SURABAYA (Swaranews) – Sosok Ning Leni seniman ludruk RRI Sur yang kini tidak muda lagi dan usianya sudah merambah kepala empat tidak mau ketinggalan jaman. Ia terus berupaya belajar Tekonologi Informasi dan mengikuti kecenderungan masyarakat.”Sebagai seniman ludruk di era global harus mampu menguasai teknologi canggih dan memahami situasi dan kondisi masyarakat “Ujar Leni yang juga merangkap Pengarah Acara Program Sandiwara.

“Ya boleh saja mengetengahkan cerita rakyat atau legenda tapi sekali-kali harus menampilkan cerita kekinian,” imbuh Ning Leni. Perempuan yang masuk RRI Surabaya sekitar 10 tahun lalu berkeinginan,seni ludruk tidak hanya diminati kalangan orang tua namun juga kalangan kawula muda.

“Kawula muda harus mengenal dan memahami seni ludruk, jangan salahkan nanti jika ada seni ludruk diklaim bangsa lain,” tandas Ning Leni. Ia memberikan solusi agar digemari kawula muda,selain harus menampilkan cerita kekinian juga perlu diwarnai hasil kreasi anak muda.”Kalau perlu ludruk mengetengahkan Gita Cinta dari SMA,yang menceritakan roman cinta di SMA atau Di Kampus Ada Cinta, cerita cinta dikalangan mahasiswa,”elas Leni sembari menambahkan kawula juga perlu menonton cerita legenda atau sejarah yang dikemas sesuai selera anak muda.

Ning Leni mengakui, untuk menampilkan cerita era sekarang yang disukai kawula muda tidak terlalu sulit,namun yang perlu dipikirkan minimnya pemain ludruk muda untuk berkiprah dihadapan generasi muda.
“Saya kalau memerankan mahasiswa masih sanggup tapi kalau menampilkan sosok anak mahasiswa saya angkat tangan, memang dari sisi suara sebenarnya masih layak ya kalau untuk siaran radio tidak masalah cuma hanya suara,” ungkap Leni yang alumni salah satu sekolah lanjutan di Surabaya.

Dalam upaya meningkatkan wawasan kemampuan serta ketrampilan dalam seni tradisional ludruk Ning Leni sering berdiskusi dengan para seniman ludruk baik dari lingkungan RRI Surabaya maupun dengan para seniman muda Surabaya seperti Cak Meymura, Cak Sabil, Cak Robert Bayonet dan Cak Djadi Galajapo. “Diskusi sangat penting untuk melangkah maju selama tidak debat kusir ,” pungkas Leni yang piawai .menari. berolah vokal dan pemain ludruk. Km