BANDUNG (Swaranews) – Kepergian Eril Dardak (21), adik Bupati Trenggalek dan Wakil Gubernur Jawa Timujr terpilih yang mendadak menyisakan luka mendalam bagi keluarga, Rabu (12/12/2018).

Jasad Eril Dardak ditemukan di dalam kamar kosannya di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat oleh penjaga kost dan pemilik kost.

Ada 10 fakta terbaru terkait meninggalnya Eril Dardak.
Mulai dari penyebab kematian yang diduga karena serangan jantung hingga pesan dari Emil Dardak yang tidak dibalas hingga jasadnya ditemukan.
Dari berbagai sumber, Jumat (14/12/2018) inilah sejumlah fakta terbaru terkait meninggalnya adik ipar Arumi Bachin tersebut.

Eril Dardak diduga meninggal karena serangan jantung, meski almarhum tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

Hal ini diutarakan oleh Emil Dardak yang melihat sendiri dada hingga kepala adiknya membiru ketika memandikannya.
“Setelah kami menanyakan dan melihat sendiri ternyata memang kondisinya jantung, terus terang memang gak ada riwayat penyakit jantung,” kata Emil Dardak.
Itulah tanda-tanda orang terkena serangan jantung.
“Bagian ini (dada) hingga ke atas itu membiru ya, memang kalau penyakit jantung seperti itu,” jelas Emil Dardak.

10 fakta terbaru terkait meninggalnya Eril Dardak, penyebab kematiannya diduga karena serangan jantung hingga pesan dari Emil Dardak yang tak dibalas.
Masih segar di ingatan Emil Dardak ketika dia mengazani Eril Dardak ketika lahir.
Hal itu dia sampaikan ketika diwawancarai.

Emil melantunkan azan ke telinga Eril sebelum jasadnya ditutupi tanah.
“Barusan, ketika saya melantunkan azan, saya jadi teringat ketika almarhum lahir. Saya juga yang melantunkan azan di rumah sakit,” kenang Emil Dardak menahan tangis.
Emil mengatakan bahwa dia berkomunikasi dengan adiknya sepekan sebelum kepergiannya.

Emil menanyakan bagaimana ujian akhir semester dan kapan Eril akan menyelesaikannya, namun pesan tersebut tak kunjung dibalas hingga akhir hayat Eril Dardak.
“Saya chat dia via WhatsApp kapan dia selesai UAS. Enggak dibalas sampai sekarang,” ungkap Emil Dardak.

Emil juga mengatakan, dirinya ingin bertemu dengan sang adik, Eril Dardak.
Walau tidak menyampaikan pesan kepada Eril, Emil berencana untuk bertemu di Trenggalek untuk waktu yang cukup lama.

“Pesan terakhir enggak ada, tapi rencana terakhir ada kami akan bertemu di Trenggalek untuk waktu yang cukup lama ya,” papar Emil.
Emil Dardak tidak menuturkan maksud dan tujuan rencana pertemuan dirinya dan Eril di Trenggalek.

Polisi menemukan adanya tabung gas helium, tabung freon dan selang yang tersambung dengan plastik yang menutupi wajah Eril Dardak.
“Sementara ada tabung gas bertuliskan He, kemungkinan ini gas tertentu, kemudian selang, dan tabung freon,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema
Selang yang ditemukan tersebut tersambung ke tabung gas helium, sedangkan ujung lainnya mengarah ke dalam plastik yang menutupi kepala korban.

“Pada saat ditemukan di TKP, awal ditemukan tabung itu ada di TKP, kemudian ada sambungan selang yang menuju ke dalam plastik yang digunakan untuk menutup sebagian dari kepala korban,” kata Kombes Irman.
Menurut Emil, sosok Eril merupakan pribadi yang mandiri.
“Pada saat itu kariernya juga sudah lumayan, tapi pada saat itu saya salut bagaimana Eril Dardak sangat sederhana ya hidupnya.”

“Sama sekali enggak pernah ngerepotin,” ujar Emil Dardak di TPU Tanah Kusir.
Emil menuturkan, keyakinannya tentang adiknya jika terpilih menjadi anggota legislatif (saat ini menjadi caleg DPR RI No urut 1 dari Dapil 7 Jawa Timur, red).
Dia menceritakan bagaimana saat Emil mendatangi sekolah adiknya untuk menghadap guru Eril.

“Saya ingat saya pernah ngadep ke gurunya, karena Eril berani melawan atas nama temannya. Saya bilang salut anak ini berani punya prinsip, enggak mau diajak kompromi dan negosiasi,” ungkapnya.

Dengan keteguhannya itu, Emil Dardak merasa jika sang adik masih hidup dan meneruskan pencalegannya, almarhum akan menjadi sosok legislator yang berbeda.
“Andai dia masih ada dan jadi nyaleg, dia akan jadi seorang legislator yang beda dengan saya karena prinsipnya sangat keras,” paparnya.

Walaupun Eril menjadi calon anggota legislatif, ia tidak meminta dukungan kepada Emil.
Sekali pun sang adik tahu posisi dan kepentingan kakaknya yang strategis pada pemerintahan.

Dalam karier di bidang politik, Emil Dardak mengaku sang adik banyak membantu dirinya.
Namun, berbanding terbalik, Eril Dardak justru tidak pernah meminta dukungannya.
“Tapi memang anak itu punya passion juga dalam pergerakan, enggak pernah minta dukungan sama saya, dia berjuang dan berjalan sendiri,” kata Eril.

Ada kenangan yang Emil Dardak tak bisa lupakan dari almarhum Eril Dardak.
Terungkap, jika Emil Dardak-lah yang meminta orangtuanya memberikan nama adiknya mirip dengannya ketika sudah lahir.
“Bagi saya pribadi, Eril memang dinamai sangat mirip dengan saya, karena memang saya yang minta ketika lahir,” jelas Emil di TPU Tanah Kusir, Kamis (13/12/2018).
Dari seluruh anggota keluarga, Emil Dardak mengakui almarhum Eril yang wajahnya sangat serupa dengannya.

“Dia tuh paling mirip saya mukanya, walau prediksi saya dia akan lebih good looking,” kenang Emil Dardak.
Eril Dardak ditemukan meninggal di kamar kost-nya di Kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat.

Kronologi kematian Eril Dardak bermula dari pihak penjaga kosan yang mencurigai tidak adanya aktivitas dari kamar Eril.

Penjaga dan pemilik kosan akhirnya membuka pintu kamar Eril dengan kunci cadangan dan menemukan adik Emil Dardak tersebut sudah tergeletak.

Eril Dardak ditemukan meninggal di lantai dengan plastik yang menutupi wajahnya, namun saat itu tidak diketahui penyebab kematiannya.

Sumber: Tribunnews.com/Vebri Editor: fitriadi