Beranda blog Halaman 102

“Dihadiahi” Aset Bekas Tanah Cina, Wali Kota Risma Bakal Bikin Museum Pendidikan

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota Surabaya akhirnya mendapatkan “hadiah” aset tanah sekaligus bangunannya yang merupakan bekas hak milik asing, Cina. Aset yang ada di Jalan Genteng Kali Nomor 10, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya, itu diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Jawa Timur Etto Sunaryanto kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Kamis (16/5/2019).

 

Proses penyerahan aset itu ditandai dengan penandatanganan surat penyerahan oleh Kakanwil DJKN Etto Sunaryanto kepada Wali Kota Risma. Setelah diserahkan, aset tersebut langsung diberi papan keterangan bahwa tanah tersebut merupakan aset Pemkot Surabaya. Bahkan, jajaran pemkot pun akan langsung merenovasi dan merawat gedung itu karena akan dijadikan Museum Pendidikan, Rumah Matematika dan Rumah Bahasa.

 

Pada saat penyerahan aset tersebut, Kakanwil DJKN Etto Sunaryanto mengatakan aset yang diserahkan kepada Pemkot Surabaya itu milik asing, yakni Cina. Keputusan penyerahan aset ini tertuang dalam surat keputusan Kementerian Keuangan nomor 96/KM.6/2019 tentang penyelesaian Status Kepemilikan Aset Bekas Milik Asing/Tionghoa SMP/SMA Taman Siswa.

 

“Jadi, namanya penetapan status bekas aset milik asing Cina yang dulu lama terselesaikan dan sekarang sudah kami selesaikan dan ditetapkan sebagai milik Pemkot Surabaya atau digunakan untuk penyelenggaraan Pemkot Surabaya,” kata Etto seusai proses penyerahan aset tersebut.

 

Menurut Etto, banyak aset di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Surabaya yang digunakan oleh pihak lain. Oleh karena itu harus diselesaikan satu persatu supaya bisa kembali ke tangan pemerintah. “Di Surabaya masih ada di beberapa tempat. Proses ini memang butuh waktu karena timnya juga lengkap, mulai dari Kejaksaan, Kepolisian dan lembaga-lembaga lainnya,”tegasnya.

 

Ia pun meminta kepada Wali Kota Risma untuk langsung menggunakan aset tersebut sekaligus perawatannya. Dengan sigap, Wali Kota Risma memastikan bahwa aset tersebut akan digunakan untuk Museum Pendidikan, Rumah Matematikan dan Rumah Bahasa. “Saya memang ingin membuat Museum Pendidikan di tempat itu, kemudian juga Rumah Matematika dan Rumah Bahasa,” tegas Wali Kota Risma.

 

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan bahwa sejak awal sudah tertarik dengan gedung cagar budaya itu. Bahkan, ia sempat bingung karena tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya. “Makanya saya minta untuk ditelusuri dan ternyata aset ini bisa diserahkan kepada pemkot kalau memang berkeinginan. Akhirnya, saya berkirim surat ke Kementerian Keuangan sekitar satu tahun yang lalu. Saya gak kepikiran secepat ini,” kata dia.

 

Menurut Wali Kota Risma, Museum Pendidikan ini sangat penting karena dia ingin semua yang ada di Kota Surabaya bisa dirawat, termasuk peninggalan-peninggalan sejarahnya. Sebab, Kota Pahlawan ini kaya akan sejarah, sehingga generasi muda harus mengetahui peninggalan itu. “Saya ingin kota ini, terutama generasi muda tahu tentang itu. Apalagi kalau tahu bahwa Bung Karno sekolah di sini, Mantan Menteri Pendidikan, Pak Wakil Presiden yang sekolah di sini, maka bisa mendorong anak-anak Surabyaa bisa lebih maju,” ujarnya.

 

Makanya, dia juga ingin membuat Museum Olahraga di Gelora Pancasila, karena semakin banyak museum semacam ini, maka semakin banyak pula dorongan untuk bisa berbuat kebaikan dan anak-anak Surabaya bisa semakin semangat untuk maju. “Sekarang kami sedang cari-cari dokumennya, termasuk tentang Bung Karno sekolah dimana, cerita tentang sekolah SMPN 1 seperti apa?, cerita SMA komplek itu seperti apa? Dan Insyallah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Surabaya sudah punya datanya itu,” imbuhnya.

