LAMONGAN (Swaranews) – Salah satu kuliner khas Lamongan, Nasi Boranan yang juga disebut Nasi Buran. Kata Buran menurut Bu Ita, salah seorang penjual nasi buranan sejak 5 tahun lalu, berasal dari nama tempat kebutuhan pangan seperti beras yang terbuat dari anyaman bambu.

“Buran sekarang banyak dipakai penjual nasi buran untuk tempat nasi baik nasi putih maupun nasi jagung,””jelas Bu Ita yang sebelumnya hanya menjual nasi buranan dirumah dan hanya berdasarkan pesanan.

Berbicara lauk pauk, menurut Bu Ita dalam sajian Nasi Buranan sebenarnya cukup banyak dan beragam. Mulai dari tahu, sayur hingga aneka ikan. “Memang nasi buranan yang khas memakai Ikan Sili (ikan laut ikan Pe. Tapi
dalam perkembangannya, ikan apa saja ada dari Ikan Bandeng, Otak-Otak, Gabus, Udang sampai Telur.. ya tergantung permintaan pembeli,” cerita Bu Ita yang berjualan mulai pk 07.00 hingga pk 17.00 WIB.

“Ciri khasnya, selain ada bumbu seperti masakan Bali juga ada peyek dan begedel dari bahan Singkong yang dicampur tepung,”Imbuhnya sembari memperlihatkan bentuk ikan Sili.Terkait harga menurut Bu Ita, sangat bervariasi dan tergantung lauk pauk yang dimakan.”Memang kisarannya dari 10 ribu hingga 20 ribu Rupiah dan belum termasuk minumnya.

Bu Ita mengungkapkan setiap hari mampu menjual 25 Kilogram beras. “Yang membanggakan pada bulan Ramadhan setiap hari menghabiskan 50 Kilogram beras. Km