MALANG (Swaranews) PT Suparma, Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), akhir pekan lalu menggelar peringatan hari air se-Dunia di SMPN 1 Wajak-Kabupaten Malang. Kegiatan di bidang pendidikan dan lingkungan hidup yang merupakan salah satu pilar dari program CSR tersebut diselenggarakan  setiap tahun dengan menggandeng institusi pendidikan di wilayah Jawa Timur.

PT Suparma, Tbk merupakan salah satu perseroan yang bergerak dalam produksi kertas dan tissue merk See-U yang sangat konsen terhadap bidang lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan produksinya yang ramah lingkungan serta berperan aktif dalam membangun generasi muda yang cinta lingkungan melalui program CSR yang menyasar pada peringatan hari lingkungan hidup seperti Hari Air Se-dunia, Hari Ozon Se-dunia, Hari Lingkungan Hidup Se-dunia, Hari Bumi dan sebagainya melalui kerjasamanya dengan sekolah-sekolah. Hal ini membuktikan bahwa Perseroan memberikan peran yang aktif dalam memotivasi  serta melibatkan generasi muda  menjaga lingkungan di muka bumi.

Kepada Swaranews, Shanty, pelaksana  kegiatan program CSR PT Suparma menyatakan, kegiatan ini terselenggara melalui kucuran dana dari program CSR PT Suparma, Tbk yang menyasar generasi muda dan guru, untuk membangun kesadaran bersama di bidang lingkungan hidup yang pada gilirannya setiap manusia di muka bumi ini akan   meningkatkan perhatian atas pentingnya air bagi sumber kehidupan.

“Peringatan Hari Air Se-dunia yang dikemas dalam bentuk seminar ringan di SMPN 1 Wajak  ini dikuti  sekitar 200 siswa dan guru dari 21 Sekolah SD dan SMP Adiwiyata se Kabuoaten Malang ,  mengambil tema” Air Penyangga Kehidupan Kini dan Nanti”, menghadirkan dua narasumber yakni Dr.Ir. Koderi,M.Ling. Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang yang membawakan materi Konservasi Air Untuk Menjaga Lingkungan Yang Lestari dan Dr Awang Teja Satria, Dosen Prodi Food Technology Departemen Microbiology Universitas Ciputra Surabaya, menyajikan materi Penyakit yang timbul akibat musim hujan dan pencemaran air.” Ungkap Shanty.

Lebih lanjut Shanty menjelaskan, dipilihnya SMPN 1 Wajak sebagai tuan rumah  peringatan Hari Air Se-Dunia pada program CSR PT Suparma, Tbk kali ini mengingat, sekolah ini luar biasa. Meski letaknya di desa yang jauh dari hiruk pikuk kota Malang, namun ketika memasuki halaman sekolah orang dibuat kagum karena pemandangannya yang hijau asri dan sangat bersih. Tidak salah jika sekolah ini mendapatkan predikat sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Nasional dan nominasi sekolah sehat Propinsi Jawa Timur.

“Sebuah sekolah yang luar biasa dengan lingkungan yang tertata dan siswanya juga luar biasa sopan, berbudi luhur dan sigap dalam menerima tamu serta guru  yang semangat  tentu tidak lepas dari peran Kepala Sekolahnya yang memang sangat mendukung untuk menciptakan sebuah lingkungan pendidikan yang harmonis sebagai tempat menimba ilmu dan tempat dimana siswa bisa bersoaialisasi baik dengan sesama teman maupun masyarakat luar. Hal ini tidak mudah, karena letak sekolah ini berada jauh di desa tetapi ketika kami menawarkan untuk menjadi tuan rumah peringatan Hari Air Se-dunia sambutannya luar biasa. Seluruh siwanya dikerahkan untuk menyambut para tamu dari 21 sekolah Adiwiyata se Kabupaten-Malang, bahkan bebarapa siswanya tampil dengan balutan gaun daur ulang yang megah saat pembukaan acara,” Tegas Shanty.

Menurutnya, Hari Air Se-Dunia pertama kali diperingati 22 Maret tahun 1993 melalui kesepakatan bersama dalam Sidang PBB 22 Desember 1992 di Brasil.  Tahun ini tema Hari Air Sedunia yang diusung oleh PBB adalah Leaving No One Behind atau tidak meninggalkan siapapun di belakang. Tema ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa sanitasi air dan air minum yang bersih adalah bagian dari hak asasi manusia. Kedua hal ini sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup sehat. Selain itu, tema ini adalah inti dari komitmen PBB dalam agenda 2030 untuk pembangunan yang berkelanjutan. PBB dan Indonesia telah berkomitmen untuk menghadapi tantangan berkaitan dengan kemiskinan, ketidaksamaan, masalah iklim, degradasi lingkungan, kesejahteraan, perdamaian serta masalah keadilan. Dan salah satu programnya adalah pemenuhan akses air minum bersih dan sanitasi wajib dicapai masyarakat dunia pada 2030.

Berdasarkan data dari UNWater, penggunaan air meningkat 1% setiap tahunnya sejak tahun 1980an. Hal ini didasari oleh meningkatnya populasi dan perubahan pola sosial ekonomi masyarakat yang berdampak pada perubahan pola konsumsi. Lebih dari 2 milyar orang di dunia tinggal di negara yang mengalami tekanan air tinggi dan sekitar 4 milyar orang mengalami kelangkaan air yang parah selama setidaknya satu bulan dalam setahun.​​​​​

Kata dia, di Indonesia sendiri air bersih yang layak dan sanitasi yang memadai masih tidak merata. Sebagai negara kepulauan terbesar, masih banyak daerah-daerah yang belum terjangkau air bersih. Bahkan, menurut data dari Portal Informasi Indonesia, DKI Jakarta yang merupakan Ibu Kota Negara Indonesia, tingkat air bersihnya baru mencapai 60%. Ini tandanya di Jakarta sendiri ada 40% warga yang belum mendapatkan air bersih serta sanitasi yang layak. Jakarta juga bahkan berpotensi menjadi salah satu kota dari 10 kota di dunia yang menghadapi ancaman kelangkaan akses air bersih.

“Fakta diatas menandakan bahwa air adalah persoalan yang rumit dan tidak mudah. Padahal, air adalah sumber kehidupan dan setiap tetesnya berpengaruh bagi keberlangsungan hidup dan masa depan manusia. Karenanya, sumber-sumber air tidak boleh kotor. Karena itu, dalam seminar ringan kemarin kami mengambil tema “Air Penyangga Kehidupan Kini dan Nanti” untuk memotivasi siswa dan para guru agar memberikan dukungan dalam konservasi air dengan mengurangi membuang-buang penggunaan keran air sepanjang hari dan  bersama-sama   menjaga sumber  daya airsebaik-baiknya serta  membantu pemerintah dalam upayanya menyediakan 100% akses air bersih dan sanitasi yang layak . Di sisi lain peringatan ini bertujuan Untuk membuka mata kita akan ancaman krisis air danbetapa pentingnya fungsi air sebagai sumber kehidupan manusia.