NGANJUK (Swaranews) – Wakil Bupati Nganjuk Jumadi Marhaen mengungkapkan, pengembangan potensi seni budaya di Kabupaten Nganjuk terus diupayakan secara optimal seperti Seni Karawitan dan Seni Pedalangan.

Pak Jum sapaan akrab Jumadi Marhaen mengakui, seni Karawitan dan Pedalangan dalam beberapa tahun terakhir, berkembang pesat di kalangan pelajar dari jenjang SD hingga SMA.
“Memang seni Karawitan hanya ekstra kurikuler. Namun khusus seni Pedalangan dikembangkan di beberapa sanggar seni yang tersebar di wilayah Kabupaten Nganjuk,” ungkap Pak Jum di Surabaya pada acara Gelar Budaya Daerah Nganjuk di Taman Budaya Jawa Timur.

“Evaluasinya selain melalui lomba Karawitan juga Festival Dalang Bocah se Kabupaten Nganjuk,” kata Pak Jum sembari menambahkan Juara Festival Dalang Bocah sebagai wakil Kabupaten Nganjuk dalam Festival Dalang tingkat Jatim.

Berbicara potensi seni budaya Kabupaten Nganjuk dikatakannya, di samping musik tradisional -Karawitan juga seni Jaranan dan Seni Tayuban. “Seni Tayuban tidak terlepas dari agenda Wisuda Sinden Tayub yang berlangsung secara periodik setiap tahun digelar di Air Terjun Sedudo Sawahan,” ujar Pak Jum yang kini juga memacu pengembangan sektor pariwisata selain seni budaya dan pendidikan. Di sektor Pariwisata menurut Wajib Nganjuk, Pemkab Nganjuk kini mengupayakan prioritas pengembangan Segi Tiga Emas meliputi obyek Wisata Air Terjun Sedudo, Waduk Semantak dan Ecopark Hari jalan.Diharapkan dalam waktu mendatang kawasan Segi Tiga Emas itu tidak hanya dikunjungi kalangan masyarakat Nganjuk namun juga wisata domestik dari Surabaya dan sekitarnya. “Karena Sudah ada Jalan Tol ke Nganjuk hanya butuh waktu kurang lebih 90 menit kalau di tempuh dari Surabaya,” tandas Jumadi yang menambah Wisata Semantak nantinya merupakan salah satu waduk terbesar di Asia Tenggara. (Km)