SURABAYA (Swaranews) -Pakar Bahasa Inggris dari National Institut Education Singapore Willy A Anandya, PHd mengungkapkan, proses pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak di jenjang pendidikan dasar selayaknya melalui aktifitas membaca dan mendongeng.
“Anak-anak lebih cepat memahami dan mengerti jika belajar Inggris dilakukan dengan melihat gambar, membaca dan mendengarkan dongeng,” jelas Willy sapaan akrab Willy A Anandya seusai menjadi pembicara Seminar Bahasa Teacher Profesional Development Series, The Head, Heart and Hand Of An Effective English Teacher yang diprakarsa FKIP Universitas Katholik Widya Mandala (UKWM) Surabaya, (23/3).

“Di jenjang pendidikan dasar, anak jangan dibebani persoalan struktur dan gramar nanti tambah bingung,” imbuh Willy yang pernah mengenyam Program S1 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Berbicara profesionalitas guru bahasa Inggris di Indonesia, ungkap Willy A Anandya, selain harus memiliki dedikasi yang tinggi juga harus menguasai aspek Head, Heart dan Hand. “Untuk menjadi guru bahasa Inggris yang efektif harus mampu berpikir, memiliki hati dan mempunyai ketrampilan,” ungkap Willy yang menambahkan menyangkut hati untuk Guru Bahasa Inggris tidak ada masalah. “Sebagian besar guru Bahasa Inggris sudah memiliki perasaan yang bagus untuk mengajar hanya saja aspek ketrampilan berbahasa Inggris yang perlu dioptimalkan,” tandasnya penuh semangat.

Menurut Willy, upaya mewujudkan profesionalisme guru Bahasa Inggris sebenarnya sudah dilakukan namun belum secara totalitas. “Seharusnya pemerintah melakukan pengembangan potensi guru terkait profesionalitas secara menyeluruh seperti dilakukan di negara tetangga seperti Singapore dan Malaysia ” Jelasnya sembari menambahkan perlunya menyiapkan tenaga pendidik dari LPTK.

“Lembaga Pendidikan Tenaga Kejuruan (LPTK) memiliki peran penting dalam mewujudkan profesionalisme guru, termasuk upaya peningkatan wawasan dan ketrampilan guru dalam proses belajar mengajar, agar mampu bersaing dengan negara tetangga,” tutur Willy. Km