SURABAYA (Swaranews) – Rektor Universitas PGRI Adi Buana (Unipa ) Surabaya DR. Marianus Subandowo, MS.mengungkapkan ,alumni Prodi Kebidanan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi sesuai tuntutan jaman namun juga harus memberikan pelayanan melalui pendekatan hati.

“Boleh saja memberikan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi tapi harus dibarengi sentuhan hati,” demikian kata Rektor Unipa ketika memberikan sambutan sekaligus membuka Pelatihan Perseptor Mentor Pembimbing Praktek Klinik Kebidanan Unipa di Neo Hotel Sidoarjo (13/01). Diharapkan, dalam pelatihan yang berlangsung 2 hari itu, disamping mampu membekali para pembimbing praktek profesi kebidanan guna mewujudkan komunikasi efektif dengan mahasiswa Prodi Kebidanan.

Rektor UNIPA

“Pelatihan perseptor mentor kali ini tidak terlepas meningkatkan peran perseptor dalam aktifitas praktek dilapangan,” tandas Subandowo sapaan akrab Rektor Unipa Marianus Subandowo yang menambahkan pentingnya mewujudkan pendekatan psikologis secara optimal dalam memberikan pelayanan medis.

Ketua Panitia Pelatihan Mentor Perseptor Tetty Rihardini, SST, MKes. mengatakan dalam pelatihan tersebut pihaknya menghadirkan nara sumber Riza Amalia, SKeb.Bid, MKeb, Dwi Izzati Budiono Skeb.Bid, MSc. dan Dra.Jumiarni Ilya, MKes. “Pesertanya 29 orang berasal dari RS.Dokter Suwandi Surabaya, RSAL Surabaya, RS.Haji Surabaya, RSUD Sidoarjo, RS.Bhayangkara Surabaya, Puskesmas Jagir, Dupak, dan Simomulyo,” ujar Tetty Rihardini yang juga Kaprodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Unipa. Berbicara tujuan pelatihan kata Tetty, mengupayakan persamaan persepsi antara pembimbingan materi dikampus dan aktifitas praktek di lapangan. “Selama ini antara teori dari pembimbing di kampus dan pembimbing di lapangan sering kurang sinkron sehingga membingungkan mahasiswa”Ungkap Tety yang menambahkan adanya kondisi yang sinkron itu wajar dikarenakan adanya keterbatasan peralatan atau faktor lain. “Untuk itu cenderung dilakukan improvisasi yang perlu diantisipasi oleh mahasiswa prodi kebidanan,” tandasnya yang juga mengatakan aktifitas praktek dalam pelatihan ini diantaranya Pemeriksaan ibu hamil, Pertolongan kelahiran-persalinan dan perawatan Ibu nifas. Km