Beranda blog Halaman 102

10 Unit Armada Suroboyo Bus Akhirnya Tiba di Surabaya

SURABAYA (Swaranews) -Pemerintah Kota Surabaya menambah lagi 10 unit armada Suroboyo Bus untuk melengkapi angkutan umum di Kota Pahlawan. 10 unit bus itu pun sudah tiba di Kota Surabaya pada hari ini, Selasa (25/12/2018). Dengan bertambahnya 10 unit armada Suroboyo Bus ini, berarti Pemkot Surabaya sudah memiliki 20 bus angkutan umum, 18 diantaranya Suroboyo Bus dan dua unit lagi adalah double decker atau bus bertingkat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan 10 unit armada Suroboyo bus yang baru datang itu, sementara ini diletakkan di Terminal Tambak Oso Wilangun (TOW), sembari menunggu plat nomor permanen dan pelatihan kru Suroboyo Bus, baik sopir maupun kondektur atau helpernya. “Jadi, dengan banyaknya minat dari masyarakat untuk menggunakan Suroboyo Bus, baik rute utara-selatan maupun barat-timur, maka tahun ini Pemkot Surabaya menambah lagi 10 unit dan sekarang sudah datang,” kata Irvan.

Menurut Irvan, 10 unit armada yang baru datang ini memiliki beberapa perbedaan dibanding dengan delapan unit yang sudah ada sebelumnya. Sesuai arahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, maka desain kacanya lebih rendah, sehingga para penumpang yang berada di dalam bus bisa terlihat jelas. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kejahatan dan pelecehan seksual. “Selain itu, modifikasi bentuk, dari sisi eksterior, ada perbaikan di sisi belakang bus, sehingga lebih bagus,” jelasnya.

Sedangkan kapasitas dan tipenya, masih sama seperti armada Suroboyo Bus yang sudah ada sebelumnya, yaitu dapat memuat 67 penumpang, termasuk yang berdiri, orang difabel, dan perempuan. Bus ini juga dilengkapi GPS dan CCTV, sehingga bus ini sangat aman dan nyaman. “Pembayarannya pun masih tetap dengan botol plastik,” ujarnya.

Irvan menjelaskan, dengan bertambahnya 10 unit armada Suroboyo Bus ini, maka diharapkan para penumpang yang menunggu kedatangan Suroboyo Bus tidak lama-lama berada di halte. Selama ini, para penumpang itu menunggu sekitar 30 menit sampai 1 jam. “Nah, kami harapkan nanti kalau ini sudah jalan semuanya, para penumpang hanya menunggu sekitar 10-20 menit, baik rute timur-barat dan utara-selatan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, pembagian rute 10 unit bus yang baru ini akan disesuaikan dengandemand atau permintaan. Meskipun yang lebih diprioritaskan adalah rute barat-timur, tapi rute utara-selatan juga perlu ada tambahan, karena permintaannya sangat tinggi. “Nanti ketika jam-jam sibuk, kita akan buat lebih pendek juga waktu pemberangkatannya, tapi ketika sudah siang, mungkin sudah mulai diperpanjang lagi,” imbuhnya.

Selain menambah armada Suroboyo Bus, ternyata Dishub Surabaya juga akan menambah delapan halte bus pada tahun 2019 mendatang. Delapan halte itu rencananya akan dibangun di depan UIN, Royal, depan Joyoboyo, Mayjen Sungkono depan KPU, Mayjen Sungkono sebelah SPBU, HR Muhammad sekitar Masjid At-taqwa, Dharmawangsa sekitar rumah sakit Dr Soetomo, Kertajaya Indah sebelah bundaran ITS.

Irvan menambahkan, penambahan 10 unit baru armada Suroboyo Bus ini bukan hanya persoalan transportasi semata. Namun, lebih dari itu untuk lingkungan, karena nanti diharapkan masyarakat yang biasanya memakai mobil pribadi, bisa beralih ke angkutan umum ini. Ketika angkutan umum ini bisa menjadi alternatif, maka jalan tidak akan macet. “Nah, ketika jalan tidak macet, maka perekonomian pun akan lancar, efisiensi kota jadi lebih baik,” kata dia.

Bahkan, ia juga berharap para pelajar yang masih belum memiliki SIM dan belum cukup umur untuk membawa kendaraan sendiri, maka diharapkan menggunakan angkutan umum ini, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan. “Jadi, ini untuk keselamatan juga,” tegasnya.

