SURABAYA (Swaranews) – Hasil rilis beberapa lembaga survey memprediksi bahwa di Pemilu 2019 hanya ada lima partai politik yang lolos parliamentary threshold atau ambang batas 4 persen, yaitu PDI Perjuangan, PKB, Gerindra dan Demokrat.

Founder dan CEO PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah menyebut, hasil survei yang dilakukan pihaknya pada periode Oktober 2018 hingga Febuari 2019 di 73 Dapil se-Indonesia (dari total 80 Dapil) justru menunjukkan hasil berbeda, yaitu ada 9 Parpol yang bakal lolos parliamentary threshold.

“Ada tujuh Dapil yang belum kami survei, tapi bukan di forum ini kami menjelaskannya, kenapa belum kami survei,” kata Eep saat menggelar rilis surveinya yang dikemas dalam Forum Pikiran, Akal, dan Nalar yang digelar PAN di Surabaya, Selasa (5/3).
Dari ke 73 Dapil yang menjadi objek surveinya itu, kata Eep, terbagi di Dapil Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Maluku, dan Papua. “Dan inilah hasilnya,” ucap Eep sembari menunjukkan hasil elektabilitas masing-masing Parpol.
Sembilan Parpol yang lolos 4 persen itu antara lain; PKB (11,5 persen), Gerindra (14,1 persen), PDI Perjuangan (28,6 persen), Golkar (13,3 persen), NasDem (5,6 persen),PKS (4,6 persen), PPP (4,5 persen), PAN (5,9 persen), dan Demokrat (6,9 persen).
Sementara partai lainnya yang tak lolos, elektabilitasnya masih di bawah 2 persen, yaitu Partai Garuda (0,1 persen), Berkarya (0,4 persen), Perindo (2 persen), PSI (0,6 persen), Hanura (1,1 persen), PBB (0,5 persen), dan PKPI (0,2 persen).

Di tempat sama, Sekjen DPP PAN, Eddy Suparno yang hadir menyampaikan kegembiraannya. Bahkan dia menegaskan, dengan hasil survei ini, tentu membuat pihaknya percaya diri dan lebih semangat bekerja meraup suara sebanyak-banyaknya.
Paling tidak, kata Eddy, PAN bisa memperoleh dua digit di 17 April 2019 mendatang. “Atau 10 persenlah target kami,” tegasnya yakin.

Berdasarkan hasil survei ini, lanjutnya, PAN lolos ke parlemen. “Ini sekaligus membantah hasil survei yang menyatakan PAN gagal di parlemen. Sebuah pendorong bagi kami harus bekerja ekstra keras,” tandasnya.

Survei PolMark Indonesia ini dilakukan bertahap mulai bulan Oktober 2018 hingga Febuari 2019. Ada 72 Dapil di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan beberapa pulau lainnya yang menjadi objek survei dengan jumlah 440 responden.
Kemudian ada satu Dapil di Jawa Barat, yaitu Dapil III dengan 880 responden yang turut disurvei pada tahap berikutnya. Sehingga total ada 73 Dapil dengan jumlah total responden 32.560 orang.

Untuk margin of error dari survei menggunakan metode multistage random sampling ini, di 72 Dapil (kecuali Dapil III Jabar), mencapai sekitar 4,8 persen. Sedang di Dapil III Jabar, mencapai sekitar 3,4 persen. sgt