SURABAYA (Swaranews) – Memasuki era revolusi industri 4.0, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut ada tiga elemen penting yang harus dipersiapkan.

Wagub emil mengatakan, ketiga elemen tersebut yakni Pendorong Transformasi (Transformation Enabler), Kompetensi Inti (Core Competence) dan Lingkungan Pendukung (Supporting Environment).

Dalam kesempatan itu Wagub Emil menjelaskan bahwa Revolusi Industri 4.0 bersifat unlimited dan masih bisa dikembangkan.

“Sesuatu yang masih unknown dan akan terus berubah,” kata Emil saat menjadi Keynote Speech Seminar Nasional Sustainable Business (SNSB) 2019 di Diamond Ballroom Lt. 3 Hotel Swissbell Inn Surabaya, Kamis (18/7/2019).

Lebih lanjut dijelaskan, untuk menghadapinya, pertama yang harus dimiliki adalah Transformation Enabler atau Pendorong Transformasi. Hal tersebut membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan millenial oriented sebagai pemicu perubahan.

Dicontohkan, profesi-profesi yang saat ini memegang peranan dan populer dalam industri 4.0 diantaranya web developer, content creator, event organizer, game developer dan digital marketing.

“Realita yang terjadi saat ini adalah profesi-profesi tersebut ternyata menentukan bagaimana sebuah bisnis bisa survive,” katanya.

Dalam hal tersebut, Mantan Bupati Trenggalek itu mengatakan bahwa Pemprov. Jatim telah meluncurkan Millenial Job Center (MJC) beberapa waktu lalu. MJC sendiri merupakan wadah dan sarana bagi para talent untuk mengembangkan keterampilannya dengan didampingi seorang mentor.

Setelah Transformation Enabler telah siap, maka hal selanjutnya adalah Core Competence atau Kompetensi Inti. Wagub Emil menjelaskan, bahwa dari segi akademik pun harus tetap didukung guna menghasilkan inovasi-inovasi yang lebih peka sosial. Selain keterampilan berbasis milenial, masih dibutuhkan empat kompetensi dasar yaitu Science, Technology, Engineering, Mathematic (STEM).

“Engineer yg tidak peka sosial, inovasinya tidak akan laku. Maka dari itu Core Competence sangatlah penting,” terang Emil.

Hal terakhir, jelas Wagub Emil adalah dukungan dari lingkungan. Dukungan tersebut difokuskan pada aspek pendanaan. Dirinya menyebut, funding yang paling sesuai dengan industri 4.0 adalah sistem FinTech (Financial Technology) yang mengarah pada cashless society.

Kepada para peserta seminar yang kebanyakan adalah mahasiswa dan pengusaha muda itu, Wagub Emil berharap, agar ketiga hal tersebut bisa dijalankan dengan baik dan mendapat dukungan dari semua pihak.

“Saya percaya bahwa kemajuan Jawa Timur tidak akan terwujud tanpa kontribusi dari akademisi dan perguruan tingginya,” tandasnya. (Msa)