  • Pada kesempatan itu, Irvan juga menjelaskan bahwa Dishub Surabaya terus mengembangkan aplikasi GoBis, sebuah aplikasi yang dapat mendeteksi dan memantau posisi Suroboyo Bus. Bahkan, Irvan mengaku aplikasi ini rencananya akan digabungkan dengan aplikasi Go Parkir dan beberapa aplikasi lainnya. “Untuk menunjang Smart City, kami memang berencana untuk menggabungkan dan saat ini terus kami kembangkan,” pungkasnya. (mar)

Menjelang Natal, Satgas Pamtas Yonmek 521/DY Berbagi Kasih bersama Warga Papua

Kabupaten Merauke, Papua (Swaranews) – Menjelang perayaan hari Natal esok, Satgas Pamtas Yonmek 521/DY menggelar acara berbagi kasih yang dipusatkan di Kampung Bupul, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, tepatnya di halaman Gereja Santo Petrus, Papua.

           

Dansatgas Pamtas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi A, Wibowo mengatakan, dalam acara tersebut, dirinya memberikan berbagai bingkisan kepada masyarakat yang berada di Kampung Bupul.

           

“Bingkisan kita serahkan secara simbolis kepada Pastor Revo Sulu, salah satu tokoh agama di Kampung ini,” jelasnya. Senin, 24 Desember 2018, sore.

           

Tidak berhenti sampai disitu saja, menurut Danyonmek 521/DY, kegiatan serupa juga digelar di Kampung Tanas, Distrik Elikobel. Di lokasi itu, kata Letkol Andi, dirinya menyerahkan beberapa bingkisan berupa pakaian layak pakai, hingga alat tulis sekolah ke masyarakat setempat. “Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut datangnya Hari Natal besok,” ujarnya.(sub)

 

Rapat Anggota KONI Kota Surabaya Sepakat Puslatcab 2019

SURABAYA (Swaranews) – Rapat Anggota Komite Nasional Olah Raga Indonesia (KONI) Kota Surabaya merupakan forum evaluasi dari kinerja pengurus selama setahun yang telah dilalui. Rapat ini juga merupakan forum penyusunan agenda untuk satu tahun mendatang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum KONI Surabaya, Hoslih Abdullah setelah acara tersebut beraakhir. Dia juga mengatakan bahwa dari Rapat Anggota ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi, baik yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya, maupun ke KONI Provinsi Jawa Jawa Timur.

“Alhamdulillah Rapat Anggota KONI Kota Surabaya berjalan dengan kondusif dan lancar. Salah satu hasilnya adalah rekomendasi agar Puslatcab masing – masing Cabang Olah Raga bisa berlangsung secara terus menerus,” ujarnya, Sabtu (22/12/2018) di Convention Hall Siola. Surabaya.

Hoslih Abdullah menyampaikan bahwa Piala Koni Kota Surabaya disepakati sesuai blueprint KONI Kota Surabaya bahwa kepesertaannya adalah dari Club – Club di bawah naungan Koni Kota Surabaya.

“Selanjutnya terkait usulan sarana dan prasarana diusulkan oleh masing-masing Cabang Olah Raga dan akan disampaikan ke Pemkot melalui Dispora Kota Surabaya,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut KONI Kota Surabaya juga melakukan penandatanganan MoU atau kerja sama di bidang pembinaan prestasi dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Menurut Ketua KONI Kota Surabaya, Hoslih Abdullah bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta.

“Alhamdulillah tadi kita melaakukan penandatangan MoU dengan Unesa. Selanjutnya kita akan melakukan hal yang sama dengan Unair dan UPN Veteran Jatim,” pungkasnya. (mar)

Hari Keempat, Perbaikan Jalan Ambles Memasuki Tahap Pemadatan Tanah

SURABAYA (Swaranews) – Pengerjaan perbaikan ataurecovery Jalan Raya Gubeng yang sempat ambles nyaris rampung. Jalan yang sebelumnya terlihat berlubang, kini sudah ditimbun dan rata kembali. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah berupaya melakukan pengerjaan tahap pemadatan tanah dan pemasangan besi pengaman.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan setelah tiga hari pengerjaan pengurukan tanah selesai, saat ini pihaknya fokus pada proses pemadatan, baik di sisi utara maupun selatan. Selanjutnya, pemasangan besi SSP (Steel Seet Pile). Agar nantinya, jalan yang ambles itu tidak longsor dan kuat untuk dilalui kendaraan.

