NAMA lengkapnya Sandiaga Salahudin Uno, sosok yang satu ini dalam keheningan alam seakan memang dipersiapkan Sang Maha Pencipta sebagai bagian penting kepemimpinan di Indonesia. Sebagai anak bangsa yang pernah mengalami pahit getirnya kehidupan dan manis indahnya kesuksesan dikemudian hari dalam perjalanan hidupnya tidaklah membuatnya lengah dalam buaian kenikmatan duniawi yang bisa saja diraihnya kapan saja dia mau. Namun ternyata kekuatan suara hatinya yang selalu ikhlas dalam bertindak lambat laun membawanya pada sebuah panggilan nurani untuk berbuat sesuatu yang besar, yang bermanfaat bukan hanya dalam soal kemakmuran hidup, tetapi juga kedamaian bathiniah bangsanya.

Saat Jakarta mulai dilanda gesekan-gesekan emosional dalam kelompok-kelompok masyarakatnya akibat kepemimpinan yang menampilkan watak pongah, arogansi kata-kata yang menyakitkan kepada kelompok warga tertentu, Sandiaga akhirnya tampil menyerahkan dirinya untuk turut mengabdi dan menjadi alternatif pilihan bagi warga Jakarta saat itu. Sandiaga mungkin tidak pernah menyadarinya bahwa kelak akibat langkah pertama keinginan tulusnya membantu rakyat Jakarta menuju kemajuan lahir bathin telah menjadi penyelamat rakyat dari konflik berdimensi SARA melalui kemenangan Pilkadanya bersama Anies Baswedan.

Kini Sandiaga lagi-lagi berkat dorongan kuat hati nuraninya untuk berbuat seluas-luasnya bagi rakyat Indonesia, tanpa ragu telah meninggalkan kursi Wagubnya untuk mendampingi calon presiden Prabowo Subianto. Langkah pertama dimulainya kembali dengan mengunjungi berbagai lapisan masyarakat tanpa pandang bulu, tanpa mengenal lelah, tanpa membatasi beban waktu yang ada yang harus tetap dibaginya bersama keluarga, untuk pengorbanan ini maka Nur Asia Uno, sang istri, pasti lebih merasakannya dan mungkin kadangkala cemas singgah dihatinya, tapi tak pernah diperlihatkannya.

Sandiaga dengan penuh semangat luar biasa telah mencapai seribu titik kunjungan dan ini tentu tidak dapat dipungkiri adalah sebuah bagian kerja nyata dan cerdas menghimpun segala keluh kesah dan masalah yang dihadapi rakyat setiap daerah yang ditemuinya. Dengan catatan-catatan yang dibawanya itu tentu akan lebih memudahkan dirinya bila saat terpilih menjadi wakil presiden 2019 untuk lima tahun kedepannya.

Seribu titik kunjungan bukanlah hal yang ringan bahkan seandainya biaya bukan masalah apalagi sekedar pesiar. Kunjungan itu adalah kunjungan kerja tidak resmi yang luar biasa untuk menyimpulkan suatu agenda kerja yang akan digunakannya sebagai catatan utama atau kalau tak ingin disebut catatan pintar seorang calon wakil presiden yang selalu bersungguh-sungguh dalam setiap langkahnya.

Memperhatikan sekilas perjalanan Sandiaga Uno ini, maka kita patut bersyukur memiliki calon pemimpin yang sangat tinggi integritasnya terhadap bangsa dan negaranya. Pemimpin muda yang kelak akan menjadi salah satu mataharinya Indonesia. Pemimpin yang tidak hanya direstui Sang Pencipta tetapi juga disenangi rakyatnya, tua maupun muda.

Semoga seribu titik temu rakyat menjadi beribu-ribu dan berjutaan keikhlasan rakyat untuk memberinya kepercayaan memimpin negeri nan indah permai ini, memimpin Indonesia bersama calon presiden Prabowo, yang kita sebut dengan singkatan Presiden PADI, dimana padi adalah nafas kehidupan kita semua. Mengutip dalam bahasa Inggris, we proud of you Sandiaga Uno – the kindness heart man…

Adian Radiatus