SURABAYA (swaranews) – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 di Jawa Timur yang menggunakan sistem zonasi menurut Kepala Sekolah.SMKN 2 Surabaya Djoko Supriatmojo,utamanya untuk jenjang SMK lebih longgar selain berdasarkan nilai juga memudahkan calon peserta didik memilih sekolah. selain lebih memudahkan dalam memilih sekolah .
“Dibanding tahun lalu lebih mudah sekarang, calon peserta didik dapat mendaftarkan diri jurusan yang di sekolah yang berbeda ,satu mendaftar di SMKN 1 Surabaya dan satu di SMKN 1Banyuwangi tidak apa-apa “Jelas Pak Joko yang menargetk menerima sekitar 840 Peserta didik baru .
“Saya memperkirakan tidak jauh seperti tahun lalu yang mendaftar hampir 2000 calon peserta didik tapi yang diterima kurang lebih 40 persen lebih dan yang tidak diterima hampir 60 persen “ujar Pak Joko ketika ditemui beberapa hari setelah tahapan pengambil dibuka (13 Juni).Menurut Pak Joko,dalam tahapan pendaftaran PPDB tahun,pihaknya tidak hanya memberikan pelayanan informasi secara tertulis di papan informasi yang tersedia namun juga pelayanan langsung dengan dipandu melalui petugas.
“Kami berupaya memberikan pelayanan secara maksimal kepada para calon Peserta Didik Baru ternasuk orang tuanya”Ungkap Pak Joko yang sebelum lebaran sudah membuka pelayanan informasi termasuk pengambilan PIN.”Jadi kami hanya libur Hari lebaran selama dua hari kemudian para petugas aktif kembali di posko PPDB SMAN2 Surabaya”Jelas Pria yang pernah menjadi KepalaSMKN2 Surabaya.Berbicara jurusan yang diminati calon Peserta didik baru kata Kata Pak Joko,terdapat 10 jurusan yang banyak diminati,diantaranya Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Kendaraan Ringan(TKR).
“Jurusan yang banyak diminati seperti dua jurusan tersebut biasanya nilai-nilai harus tinggi”Tandasnya mantap.Menyinggung lulusan SMKN 2 Surabaya menurut Pak Joko,tahun 2019 kurang lebih 7 Perusahaan-Industri telah melakukan perekrutan melalui seleksi langsung.
“Bagi lulusan yang nilainya bagus termasuk peserta didik berprestasi sekaligus kompetensinya sesuai langsung diterima kerja”Tutur Joko yang menambahkan komposisi keberadaan lulusan tahun ini 70 persen diterima kerja,20 persen melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan 10 Persen berwira usaha. KM