 

Nantinya, lanjut dia, Museum Pendidikan, Rumah Matematika dan Rumah Bahasa akan terintegrasi dan bisa satu komplek dengan perpustakaan yang sudah ada, sehingga anak-anak Surabaya bisa menikmati wisata edukasi di tempat tersebut. “Di belakang gedung ini kan ada perpustakaan, jadi nanti bisa gandeng. Pasti anak-anak itu senang,” pungkasnya. (mar)

Matahari Sakti Berikan Bantuan Untuk 300 Anak Panti Asuhan di Masjid Cheng Hoo

Puspita Dewi mengajak anak, menantu, cucu dan karyawan Matahari Sakti mengajarkan teladan untuk memiliki kepedulian sosial, berbagi kasih dengan tulus dan ikhlas kepada sesama manusia. Kasihilah sesama manusia seperti engkau mengasihi keluargamu sendiri. (foto: Sunardi Sutanto)

SURABAYA (Swaranews) – Suasana kegembiraan terlihat di pelataran Masjid Cheng Hoo, jalan Gading Surabaya, 11/5 lalu. Sekitar 300 anak dari panti asuhan Hidayah Umat, Shohibul Yatim, Cahaya Umat Madani, Darul Hikmah, yayasan Mardisiswi, yayasan Ibnu Sina dan 300 kaum dhuafa sekitar masjid Cheng Hoo ikut berbahagia menyambut uluran tangan dari ibu Puspita Dewi Prijadi yang memberikan bantuan angpao, paket alat tulis dan paket sembako.
Dalam sambutannya ibu Dewi bersyukur dapat menjadi saluran berkat bagi kaum dhuafa yang hidup kurang beruntung. Kegiatan bakti sosial ini memasuki tahun kelima bagi Puspita Dewi owner Matahari Sakti, perusahaan produsen makanan ternak terbesar se Indonesia Timur.

“Kami bersyukur menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan bantuan saatRramadhan di bulan penuh berkah ini. Di saat bisnis sedang lesu kami bersyukur pada Tuhan omset tetap stabil,” ujar istri Yosua Zhang ini.

Kegembiraan juga terpancar di raut wajah H. Abdullah Nurawi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) yang ikut berbahagia menyaksikan kebahagiaan anak panti asuhan maupun kaum dhuafa dalam menerima bingkisan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para sponsor dan donatur yang telah peduli kepada umat muslim. Semoga amal kebaikan mereka menjadi barokah dalam kehidupan bisnis maupun rumah tangga, khususnya keluarga ibu Dewi yang memiliki kepedulian sosial tinggi kepada masyarakat,” ujar abah Nurawi.

Puspita Dewi Prijadi, ibarat sosok Kartini milenial yang memiliki kepedulian sosial sangat besar pada kegiatan bakti sosial selama bulan Ramadhan, diantaranya di rumah susun Bolodewo dan sekitarnya yang dilaksanakan pada 9/5, dan di Taman Bungkul tanggal 7/5. Sun

 

Dewi Susilo Budihardjo, Sosok yang Akrab dengan Berbagai Elemen Masyarakat

SEMARANG (Swaranews) – Momen hari Ibu se-dunia bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun ke-49 Dewi Susilo Budihardjo di Setos, Gajah mada Semarang (12/5/2019). Peringatan ini berlangsung meriah. Dewi Susilo Budihardjo adalah Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Jawa Tengah yang merangkap Koordinator Wilayah Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB. Ia aktif di berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan dan lintas agama.
Senyum kebahagiaan terpancar di wajah srikandi Tionghoa menyambut para kolega dan sahabatnya dari berbagai kalangan. Mulai dari PSMTI Jateng, teman semasa remaja Karangturi, teman kerja marjinal, tokoh agama hingga teman media. Tampak Simon Harto Budi suami tercinta yang mendampingi Dewi selama 22 tahun memperoleh banjir ucapan selamat dari berbagai masyarakat, khususnya paguyuban sosial masyarakat Tionghoa Jateng yang hadir merayakan momen spesial ini.

“Saya bersyukur kepada Tuhan memiliki suami penyayang istri, mau mengerti dan memahami istri serta menjadi tempat curhat di kala istri mendapatkan masalah. Juga kedua anak Nathan dan Nana yang tumbuh dewasa serta mami yang sehat bugar di usia senja merupakan kebahagiaan atas belas kasihan Tuhan menyertai dalam hidupku,” ujar Dewi Susilo.

