SURABAYA (Swaranews) – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satunya ialah dengan program pendidikan ‘Tis-Tas’ atau Gratis dan Berkwalitas.

Seperti diketahui, saat ini posisi IPM Jawa Timur masih terendah di pulau Jawa, yakni urutan ke 14 di Indonesia.

Dijumpai usai melakukan sidak di SMA 15 Kota Surabaya, pada Senin (10/6/2019), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa pada tahun ajaran baru 2019/2020, Pemprov Jatim akan merealisasikan program Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis bagi SMA/SMK Negeri.

“Mulai tahun ajaran baru bulan juli ini semua siswa-siswi SMA/SMK seprovinsi Jawa timur akan di bebaskan dengan SPP,” kata Gubernur Khofifah.

Tidak hanya itu, Orang nomor satu di Jatim tersebut juga menyebutkan, selain sekolah Negeri, subsidi dari program Tis-tas juga diberlakukan kepada sekolah swasta.

“Melalui APBD Provinsi Jatim menganggarkan Rp 1,9 trilyun untuk program Tistas ini,” ungkapnya.

Mantan Menteri Sosial itu menyebutkan bahwa pendidikan SMA/SMK di Jatim sangatlah pesat. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya siswa-siswi di Jatim yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Selisihnya sampai mencapai 4500 dibandingkan dengan provinsi lain. Ini menunjukkan tingkat kwalitas pendidikan di Jatim sangat kompetitif dan kompetibel dari provinsi yang lain yang ada di Indonesia,” jelas Khofifah.

Dalam mendorong program tersebut, Pemprov Jatim telah menyiapkan subsidi yang akan diberikan kepada SMA sebesar Rp 1.400.000. Sedangkan SMK sebesar RP 1.600.000 dan mendapat dua seragam sekolah. (Msa)