SURABAYA – (Swaranews) Seorang pemuda harus kehilangan nyawa setelah diterjang timah panas petugas Ditres Narkoba Polda Jatim, di Desa Sendang Lauk, Kec. Labang, Kab. Bangkalan, karena berusaha melarikan diri saat dikeler ke jaringannya, pada hari Minggu (10/03/2019), sekitar pukul 22.30 WIB.

Pasalnya, tersangka diketahui berinisial YP (36 tahun), ditangkap petugas Ditres Narkoba Polda Jatim, pada hari Minggu, 10 Maret 2019, sekitar pukul 08.00 Wib. Lantaran kedapatan membawa Narkotika jenis sabu, di SPBU Kebomas Jalan Gresik-Lamongan.

Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Luki Hermawan saat pimpin konferensi pers di ruang jenazah RS Bhayangkara Polda Jatim, pada hari Senin pagi, 11 Maret 2019, menjelaskan, berawal adanya informasi dari masyarakat pada hari Senin, 04 Maret 2019, yang diterima petugas, akan ada pengiriman sabu dari Jakarta menuju Surabaya pada tanggal 9 Maret 2019 melalui jalur darat.

Dari informasi tersebut, ” Petugas melakukan penyelidikan dengan berangkat ke Jakarta pada tanggal 6 Maret 2019 hingga 9 Maret 2019, sesampainya dilokasi petugas melihat tersangka, dan membuntuti setiap pergerakannya dengan membawa mobil, kemudian petugas mengetahui tersangka menerima telepon dari seseorang berinisial EVO, yang berada di Madura untuk mengambil sabu dari seseorang yang berinisial KIM.

Pada tanggal 7 Maret 2019, ” tersangka YP berangkat ke Jakarta menggunakan peasawat Lion Air. Sesampainya di Jakarta tersangka YP menginap di Hotel Alexander, Jalan Antara Jakarta Pusat atas perintah seseorang yang berinisial EVO di Madura, dua hari kemudian tanggal 9 Maret 2019, tersangka dihubungi oleh seseorang berinisial KIM untuk bertemu di warteg di daerah Pasar Baru. Tersangka menerima 1 koper hitam yang berisi 5 kilogram sabu dan uang tunai senilai Rp. 2.000.000 untuk biaya transportasi, ” papar jenderal bintang 2 tersebut.

Selanjutnya tersangka bertolak ke Surabaya menggunakan bus PO. Antara Jaya, pada Sabtu, 09 Maret 2019, sekitar pukul 14.00 Wib. Pada keesokannya hari Minggu, 10 Maret 2019, sekitar pukul 08.00 WIB, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka YP dan melakukan penggeledahan terhadap koper yang dibawa tersangka, saat bus yang ditumpangi YP berhenti di SPBU Kebomas Gresik.

Sebelum tersangka tewas tertembak, diungkapkannya, ” dari tangan YP petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa, (lima) bungkus plastik warna putih berisi Narkotika jenis shabu dengan berat total kurang lebih (5) kilogram yang ada di dalam (1) koper warna hitam merk Hush Puppies, (satu) unit HP merk Samsung warna biru, (satu) unit HP merk Docomo warna putih, (satu) buah tiket Lion Air JT 0573 H atas nama YP, (satu) buah tiket bus Po. Antar Jaya tanggal 09 Maret 2019 atas nama YP tujuan Surabaya, (satu) lembar bil Hotel Aleander atas nama YP dengan no kamar 211 a.n. YP, (satu) buah KTP a.n YP, serta uang tunai sebesar Rp.2.350.000,- (dua juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah), dan (satu) buah charge HP merk Asus warna putih.

Dari pengakuan tersangka YP, ” tersangka mengaku bila berhasil mengirimkan sabu tersebut ke seseorang yang berinisial EVO, tersangka YP akan diberi imbalan uang senilai Rp. 30.000.000 (Tiga Puluh Juta Rupiah), dan rencananya Narkoba itu akan diserahkannya ke seseorang yang berinisial EVO di Stasiun Gubeng Surabaya, tetapi sesorang yang berinisial EVO tersebut tidak kunjung muncul, ” akunya YP

Masih kata YP, karena si EVO tidak datang, maka tersangka mengatakan kepada petugas bahwa barang tersebut harus diantarkan ke Desa Sendang Laok Kec. Labang, Kab.Bangkalan, lalu petugas mengikutinya dengan mendatangi lokasi tersebut. Setelah sampai dilokasi, namun saudara EVO tidak kunjung datang.

Ditambahkannya, ” Saat petugas bersiap menunggu kedatangan EVO, tersangka YP tiba – tiba kabur, kemudian petugas mengejarnya dan memberikan tembakan peringatan ke atas hingga 3 kali. Tersangka bukannya berhenti menyerah malah larinya tambah kencang, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur, mengarahkan moncong pistolnya tepat ke arah tersangka YP hingga terjatuh disemak – semak belukar yang gelap, lalu petugas segera mendekatinya dan melihat tersangka sudah tergeletak tidak bernyawa. Selanjutnya, jasad tersangka YP di bawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk di lakukan VER, ” pungkas Irjen Pol. Drs. Luki Hermawan. (Ari)