SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa angkat bicara terkait kasus dugaan perselingkuhan dan perzinahan yang dilakukan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bojonegoro, Iskandar dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Pasuruan Nila Wahyuni Subiyanto.

Dijumpai di Mapolda Jatim, Selasa (16/4/2019), Mantan Menteri Sosial tersebut memastikan bahwa tim dari Inspektorat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sudah turun langsung untuk ikut menangani kasus tersebut.

“Yang pasti dari inspektorat dulu turun. Rekomendasi inspektorat nanti,” kata Khofifah.

Tidak hanya Khofifah, sebelumnya dua kepala daerah yaitu Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah dan plt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo mengaku sudah menerima laporan terkait perselingkuhan itu.

Polda Jatim sudah menetapkan Iskandar dan Nila sebagai tersangka atas kasus itu setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi usai menerima laporan dari Titik Purnomosasi, istri Iskandar.

Titik melapor ke Polda Jatim dengan nomor polisi LPB/234/III/UM/JATIM, Kamis 21 Maret 2019 atas perkara perzinahan dan kekerasan psikis dalam rumah tangga. Dua nama yaitu Iskandar dan Nila masuk dalam laporan polisi itu sebagai terlapor. (Msa)

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebut, penyidik akan memanggil Iskandar dan Nila usai pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019. (Msa)