Beranda blog Halaman 11

Suku Yei Sambut Pembangunan Penerangan Satgas Pamtas Yonmek 521/DY

MERAUKE, PAPUA –  Kedatangan Satgas Pamtas Yonmek 521/DY di Kabupaten Merauke, Papua ternyata membawa berkah tersendiri bagi warga setempat.

Pasalnya, kedatangan Satgas di bawah kepemimpinan Letkol Inf Andi A. Wibowo tersebut, dinilai memiliki perkembangan bagi masyarakat Kabupaten Merauke.

Apsolon Kapiter (53), Wakil Ketua suku Yei di Merauke mengatakan, beberapa pembangunan insfrastruktur di tempatnya, mulai bermunculan semenjak kedatangan Satgas Yonmek 521/DY.

Saat ini, kata Apsolon, Satgas bersama warga Kampung Toray, Distrik Sota terlihat sangat antusias dengan adanya pembangunan lampu penerangan di desanya. Apsolon mengakui, jika selama ini desanya masih minim penerangan jalan.

“Kami sangat berterima kasih. Kami berharap, pembangunan penerangan jalan ini bisa memberikan manfaat lebih kepada masyarakat,” ungkap Apsolon

Sementara itu, Komandan Pos (Danpos) Toray, Distrik Sota, Letda Inf Eko Setyo Budi menambahkan, pembangunan penerangan jalan itu kurang lebih menelan waktu 1,5 bulan.

Tak hanya melibatkan personel Yonmek 521/DY saja. Namun, pembangunan penerangan itu, juga mendapat bantuan dari warga sekitar. “Kami bersama-sama dengan warga membuat penerangan jalan ini. Kita berharap, dengan adanya penerangan jalan itu, bisa meringankan beban masyarakat, terlebih ketika malam tiba,” ujar Letda Eko. Senin, 17 Desember 2018.

Kurang lebih, lanjut Letda Eko, sepanjang 1,5 Kilometer jalanan di Kampung tersebut, sudah mulai dihiasi dengan penerangan jalan. “Masyarakat sudah mulai bisa di rasakan oleh masyarakat. Itu merupakan hadiah natal bagi warga Kampung Toray dari Satgas Yonmek

Bupati Emil Dardak Ungkap Dugaan Penyebab Kematian Sang Adik Eril Dardak

BANDUNG (Swaranews) – Kepergian Eril Dardak (21), adik Bupati Trenggalek dan Wakil Gubernur Jawa Timujr terpilih yang mendadak menyisakan luka mendalam bagi keluarga, Rabu (12/12/2018).

Jasad Eril Dardak ditemukan di dalam kamar kosannya di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat oleh penjaga kost dan pemilik kost.

Ada 10 fakta terbaru terkait meninggalnya Eril Dardak.
Mulai dari penyebab kematian yang diduga karena serangan jantung hingga pesan dari Emil Dardak yang tidak dibalas hingga jasadnya ditemukan.
Dari berbagai sumber, Jumat (14/12/2018) inilah sejumlah fakta terbaru terkait meninggalnya adik ipar Arumi Bachin tersebut.

Eril Dardak diduga meninggal karena serangan jantung, meski almarhum tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

Hal ini diutarakan oleh Emil Dardak yang melihat sendiri dada hingga kepala adiknya membiru ketika memandikannya.
“Setelah kami menanyakan dan melihat sendiri ternyata memang kondisinya jantung, terus terang memang gak ada riwayat penyakit jantung,” kata Emil Dardak.
Itulah tanda-tanda orang terkena serangan jantung.
“Bagian ini (dada) hingga ke atas itu membiru ya, memang kalau penyakit jantung seperti itu,” jelas Emil Dardak.

10 fakta terbaru terkait meninggalnya Eril Dardak, penyebab kematiannya diduga karena serangan jantung hingga pesan dari Emil Dardak yang tak dibalas.
Masih segar di ingatan Emil Dardak ketika dia mengazani Eril Dardak ketika lahir.
Hal itu dia sampaikan ketika diwawancarai.

