SURABAYA (Swaranews) – “Saya suka mengajar di Indonesia (Unitomo, red). Mahasiswanya ramah-ramah dan senang mendengarkan budaya Jepang,” ungkap Guru Besar Universitas Setsunan Osaka Prof.Urano dalam acara perpisahannya di ruang pertemuan Fakultas Sastra Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya (25/2).

Prof.Urano yang mengajar di prodi Sastra Jepang sejak April 2019 mata kuliah Sosiologi Masyarakat Jepang dan Jepang Tourism sebenarnya sudah mengenal Unitomo pada tahun 1998. “Saya waktu itu membawa rombongan 20 mahasiswa Setsunan ke Unitomo, tindak lanjut kerjasama Setsunan Osaka dengan Unitomo tahun 1997 yang berlanjut hingga kini,” kata Prof. Urano yang dudah 13 tahun lebih bersama Unitomo.

“Memang saya tidak terus menetap di Surabaya, ya setelah penandatanganan pertama di Surabaya kemudian kembali ke Osaka dan balik lagi di Unitomo,” ungkapnya penuh semangat.

Prof.Urano yang didampingi istrinya Satomi selama mengajar di Unitomo merasa bangga ikut memperjuangkan Fakultas Sastra Unitomo meraih Akreditasi A. “Saya senang Fakultas Sastra bisa meraih Akreditasi A, itu harus dipertahankan,” tandas Prof.Urano yang juga banyak membantu aktifitas penelitian di Unitomo.

Bicara soal Bahasa Indonesia menurut Urano yang lebih fasih daripada istrinya, sebenarnya tidak jauh beda dengan bahasa Jepang utamanya menyangkut masuknya paduan bahasa daerah. ‘Bahasa Jepang juga ada bahasa daerahnya cuma di Jepang bahasa daerahnya lebih populer sering dipublikasikan,” jelas Urano yang menyukai kuliner khas Surabaya. “Tapi rujaknya jangan pedas dan saya juga senang rawon,” imbuh Urano yang kini usianya mencapai 58 tahun.

“Terima kasih Unitomo …saya suka orangnya baik-baik dan saya seneng banget,” pungkasnya sembari tersenyum. Km