SURABAYA (Swaranews) -Generasi muda harus memahami dan menjaga kelestarian seni tradisional Ludruk, demikian kata Kepala Sekolah SMK Dokter Soetomo (SMAKDORS) Juliantono Hadi Rahadi.

Untuk itu pihaknya mendorong peserta didik SMK SMAKDORS untuk berkreasi mengembangkan dan melestarikan potensi seni tradisional Ludruk. “Kami sangat atensi terhadap pengembangan dan pelestarian seni ludruk melalui kegiatan ekstra kurikuler,” ungkap Juliantono sambil menambahkan adanya aktifitas pembuatan film semi dokumenter bertemakan Ludruk.

“Dalam tahun 2018 peserta didik kami membuat Film berjudul “Jack” yang mengetengahkan karakter dan kebiasaan terkait keberaadaan “Arek Suroboyo” mulai dari ciri dialognya sampai kebiasaanya,” Ungkap pak Juliantono.

“Pada tahun 2019 proses finishing produksi film kedua yang berjudul “Last Ludruk” yang mengangkat cerita keberadaan anak muda dan orang tuanya berupaya melestarikan ludruk. Kebetulan yang jadi orang tuanya seniman ludruk kondang Cak Kartolo yang berperan memotivasi dan mengajak kawula muda termasuk anaknya melestarikan potensi seni tradisional ludruk kebanggaan masyarakat agar tidak punah,” jelas Juliantono yang berupaya melengkapi Smakdors dengan peralatan Teknologi Informasi (TI) termasuk Film dan Streaming.

Pak Julianto demikian disapa berkeinginan, adanya kelompok Ludruk Muda Smakdors yang berfungsi menjaga keberadaan seni ludruk. “Memang upaya mewujudkan kelompok ludruk di Smakdors sudah pernah kami lakukan dengan menggandeng tokoh ludruk kawula Muda Luntas Cak Robert Bayonet dan Cak Djadi Galajapo tapi awalnya saja banyak peminat tapi berhubung banyak kesibukan peserta didik akhirnya tinggal sedikit..tapi kedepan kami mencari formula yang tepat agar peserta didik menyukai seni tradisional ludruk,” tutur Julianto.

Berbicara masalah akademis Smakdors berupaya lulusannya tidak hanya menjadi tenaga terampil siap kerja juga melanjutkan Perguruan Tinggi. “Tahun ini yang mengikuti USBN dan UNBK kurang lebih 320 peserta didik dan 80 persen Komputer milik Sekolah dan pelaksanaan UNBK berlangsung 2 tahap,” kata Juliantono. Semrntara UNBK tahun lalu 3 tahap dengan peserta hampir 400 orang.

Dalam bidang Olahraga Juliantono yang dikenal pecinta fanatik Persebaya itu mengungkapkan, pihaknya ikut mendukung pelaksanaan Kompetisi Persebaya Yunior sebagai ajang pembibitan berjenjang. “Idealnya untuk mewujudkan kesebelasan yang tangguh dan kuat ya kompetisi di jenjang yunior harus terprogram.”
Km