Emil melantunkan azan ke telinga Eril sebelum jasadnya ditutupi tanah.
“Barusan, ketika saya melantunkan azan, saya jadi teringat ketika almarhum lahir. Saya juga yang melantunkan azan di rumah sakit,” kenang Emil Dardak menahan tangis.
Emil mengatakan bahwa dia berkomunikasi dengan adiknya sepekan sebelum kepergiannya.

Emil menanyakan bagaimana ujian akhir semester dan kapan Eril akan menyelesaikannya, namun pesan tersebut tak kunjung dibalas hingga akhir hayat Eril Dardak.
“Saya chat dia via WhatsApp kapan dia selesai UAS. Enggak dibalas sampai sekarang,” ungkap Emil Dardak.

Emil juga mengatakan, dirinya ingin bertemu dengan sang adik, Eril Dardak.
Walau tidak menyampaikan pesan kepada Eril, Emil berencana untuk bertemu di Trenggalek untuk waktu yang cukup lama.

“Pesan terakhir enggak ada, tapi rencana terakhir ada kami akan bertemu di Trenggalek untuk waktu yang cukup lama ya,” papar Emil.
Emil Dardak tidak menuturkan maksud dan tujuan rencana pertemuan dirinya dan Eril di Trenggalek.

Polisi menemukan adanya tabung gas helium, tabung freon dan selang yang tersambung dengan plastik yang menutupi wajah Eril Dardak.
“Sementara ada tabung gas bertuliskan He, kemungkinan ini gas tertentu, kemudian selang, dan tabung freon,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Irman Sugema
Selang yang ditemukan tersebut tersambung ke tabung gas helium, sedangkan ujung lainnya mengarah ke dalam plastik yang menutupi kepala korban.

“Pada saat ditemukan di TKP, awal ditemukan tabung itu ada di TKP, kemudian ada sambungan selang yang menuju ke dalam plastik yang digunakan untuk menutup sebagian dari kepala korban,” kata Kombes Irman.
Menurut Emil, sosok Eril merupakan pribadi yang mandiri.
“Pada saat itu kariernya juga sudah lumayan, tapi pada saat itu saya salut bagaimana Eril Dardak sangat sederhana ya hidupnya.”

“Sama sekali enggak pernah ngerepotin,” ujar Emil Dardak di TPU Tanah Kusir.
Emil menuturkan, keyakinannya tentang adiknya jika terpilih menjadi anggota legislatif (saat ini menjadi caleg DPR RI No urut 1 dari Dapil 7 Jawa Timur, red).
Dia menceritakan bagaimana saat Emil mendatangi sekolah adiknya untuk menghadap guru Eril.

“Saya ingat saya pernah ngadep ke gurunya, karena Eril berani melawan atas nama temannya. Saya bilang salut anak ini berani punya prinsip, enggak mau diajak kompromi dan negosiasi,” ungkapnya.

Dengan keteguhannya itu, Emil Dardak merasa jika sang adik masih hidup dan meneruskan pencalegannya, almarhum akan menjadi sosok legislator yang berbeda.
“Andai dia masih ada dan jadi nyaleg, dia akan jadi seorang legislator yang beda dengan saya karena prinsipnya sangat keras,” paparnya.

Walaupun Eril menjadi calon anggota legislatif, ia tidak meminta dukungan kepada Emil.
Sekali pun sang adik tahu posisi dan kepentingan kakaknya yang strategis pada pemerintahan.

Dalam karier di bidang politik, Emil Dardak mengaku sang adik banyak membantu dirinya.
Namun, berbanding terbalik, Eril Dardak justru tidak pernah meminta dukungannya.
“Tapi memang anak itu punya passion juga dalam pergerakan, enggak pernah minta dukungan sama saya, dia berjuang dan berjalan sendiri,” kata Eril.

Ada kenangan yang Emil Dardak tak bisa lupakan dari almarhum Eril Dardak.
Terungkap, jika Emil Dardak-lah yang meminta orangtuanya memberikan nama adiknya mirip dengannya ketika sudah lahir.
“Bagi saya pribadi, Eril memang dinamai sangat mirip dengan saya, karena memang saya yang minta ketika lahir,” jelas Emil di TPU Tanah Kusir, Kamis (13/12/2018).
Dari seluruh anggota keluarga, Emil Dardak mengakui almarhum Eril yang wajahnya sangat serupa dengannya.

