SRESEH, SAMPANG (Swaranews) – Menyadari pentingnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, sejumlah pemuda di Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang dan sekitarnya terlihat sedang berdiskusi serius untuk persiapan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah setelah pertemuan pada pertengahan pebruari lalu. Kami langsung bergerak melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Arifin salah satu pemuda peserta diskusi itu di Cafe Aladoy, Minggu (3/3/2019).

Menurutnya, Pesta Demokrasi Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan 17 April 2019 secara serentak membutuhkan sosialisasi secara menyeluruh. terkait dengan mekanisme tentang kepemiluan dan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mensukseskan Hajatan 5 tahunan tersebut, hususnya pemuda.

“Karena itu KPU Kabupaten Sampang dengan dibantu Tim Relawan Demokrasi mengadakan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Muda,” terangnya.

Dia menyampaikan bahwa kegiatan itu dilaksanakan Selasa (19/2/2019) lalu yang juga verlabgsung di Cafe Aladoy Kecamatan Sreseh. Tak kurang dari 30 pemuda ditambah tokoh muda yang hadir di Cafe tersebut.

“Kami bermaksud memberi pendidikan terkait dengan Pemilu 2019 yang dilaksanakan secara serentak. Dimana Pemilu 2019 ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya, antara Pilpres dan Pileg dilaksanakan secara bersama yg berarti satu Pemilih membawa 5 Surat Suara sekaligus,” tutur Agus Wedi, Panitia Pelaksana.

Hal yang sama juga disampaikan salah satu Siti Rohmah, kegiatan tersebut merupakan edukasi kepada masyarakat, khususnya pada pemilih muda.

“Kegiatan ini merupakan sodialisasi dan pendidikan kepada pemilih, khususnya pemilih muda. Edukasi ini dilakukan untuk mencegah kebingungan dari pemilih dalam melakukan pencoblosan. Oleh karena itu kita berharap pemuda yg hadir dalam kegiatan ini juga ikut serta mensosialisasikan kepada warga yg ada di kecamatan sreseh. Sehingga Kekhawatiran itu biss diatasi,” bebernya.

Arifin sebagai salah satu peserta mengaku bahwa kegiatan semacam ini merupakan suatu hal yg penting. Sebab masyarakat sudah tahu bahwa semua bahwa Pemilu 2019 ini berbeda dengan sebelumnya. Dimana masyarakat tidak hanya memilih Presiden dan wakilnya. Namun juga memilih para wakil rakyat.
“Dengan adanya pendidikan ini, kami sebagai pemuda bisa tahu dan juga ikut andil dalam memberi informasi tentang hal itu kepada masyarakat,” terang Arifin kepada Swaranews. (mar