KOMITMEN dan Fokus Kerja saya sebagai Calon Legislatif untuk DPRD Kota Surabaya dari Dapil 4 ( wilayah kecamatan Wonokromo, Gayungan, Jambangan, Sawahan, Suko Manunggal) adalah Tidak Korupsi, Kesejahteraan Veteran/Lansia, Pendidikan Anak, Kesehatan Wanita dan Pemberdayaan UMKM.

Pemberdayaan UMKM menjadi prioritas karena menjadi peletak dasar bagi warga Surabaya untuk hidup layak dan sejahtera. Keberadaan Pemkot Surabaya dalam membina para penggiat UMKM sudah pada posisi yang benar (on the track). Namun pengembangan usaha mandiri ini begitu besar, ini tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Pihak swasta, termasuk anggota legislatif yang memiliki tanggung jawab sosial sebagai wakil rakyat perlu urun rembug, urun tangan ikut serta bersama pemkot mengangkat kesejahteraan ekonomi warga kota.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar. Di Indonesia, diperkirakan jumlah UMKM mencapai 60 juta unit. Selain itu, kelompok ini terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan krisis ekonomi. Maka sudah menjadi keharusan untuk melakukan penguatan kelompok UMKM yang melibatkan banyak kelompok. Kriteria usaha yang termasuk dalam UMKM telah diatur dalam payung hukum berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Usaha pemerintah memberikan pembinaan kepada usaha start-up anak anak muda sangat bagus. Kendati begitu, mereka yang tidak masuk dalam kategori ini lebih besar lagi jumlahnya. Dan belum memperoleh perhatian layak. Perhatian swasta atau mereka yang punya empati hendaknya bisa diarahkan kesana.

Bagaimana mereka memperoleh modal usaha untuk mengembangkan usaha? Selama ini untuk sehari-hari mereka banyak dibantu kredit modal kerja dengan bunga rendah dari bank milik Negara. Itu kalau punya jaminan, seperti BPKB kendaraan bermotor,Surat Tanah, Sertifikat Rumah. Kalau tidak punya jaminan, ya mereka lari kepada Koperasi atau Rentenir dengan bunga tinggi.

Bagaimana memasarkan barang yang dijual? Butuh pendampingan bagi penggiat UMKM. Masih banyak faktor yang menjadi kendala bagi usaha kecil ini.

Saya adalah salah satu penggiat UMKM kuliner yang sudah belasan tahun berkecimpung di bidang ini. Cukup paham seluk-beluk kondisi UMKM. Belakangan ini, di tahun 2018 saya banyak menyerap keluhan teman-teman penggiat usaha mikro yang mengeluh penghasilan bulanannya semakin menurun. Saya memahami. Namun, apakah mereka mampu bertahan seperti saya? Belum tentu. Ketahanan para penggiat UMKM berbeda-beda. Banyak yang guling tikar alias tutup usahanya. Ada juga yang mampu bertahan. Bahkan berkembang dan maju lebih baik daripada sebelumnya.

Sebagai orang yang senasib sepenanggung dengan para dulur sesama penggiat UMKM (maaf, saya pakai istilah penggiat bukan pengusaha UMKM), saya memiliki kiat yang insya Allah bermanfaat bagi dulur dulur warga Surabaya manakala saya berhasil menjadi anggota dewan.

Drs. Sugianto Subiyanto Hartawan
Caleg DPRD Kota Surabaya
Dapil 4 (kecamatan Wonokromo, Gayungan, Jambangan, Sawahan, Suko Manunggal) No urut 5