SURABAYA (Swaranews) – Melalui Sidang Paripurna, DPRD Kota Surabaya telah berhasil menetapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Terdapat hal penting di dalam perda tersebut yang mencantumkan bahwa Pemkot Surabaya haruss menerbitkan Perwali KTR paling lambat 6 bulan setelah perda ditetapkan.

Menurut Ketua Pansus Raperda KTR DPRD Surabaya Junaedi bahwa pada prosesnya, ada sejumlah catatan dari Pemprov Jatim terkait Raperda KTR yang sudah dibahas bersama antara pansus KTR dan Pemkot Surabaya.

Salah satu catatan dari Pemprov Jatim adalah dalam Raperda tersebut dicintumkan pengaturan berupa jangka waktu penyusunan Peraturan Wali Kota Surabaya untuk tata laksana. Artinya setelah diparipurnakan Pemkot Surabaya diberi waktu maksimal enam bulan agar segera membuat perwali.

“Catatan dari pemprov sudah kami tindaklanjuti dalam raperda. Kami berharap pemkot segera menyiapkan peraturan wali kota agar perda ini bisa dijalankan dengan baik,” ujarnya, Senin (8/4/2019).

Hal terpenting dari Perda KTR ini adalah pada pasal 16, yang menyebutkan batas waktu Pemkot Surabaya untuk meenerbitkan Perwalinya.
“Kita belajar dari Perda Perparkiran yang Perwalinyaa tak kunjung terbit hingga melebihi 8 bulan,” terangnya.

Legislator asal Partai Demokrat ini menegaskan bahwa selaku anggota DPRD hanya bisa memberi masukan kepada prmerintah kota. Namun karena batasan waktu ini sudah disebutkan dan diatur dalam perda, seyogyanya Penerintah Kota, dalam hal ini Walikota Surabaya segera menerbitkan juklak dan juknisnyaa dalam bentuk Perwali itu.
“Karena dalam pembahasan semuanya sudah kita sepakati dengsn Dinas Kesehatan dan Badan Hukum dengan pansus sudah kita sepakati,” sambung Junaedi.

Wakil Ketua Komisi D mengungkapkan bahwa awalnya pansus mengusulkan 3 bulan, namun pihak Pemkot meminta waktu 6 bulan . Akhirnya disepakati bersama dan dituangkan dalam pasal 16 tersebut.

“Hasil fasilitasi kita dengan Pemprov. Hasil konsultasi, Gubernur Jawa Timur tidak mempermasalahkan bahwa dalam waktu 6 bulan Pemkot harus mengeluarkan Perwali dari Perda KTR ini,” pungkasnya. adv/mar