JAKARTA (Swaranews) – Usai penyelenggaraan Debat Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) antara pasangan Ir. Joko Widodo dan Kyai Ma’aruf Amin (01), dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Shalahuddin Uno (02) memberikan kesan tersendiri bagi seluruh rakyat Indonesia.

Debat sesi pertama yang di adalah oleh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) tanggal 17 Januari 2018 yang dimulai pada pukul 20.00 hingga selesai dapat disaksikan secara live streaming, sehingga masyarakat dapat menyaksikan seluruh rangkaian debat tersebut.

Direktur The Tengku Institute, Tgk. Muhammad Rusydi.DR., S.IP., M.Si., C.P.S., C.P.C.E menilai jika debat pada sesi pertama ini sangat menarik karena untuk yang pertama kali KPU-RI memodifikasi rangkaian yang biasanya dilakukan secara sedikit monoton pada debat Pemilihan Presiden yang lalu.

“Kita ditampilkan oleh rangkaian debat pertama yang sangat menarik, dimana setiap pasangan Capres dan Cawapres memberikan pernyataan-pernyataan yang tegas namun terkontrol, sehingga setiap argumentasi dan body language mereka dapat dinilai langsung oleh publik Indonesia,” jelas Tengku Rusdi.

Tidak hanya itu, menurut Tengku Rusdi setiap argumentasi yang diperdebatkan memberikan gambaran bagaimana para Capres dan Cawapres tersebut dalam menghadapi setiap narasi-narasi yang dilemparkan dan membutuhkan waktu yang singkat untuk menangkal semua narasi baik yang menyerang dan juga menjatuhkan gagasan lawan debat.

“Namun terlepas dari itu semua, kita masyarakat Indonesia tetap menganggap ini sebagai hiburan semata, dan menjadi salah satu indikator untuk menentukan piihan di Pilpres kedepan,” tambahnya.

Tengku mengungkapkan jika hal paling penting saat ini adalah dua. Pertama masyarakat harus menjadi pemilih cerdas yang memilih capres dan cawapres dengan alasan cukup argumentatif dan sesuai fakta, meskipun tetap hati nurani menjadi indikator penting. Kedua, adalah memastikan proses Pilpres dari awal, pemilihan , pasca pemilihan dan putusan dari KPU tidak menjadikan adanya segmentasi yang berarti bagi masyarakat, karena Pilpres ini adalah pestanya rakyat.

“Yang punya pesta adalah rakyat, kita memilih orang yang kita beri sedikit dari kekuasaan kita (rakyat) untuk sekedar mengatur kita. Itu harus kita sadari agar kita faham posisi, kita adalah sebagai pemilik kedaulatan, dan Pilpres adalah bagian dari pesta kedaulatan.”

Untuk itu, Tengku mengajak masyarakat mengawal semua proses dan menikmati pesta demokrasi dimana setiap capres dan cawapresnya harus memberikan penampilan yang lebih menarik lagi, dan pada semua timses, partai dan relawan untuk ikut juga memberikan warna menarik untuk menarik perhatian dari rakyat agar mau memilih pasangan calon yang dijagokan. Sgt