SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan sejumlah capaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama 2019 saat Konferensi Pers Refleksi 2019 dan Proyeksi 2020 di Ruang Bhinaloka Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Minggu (29/12/2019) sore.

Salah satunya yaitu keinginan Pemprov Jatim terkait big data akan bisa segera terwujud. Menurut Khofifah, saat big data tersebut bisa disiapkan, maka Jawa Timur akan bisa segera masuk pada era industri 4.0. “Lalu efektivitas efisiensi perjalanan pemerintahan tentu akan bisa lebih tinggi,” kata Khofifah.

Selain itu, Khofifah mengungkapkan bahwa selama 2019, ekonomi di Jatim bisa dikatakan cukup solid. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di Jatim jauh diatas rata-rata nasional. “Yang kita syukuri perjalanan di tahun 2019 adalah ekonomi kita cukup solid,” ucapnya.

Orang nomor satu di Jatim itu mengungkapkan, bahwa kredit untuk UMKM Jatim juga cukup kuat. Kekuatan ekonomi di Jatim, kata Khofifah, adalah dari solvabilitas UMKM, perdagangan antar daerah dan antar provinsi. “Oleh karena itu misi dagang menjadi bagian penting,” tuturnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, bahwa Jatim harus tumbuh dan kuat bersama serta membangun korelasi yang sama-sama tingginya antara pertumbuhan ekonomi di Jatim dan 16 provinsi lain yang logistiknya memang disuplai dari Jatim.

“Ketika daya beli mereka itu tinggi, pasti juga akan memberikan signifikansi terhadap pertumbuhan ekonomi jawa timur. Tapi kalau per casing power mereka tidak cukup tinggi maka itu juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” jelas Mantan Menteri Sosial itu.

Tidak hanya itu, dirinya juga mentargetkan elektrifikasi tercapai pada 2021 mendatang. “Proyek-proyek jambannisasi juga bisa kita lakukan dengan baik,” tukasnya.

Sementara itu, terkait re-training dan up-scraining bagi tenaga kerja, dikatakan Khofifah bahwa TPT Jatim diprediksi setiap tahunnya akan tumbuh 800 ribu. Dicontohkan, dari program SMA Double Track SMA/MA jika disinergikan dengan MJC dan OPOP, maka akan membuka lapangan kerja sampai 600 ribu pertahun.

“Ini artinya apa yang disampaikan oleh pak presiden tentang cipta lapangan kerja, cipta lapangan kerja ini akan berseiring,” terang Khofifah.

Ia menambahkan, jika di 2020 terdapat 190 triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan interest 6 persen, maka akan memberikan harapan penguatan dan kenaikan kredit UMKM, terutama bagi para pemula seperti anak-anak SMA, Aliyah maupun SMK yang tidak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Mereka akan bisa memulai dengan startup-startup dengan penjualan secara online yang tadi saya lihat bahwa mereka ini sebetulnya sudah tersertifikasi dengan tutor yang cukup berstandard. Kita harapkan bahwa penguatan itu akan tetap kita jaga dan kita tingkatkan di 2020,” pungkasnya. (Msa)