LAMONGAN (Swaranews) – Harga bandeng dipasar Lamongan mengalami penurunan cukup drastis. Hal tersebut dirasakan oleh para penjual bandeng sejak sebelum Idul Fitri 1440 H lalu.

Penurunan tersebut disebabkan para petambak yang memanen bandeng terlalu dini meski ukurannya masih kecil-kecil. Sehingga harga bandeng sempat menurun drastis yaitu Rp. 2ribu/kg.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pasar ikan di Tumenggungan, Lamongan, pada Kamis (13/6/2019) pagi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah ingin memastikan harga ikan di pasaran tidak turun akibat panen raya terlalu dini.

“Saya sempat mendengar harga bandeng berada di angka Rp 4.000 per kilogram. Sekarang harganya sudah berangsur kembali normal,” kata Khofifah.

Orang nomor satu di Jatim itu mengatakan bahwa petambak bandeng belum memiliki siklus kapan menyebar benih dan kapan harus memanen.

“Bahwa pada saat menjelang musim panen mereka sudah menghitung musim tanam,” jelas Khofifah ke para pedagang.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga menanyakan dengan perwakilan petani mengapa memanen sebelum waktunya.

“Sempat tanya dengan petani mengapa kok sudah dipanen? Ternyata kata mereka saat ini sudah waktunya menanam kembali bibitnya,” ujarnya.

Untuk mengatasi suplai bandeng yang berlebihan di pasar, dan membuat harga bandeng anjlok, Khofifah mendesak kepada pemerintah daerah setempat untuk segera menyediakan cold storage. Hal itu dilakukan agar bandeng yang dipanen, tak langsung dilempar ke pasar yang pada akhirnya membuat harga bandeng menjadi anjlok.

“Tadi Pak Bupati Lamongan menyampaikan hal tersebut agar segera direalisasikan. Dua hari lalu saya dan Bupati Probolinggo juga menyampaikan hal yang sama. Kita coba melakukan pemetaan cold storage di titik pelelangan ikan yang tersebar di seluruh Jatim,” kata Khofifah.

Tidak hanya itu, untuk menaikkan kembali harga ikan Gubernur Khofifah juga meminta kepada industri raw material yang berbahan pokok ikan agar menyerap bandeng yang melimpah di pasar.

“Nanti secepatnya akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan salah satunya berada di SIER, Surabaya. Bahan baku di perusahaan tersebut salah satunya ikan bandeng. Saya mengajak perusahaan tersebut untuk lebih banyak menyerap jumlah ikan yang saat ini over supply di pasaran,” pungkasnya. (Msa)