Swaranews.co.id — Menindaklanjuti pernyataan Presiden Joko Widodo terkait dua warga negara Indonesia di Jakarta positif, Anggota dewan Komisi D DPRD Kota Surabaya dr. Akmarawita Kadir minta warga Surabaya tidak panik. Warga bisa mengantisipasi dengan pola kebiasaan bersih dan menjaga daya tahan tubuh.

Untuk itu Akmarawita juga mendesak pemerintah terkait agar lebih waspada dalam melakukan pemantauan. Mengingat, sesuai keteranganĀ Presiden Jokowi, dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Tinggal di Depok Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia. Tim Kemenkes yang menelusuri kemudian memastikan dua WNI yang terlibat kontak positif tertular virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok ini.

“Kita harus memperketat jangan sampai kecolongan seperti dua orang WNI di Jakarta,” ujar dokter alumnus Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini.

Politikus Partai Golkar ini mengimbau, warga Surabaya menjaga kewaspadaan namun tanpa perlu rasa kepanikan yang berlebihan. Dia yakin, masyarakat sudah mulai menyadari apa tindakan yang harus dilakukan mengingat sosialisasi lewat pemerintah dan kalangan luas terus didengungkan.

“Sebenarnya himbauan sudah kita koordinasikan dengan pemerintah kota Surabaya (dinas kesehatan) lewat sosmed dan sebagainya. Masyarakat juga sudah banyak menggunakan masker dan cuci tangan di setiap kesempatan. Handsanitizer juga banyak disediakan,” urainya.

Menurut saudara kandung politisi Adies Kadir ini, kepanikan masyarakat justru bisa berdampak buruk bagi ketahanan tubuh mereka. Terlebih daya tahan tubuh juga diperlukan di tengah cuaca basah saat ini yang membuat beberapa orang terserang penyakit.

“Jangan sampai panik, karena kepanikan berlebihan atau ketakutan menyebabkan ketahanan tubuh alami turun dan mudah sakit,” tegasnya.

Akmarawita menjelaskan, ketahanan tubuh bisa diperoleh dengan cara berolahraga teratur dan memakan asupan bergizi yang sarat dengan zat antioksidan dan Vitamin C, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Dianjurkan juga mengonsumsi jamu tanaman obat seperti temulawak dan kunyit.

Seiring dengan itu, diharapkan juga bisa segera ditemukan vaksin penyembuhan untuk menangkal virus jenis baru ini. Kendati upaya itu membutuhkan waktu bertahap.

“Sementara vaksin belum pasti ditemukan karena masih perlu dilakukan penelitian. Makan bergizi dan olahraga untuk menguatkan antibodi kita. Minum jamu-jamuan seperti curcuma atau temu lawak dan kunyit,” pungkas dia. (mar)