SURABAYA (Swaranews) – Pengolahan Limbah menjadi proiritas pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Melihat hal itu, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Jatim, Hadinuddin berharap agar Pemprov Jatim memasukkan penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dalam Draft RPJMD Pemprov Jatim.

“Penanganan limbah harus kita support dan harus dituntaskan,” ujar Hadinuddin.

Hadinuddin mengungkapkan, selama bertahun-tahun Pemprov mengalami kesulitan mengolah limbah B3 di Jatim. Sebab, di beberapa wilayah limbah B3 tidak bisa diolah secara memadai karena minimnya alat pengolahan. Di satu sisi, ketika dibuang ke luar Jatim, biaya operasional dan transportasi yang dibutuhkan cukup besar.

“Komisi D pembangunan dengan Pemprov Jatim, khususnya Badan lingkungan hidup sudah membahas untuk B3. Tapi tidak pernah selesai. Butuh kerja cepat, kerja cermat. Dua duanya harus diselesaikan dua tahun ” tambahnya.

Politisi dari fraksi Gerindra tersebut menuturkan, dalam dua tahun kedepan tempat pengolahan limbah bisa dibangun. Pansus RPJMD berharap Pemprov Jatim bisa memasukkan anggaran untuk pembangunan tempat pengolahan limbah di Jatim, terutama di Kabupaten Mojokerto dan Lamongan. Sedangkan untuk pengolahan limbah di Brondong, Lamongan, Pemprov Jatim akan bekerjasama dengan pihak swasta. (And).