Kesuksesan bagi saya apabila bisa membuat orang lain bahagia. Setelah bisa membuat keluarga menjadi bahagia maka tugas selanjutnya membahagiakan masyarakat membantu warga Tionghoa yang hidupnya kurang bahagia serta membantu anak panti dan lansia yang membutuhkan uluran tangan di sekitar Semarang.

“Kiat menjalani mahligai kehidupan rumah tangga 22 tahun caranya saling menjaga keutuhan keluarga, menghargai perasaan masing-masing, saling menghormati, memiliki komitmen dan tujuan hidup membahagiakan keluarga serta memuliakan tuhan,” ungkap Simon Harto Budi, suami Dewi.

Di kalangan masyarakat, sosok Dewi Susilo merupakan leader dan tokoh perekat bangsa. Bagi Perwanti Jateng ia adalah sosok pemersatu berbagai elemem masyarakat. “Bu Dewi srikandi Tionghoa pemersatu wanita Tionghoa dengan berbagai elemen masyarakat se-Jateng,” jelas Cendana Hariani, ketua Perwanti Jateng.

Perjuangan Dewi Susilo melalui PSMTI Jateng dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat merupakan nilai positif bagi warga Tionghoa yang hidup dalam kebhinnekaan. “Beliau memiliki kepedulian sosial yang besar membantu masyarakat di berbagai kegiatan sosial dengan riang gembira dan ringan tangan ini memberikan nilai positif warga Tionghoa di kalangan masyarakat,” kata Tjiong Gwat Hiem, salah satu pengurus psmti jateng. Sun

Kesan teman-teman Dewi

Sosok Dewi bagi teman-teman semasa remaja,” Dewi sosok yang tomboy, suka naik motor boncengan di terik matahari siang hari begitu menyengat. Aktif di berbagai kegiatan dan yang hebat Dewi bagaikan peri kecil yang imut lahir di bumi menjadi pusat perhatian teman-teman,” kata Susi Jatmiko, sahabat remajanya.
Begitu juga teman kerja marjinal bu Anik yang menemani Dewi Susilo dalam berbagai kegiatan sosial ke panti asuhan, panti lansia dan membantu kaum marjinal. “Salut atas kepedulian bu Dewi yang begitu memperhatikan masyarakat marjinal.”
Berbagai jabatan di organisasi sosial Dewi Susilo Budiharjo, antara lain:
1. Ketua PSMTI Jateng 2016-2020 dan korwil Jawa, Bali, NTB, NTT.
2. Dewan Pembina Perwanti 2018-2023.
3. Founder Yayasan Berkat Bagi Bangsa 2014 – kini.
4. Founder Host of Prayer Semarang 2012 – kini.

Menyambut Tri Suci Waisak, Ziarah ke TMP

Perwakilan umat Buddha Indonesia memberikan bingkisan paket sembako kepada para petugas penjaga Taman Makam Pahlawan Mayjen Sungkono Surabaya sebagai bentuk ucapan terima kasih atas jasa kebajikan beliau dalam merawat makam para pejuang bangsa yang telah gugur mendahului kita.

Surabaya (Swaranews) – Menyambut Tri Suci Waisak 2563 Buddhis era tahun 2019 umat Buddha dari berbagai sekte bersama LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) Kota Surabaya, TNI AL (marinir), PSMTI Jatim (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Jatim), Forum Beda Tapi Mesra dan tokoh lintas agama mengadakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Mayjen Sungkono Surabaya, 5/5/2019.
Upacara penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan.

Bertindak sebagai inspektur upacara Satimin Pembimas Agama Buddha memimpin upacara dengan khidmat. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan untaian lagu mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita semua.
“Anarkhisme merupakan tindakan manusia yang kurang memahami makna kehidupan sejati. Padahal agama apapun mengajarkan cinta-kasih kepada sesama manusia. Dalam ajaran Buddha mengajarkan kasih sayang universal dengan mendoakan semoga semua makhluk hidup berbahagia yang esensinya siapapun makhluk hidup di dunia patut kita hargai terutama kepada sesama manusia kita wajib menghargai nilai perikemanusiaan,” ujar Satimin, Pembimas Buddha Jatim.

