SURABAYA (Swaranews) – Anggota Komisi B Perekonomian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur memberi apresiasi kepada Satuan Tugas (Satgas) pangan di Jatim setelah berhasil membongkar perdagangan daging impor tidak layak sanitasi dan ilegal.

“Kami salut kinerja satgas pangan dalam membantu pengendalian perputaran daging impor di Jatim. Kami acungi jempol kinerja satgas pangan,” kata Subianto.

Subianto mengatakan, dengan keberhasilan tersebut, merupakan upaya dari satgas pangan untuk mengendalikan harga-harga daging di Jatim.

“Jangan sampai daging impor ilegal ini merusak perputaran harga perdagangan daging di Jatim,” imbuhnya.

Ke depan, lanjut politisi dari fraksi Demokrat tersebut, berharap OPD Pemerintah Provinsi terkait memperketat peredaran daging impor di Jatim.

“Jangan sampai merusak harga daging di Jatim sehingga perlu ada pengawasan maksimal,” tegasnya.

Sebelumnya, lanjut  Subianto, Satgas pangan di Jatim membongkar peredaran daging impor ilegal asal Australia di Malang. Daging impor tersebut dikatakan ilegal dan tidak layak sanitasi pangan karena tidak miliki Nomor Control Veteriner (NKV). Padahal, NKV harus disematkan terhadap daging impor. Importir sendiri dalam mendatangkan daging impor belum mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan, Bidang Kesehatan masyarakat veteriner untuk mendatangkan daging impor.Sementara itu, dalam pengungkapan tersebut satgas pangan menyita barang bukti antara lain 5.549 kg daging sapi impor, 740 kg daging kerbau impor, 1.000 kg kikil sapi, dan 3 ekor kepala sapi. (And).