Pepatah lama “Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga,” kata Kang Gareng. Ini masih berlaku di era milenial sekarang ini. Untuk itu jangan terkejut jika terdapat tindak kriminal yang sangat piawai dan rapi akhirnya terbongkar oleh penegak hukum.

“Dengan modus secanggih apapun kalau nasibnya lagi naas ya amblas,” gumam Kang Gareng sembari menunggu Petruk yang masih OTW. “Tindakan jahat itu, tidak akan bertahan lama, Kang,” ucap Petruk yang tiba-tiba muncul mengagetkan Kang Gareng.

“Untung saja Truk jantungku tidak copot. Tiba-tiba hadir tanpa permisi dan tepat sekali ucapanmu mengenai persoalan yang sedang terjadi ..dashyat kamu ya,” kata Kang Gareng sambil memandang tajam Petruk. “Nomer sebelas idola rakyat ..Jelas dashyat ..kata Kang Gareng jantungnya mau copot ..langsung saja bawa ke bengkel..bisa tukar tambah dengan jantung Cak Har..(Harimau)..hahaha…jangan marah persoalan tambah gawat,” kata Petruk sembari bercanda. “Lho Jangan membuat suasana tambah panas Truk..bumi semakin panas lho…gawat apanya lagi ..jangan kamu membawa kawat berduri..gawat tanpa kita sadari … mengancam kaum muda penerus pemimpin bangsa,” jelas Kang Gareng penuh semangat. Petruk terdiam sejenak sembari membaca sobekan koran bungkus kacang yang terjatuh di lantai. “Hati-hati Sabu -Sabu kini dikemas dalam kopi, permen dan kue kering. Demikian judul berita dalam sobekan koran yang dibaca Petruk sembari melotot karena kacamata bacanya tertinggal di rumah. “Lho ..Kang apa-apa tidak gawat …Sabu-Sabu yang masuk grup Narkoba perusak mental bangsa sudah merambah elemen pangan …itu namanya bukan gawat lagi tapi darurat,” ucap Petruk sembari menepuk-empuk meja. “Truk sudah …jangan erosi ..emosi…Penegak hukum sudah canggih mampu membongkar sindikat penyelundupan Sabu-sabu melalui berbagai.modus .. kita harus angkat topi…,” kata Kang Gareng sembari mengapresiasi kepiawaian petugas penegak hukum.”Ya Kang Gareng semakin canggih kepiawaian penegak hukum jangan lupa juga akan diimbangi kecanggihan para perusak mental bangsa untuk terus berupa mengirimkan barang Sabu-sabu dengan ilegal..untuk itu mari kita bantu upaya memberantas Narkoba demi ancuta(anak cucu kita)..,”tutur Petruk bernada pesan. “Ya Truk…ajakanmu SIPTUL.. ya kalau Sabu -Sarapan Bubur..okey menopang kesehatan ..ini Sabu – Sabu penghancur masa depan bangsa..biarpun yang memakai Kakeknya Truk..ya tidak bagus..apa lagi kaum muda…Wuallah tamba ajur..mau negeri kita nanti ajur ..hahaha,” tandas Kang Gareng mantap. “Tapi ya jangan membawa kakek Kang….yang penting mari kita hadapi dengan serius persoalan Narkoba..Ke Kediri Beli Tas bulu domba..Mari Berantas Narkoba..,” pungkas Petruk sembari berlari meninggalkan kang Gareng gara-gara mau naik bis TAYO. “Truk…tunggu..ikutttt..wualah ditinggal …,” keluh Kang Gareng sembari mengatur nafas.(*)