Doa lintas agama dipimpin oleh para pemuka dari Muslim, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, Tao dan Kejawen. Nuansa Kebhinekaan Tunggal Ika nampak dalam acara ini. Kemudian dilanjutkan dengan penaburan bunga di pusara para pahlawan diikuti oleh para umat buddha dan tokoh lintas agama.

“Acara penghormatan kepada para pahlawan merupakan momentum spesial demi menciptakan kerukunan antar umat beragama. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa kebajikan para pahlawan yang telah berjuang demi tegaknya NKRI,” jelas Ferdy, ketua panitia. Sun

Kegiatan Sosial Membantu Siswa Miskin

Saya telah membina 4 anak asuh siswa miskin.
Yang ke 1, saya bina sejak SMA hingga kuliah D1, sekarang dia sdh bekerja.
Yang ke 2, tahun lalu sudah lulus SMA
Yang ke 3, baru lulus SMA tahun ini 2019.
Yang ke 4, masih kelas 4 SD akan naik kelas 5.

Kegiatan membina siswa miskin didukung oleh sekitar 25 orang donatur yang tidak mau disebut namanya. Bentuk bantuannya untuk membayar SPP, biaya daftar ulang, dan kebutuhan darurat yg memerlukan bantuan, misal membantu biaya pengobatan saat mengalami kecelakaan. Alhamdulillah dukungan teman2 donatur tetap lancar saat anak asuh saya benar-benar membutuhkan bantuan. Sur

Masih Kaya

Oleh: Kris Mariyono
Director Jurnalism
APENSOINDONESIA.COM

 

SEORANG kakek tua yang berusia sekitar 75 tahun tetap tegar dan selalu tersenyum. Kakek tua ini berdasarkan tetangga sebelum menempati rumah bersebelahan dengan mushola kampung memiliki perusahan krupuk udang dan tinggal di kota. Pak RT merasa terharu atas keberadaan Kakek tua yang kini hidup seorang diri.
– Pak RT :Kakek Tua kenapa tidak ikut anaknya saja dikota.?
– Kakek Tua : Lebih baik disini Pak RT nanti ikut memikirkan perusahan dan biarlah anak saya yang menjalankan.
– Pak RT : lho ..berati sudah tidak kaya..harta dan perusahan untuk anak bapak.
– Kakek Tua : Siapa bilang saya tidak kaya, saya masih kaya ..buktinya masih bisa tersenyum, bernafas, Sehat jasmani dan rohani serta aktif beribadah dan bersyukur pada Allah Maha Pemurah.
– Pak RT : Kakek selain masih kaya juga kaya hati dan tidak kaya Orang utan.
– Kakek Tua : Terima kasih (Sembari tersenyum)
Pak RT nylekit. Km

Memulihkan Kejengkelan Rakyat Agar Tetap Sehat Lahir Batin

Oleh: Prof. Dr. Gempur Santoso, M.Kes
Direktur LPIK Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Managing Director Asosiasi Pendidikan dan Sosial (APENSO) Indonesia, Penasehat Swaranews.

 

PESTA demokrasi atau pemilu memang menimbulkan berbagai macam. Ada yang menang, ada yang kalah, ada yang senang, juga ada yang jengkel, marah, dan sebagainya. Di mana mana demokrasi pilsung begitu.

Penyemangat terhadap jago yang dipertandingkan pasti ada. Tidak hanya demokrasi pilsung. Penyemangat sepak bola pun begitu, menyemangati jago kesebelasan yang dipertandingkan.
Dalam kerumunan orang banyak, disemangati, memang emosional lebih menonjol daripada rasional. Saat sendirian berpikir rasional lebih dominan dan emosional terhindarkan.
Pertunjukan menarik saat demokrasi pilpres di Amerika Serikat (AS) yang lalu. Suara Hillary Clinton lebih banyak dari pada Donal Trump. Tapi kemenangan yang jadi presiden adalah Donald Trump. Mengapa? Karena jumlah kemenangan suara di distrik negara AS lebih banyak Trump. Nah….secara konstitusional menang Trump.

