SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus berupaya mengentaskan kemiskinan. Salah satunya dengan memberikan ruang bagi keluarga kurang mampu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, bahwa keluarga kurang mampu harus mendapatkan ruang untuk belajar. Sebab, hal itu akan menjadi efektif dalam memutus mata rantai kemiskinan.

“Mata rantai kemiskinan akan sangat efektif jika diputus antaranya dengan memberikan kesempatan pendidikan anak-anak mereka,” kata Khofifah usai Halal Bi Halal bersama Dinas Pendidikan dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur di Gedung Islamic Center, Surabaya (14/6/2019).

Orang nomor satu di Jatim itu menyampaikan, dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan, saat ini harus membangun kesepakatan bersama. Ia mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir prestasi anak menjadi downgrade.

“Sks memungkinkan anak mereka untuk tetap berpacu dengan prestasi,” tegasnya.

Selain sks, dikatakan Gubernur Khofifah tanpa sistem pun anak masih mencari tambahan untuk meningkatkan kwalitas prestasinya.

“Apakah dengan proses mandiri, ataukah dengan proses  bersama, bahkan juga dengan kursus-kursus lain yang tidak ada kaitan dengan  akademik assesment. Misalnya kursus musik dan seterusnya,” ungkap Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu melanjutkan, bagi keluarga mampu mereka tetap bisa menambahkan apa yang diinginkan oleh keluarga dan anak-anak mereka.

“Jadi saya mohon ini adalah menjadi starting point kita untuk memberikan ruang bagi anak-anak kurang mampu mendapatkan pendidikan gratis dan berkwalitas,” lanjutnya.

Gubernur Khofifah juga mengajak bersama untuk saling mengawal dan mengontrol agar tidak ada penurunan kwalitas di lembaga pendidikan yang ada.

“Sebaliknya kita justru ingin mendirikan disemua zona itu ada sekolah-sekolah yang bisa memberikan persepsi publik bahwa ini memang sekolah unggulan, sekolah andalan,” tandasnya. (Msa)