Oleh: Kris Mariyono
Director Jurnalism Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) indonesia.

KEBERADAAN insan di alam jagad raya ini tidak dapat dipisahkan dari komunikasi antar sesama. Namun, juga identitas yang jelas dan bermakna. Identitas itu dalam kehidupan manusia sering disebut nama.

Manusia tanpa nama dalam pandangan Petruk, memamg tidak masalah, namun lebih baik memiliki nama atau identitas.

“Kelapa dibeli dipasar lama ,…Apa arti sebuah nama …yang penting memiliki nama dan enak kalau dipanggil”.

Petruk sembari memandang Kang Gareng yang kongkow di Warno (Warung Cak No). “Gagak menclok di Batu yo gak begitu, Truk, nama itu harus memiliki makna kadang para orang tua jadul (jaman dulu) memberikan nama seadanya seperti nama hari ..Senin …atau keadaan-kondisi Santosa,,…Kuat…Gempur dan masih banyak lagi,” Ungkap Kang Gareng penuh semangat.

“Truk ada lagi yang lucu ..anaknya cewek ..diberi nama Cikrak ..orang Jawa mengenalnya sebagai alat untuk pengambil sampah …hahaha..lalu dipanggil ..Krak.. .krak,” tambah Gareng bernada canda.

“Kang Gareng …hati-hati kalau menyebut nama Gempur….itu Gempita siap Tempur…biasanya yang memiliki nama itu derajat tinggi tapi cobaannya besar ya harus siap menghadapi persoalan….nama, memang ada yang bilang apa arti sebuah nama, “jelas Petruk sembari tersenyum.

Menurut Kang Gareng, sebenarnya sebuah nama, tidak hanya memiliki arti namun juga makna dan filosofi tinggi. “Dalam dunia pewayangan jelas pemberian nama itu penting. Contoh namamu, Truk…Petruk artinya dalam Petruk arti dan maknanya dalam ..Pe-pengasuh dan Truk artinya alat transportasi pengangkut ..maknanya Pengasuh yang memiliki jiwa mengangkut sekaligus mengantarkan orang yang diasuh menuju yang lebih baik ..,” ungkap Gareng sembari menambahkan di jagad raya ini sebuah nama kadang penyebutan dan pemaknaanya kurang pas.

“Wuallah Kang Gareng kelihatannya namaku pemaknaanya lebih dicocok-cocokkan …hahaaha…secara prinsip saya kurang setuju nama di era sekarang ini kelihatannya keren.. .semisal Sawiyah Geisha… padahal Sawiyah itu nama anaknya satwa Cecak dan Geisha dari negara Sabrang Jepang ..berati perempuan pemuas nafsu (pelacur) …..terus gimana kang Gareng ..berati kita harus pandai memberikan nama, “beber Petruk mantap.
“Lha iya Truk, sebuah nama ya boleh dibilang penting dan boleh dikatakan tidak penting utamanya bagi insan yang peduli persoalan nama,ada yang memberikan nama kepada putrinya dengan baik ya sebut saja Vanessa Angel ..Vanessa dalam bahasa Yunani artinya kupu-kupu dan Angel berasal dari Bahasa Inggris yang artinya Malaikat …Kupu-kupu Malaikat ..pemaknaan yang bagus Kupu-kupu Jelmaan Malaikat…betul-betul dasyat Truk…tapi realitasnya .. Nama dan tindakannya “Bedak campur salonpas…gak pas”…sebagai publik figur..seorang seleb..dengan pemaknaan nama yang bagus sekali …namun bersikap dan bertindak asusila melakukan perbuatan yang melanggar norma etika,” sergah Gareng.

“Lha kang Gareng berarti salah contoh insan di jagad raya ini yang tidak kuat menyandang derajat nama…seharusnya namanya bagus ya sikap dan perbuatannya ciamik …ke Panama beli kedelai dan ikan…sebuah nama jangan disepelekan,” ujar Petruk sembari berteriak aduh …aduh…duh.

“Truk..kenapa ..kok Teriak ..kesakitan …”Kata Gareng bernada kesakitan.”Kakimu ..pakai sepatu Laras ..gitu menginjak kakiku …untung kakiku gak penyet …hati-hati kang kalau mau menggerakan kaki …begitupun jangan gegabah kita kalau membantu sesama dalam memberikan sebuah nama…,” pesan Petruk yang diamini kang Gareng.
“Ke Krian lewat telasih .cukup..sekian terima kasih,” Ucap Kang Gareng serentak bersama Petruk. (Km)