“Jadi hari ini kita lakukan pemadatan (tanah), pengurukan udah selesai, kita sirami supaya padat. Nanti agak siang, kita pasang besi pengaman (SSP), supaya tidak longsor ke tempat yang lubang itu,” kata Wali Kota Risma saat memantau recovery Jalan Raya Gubeng yang ambles, Senin, (24/12/18) pagi.

Setelah itu, kata dia, besok atau lusa pihaknya kemudian melakukan pemasangan kerikil untuk penguat pondasi jalan. Sebab menurutnya, Jalan Raya Gubeng merupakan jalan Nasional, sehingga pondasinya harus benar-benar kuat, karena dilalui berbagai jenis kendaraan. “Mungkin besok atau lusa kita bisa mulai pasang kerikil untuk pondasi jalan itu, terus kita aspal. Sebetulnya ini kan  jalan Nasional, jadi bebannya itu truknya gede, busnya juga gede,” ujarnya.

Terlebih, ia juga minta kepada jajarannya agar sisi sebelah barat yang terkena longsor, diperkuat dengan beton cor. Sebab, ia khawatir, kalau hanya dipasang besi pengaman tanpa beton cor, tanah bisa sleding dan menyebabkan kembali longsor. “Karena itu, saya tadi minta nambah penguatan sisi barat yang terkena longsor itu, kita pasang beton penguat,” imbuhnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini berharap, pengerjaanrecovery Jalan Raya Gubeng yang ambles, bisa rampung dalam kurun waktu tujuh hari. Sebab, saat ini tengah memasuki libur natal dan tahun baru, sehingga ia kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Timur (Polda Jatim), untuk perizinan tonase truk bermuatan.

“Mudah-mudahan ini waktunya nututi, kita juga coba minta bantuan untuk pembatasan (perizinan) tonase dulu. Karena ini kan bulan natal dan tahun baru, kita takutnya besi pengamannya ndak bisa pesen,” terangnya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menambahkan pengerjaan perbaikan atau recovery Jalan Raya Gubeng yang ambles memasuki hari keempat. Untuk menimbun jalan yang sebelumnya berlubang, telah menghabiskan pasir batu (sirtu) sebanyak 20 ribu meter kubik. “Saat ini memasuki tahap pemadatan. Ibu wali kan janji rampung tujuh hari, kita upayakan bekerja secara maksimal,” kata dia.

Selama 24 jam, lanjut Fikser, pengerjaan recoveryjalan yang ambles terus dikebut. Bahkan, Wali Kota Risma terus memantau ke lokasi, untuk memberikan arahan dan memastikan proses recovery berjalan lancar, efisien dan safety. “Sampai dengan saat ini sudah menghabiskan 1000 dump truk sirtu untuk pengurukan jalan berlubang, per truk berisi 20 kubik,” pungkasnya. (mar)

Ratusan Rumah di Jember Tergenang Air, Dandim Perintahkan Personel Terjun ke Lokasi Banjir

JEMBER (Swaranews) – Ratusan warga Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpaksa di evakuasi oleh pihak TNI-AD dan BPBD setempat. Pasalnya, hujan deras yang terjadi pada hari sabtu kemarin, telah menyebabkan tanggul air di sekitar area tersebut jebol. Tak hayal, air pun langsung menggenangi ratusan rumah milik warga yang berada di sekitar tanggung tersebut.

Komandan Kodim (Dandim) 0824/Jember, Letkol Inf Arif Munawar mengatakan, banjir bandang setinggi 1,5 meter tersebut, telah merusak rumah milik warga yang berada di Desa Karang Anyar dan Desa Jatisari, Kabupaten Jember.

“Kurang lebih sekitar 300 rumah warga terendam air dengan volume ketinggian 80-100 cm,” ujar Letkol Munawar ketika ditemui di lokasi banjir bandang. Minggu, 23 Desember 2018, sore.

Tidak hanya itu saja, menurut Letkol Arif, banjir bandang tersebut juga mengakibatkan tanah longsor. “Longsor terjadi di Desa Kali Glagah dan menganyutkan 2 rumah milik warga sekitar,” ungkapnya. “Semua personel TNI-AD sudah kita terjunkan ke lokasi,” imbuh Letkol Inf Munawar.

Perlu diketahui, banjir bandang dan tanah longsor tersebut diakibatkan salah satu tanggul yang berada di area tersebut, tak mampu lagi menahan volume air akibat hujan deras yang terjadi sejak hari Sabtu, kemarin. Alhasil, air pun meluap dan menerjang pemukiman warga. “Tidak ada korban jiwa, semua warga sudah kita evakuasi,” ujar Letkol Munawar.

