SURABAYA (Swaranews) – Balai Bahasa Jawa Timur terus mengupayakan sosialisasi Kosa kata baru hasil pengayaan Kosa Kata Bahasa Indonesia dikalangan Komunitas Pelajar se Jatim.

Menurut Kepala Balai Bahasa Jawa Timur  Drs.Mustakim, MHum, pengayaan kosa kata terus dilakukan utamanya ditingkat daerah. “Kami di Jawa Timur terus melakukan penggalian mengenai potensi bahasa daerah di Jawa Timur yang layak memperkaya kosa kata Bahasa Indonesia. Upaya memperkenalkan kosa kata baru kepada kalangan masyarakat tidak dilakukan dengan media massa namun juga lewat media cetak secara internal.

“Kami selain bekerjasama dengan media elektronika seperti RRI Surabaya juga menerbitkan majalah dan leaflet,” kata Mustakim menambahkan disamping melakukan sosialisasi kosa kata baru melalui media juga lewat program kegiatan yang diarahkan kepada masyarakat termasuk pelajar.

Berbicara komunitas pelajar, jelas Mustakim tidak dapat dilepaskan dari komunitas pelajar dibidang ilmiah dan seni budaya.

“Ada Komunitas Literasi, Sastra termasuk Cerpen -puisi dan Karya Tulis, serta masih banyak komunitas pelajar yang memiliki peran penting mensosialisasikan kosa kata baru ,”jelas Mustakim yang menambahkan Balai Bahasa Jawa Timur aktif menggelar berbagai lomba diantaranya lomba menulis cerpen dan puisi. Menyinggung kosa kata baru yang berasal dari muatan lokal di daerah Jawa Timur ungkap Mustakim, seperti kata cangkrukan dan ote-ote telah diproses dan dikaji menjadi kosa kata baru Bahasa Indonesia.

“Di daerah Jawa Timur banyak kekayaan kosa kata bahasa daerah yang layak memperkaya kosa kata Bahasa Indonesia. Di Jawa Timur ada dialek Bahasa Osing Banyuwangi, Arek -Suroboyoan, Mataraman dan Tapal kuda yang semuanya bisa digali,” imbuhnya mantap. Km