SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengharapkan agar teknik permesinan bersinergi dengan dunia usaha dan industri. Hal itu disampaikan usai mengunjungi pameran Tugas Akhir SMK Negeri 12 Surabaya, di JX Internasional Convention Exhibition, Kamis (11/4/2019).

Mantan Menteri Sosial tersebut berharap, bidang permesinan memiliki kesinambungan dengan Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan petani.”Permesinan, saya berharap bahwa ini akan nyekrup terutama dengan kebutuhan Industri Kecil Menengah (IKM), UKM dan kebutuhan petani,” ujarnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut menyebutkan bahwa beberapa teknik permesinan juga harus disambungkan dengan dunia industri.

“Supaya mereka bisa membuat secara made production, kalau tidak made production saya takut harganya tidak kompetitif, sementara itu kebutuhan real loh di masyarakat, jelasnya.

Khofifah mencontohkan, “Misalnya penggorengan krupuk tayamum, krupuk yang digoreng dengan pasir, itu kan menurut saya keren sekali itu. Karena selama ini penggorengan itu tidak higienis, ungkapnya.

Permesinan, Lanjut Khofifah, perlu disambungkan dengan dunia usaha dan industri. Hal itu disebutnya akan mempermudah konsumen untuk mendapatkan produk yang telah dihasilkan.

“Mempersambungkan dengan dunia usaha itu menjadi sangat penting, mempersambungkan dengan dunia industri menjadi penting, supaya konsumen itu bisa mendapatkan produk-produk mereka dengan mudah dan dengan harga yang pasti relatif lebih murah kalau produksinya langsung dalam jumlah besar,” pungkasnya. (Msa)