Terpisah, Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo ketika dihubungi melalui via seluler menambahkan, terkait bencana yang terjadi di Kabupaten Jember, dirinya menginstruksikan seluruh Komandan Satuan (Dansat) di wilayah teritoalnya, untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam yang tak bisa di prediksi.

“Semua Dansat sudah kita perintahkan untuk berkoordinasi dengan seluruh pihak di wilayah tugas masing-masing,” tegas Danrem.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di tubuh Korem 083/Baladhik Jaya itu juga menghimbau seluruh personelnya untuk menggelar patrol rutin guna memantau terjadinya perubahan situasi dan kondisi akibat pergantian musim.

“Patroli rutin, wajib dilakukan. Kalau ada suatu perkembangan situasi dan kondisi, kita meminta untuk segera melaporkan ke Komando atas. Semua personel harus siap siaga,” ujar Kolonel Bagus.(sub)

Pemkot Surabaya Gelar Apel Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota Surabaya menggelar apel pengamanan Hari Raya Natal 2018 dan malam tahun baru 2018 di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Sabtu (22/12/2018). Pembina apel saat itu adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Hendro Gunawan. Apel tersebut diikuti oleh petugas gabungan diantaranya Polisi, Satpol PP, TNI, Linmas, Dishub, Damkar, PMI, PDAM, Dinas Kebersihan dan Pasar Surya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Kota Surabaya Hendro Gunawan mengatakan peringatan natal itu sangat dinantikan oleh umat kristiani dan juga malam tahun baru itu biasanya disambut dengan antusias oleh masyarakat, termasuk di Indonesia. Makanya, pada saat momen itu dipastikan akan ada peningkatan aktifitas dan mobilitas, baik di tempat ibadah, perbelanjaan, tempat rekreasi, bandara maupun pelabuhan penyeberangan.

“Oleh karena itu, saya minta seluruh jajaran untuk terlibat aktif dan harus selalu berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dan TNI, agar hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban umum dapat sedini mungkin diminimalisir,” kata dia.

Wali Kota Risma juga mengimbau untuk memperhatikan dan memantau rumah, kantor, gedung yang kosong, karena mungkin ditinggalkan pada saat libur panjang ini. Bahkan, ia juga meminta jajarannya untuk memantau anak-anak dalam memanfaatkan libur sekolah ini. “Barangkali mereka melakukan hal-hal yang kurang positif, misalnya trek-trekan motor di jalan raya atau hal lainnya yang kurang positif,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Hendro juga menambahkan bahwa di hari libur panjang ini, semua jajaran di Pemkot Surabaya harus tetap siaga dan diminta untuk terus menggelar operasi rutin. Menurut dia, hal ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan.

“Kami atas nama pemerintah Kota Surabaya menyampaikan terimakasih yang tak terhingga atas kerjasamanya kita bersama-sama bersinergi dalam melaksanakan pengamanan ke depan, baik natal dan tahun baru. Tentunya ini akan sedikit mengganggu waktu untuk keluarga, jadi kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Linmas Pemkot Surabaya Eddy Christianto mengatakan dalam pengamanan natal dan malam tahun baru ini Pemkot Surabaya menerjunkan sekitar 2.700 personil. Diantaranya dari Satpol PP sebanyak 500 personil ditambah lagi yang dari kecamatan 325 personil, kemudian dari Linmas 315 persenil dan Kasatgas 154 personil, lalu dari Dishub sebanyak 245 personil, semua personil PMK beserta mobil-mobilnya yang akan siaga di beberapa objek vital, personil dari DKRTH dan juga Kominfo. “Jadi, totalya sekitar 2.700-an, mereka sebagian akan bergabung di pos-pos kepolisian yang sudah dibangun di berbagai titik di Surabaya,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pada tanggal 23-25 Desember 2018, aka nada beberapa ruas jalan yang ditutup, tepatnya di depan gereja yang letaknya berada di pinggir jalan protokol. Oleh karena itu, Eddy meminta pengertiannya kepada masyarakat Surabaya atau pengendara yang nantinya akan melintas di jalur itu. “Di jalan itu, nanti akan ditutup satu ruas jalan dan akan diberlakukan hanya satu ruas jalan, sehingga kami mohon pengertiannya kepada para pengendara, hal ini demi ketenangan umat kristiani yang akan menjalankan ibadah,” pungkasnya. (mar)

NALURI IBU, ISTRI, ANAK PEREMPUAN TELAH MENJADI IBU

Oleh: Gempur Santoso

Ibu. Bisa kata benda. Bisa kata sifat. Ibu sebagai wujud adalah benda, makhluk perempuan. Kodrat mengandung, menyusui tak bisa digantikan kaum pria. Ibu, bersifat lembut, tidak malas kewajibannya. Seolah tak lelah. Secara biologi tentu lelah tiada henti ngerjakan urusan rumah tangga. Gak wegahan (tidak malas).