Tentu pendukung Hillary Clinton banyak yang marah, jengkel, eman (menyayangkan) atau emosi dan emosi memuncak.
Ada lembaga non-goverment (LSM) ijin untuk menanggulangi rakyat yang jengkel berlebihan. Masif. Agar rakyat tidak tertekan dan tidak menjadi “gila” atau sakit jiwa. Bentuknya: membuat beberapa boneka Donal Trump dari sejenis spon (empuk), ditaruh di gledekan (trolly) digeret (ditarik)

Mereka, rakyat yang jengkal terhadap Donal Trump dipersilahkan melampiaskan kejengkelannya pada boneka itu. Boneka Donal Trump: ditendang, ada yang menempeleng, apa sajalah. Silahkan sepuasnya menendang atau mencaci maki atau berkata apa saja terhadap Trump sampai kejengkalannya mereda bahkan tidak jengkel lagi. Bahkan ada yang membakar boneka Trump.

Dengan demikian rakyat tidak menjadi depresi, tidak sakit jiwa, tidak gila. Rakyat AS akan menjadi tetap sehat lahir maupun batin. Rakyat sehat negara jadi sehat.
Apa jadinya jika rakyat jengkel, ditangkap polisi, dihukum. Seperti pepatah “sudah jatuh ketimpa tangga”. Masif. Rakyat jadi tertekan, suasana negara jadi menakutkan. Rakyat jengkel, depreasi, sakit jiwa “gila”. Rakyat menjadi tidak sehat jasmani dan rohani. Rakyat sakit negara jadi sakit. Terjadi di negara sakit, akut. GeSa

Dekati Demokrat dan PAN, Ada Apa?

JAKARTA (Swaranews) – Jelang pengumuman resmi pemenang pilpres oleh KPU pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang, Jokowi tampaknya melakukan rekonsiliasi dengan pihak pendukung kubu capres 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Sore di Istana Negara, Kamis 2 Mei 2019, suasana mendadak riuh. Kehadiran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pemicu. Dia bertemu Presiden Joko Widodo ( Jokowi) tanpa ada yang tahu. Memakai batik hitam putih, dia memberi salam hormat kepada sang kepala negara.

Kedatangan putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat dan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY), itu sungguh menggegerkan. Belum lagi mobil Land Cruiser hitam ditumpangi AHY begitu mencuri perhatian. Plat mobil tersebut B 2024 AHY. Nomor kendaraan itu dianggap punya makna penting terhadap rencana karir politiknya kelak.
Kehadiran AHY awalnya tidak ada dalam agenda Presiden Jokowi. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberitahu Jokowi akan bertemu AHY pada pukul 4 sore. Padahal hari itu, presiden tengah berada di Solo, Jawa Tengah. Sehingga membuat Jokowi pulang lebih awal ke Jakarta.

Dalam pertemuan dengan AHY, Jokowi mengenakan kemeja putih. Dia itu mempersilakan putra mahkota SBY itu untuk masuk. Selanjutnya melakukan perbincangan empat mata selama 30 menit.
Usai pertemuan, AHY memberikan keterangan pers tanpa Jokowi, namun ditemani Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Dia mengaku pertemuan tersebut atas undangan Jokowi. AHY mengatakan membahas politik terkini. Terutama sepakat dengan Jokowi untuk menunggu hasil resmi Pemilu oleh KPU.

Partai Demokrat membenarkan bahwa kehadiran AHY merupakan undangan pihak Istana. Menurut Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, undangan itu begitu mendadak. Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat langsung dihubungi Mensesneg Pratikno.
Hinca mengaku, Pratikno bertanya apakah hari itu AHY berada di Jakarta dan bisa menemui presiden. Sebabnya SBY dan pejabat teras Demokrat sama sekali tidak tahu terkait ajakan Jokowi.

“Saya tak tahu, Pak SBY tidak tahu, setelah selesai baru tahu,” ujar Hinca. Hinca menolak membeberkan apa pendapat SBY terkait pertemuan tersebut.
Pertemuan Jokowi dan AHY memang bukan pertama kali. Pada 6 Maret 2018, AHY bertandang ke Istana. Tujuannya memberikan undangan kepada Jokowi untuk Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Sentul International Convention Centre, 10 Maret 2018. Kedekatan AHY dengan Jokowi tidak hanya di situ. AHY menjadi penghubung Jokowi dengan ayahnya SBY agar terjadi pertemuan pada Oktober 2017 silam.

