MOJOKERTO (Swaranews) – Upacara Pratima dipimpin eyang Surya Sri Wilatikta Brahma Raja XI di Puri Surya Majapahit pada tanggal 22/10/2018. Prosesi ritual religi diawali Melasti yaitu mengelilingi desa dimulai dari puri Surya Majapahit mengelilingi kolam Segaran mengelilingi candi Bajang Ratu lalu kembali ke astana. Dilanjutkan membersihkan astana leluhur di pagoda puri Surya Majapahit. Puncak acara Pratima yaitu memasukkan kimsin Avalokitesvara di tempat yamg maha tinggi sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
Eyang Suryo mengkritisi carut marutnya kondisi indonesia saat ini sesuai ramalan Raden Jayabaya dalam bahasa Jawa wong jujur dadi kujur, wong jahat dadi lunjak-lunjak, ukum yudha sedaya artinya orang jujur jadi hancur dan orang jahat jadi gembira dan hukum membela yang salah.
“Kekacauan ini akibat hawa nafsu, keserakahan, kebencian yang tinggi terhadap sesama manusia serta banyak manusia nusantara yang melupakan leluhurnya dari keturunan Sriwijaya dan Majapahit yang berjaya di masa lalu. Jika banyak manusia sadar leluhurnya maka i
Indonesia akan berjaya saat ini maupun masa mendatang. Slogan NKRI Harga Mati merupakan realita kembalinya kejayaan nusantara saat ini, ” pesan eyang Surya Sri Wilatikta Brahma Raja XI. Sun