Istriku, anak perempuanku sudah menjadi ibu. Tentu ibuku sendiri juga ibu kakak adik adikku. Ada kesamaan mereka bertiga. Sama, sebagai ibu. Bangun paling pagi. Sebelum semua bangun, ibu sudah di dapur. Memasak, korah korah (bersihkan peralatan dapur), bikin wedang (minuman) dan sebagainya. Khusus hari ibu, hari ini . Saya tawarkan masak nasi. Saya lakukan. Dia bangga.

Saya bisa masak. Walau masak seadanya. Maklum pernah menjadi anak kost. Masak sendiri. Setelah nikah, punya istri. Saya hampir tak pernah masak sendiri. Istri saya selaku ibu, lebih puas dia membutkan masakan untuk saya. Saat dipuji, masakannya enak. Dia bangga.

Tapi istriku ini suka bertanya. Rasa masakannya, bumbu kurang apa. Saat itu, saya baru mau katatakan. Kurang asin, pedas, kurang gurih termasuk kurang enak. Kalau sudah pas, enak ya saya katakan enak. Lidah saya memang lebih peka.

Terutama. Sehabis daei restoran bersama. Mencoba makan menu baru. Istriku di rumah pasti mencoba membuatnya. Saya bagian tester. Dasar istri hobi masak. Lebih lebih dia hobi buat kue juga. Suka rebyek. Beli kan pratis. Tapi, dia puas masak memasakan keluarga.

Sebelum subuh, kadang, kalau saya bangun duluan. Dia masih tidur pulas. Saya minta wedang. Pasti langsung. Dibuatkan.

Ibu saya dulu seperti itu juga. Tidak wegahan. Sebelum subuh sudah masak. Menyiapkan sarapan untuk saya. Saya pagi sekali bangun. Berangkat sekolah pagi sekali. Jauh. Dari Kunjang ke Pare. Jarak sekitar 20 km. Ngonthel sepeda kumbang. Sekolah di STN (Sekolah Teknik Negeri) Pare.

Saat SD. Pagi buta. Numbuk jagung. Ngampok. Untuk makan. Saat itu makanan pokok sehari hari nasi jagung. Saya membantunya. Setelah masak, sholat subuh. Saya sama ibu ke pasar. Ibuku saya bonceng sepeda. Rengkek, ditali ditaruh di samping boncengan sepeda. Kulakan belanja.

Ibuku, di rumah memang jualan pracangan. Jualan segala bahan makannan mentah. Gula, kopi, sayuran, bumbu dapur, lengo gas (minyak tanah) dan sebagainya.

Anakku yang sudah jadi ibu pun begitu. Ngurusi anak mereka. punya 2 anak. Semua balita. Kini sudah punya rumah sendiri. Pujisyukur.

Kadang sambang ke kami, nginap sekeluarga. Rebyek ngurusi anak anaknya. Dulang (nyuapi), nyusui, anak berak nyewoki. Anak pipis, rewel, nangis. Saat ke rumah kami, tentu dibantu uti (mbah putri)nya. Saat di rumahnya sendiri dibantu Yu Siti, tetangga.

Pastilah, saya waktu balita dulu juga dirawat ibuku. Seperti itu. Cucuku dirawat anakku sebagai ibunya. Saya mbah kung cucu cucuku. Saya senang. Bagian bergurau, ngemong cucu cucuku. Saat saya ada di rumah.

Saya belajar ke cucu cucuku. Belajar sabar, belajar memberi kasih sayang. Belajar disuruh anak kecil sekecil balita. Asyik mengasikan. Tampaknya semakin tua wajib belajar disuruh anak kecil. Agar makin sabar, makin ikhlas hidup ini.

Ibuku, istriku, anak perempuanku. Semua nenjadi ibu anak anaknya. Mereka, memiliki naluri melahirkan manusia generasi baru. Penuh lembut, tak wegahan.