Hanya saja, posisi AHY saat ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Posisi AHY kini memegang tongkat komando Partai Demokrat. SBY memberikan AHY tanggung jawab pemenangan Pemilu dengan mengemban nama Komandan Kogasma. Sebab sang ayah harus merawat ibunda, Ani Yudhoyono di Singapura. Kondisi Ani yang butuh perawatan khusus membuat SBY rehat dari dunia politik sementara waktu.

Sebagai wajah Demokrat, tentu AHY bertemu mengindikasi banyak kemungkinan. Komunikasi politik tingkat tinggi terjalin dari dua kubu yang bersebrangan itu. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan tidak menampik ada tawaran khusus kepada Jokowi. “AHY tidak dalam posisi tidak bisa menawarkan. Saya tidak tahu karena tidak di situ,” ucap Syarief.

Demokrat saat ini masih berada dalam oposisi. Kontrak politik masih terjalin sebagai pengusung pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto danSandiaga Uno. Syarief mengatakan belum ada keputusan untuk meninggalkan koalisi saat ini. Demokrat merasa terhormat dengan undangan Jokowi kepada AHY.
“AHY sebagai penanggungjawab Pemilu dari Partai Demokrat mungkin ketokohan beliau, bagus ya merupakan kehormatan kalau diundang presiden,” kata Syarief.
Menurutnya, SBY pun mengapresiasi pertemuan tersebut. “Komunikasi hal yang bagus diundang presiden, itu hal yang baik,” imbuhnya. Demokrat, kata dia, bakal menunggu kemungkinan pertemuan lanjutan ke depan.

Di sisi lain pertemuan tersebut dikabarkan bikin panas internal koalisi Prabowo-Sandi. Bahkan pembatalan calon presiden nomor urut 02 itu untuk menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura, pada 3 Mei 2019 lalu, diduga terkait pertemuan AHY dan Jokowi.
Staf SBY, Ossy Darmawan, menyebut Prabowo akan menjadwalkan ulang, tanpa dijelaskan alasan pembatalan tersebut. Namun, belakangan terungkap sebab pembatalan tersebut dalam tulisan mantan Waskjen Demokrat Andi Arief, Wasekjen Rachlan Nashidik, dan Ketua DPP Jansen Sitindoan. Tulisan berjudul ‘ JOKOWI, PRABOWO & AHY, SIAPA JUJUR, SIAPA KESATRIA?’, menyebut pertemuan AHY dengan Jokowi sebagai penyebabnya.
“Menyusul pertemuan Jokowi-AHY tersebut, SBY yang sudah 3 bulan lebih ini mendampingi pengobatan isteri di Singapura juga kena hajar. Rencana Prabowo untuk menjenguk Ibu Ani dan bertemu dengan SBY tiba-tiba juga dibatalkan, padahal SBY sudah siap untuk menerima kunjungan itu dengan baik,” tulis mereka bertiga pada Jumat, 10 Mei 2019.
Pascapertemuan itu spekulasi bermunculan. Kubu 01 kian gencar menggoda Partai Demokrat. Disebut komunikasi Jokowi dengan AHY dan SBY terjalin baik. Namun, koalisi Prabowo menegaskan tetap solid.

Sasaran kubu Jokowi tidak hanya Demokrat, ada juga Partai Amanat Nasional (PAN). Bahkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sudah bertemu dengan dengan Jokowi di Istana. Kendati ketika itu Zulkifli datang sebagai ketua MPR saat pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.

Perlu diketahui pada pemilu 2014 lalu, PAN berada dalam koalisi pemerintah hingga pendaftaran capres Pemilu 2019 tahun lalu. Keberadaan PAN di koalisi pemerintah menempatkan kader PAN sebagai Menteri Aparatur Negara. Bahkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan masih menjabat Ketua MPR RI saat ini. Menjelang pengumuman pendaftaran capres Pemilu 2019, PAN berlabuh sebagai pendukung capres 02 yang berdampak pada keluar dari koalisi pemerintah (baca Jokowi). Dan menteri kader PAN pun mengundurkan diri dari kabinet.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, mengatakan memang ada upaya Jokowi untuk merangkul pihak kalah di Pemilu ini. Karena itu, Jokowi berusaha melancarkan upaya rekonsiliasi.
Caranya dengan mengutus tim untuk berkomunikasi dengan Prabowo, pertemuan dengan AHY, dan perbincangan dengan Zulkifli. Kata Karding, Jokowi tidak ingin hanya sekadar menang. “Istilahnya yang menang merangkul yang kalah. Itu untuk kepentingan bangsa, persatuan,” kata Ketua DPP PKB itu.

