Oleh: Kris Mariyono
Director Jurnalism Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) indonesia.

 

PETRUK tidak habis pikir dari beragam survey yang dilakukan lembaga survey terakreditasi, keberadaan kuliner nasi goreng tidak tergoyahkan menancap dipuncak peringkat. Memang nasi goreng masih bertahan kuat diperingkat hasil suirvey terbaru dari 7 kuliner kreasi nasi. Diantaranya Nasi Campur, Nasi Kebulai, Nasi Gudeg, Nasi Liwet, Nasi Punel dan Nasi Boranan. Nasi Goreng yang bertahan kuat diminati kalangan masyarakat berdasarkan pandangan Petruk, lebih mengacu pada eksistensi nasi goreng nusantara atau nasi goreng nasional yang tidak berafilisasi kearah nasi goreng Hongkong, Sea Food dan Nasi Goreng Mawut.

“Memang yang lagi idola Nasi Goreng Nusantara .. terlebih nasi goreng buatan Romo Semar ..wuah dashyat Kang,” ungkap Petruk sembari memandang tajam Kang Petruk. “Truk jangan memandang tajam saya ..kurang enak..kalau kamu teruskan ..nantinya kurang ajar ..Nasgor Romo Semar memang layak menjadi Nasgor Persatuan,” jelas Kang Gareng penuh semangat membara. “Ee..ee..Nasgor Persatuan ..tidak dapat dilepaskan dari perlunya mewujudkan upaya membangun kemajuan bangsa ..bangsa di negeri Karangkempel Merdeka (NKKM) perlu suasana harmonis,”jelas Petruk yang juga menyebutkan makna Nasi Goreng terkait nasib bangsa yang tidak digoreng seperti tahu goreng.

“Nang Surabaya beli bentul..Ya betul..Nasi Goreng …Nasib Manusia jangan golek Renggang … artinya sesama manusia jangan sampai kebersamaannya menjadi renggang ..gara -gara kepentingan kelompok atau golongan,” tutur Kang Gareng yang pernah menjadi Duta Persatuan Anak Negeri. Petruk termangu-mangu mendengar ucapan Kang Gareng perlunya merajut persatuan. “Klemben campur Jeruk..tumben omonganmu kok sejuk kang…ya mestinya sebagai Duta Persatuan memang tidak jadi kompor tapi jadi kulkass…hahaha…seharusnya juga tidak suka makan nasi goreng Mawut..agar tidak suka bingung dan kalang kabit ..ee kabut ..dan harus berpikir sebagai negarawan bukan berpikir kayak tukang bakwan .. yang hanya mementingkan untung rugi,” beber Petruk sembari tersenyum simpul. “Ya siptul..saya satu tujuh alias setuju perlunya berpikir sebagai negarawan bagi seluruh elemen pemimpin bangsa..berpikir untuk memajukan negara dan bangsa Truk,” tandas Kang Gareng sambil mengacungkan tangan. “Kelothak..thak .. pyooor…

”Suara datang dari tangannya Kang Gareng. “Makanya tangan itu dikasih mata ..biar tahu barang dan tidak menjatuhkannya,”kkata Petruk mengomentari tangan Petruk yang menampar diatas lemari. “Yo mohon dipersori nasi gorengnya juga ikut tumpah ..semoga bisa goreng nasi ..bukan goreng nasib …karena yang merubah nasib baik digoreng maupun digodok itu berasal diri sendiri..selama dirinya mau berubah meski digoreng sampai gosong ya tetap saja..mangap.. maaf Truk jika ada korban mohon dicatat ..memang agak gatal ..perasaan akan dapat uang, realisasinya menjatuhkan piring dan nasgor semangkok..ya nasib yang pokok tetap Seger Waras Truk..saya tak melanjutkan perjalanan cari Nasi goreng Hongkong,” tutur Kang Petruk tanpa basa-basi.”Nasi Goreng Hongkong ..berangkatnya naik Kingkong ya… Jur ajur Kang Kang Gareng..calon juragan Nasi gareng ..hahhaha ,”Pungkas Petruk sambil tertawa kecil. Km