oleh: Jaenuri S. Pd (Guru SMA Negeri 1 Gresik)

Email  : j4en74@gmail.com

Akhlak mulia secara keilmuan pengetahuan merupakan bagian dari konsep karakter yang diterapkan dalam pembelajaran di sekolah saat ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) pengertian karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lainnya. Akhlak atau karakter merupakan perilaku spontan yang diperlihatkan oleh individu dalam merespon peristiwa atau situasi yang dihadapi. Faktor lingkungan dalam pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting karena perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses pendidikan karakter sangat dipengaruhi oleh stimlus lingkungan. Faktor dominan yang mempengaruhi pembentukan karakter individu adalah rekayasa lingkungan fisik, budaya sekolah, manajemen sekolah, kurikulum, pendidik dan metode mengajar. Rekayasa lingkungan dapat dilaksanakan dengan keteladanan, intervensi, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan penguatan.

Peserta didik yang menginjak usia remaja sangat rentan masalah emosional. Relasi dengan teman sebayanya dirasakan lebih menarik dibandingkan relasi dengan keluarganya. Keberadaan keluarga masih sangat penting bagi anak usia sekolah, namun mereka mementingkan dan mendahulukan pergaulan dengan teman sebaya. Tidak jarang mereka terjerat dalam kegiatan yang membahayakan dirinya sendiri atau teman sebayanya. Keinginan yang besar untuk mengembangkan kemandirian sering membuat peserta didik bertindak menentang dan menunjukkan keinginan untuk mencoba hal-hal baru dan pengalaman baru.

Sekolah merupakan tempat untuk membentuk nilai-nilai melalui pembiasaan kedisiplinan, kejujuran, semangat pembelajaran. Selain itu juga sebagai sarana mengembangkan diri (siswa) dalam beperilaku yang sesuai dengan akhlak mulia yang akan berdampak pada kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di luar sekolah (masyarakat). Jika pendidikan di sekolah penuh dengan kedisiplinan, kejujuran dan kasih sayang akan menghasilkan luaran yang memiliki karakter yang baik.

Berawal dari beredarnya vidio di media sosial instagram bahwa seorang guru honorer mendapatkan perlakukan kurang ajar dari siswanya. Info dari berbagai sumber dan media menyebutkan bahwa siswa tersebut di tegur karena merokok dalam kelas, namun siswa tidak menerima teguran dan seakan menantang si guru. Bahkan siswa berinisial AA menarik kerah baju sang guru. Kelas yang memiliki daya tampung 32 siswa tidak ada satu siswa pun yang berani melerai, bahkan teman-temannya menertawai aksi tidak terpuji tersebut. Reaksi guru tetap sabar meskipun ditantang siswa dan diejek oleh siswa dalam kelas. Warga net dan para netizen sangat marah, mencemooh dan bahkan menghujat ulah sikap siswa. Kejadian ini berlangsung hari Sabtu tanggal 9 Februari 2019 di Sekolah SMP PGRI Wringinanom kecamatan Wringinanom yang menimpa salah satu guru pengajar sangat menghebohkan dunia pendidikan khususnya kabupaten  Gresik dan umumnya seluruh negeri ini. Perkembangan peristiwa vidio sang guru (NK) Nur Khalim memperlihatkan betapa sabarnya sebagai seorang pendidik. Perbuatan siswanya sudah DIMAAFKAN, karena NK tidak ingin kasus berkepanjangan. Bahkan yang membikin salut dalam peristiwa ini, sang umar bakri meminta tidak dilanjutkan dalam ranah hukum. NK merasa tertantang agar bisa mendidik siswanya menjadi lebih baik. Proses mediasi dalam kejadian ini melibatkan sekolah, dinas pendidikan kabupaten gresik, kepolisian dan tokoh masyarakat berjalan dengan kekeluargaan.

Peristiwa yang terjadi di Kabupaten Gresik mengingatkan kita pada kasus serupa dari kota Sidoarjo, Jawa Timur. Seorang guru SMP Raden Rahmat Balongbendo bahkan sampai diadili Pengadilan Negeri Sidoarjo. Guru yang bernama Muhammad Samhudi dilaporkan ke polisi dan di tuduh mencubit siswanya. Hal tersebut dialami Pak Samhudi lantaran siswanya mengadu pada orang tuanya yang anggota TNI. Orang tuanya tak menerima jika anaknya diperlakukan seperti itu. Tindakan orang tua tersebut menuai protes dari kalangan tenaga pendidik. Pak Samhudi mendapat dukungan dari berbagai daerah, termasuk dukugan dari PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Kejadian di Sampang Madura  pada awal tahun 2018 menerpa pada guru ABC (Ahmad Budi Cahyono) yang bertugas di SMAN 1 torjun Sampang Madura Jawa Timur. Guru ABC di pukul siswa sampai meninggal dunia. Hal ini terjadi ketika siswa berinisial MH tidak mendengarkan pelajaran yang disampaikan, malah mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan mereka.

Dalam Undang-undang Guru dan Dosen tahun 2005 mewajibkan guru memenuhi 7 tugas utama yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, menilai,  melatih dan mengevaluasi. Sebagai guru dituntut untuk bersabar, berbesar hati dan pemaaf bagi siswa-siswanya. Dari beberapa kejadian tersebut semoga menjadikan pelajaran bagi orang tua, guru, masyarakat dan semua pemerhati pendidikan untuk tidak terulang lagi. Pada saat proses penulisan ini mendapatkan info bahwa guru yang bersangkutan mendapat tawaran untuk beribadah umrah. Serta serangkaian tabungan dari para simpatisan guru sabar dan pemaaf.