SURABAYA (swaranews) – Dengan diantar oleh ratusan pendukungnya, Whisnu Sakti Buana secara resmi mendaftarkan dirinya untuk mengikuti penjaringan tertutup Bacawali Kota Surabaya oleh DPC PDIP Kota Surabaya.

Selain mantan Ketua DPC PDIP, ada dua pendaftar yang juga mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPC PDIP Kota Surabaya, Jalan Setail Surabaya. Mereka adalah Armudji (mantan Ketua DPRD Surabaya) dan Eddi Tarmidi, Wakil Ketua DPD) PDIP Jawa Timur.

”Sampai saat ini yang mengambil formulir sudah tiga. Ada Pak Armuji dan Pak Eddy Tarmidi kemarin, dan hari ini Pak Whisnu,” ujar Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono di kantor PDIP Surabaya, Minggu (8/9/2019).

Menurut pria yang akrab disapa Awi ini bahwa pihaknya menjalankan Peraturan PDI Perjuangan Nomor 24 Tahun 2017 tentang Penjaringan Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah. Di Surabaya, mekanisme yang diterapkan adalah penjaringan tertutup karena perolehan suara yang diperoleh dalam Pemilu lalu di atas 25 persen.

”Penjaringan ini masih akan berlangsung sampai tanggal 14 September 2019. Kami memastikan tidak ada biaya apapun terkait penjaringan ini, karena bagi PDIP, Pilwali adalah sarana menghasilkan kepemimpinan untuk rakyat, kepemimpinan yang menyejahterakan warga, bukan ajang transaksional politik,” tegas Awi.

Dirinya menyatakan bahwa kewenangan sepenuhnya ada pada DPP PDI Perjuangan. Siapa yang paling berpeluang diberi rekomendasi oleh PDIP untuk maju Pilwali Surabaya?

”Tentang siapa yang direkomendasi, itu sepenuhnya adalah wewenang Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri. Apa yang diputuskan Ibu Ketua Umum, seluruh kader harus tegak lurus. Itu pada saatnya akan diumumkan oleh DPP PDIP. DPC PDIP Surabaya hanya sebatas memfasilitasi penjaringan,” terang Awi.

Lebih lanjut Awi menyatakan Pilwali Surabaya yang akan digelar pada September 2020 mendatang adalah ajang demokrasi yang harus dibingkai dengan nilai-nilai edukasi politik bagi publik.

”Bersama-sama dengan seluruh elemen rakyat, kami akan berjuang meneruskan kepemimpinan PDIP di Surabaya yang sudah berlangsung selama ini dan terbukti mendapat apresiasi positif dari warga. Tapi perjuangan itu tentunya kami landasi dengan nilai-nilai etik. Kami tidak ingin asal menang, tapi menang dengan membanggakan, yaitu menjadi satu kesatuan gerak dengan rakyat,” paparnya.

Terkait koalisi dengan partai lain, mantan Wartawan mengatakan, hingga saat ini belum ada penjajakan.

”Sampai saat ini belum ada komunikasi dengan partai lain terkait Pilwali,” tukasmya. (ama)