SURABAYA (Swaranews) – Puncak perayaan Hari Jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur berlangsung sangat meriah. Berbagai penampilan artis ibukota hingga sajian makanan khas Jawa Timur sengaja disuguhkan pada acara yang bertajuk pesta rakyat tersebut.

Tampak puluhan ribu orang dari berbagai daerah memadati area berlangsungnya perayaan itu. Mulai dari menikmati sajian makanan hingga menikmati penampilan-penampilan artis ibukota yang mereka idolakan.

Namun dibalik kemeriahan itu, tak sedikit pula harapan-harapan yang terlontar dari masyarakat seiring dengan usia Jawa Timur yang kini telah menginjak 74 tahun. Sejumlah masyarakat menginginkan agar Pemprov Jatim segera menyelesaikan berbagai persoalan yang dinilai hingga saat ini belum sepenuhnya teratasi, misalnya persoalan pendidikan.

Kiki, warga asal Bondowoso yang hadir dalam perayaan puncak acara itu mengatakan, pendidikan di Jawa Timur belum sepenuhnya merata. Dirinya mengungkapkan bahwa masih banyak anak putus sekolah di sejumlah daerah, terutama di kawasan pelosok.

“Di desa saya, di Bondowoso, masih banyak anak-anak yang belum mendapat pendidikan yang layak. Disana masih banyak anak yang putus sekolah,” kata Kiki kepada Swaranews di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (13/10/2019) malam.

Ia menjelaskan, anak putus sekolah tersebut rata-rata hanya mampu mengenyam pendidikan sampai tingkat SMP dan tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. “Harapan saya supaya pemerintah cepat mengentaskan kemiskinan. Misalkan ada bantuan pendidikan juga mohon dibagi secara merata,” kata Kiki yang juga Mahasiswi di Universitas Airlangga Surabaya tersebut.

Lebih lanjut, dirinya mengaku sangat menyayangkan hal tersebut, sebab di usia yang seharusnya masih mendapatkan pendidikan, namun para anak putus sekolah itu harus rela bekerja menjadi buruh.

“Dari SMP sudah banyak yang putus sekolah, tidak bisa melanjutkan ke SMA. Mereka akhirnya bantu-bantu orang tua. Dari mereka ada yang jadi kuli, buruh dan lainnya,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemprov Jatim agar lebih memperhatikan pendidikan yang berada di kawasan pelosok. “Saya minta yang diperhatikan bukan hanya pendidikan di kota. Tapi juga pendidikan yang ada di desa. Semoga diusia ke-74 ini, Jatim semakin maju dan pendidikan semakin merata,” pungkasnya. (Msa)