SURABAYA (Swaranews) – Polres Pelabuhan Tanjung Perak meluncurkan Aplikasi SOS Perak Bisa yang ditujukan untuk menginformasikan keadaan darurat di wilayahnya.

Sosialisasi mengenai aplikasi ini disampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, S.I.K, kepada para pimpinan instansi samping dan stake holder Tanjung Perak, Rabu pagi, 13 Maret 2019 di Aula Rupatama Sanika Satyawada.

Acara sosialisasi yang dimulai pada pukul 10.00 ini diantaranya dihadiri oleh Ir. Dwi Budi, Kepala Syahbandar Tanjung Perak, M. Dahri Kepala Distrik Navigasi Tanjung Perak, Dandim Surabaya Utara, Dandim Surabaya Timur, Kasi Trantib Kecamatan Bulak, Yusuf dari ASDP Ujung, Budi Basuki dari Perusahaan Pelayaran, Fuad dari Pelni, Mayor Sumitro dari Armatim, Ibu Anita dari Kecamatan Asemrowo, Nico dari BRI, Syahrul dari KSU Tanjung Perak, Bisri dari Bea Cukai, Parajaya dari BJTI, Mayor Catur dari Lantamal V Surabaya, Daniel dari Inka Kalimas, Anton dari PBK Tanjung Perak dan beberapa lainnya.

“Untuk menjaga marwah aplikasi ini, maka yang bisa mengakses hanya tiga level pimpinan saja,” ujar Kapolres.

Dihadapan para tamu undangan, Kapolres menyampaikan bahwa dengan aplikasi ini, segala bentuk informasi yang bersifat darurat dapat diinformasikan.

“Tentunya yang bisa mengakses hanya yang namanya terdaftar pada admin yang telah kami tunjuk,” terangnya.

Aplikasi ini nantinya dapat diunduh melalui playstore di android dan akan dilakukan verifikasi data untuk para pendaftar.

“Sekali lagi yang dapat kami informasikan, untuk pendaftar yang disetujui hanya 3 level pimpinan saja,” ungkapnya.

Kapolres juga mempersilahkan kepada perusahaan BUMN, BUMS, Perbankan atau perusahaan maupun instansi lain yang tidak ikut hadir dalam sosialisasi ini dan ingin menginstal aplikasi SOS Perak Bisa.

Sosialisasi aplikasi SOS Perak Bisa ini langsung mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Mereka setuju dan mendukung adanya aplikasi SOS Perak Bisa ini.

Usai sosialisasi, Kapolres bersama para pimpinan instansi yang hadir menandatangani nota kesepakatan bersama (MOU), sebagai bentuk dukungan adanya aplikasi SOS Perak Bisa ini. (Ari)