SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak PT. SIER untuk ikut serta dalam mengembangkan Industri Kulit di Magetan. Pengembangan tersebut termasuk pengelolaan limbah di Lingkungan Industri Kulit (LIK) yang rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan industri kulit.

Ajakan tersebut, dikatakan Gubernur Khofifah salah satunya dengan melihat Direktur Utama PT. SIER yang juga merupakan putra daerah.

“Kebetulan Dirut SIER ini orang Magetan,  pengolahan limbah SIER tercatat cukup bagus. Sehingga saya minta SIER dapat melakukan pendampingan baik dalam pengembangan industri kulitnya maupun dalam pengolahan limbanya,” kata Khofifah saat menerima Audiensi Direksi PT. SIER di Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan No. 110, Surabaya, Rabu (17/7/2019) sore.

Orang nomor satu di Jatim itu melanjutkan, kini pihaknya juga telah mengusulkan kepada pihak Pemkab Magetan agar LIK milik Pemprov Jatim dan LIK milik Pemkab Magetan menjadi dalam satu kawasan.

Dikatakan Gubernur Khofifah, dengan demikian akan terbentuk KIK dengan tetap memprioritaskan pelaku UKM dan IKM. Dimana, pengolahan limbahnya akan terpusat dan memudahkan kontrol serta monitornya.

“Saya sudah meminta kepada pak Bupati untuk menyiapkan lahan, dan beliau sudah menyanggupi hal ini. Jika Kawasan Industri Kulit ini nanti bisa terbentuk maka tentu sangat mudah mengontrol pengolahan limbahnya,” jelasnya.

Selain itu, kini Pemprov Jatim juga tengah mengembangkan SMK kulit di Magetan sehingga bisa menginisiasi desain-desain baru  berbahan baku kulit.

Menurut Gubernur Khofifah, pengembangan SMK Kulit ini menjadi penting, karena produk-produk kulit sudah masuk 5 besar komoditas ekpsor Jatim.

“Saat ini ekspor olahan kulit belum sampai ke bentuk produk jadinya, oleh sebab itu saya minta  Dirut SIER dapat segera melakukan penjajakan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. SIER Fattah Hidayat menyambut baik tawaran Gubernur Khofifah terkait pengembangan Kawasan Industri Kulit (KIK) di Magetan. Pihaknya, akan segera melakukan survei bekerjasama dengan Pemprov dan Pemkab Magetan. Apalagi, pihaknya telah berpengalaman dalam hal pengolahan limbahnya terutama untuk menjaga lingkungan.

“Awalnya kami pasti akan studi dulu, dan nanti jika di Magetan sudah ada KIK maka SIER akan membantu pengolahan limbahnya. Harapannya hal ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya untuk lingkungan,” pungkasnya. (Msa)