Kasat mata, kukira melelahkan. Ternyata ibu ibu bahagia dan makin bahagia bisa melahirkan telah sukses menjadi ibu yang sempurna.
GeSa, 22/12/18

SUPER-SUB BERNAMA HASHIM

Hashim Djojohadikusumo

TAK ada rotan akar pun jadi.
Tak ada Prabowo Hashim pun jadi.
Tak gampang mendapatkan waktu dari Capres 02 di tengah kesibukannya sekarang. Tapi, beruntung ada Hashim Djojohadikusumo yang bisa menggantikannya.

Dalam dunia sepakbola dikenal istilah super-sub, pemain pengganti yang super istimewa. Ia bukan pemain utama dalam line up. Tapi, setiap kali ia diturukan ke lapangan ia akan memberikan gol penentu yang memenangkan tim. Itulah posisi Hashim. Ia pemain supersub. Ia turun pada saat yang tepat dan pada saatnya akan mencetak gol penentu kemenangan.

Beberapa waktu setelah Reuni 212 serangan terhadap prabowo makin kencang. Prabowo pun menyuarakan kekecewaan terhadap media dan mengambil jarak. Ketika Prabowo defensif terhadap media, Hashim justru ofensif datang ke dapur media, atau mengundang media untuk ngobrol.

Hashim menguasai isu-isu penting dan paham visi misi, serta memahami psikologi Prabowo. Makanya seorang wartawan senior nyeletuk, “Pak Hashim ini seperti replika Prabowo…”

Ia mengagumi kakaknya. Meskipun, sebagai adik ia tetap diperlakukan sebagai junior.
Prabowo muslim, Hashim nasrani, mereka saling menghormati dan menyayangi. Pelajaran demokrasi dimulai dari keluarga.

Ia bukan sekadar kasir seperti banyak diduga orang selama ini, ia jurubicara terbaik Prabowo yang tidak hanya memahami visi misi (karena ia terlibat langsung), tetapi memahami asbab al nuzul dan asbab al wurudnya, plus sejarah dan suasana kebatinannya.

Prabowo memikirkan nasib bangsa Indonesia sejak jauh hari ketika ia masih kolonel muda di awal 1990an. Ketika itu Prabowo mengirim surat kepada petinggi ABRI mengenai nasib bangsa kedepan. Ia, terutama, menyoroti bahaya stunting, cebol karena kurang gizi, yang bisa menyebabkan Indonesia mengalami lost generation. Stunting akan menghambat pertumbuhan fisik dan mental. Secara fisik anak Indonesia akan cebol dan kecerdasan rendah.

Hashim terkagum-kagum oleh pemikiran kakaknya yang visioner. “Saya heran ada kolonel kok mikir soal stunting.”
Saat ini setidaknya satu di antara tiga balita Indonesia terancam stunting.
Prabowo pun mencanangkan program Indonesia Emas yang sekarang menjadi salah satu program unggulannya. Targetnya, seluruh balita di Indonesia harus mendapat gizi cukup paling tidak seliter susu sehari plus nutrisi lain dari ikan atau kacang-kacangan.
Kebijakan inilah yang diterapkan oleh pemerintah China sehingga mereka bisa memetik hasilnya dengan generasi unggul sekarang ini.

Ketika Prabowo menyuarakan kekecewaannya kepada media massa nasional pasca-Reuni 212, banyak kalangan melihat Prabowo sengaja menerapkan strategi kill the messenger dengan men-down-grade media mainstream untuk mempromote media sosial sebagai alternatif.

Ketika media mainstream menjaga jarak (kalau tidak menjauhi) dari Prabowo, Hashim–yang secara formal menjadi direktur media dan komunikasi BPN–malah aktif melakukan media visit ke hampir semua media nasional.
Ia juga mengadakan coffee morning dengan pemimpin redaksi dan berbicara berjam-jam kepada mereka. “Ini bebas, on the record. Silakan rekam,” kata Hashim di depan 10 pimpinan media Jumat (21/12).

Hampir semua pemimpin redaksi media massa terperangah oleh sikap Hashim yang bold and blunt alias blak-blakan. Ia berbicara mengenai keprihatinannya terhadap potensi kecurangan pemilu 2019, terutama karena karut-marut DPT (Daftar Pemilih Tetap. “I can’t take it anymore,” sergah Hashim mengenai potensi kecurangan karena adanya jutaan pemilih ganda.