Karding menilai upaya komunikasi tersebut sebagai langkah awal. Namun kemungkinan koalisi tergantung kesempatannya nanti. Karding mengatakan dari segi komposisi partai sendiri sudah cukup besar. Hampir 60 persen sudah dikantongi Koalisi Jokowi di parlemen. “Tapi terbuka berkomunikasi dengan siapapun,” kata dia.
Jokowi pernah membahas terkait pertemuan upaya rekonsiliasi dalam pertemuan dengan para sekjen dan elite timses di restoran Heritage, Menteng, 28 April 2019. Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani membenarkan salah satu yang dibahas adalah pertemuan Jokowi dengan Zulkifli di Istana.

“Pak Zul bilang siap dukung pemerintah,” ujar anggota Komisi III DPR RI itu. Saat ditegaskan apakah itu sinyal PAN merapat, Arsul hanya tertawa.
Sedangkan dari pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menegaskan masih solid. Wakil Ketua BPN Eddy Soeparno menegaskan masih punya kontrak politik sampai tanggal 22 Mei atau pengumuman resmi capres-cawapres terpilih oleh KPU.
Sementara, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan membantah sudah bicara soal kemungkinan koalisi dengan Jokowi. Sampai saat ini, Demokrat belum komunikasi di luar pertemuan AHY. “Pembicaraan dengan Demokrat belum ada secara langsung kepada kami,” tegas Hinca.

Peneliti Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiarti, menilai, daya tawar kubu Jokowi lebih besar ketimbang PAN maupun Demokrat. Sebab dari komposisi partai sudah menguasai sebagian besar parlemen.
Dia melihat partai pengusung Jokowi tidak terlihat antusias untuk menarik partai oposisi seperti Demokrat. “Misalnya pernyataan Hasto, bahwa oposisi harus tetap ada,” kata Putri kepada kami.

Menurutnya hal tersebut wajar karena partai koalisi Jokowi yang sudah kerja keras membawa kemenangan. Belum lagi, ada kendala yang mengadang Demokrat untuk bergabung. Yaitu, hubungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Keretakan hubungan Mega dengan SBY itu perihal Pemilu 2004. SBY yang merupakan menteri dari pemerintahan Mega memutuskan maju dalam Pilpres dan menang melawan mantan atasannya sendiri. “Itu menjadi batu ganjalan,” kata Putri. Mdk/ang

Workshop Nasional Menulis & Menjadi Editor Buku

Branding your self by your book

Tim Brilian Internasional akan menyelenggarakan Workshop Nasional Menulis Buku dan Menjadi Editor Buku

Acara workshop ini merupakan sarana bagi para akademisi ataupun penulis pemula memperoleh kiat-kiat menarik dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah, artikel populer, dan buku.
Diharapakan dengan kiat-kiat tersebut para peneliti dan penulis semakin terdorong minatnya untuk menulis dan publikasi, karena dengan demikian nantinya akan kaya dengan publikasi yang berkualitas baik.

Prosedur Pendaftaran:
– Mengisi Formulir Pendaftaran: Registrasi Workshop Online
– Melakukan Pembayaran secara tunai ataupun transfer.
– Bila melakukan pembayaran melalui transfer, harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran

Instruktur:
1. Prof. DR. Eng. Ir. Imam Robandi (Reviewer Buku, Penulis Buku yang sangat Produktif)
2. Prof. DR. Wahyu Wibowo (Reviewer Buku, Penulis buku yang sangat produktif)
3. Prof. DR. Ir. Ambo Tuwo, DEA (Peneliti, Penulis Buku)
4. Drs. Agus Wijaya, M. M. (Penulis Buku, Editor Buku, dan Penerbit Buku)

Layanan Komplit (Eksklusif):
1. Workshop/Pelatihan menulis buku dan menjadi editor buku (peserta benar-benar latihan, bukan seminar)
2. Pendampingan lanjutan sampai buku selesai disusun/dibuat (termasuk editing).
3. Penerbitan buku secara nasional
4. Layanan menuju Program Hibah Buku Nasional.
5. Design dan Layout Buku.

