TUBAN (Swaranews) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi mengaku bangga atas suksesnya penyelenggaraan Porprov Jatim VI/2019. Hal tersebut disampaikannya saat menutup event olahraga tingkat Jatim di Stadion Bumi Wali, Tuban, Sabtu (13/7/2019) malam.

Menpora Imam Nahrawi berharap, kedepan provinsi lain bisa meniru Jatim. Bahkan, dalam konteks nasional, pihaknya akan menyiapkan regulasi besar agar PON bisa dilaksanakan per dua tahun di dua provinsi yang akan dimulai pada 2022 mendatang.

Selain itu, lanjutnya, penyelenggaraan Porprov di tingkat daerah bisa menjadi kawah candradimuka lahirnya atlet Indonesia yang berprestasi dan membanggakan. Sehingga, mereka bisa mewakili Indonesia meraih juara tingkat dunia, seperti di event olimpiade.
“Termasuk juga momentum Porprov memastikan bahwa olahraga menjadi perekat kita. Ekonomi bangkit, kekuatan sosial dan solidaritas kita betul-betul terbangun dengan baik. Lebih dari itu melalui olahraga akan terbentuk komunitas yang kuat saling menghargai, respek, menghormati dan menjunjung tinggi sportifitas,” katanya.

Menpora kelahiran Kab. Bangkalan ini juga berpesan kepada seluruh atlet Jatim agar tidak memiliki rasa puas diri dan senang hanya menjadi juara di Porprov saja. Sebab di depan, mereka akan mendapat tantangan lagi, seperti event Sea Games, Asian Games, Olimpiade dan Kejuaraan Dunia lainnya.

“Dari Porprov inilah yang akan menjadi cikal bakal atlet-atlet yang bisa menjadi juara di olimpiade,” kata Menpora Imam Nahrawi.
Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang ikut hadir di ajang penutupan Porprov VI/2019 itu menyampaikan, bahwa pelaksanaan Porprov Jatim kali ini telah banyak mencetak rekor baru berbagai cabang olahraga.

Untuk itu, pihaknya mengajak kepada seluruh kepala daerah, pimpinan KONI, dan pelatih untuk terus mengawal dan meningkatkan prestasi sampai puncak sehingga membawa harum nama bangsa dan negara.

“Mudah-mudahan tetap semangat. Para pelatih tetap menggenjot agar prestasi ke depan bisa diraih lebih prestiges lagi,” kata Gubernur Khofifah.

Terkait pelaksanaan Porprov Jatim dua tahun mendatang, Gubernur Khofifah meminta agar dipersiapkan lebih komprehensif lagi. Sehingga, kesiapan daerah, atlet, masyarakat serta sektor pendukung lainnya seperti wisata dan UMKM bisa semakin bergeliat lagi.
“Kalau misalnya peluncuran maskot bisa lebih awal, masyarakat bisa menyatu dengan Porprov dalam jangkauan yang lebih luas. Artinya, gravitasi masyarakat Jatim ke event porprov akan lebih kuat,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pembibitan atlet Jatim, Gubernur Khofifah berharap agar para atlet millenial bisa dipersiapkan lebih seksama lagi untuk dapat menembus prestasi tingkat dunia.

“Jadi memang usia 16-21 tahun itu disiapkan agar ke depan mau ikut PON, Sea Games, Asian Games, Olimpiade masih memiliki cukup banyak waktu,” jelasnya.
Kepada Menpora RI, Gubernur Khofifah pun merekomendasikan beberapa venue di wilayahnya untuk bisa digunakan sebagai laga tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya, venue untuk cabang olahraga (cabor) paralayang dan sepatu roda yang berada di Kab. Tuban.

Menurutnya, kedua venue tersebut bisa menjadi rekomendasi khusus bagi Menpora RI jika terdapat event nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Indonesia. Termasuk beberapa venue lain di Kab. Bojonegoro, Kab. Lamongan dan Kab. Gresik yang juga memberikan inspirasi.

“Ada masukan venue Paralayang di Kabupaten Tuban yang indahnya luar biasa apalagi bisa mendekati waktu sunset. Venue untuk sepatu roda juga tak kalah indahnya di Mangrove Center Tuban,” kata orang nomor satu di Jatim ini.
Disela-sela menyampaikan sambutannya, Gubernur Khofifah pun berkesempatan memberikan raket tennis kepada atlet pendulang emas cabor tennis yang memiliki nama mirip dengannya. Atlet tersebut bernama Khofifah Indar Paraswati. Sontak para undangan yang hadir pun bertepuk tangan.

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung menyampaikan, bahwa penyelenggaraan Porprov Jatim VI/2019 telah mencatatkan banyak rekor baru. Misalnya dari cabor selam, terdapat 16 nomor yang terpecahkan rekornya. Lalu cabor panahan terdapat 10 nomor.

“Porprov ini spektakuler. Rekor baru terpecahkan dalam Porprov ini. Dari 38 kabupaten/kota ini sekarang jauh lebih bagus. Semua tersebar. Semua kabupaten/kota dapat medali,” katanya.

Menyebarnya perolehan medali, disebut Erlangga Satriagung karena proses pembinaan dan pembibitan atlet di daerah dinilai berhasil.

Selain itu, Porprov kali ini juga menjadi tanda kebangkitan generasi millenial di sektor olahraga. Karena usia peserta yang diperbolehkan antara 16-21 tahun. Sehingga peserta Porprov benar-benar kalangan millenial.

Erlangga juga memuji Gubernur Khofifah yang bisa menjadikan Porprov seperti PON. Dengan olahraga yang maju seperti ini, multiplier effect akan banyak diperoleh.
Pelaksanaan Porprov VI/2019 kali ini, juga dinilainya sebagai ajang terbesar di Indonesia dengan melibatkan sebanyak 10.302 personil, terdiri dari 7.818 atlet dan 2.484 official. Nomor yang dipertandingkan pun sebanyak 525 nomor dari 42 cabor.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Tuban Fathul Huda mengapresiasi Gubernur Khofifah yang memiliki kepedulian terhadap olahraga. Hal ini dibuktikan dengan kepeduliannya dengan menghadiri event olahraga Porprov saat pembukaan dan penutupan. (Msa)