Pada pemilu 2014 ia merasakan pahitnya dicurangi. “Saya pergi ke luar negeri berminggu-minggu karena kecewa,” kata Hashim. Bagaimana dengan Prabowo? Dengan besar hati dia menerima kekalahan dan hadir di acara pelantikan Joko Widodo. ” Itulah jiwa besar Prabowo. Ia legawa. Ia tak pernah mendendam,” kata Hashim.

Ia prihatin dengan kondisi ekonomi Indonesia sekarang. Kemiskinan tinggi, kesenjangan menganga, pekerjaan sulit, dan harga tak terjangkau. ” Saya akui, saya orang kaya, saya tidak merasakan harga-harga tak terjangkau. Tapi, saya punya pegawai, sopir, sanak saudara di kampung, mereka mengeluhkan harga-harga yang mahal,” kata bapak tiga anak ini.

Ia tak mau terlibat debat kusir soal angka kemiskinan. Prabowo menegaskan kekayaan Indonesia hanya dinikmati 1 persen orang sementara 99 persen sisanya hidup pas-pasan dan sulit. Sementara pemerintah Jokowi mengklaim kemiskinan di Indonesia sudah bisa ditekan sampai di bawah dua digit. “Itu main-main dengan statistik saja. Ada kategori miskin, hampir miskin, dan rentan miskin. Padahal ketiganya sulit dibedakan. Kalau digabung akan jauh lebih besar dari angka pemerintah.”

Hashim sependapat. Kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia terjadi karena salah kebijakan. Ada kalangan privileged few yang sengaja melestarikannya. Terhadap mereka Hashim tak segan berkata keras. “Praktik ini harus diakhiri”.

Masalah kesehatan membuat Hashim prihatin. Dokter-dokter mengatakan banyak peralatan yang harusnya sekali pakai (disposable), tapi dipakai sampai empat kali di Indonesia. ”Believe it or not, sekarang ada yang dipakai sampai 40 kali,” Hashim geleng-geleng kepala.

Kualitas pendidikan juga menjadi keprihatinannya. Kita kalah peringkat dari Vietnam, apalagi dari negara-negara maju.

Apakah Prabowo anti-Cina? “Itu isu lama dihembuskan lagi. Siapa yang bawa Ahok ke Jakarta? Prabowo”.

Prabowo pelanggar HAM? “Setiap lima tahun sekali isu itu dimunculkan lagi. Kalau pelanggar berat HAM Prabowo tidak bisa bebas ke luar negeri. Mengapa pada 2009 saat menjadi Cawapres Ibu Mega tidak dipersoalkan? Bagaimana dengan Wiranto dan Hendropriyono?”

Tak hanya soal-soal serius yang dijawab Hashim. Soal-soal remeh-temeh pun ia layani. Soal pendamping Prabowo kalau jadi presiden Hashim menukas, “Sudah ada ibu pendamping.” Siapa, pak? “Ibu Pertiwi…Hahaha…”
Bagaimana kalau jadi presiden jomblo? “What’s the problem? Duarte jomblo, Vladimir Putin, Francois Hollande, Junichiro Koizumi, dan Thomas Jefferson pada jomblo, tapi tidak ada masalah”.

Yakin Prabowo menang? “InsyaAllah..”
Apa yang dilakukan Prabowo kalau kalah? “Naik kuda…”
(dhimam abror djuraid)

Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Satgas Pamtas Yonmek 521/DY Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

MERAUKE, PAPUA  – Satgas Pamtas Yonmek 521/DY di bawah kepemimpinan Letkol Inf Andi A. Wibowo, berhasil mengamankan ratusan botol miras yang diduga tak memiliki kelengkapan ijin.

Kejadian itu bermula, ketika Satgas Pamtas yang berada di Pos Caruk mencurigai adanya mobil jenis pick up yang di bawa oleh Desman Edison, warga Kabupaten Merauke, Papua.

  1. Seakan tak ingin kecolongan melihat kendaraan yang mencurigakan itu, Satgas pun langsung menghampiri Edison, dan menanyakan isi dari muatan yang diangkut oleh Edison.

“Ketika kami melontarkan pertanyaan, kami sudah curiga dengan gerak-gerik yang ditunjukkan oleh Edison,” ujar Danpos Caruk, Letda Inf Wiyoto. Kamis, 20 Desember 2018, malam.

Tanpa ragu-ragu, para personel Pos Caruk langsung mengamankan sang sopir yang diketahui warga Kabupaten Merauke, Papua. “Sopir langsung kita amankan. Muatannya langsung kita periksa,” tandas Wiyoto.

Ketika dilakukan penggeledahan, Satgas Yonmek 521/DY menemukan ratusan botol minuman keras yang diduga tidak berijin di dalam mobil pick up tersebut.