Biaya Workshop:
1. Peserta dari Surabaya dan sekitarnya, Rp. 2.500.000,-
2. Peserta dari luar Surabaya (menginap di hotel Bintang 4) Rp. 4.000.000,-
3. Peserta dengan layanan komplit (Exclusive), Rp. 6.000.000,-

Untuk biaya workshop Buku bisa ditransfer ke nomor rekening: 0211 3110 97, rekening BNI atas nama CV. Brilian Internasional. dan kirim bukti transfer melalui wa 0812 4927 5146

Tempat acara:
Hotel Santika Premiere
Jl. Gubeng No. 54. Gubeng, Surabaya
hari Jum’at sampai dengan Minggu pada tanggal 21-23 Juni 2019

Informasi Pendaftaran:
0812 4927 5146 (Agus Wijaya)
0856 6956 8553 (Desi Novia)
0838 5775 3398 (Yohana)
0822 4411 1258 (Ida Farida)
0821 4366 6509 (M. Afan)

Daftar klik   http://bit.ly/workshopbukunasional2019

 

Wali Kota Risma: Pertemuan Ulama dan Umaro Kuatkan Ukhuwah Islamiya

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengadakan pertemuan sekaligus silaturahmi dengan takmir musholla maupun masjid se-Kecamatan Sukolilo Surabaya, Rabu, (15/05/2019). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah antara ulama dan umaro serta membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan masalah keumatan.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menyampaikan bahwa jika silaturahmi yang terjaga antara ulama dan umaro akan membawa keberkahan umat dan negara. Ulama yang istiqomah dan umaro yang amanah, bekerja sama dalam fungsi masing masing. Karena itu, ia mengajak seluruh takmir musholla dan masjid untuk ikut bergandengan tangan dalam membentuk karakter anak-anak muda serta membentengi mereka dari pengaruh-pengaruh negatif.

 

“Ayo kita makmurkan masjid, kita buat agenda-agenda positif yang anak-anak bisa senang ketika berada di masjid. Artinya, senang bahwa agama islam itu indah,” kata dia di sela-sela acara yang berlangsung di Gedung Wanita Kalibokor Surabaya.

 

Ia mengatakan upaya untuk membentengi generasi muda itu tidak bisa hanya melalui pendidikan formal. Namun juga diperlukan pendidikan keagamaan yang tetap memegang teguh pada ideologi Pancasila. Karena itu diperlukan sebuah sinergitas yang kuat antara ulama dan umaro. “Saya kepingin anak-anak kita, anak di Surabaya tidak hanya patuh kepada orang tuanya. Tapi juga patuh kepada gurunya,” ujarnya.

 

Menurutnya, dengan cara memakmurkan musholla atau masjid dengan berbagai kegiatan keagamaan, maka anak-anak akan merasa senang ketika berada di masjid. Dengan begitu, anak-anak sejak dini sudah mulai ditanamkan nilai-nilai kepribadian keagamaan yang baik.  “Bagaimana sekarang kita menghidupkan itu, saya hidupkan kembali mauludan di Balai Kota dan ternyata anak-anak juga senang,” jelasnya.

 

Ia menyampaikan bahwa akhir-akhir ini banyak terjadi berita-berita fitnah, hoaks, yang bukan hanya terjadi di Indonesia saja namun juga di negara tetangga lainnya. Misalnya saja yang terjadi di negara-negara timur tengah. Akibatnya, negara tersebut menjadi tidak kondusif dan penduduknya mudah terpecah belah. “Jika lihat negara-negara di timur tengah banyak terjadi perang. Karena itu, mari kita jaga ukhuwah kita, jangan sampai kita terpecah belah,” tuturnya.

 

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengimbau kepada seluruh takmir musholla dan masjid agar membentengi pribadi-pribadi dengan sebuah budi pekerti yang baik, karakter keislaman yang baik, karakter ke-Indonesiaan yang baik, dengan tata krama yang baik, dan nila-nilai agama yang baik. “Karena itu, mari kita hidupkan kembali kegiatan-kegiatan keagamaan di masing-masing wilayah. Insya Allah kita tidak akan kekurangan kalau niat kita ikhlas,” pesannya.

 

Di akhir acara, Wali Kota Risma bersama takmir musholla dan para pengurus masjid kemudian melakukan tanya jawab. Tampak satu persatu dari mereka kemudian mengajukan masing-masing pertanyaan kepada wali kota, seputar permasalahan yang ada di masing-masing wilayah. (mar)