SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan memberikan kuota khusus bagi calon peserta didik yang ingin mendaftar ke sekolah tertentu meski tidak berada dalam kawasan tempat tinggal di zonasi sekolah yang diincar.

Hal itu disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai menggelar rapat terbatas (ratas) bersama Wagub, Sekdaprov, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, dan sejumlah OPD terkait di Gedung Negara Grahadi, pada Kamis (4/4/2019) siang.

“Banyak orang tua yang mengeluhkan dan menganggap sistem zonasi memupus harapan anak dan cucu mereka yang ingin masuk SMA atau SMK favorit yang jadi impian mereka, karena tempat tinggal mereka tidak jadi satu zona,” jelas Khofifah.

Dalam ratas yang digelar di Gedung Negara Grahadi tersebut, Gubernur Khofifah memberikan kuota sebanyak 10 persen bagi calon peserta didik di luar zonasi sekolah untuk bisa diterima dalam PPDB SMA/SMK di Jawa Timur.

“Jadi kita putuskan sebanyak 90 persen siswa yang diterima di lembaga SMA/SMK negeri itu adalah yang ada dalam zonasi sekolah. Yang 10 persen bisa diikuti oleh siswa yang berada di luar zona,” tuturnya.

Namun, bagi calon peserta didik yang diberikan kuota 10 persen itu diberlakukan syarat, yaitu siswa harus memiliki prestasi. Dicontohkannya, misalnya nilai UN nya tinggi, atau memiliki prestasi olahraga atau kesenian, atau juga karena alasan orang tua pindah bekerja ke wilayah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah tidak menjelaskan secara rinci seputar isi pergub yang kini sedang digodok dan berada pada tahap finalisasi.

“Ini sedang kita finalisasi. Insyaallah akan segera kita keluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) nya. Supaya bisa jadi referensi pada para calon peserta didik baru di SMA SMK negeri di Jawa Timur, dan juga para orang tuanya,” pungkas Khofifah. (Msa)