Dosen STKW Surabaya Agus Sukamto

SURABAYA (Swaranews) – Staf Pengajar Seni Rupa STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta) Surabaya Agus Sukamto, SSn, MSn mengungkapkan pendidik – Guru Seni Rupa dijenjang SMP-SMA harus produktif dan aktif berpameran.

“Guru Seni Rupa atau lukis harus mampu memberikan panutan kepada peserta didik tentang proses kreasi-seni rupa lukis dan harus berani berpameran baik tunggal maupun.bersama. “jelas Agus Sukamto yang memiliki nama populer Agus Kucing.
“Tuntutan guru harus produktif tidak terlepas peran guru seni budaya khususnya seni rupa dalam membina dan mengarahkan peserta memahami proses kreasi seni rupa. Memang peserta didik sudah terikat persoalan kurikulum,” ungkap Agus yang juga dikenal sebagai seniman lukis bercorak dekoratif naif.

“Karena terbatas pada Kurikulum maka pengembangannya statis, ya memang ada evaluasinya seperti Porseni dan FLS2N dan pameran bersama atas insiatif guru,” lanjut Agus Sukamto yang pernah ikut Pameran dan Studi banding tentang Seni Rupa di Paris dan berpameran di beberapa negara di kawasan ASEAN, diantaranya Thailand.
Berbicara kreatifitas guru seni rupa, kata Agus, dalam beberapa tahun terakhir menunjukan geliat yang menggembirakan. Tidak sedikit guru seni rupa yang aktif ikut pameran bersama dan berpameran tunggal.

“Guru Seni Rupa di jenjang SMP dan SMA sekarang ini banyak yang aktif melukis dan berpameran,” ungkap Agus sembari menambahkan dengan keberadaan guru yang aktif akan.memacu peserta didiknya untuk menyukai mapel (mata pelajaran) seni rupa -lukis.
“Dengan menyukai seni rupa-lukis bukan berarti mengarahkan peserta didik menjadi seniman. Tapi untuk memberikan pemahaman proses berkesenian, utamanya seni rupa-lukis,” tutur Agus yang juga menjadi dosen luar biasa di Universitas Ciputra Surabaya.
Agus menilai, keberadaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Rupa memiliki peran penting dalam mendorong dan mengembangkan bakat dan.minat guru seni rupa untuk berkarya sesuai perkembangan jaman.

“Sekarang eranya digital, guru seni rupa harus memahami seni lukis digital yang kemungkinan besar sudah dipahami. Kris Mariyono