SURABAYA (Swaranews) – Sosok Ardi Susanti meski sehari-hari dikenal sebagai guru bahasa Inggris namun memiliki aktifitas dibidang teater  dan Puisi yang layak dibanggakan.
“Saya ketika duduk  dibangku SD sudah menjadi wakil Kabupaten Ngawi dalam ajang Porseni tingkat Jatim untuk katagori lomba baca puisi, “cerita Ardi Susanti  yang pernah menjadi anggota Kelompok Teater Magnit Ngawi binaan M.Iskan, tokoh Teater Ngawi.

Dalam perjalanan waktu, seusai menyelesaikan program Srata satu di STKIP Ngawi jurusan Bahasa Inggris tahun 2000, dia pindah mengajar di wilayah Kabupaten Tulungagung.
“Alhamdullilah saya mendapatkan penempatan di SMAN I Tulungagung meski mengajar bahasa Inggris namun juga membantu bidang kesenian. Utamanya saat mengikuti lomba Teater atau festival fragmen Budi Pekerti,” ungkap Bu Santi, demikian kerap dia disapa. Dia juga berhasil menyandang predikat Juara 7 kali  Lomba menulis Naskah Budi Pekerti tingkat Jatim.

Menurutnya dari sejumlah naskah yang membawanya menjadi penulis terbaik, mengangkat materi tentang perilaku anak di rumah, di sekolah dan di masyarakat serta muatan lokal (mulok). “Salah satunya yang berdasarkan mulok berjudul “Tiban”yang menceritakan mengenai aktifitas tradisi  permohonan hujan ,” ujar Santi yang terpilih sebagai guru teladan Bidang Seni Budaya tahun 2014. Bu Santi selain aktif menggeluti seni Teater juga menulis Puisi dan Cerita Pendek. Salah satunya “Tiban” yang berhasil menjadi juara lomba Cerpen tingkat Nasional. Km