CATATAN SUGIANTO S. HARTAWAN

Pemimpin Redaksi (Non Aktif) / Penggiat UMKM
0878 5249 7378

DAERAH dianggap sejahtera manakala warganya tidak ada pengangguran, tidak ada yang merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup minimum sehari-hari.

Warga memiliki pekerjaan dan bekerja. Namun belum tentu bisa memenuhi kehidupannya dengan layak. Akhirnya mereka nyambi berjualan. Suami atau isteri bekerja di perusahaan, pasangannya berjualan atau punya usaha kerajinan atau lainnya untuk menghidupi anak-anaknya atau orang tuanya.

Keadaan ini sangat lumrah terlihat di masyarakat kita. Pekerjaan sambilan sambil pasangan bekerja di perusahaan, atau justru kemudian berbalik menjadi usaha utama memperoleh penghasilan. Bisa jadi.

Pekerjaan menjadi pedagang bukan pekerjaan sepele. Banyak juga yang berhasil dan sukses. Namun tidak sedikit hanya sekedar bisa survive. Kendalanya juga banyak.
Sejak zaman orde baru hingga era reformasi pemerintah Jokowi, ada kementerian khusus untuk Usaha Kecil dan Menengah masuk di departemen Koperasi dan UKM. Diperkirakan ada sekitar 50 juta penduduk Indonesia yang bergiat di usaha UMKM (tambah kata Mikro, menjadi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Usaha Mikro adalah usaha yang omzet per hari nya berkisar kurang lebih Rp 500 Ribu.

Upaya pemerintah meringankan penggiat atau pengusaha UMKM terus dilakukan. Terbaru memberikan keringanan pembayaran pajak penghasilan bagi UKM hanya 0,5%. Namun bagi penggiat usaha Mikro, boro boro mikir pajak, buat sehari-hari saja sambat.

Kendala utamanya adalah modal kerja. Memang ada program kredit dengan bunga rendah dari bank pemerintah. Namun tetap saja untuk memperoleh butuh persyaratan yang sulit dipenuhi. Akhirnya apa, mereka lari kepada lembaga/perseorangan lain yang memberikan kemudahan perolehan kredit namun dengan bunga yang mencekik leher, 30-40%. Dibayar mingguan. Dalam jangka waktu kredit relatif pendek.

Pendampingan pemerintah daerah sudah dilakukan. Memberikan bantuan pemasaran, menyediakan lokasi penjualan, sentra sentra UKM maupun kuliner terlihat di beberapa sudut kota tertata rapi.

Begitu luasnya problem UMKM, tidak cukup menjadi tanggung jawab pemerintah semata-mata dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Saya kira bagi setiap orang yang terketuk hatinya bisa turun tangan untuk membantu para pedagang kecil. Dalam segala aspek yang dimungkinkan.