“Untuk mengelabui pemeriksaan, ratusan botol miras sengaja ditutupi rumput dan di balut dengan terpal,” ungkapnya. “Keterangan dari Edison, miras itu rencananya akan dikirim ke Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel,” tambahnya.

Sementara itu, Dansatgas Pamtas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi Wibowo mengatakan, saat ini ia menginstruksikan seluruh personelnya untuk menggelar sweeping secara rutin.

Ditambahkannya, upaya itu bertujuan untuk mewujudkan perayaan Natal dan Tahun baru mendatang di wilayah perbatasan RI-PNG, khususnya di Kabupaten Merauke. “Kita ingin perayaan Natal dan Tahun baru di Merauke, berjalan dengan aman dan damai,” ujarnya.

Guna proses hukum lebih lanjut, saat ini Desman Edison telah diserahkan ke pihak Kepolisian setempat. “Iya, sopir sudah kita serahkan ke Polres beserta barang bukti miras,” tutur Dansatgas Pamtas Yonmek 521/DY, Letkol Inf Andi. A, Wibowo. (mar)

 

Wali Kota Risma Pantau Recovery Jalan Ambles Menggunakan Drone

SURABAYA (Swaranews) –  Pagi ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali memantau proses pengurukan dan recoveryJalan Raya Gubeng yang ambles. Bermodalkan megaphone, pena dan kertas, ia terlihat memberikan instruksi langsung kepada jajarannya, agar recoveryberjalan efisien dan safety. Bahkan, untuk memantau lebih dekat proses pengurukan rongga bawah jalan ambles, ia juga menggunakan teknologi drone.

Wali Kota Risma mengatakan pihaknya menargetkan dalam tiap hari mendatangkan 400 dump truk pengangkut pasir (sirtu). Dari hasil perhitungan, untuk pengurukan keseluruhan jalan ambles, dibutuhkan sebanyak 1800 dump truk atau setara dengan 36 ribu meter kubik pasir (sirtu).

“Hari ini targetnya 400 truk, minimal 400 truk. Ini semua butuhnya 1800 (dump truk). Jadi kalau sehari 400 truk, maka kita butuh 3 – 4 hari. Setelah itu overlay, mungkin cuman 2 hari,” kata Wali Kota Risma, Jum’at, (21/12/2018).

Pihaknya juga berharap, agar recovery Jalan Raya Gubeng selesai dalam kurung waktu satu Minggu. Oleh karena itu, recoveryjalan ini akan dilakukan selama 24 jam nonstop. Namun, ia juga ingin bantuan doa dari seluruh masyarakat, agar selama pengerjaan berlangsung, tidak terjadi kendala. “Kita usahakan satu minggu kelar, mudah-mudah ndak ada aral melintang apapun. Kita punya target itu (satu Minggu). Mudah-mudahan tidak ada gangguan,” tuturnya.

Ketika memantau rongga bawah jalan ambles menggunakan drone, ia melihat ada salah satu pedestrian yang akan ambrol. Sehingga kemudian, ia memberikan instruksi agar pedestrian itu sekalian dirobohkan. “Itu sekalian pedestrian yang mau ambrol dirobohkan. Nanti sekalian diuruk agar diperbaiki ulang,” ujarnya.

Untuk memperlancar proses distribusi pengiriman pasir (sirtu), ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Sebab menurutnya, kendaraan dump truk dilarang melintas kawasan kota pada saat jam kerja. “Karena kan ini ngambil sirtunya dari luar kota, jadi agak jauh. Tapi sudah dikasih bantuan dengan Polda, truk-truk itu ada tulisan Polda, karena inikan off (truk) ndak boleh masuk sebetulnya,” jelasnya.

Beberapa kali terlihat, Wali Kota Risma juga menggunakan megaphone untuk memberikan instruksi langsung kepada operator alat berat. Dengan duduk di atas kursi roda, ia nampak memberikan instruksi menggunakan pengeras suara. “Pak tolong mundur dulu (motor grader), itu biar dump truk nurunin pasir dulu. Nanti kalau selesai, alat berat maju lagi” katanya.

Sekitar dua jam lebih, Wali Kota Risma memantau dan memimpin langsung proses recovery Jalan Raya Gubeng yang ambles. Mulai kemarin malam hingga pagi ini, terlihat sudah ratusan dump truk datang untuk mengirim pasir (sirtu) dan beberapa material pengurukan. (mar)