Melalui cara ini, maka mereka akan lebih siap dan layak untuk bekerja usai lulus sekolah.

 

“Nanti fasilitasnya ada laboratorium-laboratorium, seperti ada bengkel, misalnya mereka juga fokus di bangunan, nanti ada laboratorium bangunan. Jadi, yang kita perkuat nanti justru laboratoriumnya,” kata dia.

 

Menurut Wali Kota Risma, rencananya sekolah ini nanti akan menempati eks Kantor Kelurahan Dukuh Pakis, karena lokasinya sangat luas dan merupakan bangunan dua lantai, sehingga bangunan ini tinggal difungsikan. “Regulasinya akan kita matangkan dulu supaya benar-benar siap untuk digunakan,” ungkapnya.

 

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan bahwa untuk membangun sekolah swasta yang gratis ini, Pemkot Surabaya akan menggandeng BUMN, BUMD dan pihak swasta. Tujuan utamanya untuk membantu anak-anak kita yang kurang mampu. “Nanti kita hanya bikin satu sekolah saja,” imbuhnya.

 

Selain berbagai fasilitas itu, Wali Kota Risma juga memastikan akan menyiapkan transport para siswa ini untuk pulang pergi ke sekolah itu. Harapannya, mereka tidak dibebani masalah transport sehingga mereka nyaman dan bisa fokus hanya untuk sekolah mempersiapkan masa depannya. “Jadi, ini muaranya hanya untuk kesejahteraan warga Surabaya,” pungkasnya. (mar)

 

AND THE WINNER IS….

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Setelah menyimak pidato kebangsaan Prabwo Subianto Senin (14/1) dan pemaparan visi misi Joko Widodo Ahad (13/1) saya berkesimpulan bahwa kita sudah menemukan dua tokoh yang benar-benar cocok dan pas untuk membawa kemajuan bagi Indonesia kedepan.

Joko Widodo menunjukkan perhatiannya yang tinggi terhadap persoalan infrastruktur nasional. Ia menunjukkan pengetahuan yang detail mengenai infrastruktur dan mempunyai visi yang jelas mengenai pembangunan pelabuhan, bandara, jalan tol, jembatan, dan jalan raya.

Sementara Prabowo cara berpikirnya komprehensif dan diskursif, mampu merumuskan persoalan-persoalan besar bangsa Indonesia dan kemudian merumuskan dengan gamblang apa yang harus dilakukan untuk menjawab persoalan-persoalan itu.

Jokowi detail dalam menjelaskan hal-hal teknis. Jokowi sudah menunjukkan bakatnya yang hebat untuk blusukan sampai masuk ke lubang got sekali pun.

Jokowi adalah layman, man in the street, dan man at work dengan semboyan kerja, kerja, kerja. Ia practical man yang tidak perlu terlalu banyak wacana, tidak perlu banyak mikir yang penting kerja

Dari segi wawasan, Jokowi masih belum kelihatan menonjol. Ia tidak bisa berpikir komprehensif, apalagi bicara soal wacana-wacana strategis. Jokowi memang pernah mempunyai gagasan hebat yang disebut Revolusi Mental. Entah dari mana dia dapat ide itu. Yang jelas, ketika ia memaparkan gagasan itu pada pilpres 2014 orang terpukau.

Ia mencanangkan lima gerakan perubahan sebagai inti gerakan revolusi mental, yaitu Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Bersatu, Gerakan Indonesia Mandiri, Gerakan Indonesia Melayani, dan Gerakan Indonesia Tertib.

Gagasan yang hebat tapi implementasinya kosong, dan hasilnya nihil, karena Jokowi tidak memahami landasan filosofis dan landasan konseptualnya. Gagasan revolusi mental terlalu complicated untuk dipahami Jokowi.

Sebagai manusia practical yang hanya bisa bekerja Jokowi terlihat tidak nyaman dengan konsep revolusi mental. Tak heran, revolusi mental hanya gegap gempita di tahun pertama kepemimpinan Jokowi.
Tahun berikutnya tak pernah lagi Jokowi membahasnya. Dan tahun-tahun terakhir ini Jokowi seolah-olah malu memperbincangkannya.

Jokowi tak suka berpikir berat. Ia lebih suka kerja. Ia tak suka membaca referensi-referensi yang rumit. Ia lebih suka membaca Sinchan di waktu senggang.

Sedangkan Prabowo adalah man of idea, manusia gagasan. Cara berpikirnya strategis dan komprehensif. Maklum dia punya pengalaman luas sebagai tentara, termasuk menjadi komandan kostrad yang sudah pasti berpikir strategis.

Prabowo memandang persoalan dengan visi yang luas. Itulah ciri seorang pemimpin yang visioner. Ia memandang persoalan dengan sudut pandang dari atas, helicopter’s view, sehingga ia bisa memotret persoalan bangsa yang kompleks dari sudut pandang yang luas.

Ia mengidentifikasi banyak problem nasional, mulai dari kemelaratan yang menyebabkan
Pak Hardi gantung diri, seorang anak yang tidak masuk sekolah karena kelaparan, sampai ke persoalan kedaulatan negara yang terancam karena utang dan ketergantungan luar negeri.

Prabowo prihatin terhadap kemungkinan terjadi lost generation, karena buruknya kualitas pertumbuhan kecerdasan anak-anak Indonesia yang menderita stunting yang menyebabkan tubuhnya cebol dan otaknya terbelakang.

Ketimpangan sosial makin lebar. Satu persen warga yang over-priviledged menguasai 90 persen aset rakyat kebanyakan. Negeri yang kaya raya ini miskin karena salah urus. Perusahaan milik negara rugi karena salah kelola.

Prabowo memunculkan gagasan reorientasi pembangunan nasional secara total. Untuk mengatasi persoalan besar ini Indonesia harus mandiri, kuat, dan berdaulat.
Ia menuangkannya dalam visi “Indonesia Menang” berisi lima gagasan swasembada, yaitu swasembada pangan, energi, air bersih, dan kelembagaan yang kuat mulai dari polisi, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, dan juga intelijen.

Melakukan pemetaan masalah, kemudian merumuskannya, lalu menemukan kesimpulan untuk mengatasi masalah. Prabowo memperkuatnya dengan referensi yang komprehensif.

Prabowo memahami the importance of ideas, pentingnya gagasan. Perubahan-perubahan besar hanya akan muncul dari ide-ide besar. Prabowo juga paham _the ideas of important, gagasan mengenai yang penting.

Isaiah Berlin (1909-1997) adalah filosof yang melakukan studi mengenai sejarah gagasan besar dunia dan bagaimana ide besar itu menghasilkan perubahan besar.
Tidak ada perubahan besar yang lahir tanpa gagasan-gagasan besar.

Karena itu seorang pemimpin tidak cukup hanya kerja, kerja, kerja. Harus ada ide besar yang dipahami dan dihayati, lalu diamalkan sebagai kerja.
Revolusi mental adalab ide besar tapi tidak punya landasan konseptual dan landasan filosofis yang dipahami dengan baik oleh Jokowi, maka akhirnya ide besar itu mangkrak.

Menyaksikan pidato visi misi Jokowi dan Prabowo seperti mengikuti tes penelusuran minat dan bakat. Akhirnya bisa disimpulkan bahwa Jokowi memang layak menjadi menteri PUPR. Sementara untuk menjadi presiden Prabowo-lah orang yang paling tepat. (*)

Ads