KOTA MALANG (Swaranews) – Perayaan ulang tahun ke 193 klenteng Eng An Kiong Malang, 18/10/2018 dilaksanakan ritual kirab ruwatan bumi mengelilingi Kota Malang.
Kirab ini dihadiri 26 perwakilan klenteng se Indonesia. Hadir sejumlah tokoh masyarakat, diantaranya Aji Sutiadji Walikota Malang, Ida Wahyu Made Wahyuni Kadisbudpar Malang, Kompol Suko Wahyudi Kapolsek Kedungkambang, Eyang Suryo Wilwatikta XI dari Puri Surya Majapahit, Oei Gin Koen Perwakilan PTITD Komda Jatim serta tokoh lintas agama lainnya.
Dalam sambutannya Walikota Malang mengajak masyarakat mengembangkan sikap toleransi saling menghormati yang berbeda keyakinan. Liem Wan Jang selaku ketua Klenteng Eng An Kiong Malang mengharapkan,” Kebersamaan yang terjalin mesra ini terus berlanjut dalam membangun kehidupan bersama yang damai dan harmonis.”
Kebhinekaan tunggal ika tercermin dalam atraksi tarian Bhayangkari, Liang Liong oleh Kodim Malang, reog Ponorogo, barongsai dan lainnya bersatu dalam kebhinekaan tunggal ika. Atraksi lainnya dari Puri Surya Majapahit Graha Wisnu Kencana Jimbaran Bali yang menampilkan ritual Siwa Buddha menambah semaraknya suasana kirab tersebut.
Kerukunan terlihat saat perwakilan Nacha Malang sempat pingsan kemasukan arwah gentayangan dibantu penyembuhan oleh ibu Wulan, spiritualis dari Bali. “Anak itu kondisi pikirannya sedang kosong dan kelelahan fisik sehingga masuklah arwah gentayangan orang yang meninggal kecelakaan di jalanan,” ujarnya. Melalui mantera yang diucapkan bu Wulan, anak tersebut siuman kembali.
Kirab ritual ini diikuti 26 klenteng se Indonesia diantaranya 3 klenteng dan satu lithang asal surabaya yaitu klenteng Shiang You Wei, Sam Poo Sing Bio, Hong San Koo Tee dan Lithang Pa Kik Bio. Sedangkan klenteng luar Jawa yang hadir Ching Kuan Sie Jimbaran Bali, Ampenan Lombok dan lainnya. Sun