SIDOARJO (Swaranews) – Jika mengamati beberapa tahun ke belakang, warung kopi mulai menjamur di kota-kota besar. Tak sulit menemukan warung kopi atau kafe di tempat strategis. Misalnya di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya. Hal tersebut dipicu dengan meningkatnya penikmat kopi di Indonesia sehingga bisnis ini menjadi sangat prospektif untuk ke depannya.

 

Melihat hal tersebut, tentu saja menjadikan para wirausahawan berlomba-lomba untuk membuka warung kopi dengan ciri khasnya sendiri. Ada yang membuat warung kopi dengan konsep masa kini, hingga membuat konsep tradisional dengan bambu sebagai tiang bangunannya.

 

Tak lepas dari itu, tepatnya di Jalan Banjarsari, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Dodot Priambudi (33) pria asal Rungkut, Surabaya merintis usaha kedai kopi dengan konsep perbatasan yang memadukan antara suasana kota dengan desa. Hal itu disesuaikan dengan lokasi kedai yang strategis yaitu di perbatasan kota Sidoarjo.

 

Berada di area persawahan menjadikan suasana ala desa sangat terasa tanpa terganggu suara bising kendaraan, sehingga banyak pengunjung merasa betah untuk berlama-lama disana. Pemberian nama pun disesuaikan dengan suasana disekitar yaitu “Kedai Kopi Tentrem”.

 

Satrio Nugroho Supervisor Kedai mengatakan, “Penamaan kedai kopi tentrem ini sebenarnya memiliki harapan tersendiri. Dengan lokasi berada ditengah-tengah perbatasan antara kota dan desa diharapkan kedai kopi tentrem bisa memberi ketentraman bagi para pengunjung,” katanya.

 

Tak sekedar nama dan harapan saja, suasana damai juga bisa dilihat dari konsep ruang dengan perpaduan khas kota dan desa.

 

“Contohnya seperti kursi ini yang identik dengan kursi-kursi desa, dan jendela kaca identik dengan rumah modern, yang memang dipasang untuk memunculkan perpaduan kota dengan desa,” imbuhnya.

 

Selain menawarkan konsep ruang, cara penyajian juga menjadi khas dari kedai kopi tentrem dalam menarik pelanggan. “Penyajian kami juga berbeda, untuk penyajiannya kami menggunakan metode ibrik dari Turki,” jelas Satrio.

 

Kedai yang baru dibuka tahun lalu ini, tepatnya pada 5 Desember 2018 kemarin memiliki kopi andalan yaitu Kopi single origin, antara lain Robusta Flores, Arabica Kintamani Bali, dan Arabica Kerinci dari Sumatera. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati kopi susu khas kedai kopi tentrem dengan harga yang terjangkau.

 

“Tidak ada kopi sachet disini, dan paling laris selain kopi single origin, disini juga banyak yang menggemari kopi susu, yaitu perpaduan antara susu sapi murni dengan kopi flores, penyajianya bisa panas atau bisa pakai es,” imbuh Satriyo.

 

Tak hanya sebagai tempat nongkrong dan ngobrol namun disisi lain kedai ini juga memberikan ruang bagi pengunjung untuk berdiskusi. Satrio menjelaskan bahwa “Di kedai kopi tentrem juga sering ada kegiatan seperti workshop, seminar, dan pelatihan-pelatihan lain,” tutup satrio. (msa)