“Dia tuh paling mirip saya mukanya, walau prediksi saya dia akan lebih good looking,” kenang Emil Dardak.
Eril Dardak ditemukan meninggal di kamar kost-nya di Kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat.

Kronologi kematian Eril Dardak bermula dari pihak penjaga kosan yang mencurigai tidak adanya aktivitas dari kamar Eril.

Penjaga dan pemilik kosan akhirnya membuka pintu kamar Eril dengan kunci cadangan dan menemukan adik Emil Dardak tersebut sudah tergeletak.

Eril Dardak ditemukan meninggal di lantai dengan plastik yang menutupi wajahnya, namun saat itu tidak diketahui penyebab kematiannya.

Sumber: Tribunnews.com/Vebri Editor: fitriadi

UMKM Maju, Warga Sejahtera

KOMITMEN dan Fokus Kerja saya sebagai Calon Legislatif untuk DPRD Kota Surabaya dari Dapil 4 ( wilayah kecamatan Wonokromo, Gayungan, Jambangan, Sawahan, Suko Manunggal) adalah Tidak Korupsi, Kesejahteraan Veteran/Lansia, Pendidikan Anak, Kesehatan Wanita dan Pemberdayaan UMKM.

Pemberdayaan UMKM menjadi prioritas karena menjadi peletak dasar bagi warga Surabaya untuk hidup layak dan sejahtera. Keberadaan Pemkot Surabaya dalam membina para penggiat UMKM sudah pada posisi yang benar (on the track). Namun pengembangan usaha mandiri ini begitu besar, ini tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Pihak swasta, termasuk anggota legislatif yang memiliki tanggung jawab sosial sebagai wakil rakyat perlu urun rembug, urun tangan ikut serta bersama pemkot mengangkat kesejahteraan ekonomi warga kota.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah paling besar. Di Indonesia, diperkirakan jumlah UMKM mencapai 60 juta unit. Selain itu, kelompok ini terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan krisis ekonomi. Maka sudah menjadi keharusan untuk melakukan penguatan kelompok UMKM yang melibatkan banyak kelompok. Kriteria usaha yang termasuk dalam UMKM telah diatur dalam payung hukum berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Usaha pemerintah memberikan pembinaan kepada usaha start-up anak anak muda sangat bagus. Kendati begitu, mereka yang tidak masuk dalam kategori ini lebih besar lagi jumlahnya. Dan belum memperoleh perhatian layak. Perhatian swasta atau mereka yang punya empati hendaknya bisa diarahkan kesana.

Bagaimana mereka memperoleh modal usaha untuk mengembangkan usaha? Selama ini untuk sehari-hari mereka banyak dibantu kredit modal kerja dengan bunga rendah dari bank milik Negara. Itu kalau punya jaminan, seperti BPKB kendaraan bermotor,Surat Tanah, Sertifikat Rumah. Kalau tidak punya jaminan, ya mereka lari kepada Koperasi atau Rentenir dengan bunga tinggi.

Bagaimana memasarkan barang yang dijual? Butuh pendampingan bagi penggiat UMKM. Masih banyak faktor yang menjadi kendala bagi usaha kecil ini.

Saya adalah salah satu penggiat UMKM kuliner yang sudah belasan tahun berkecimpung di bidang ini. Cukup paham seluk-beluk kondisi UMKM. Belakangan ini, di tahun 2018 saya banyak menyerap keluhan teman-teman penggiat usaha mikro yang mengeluh penghasilan bulanannya semakin menurun. Saya memahami. Namun, apakah mereka mampu bertahan seperti saya? Belum tentu. Ketahanan para penggiat UMKM berbeda-beda. Banyak yang guling tikar alias tutup usahanya. Ada juga yang mampu bertahan. Bahkan berkembang dan maju lebih baik daripada sebelumnya.

Sebagai orang yang senasib sepenanggung dengan para dulur sesama penggiat UMKM (maaf, saya pakai istilah penggiat bukan pengusaha UMKM), saya memiliki kiat yang insya Allah bermanfaat bagi dulur dulur warga Surabaya manakala saya berhasil menjadi anggota dewan.

Drs. Sugianto Subiyanto Hartawan
Caleg DPRD Kota Surabaya
Dapil 4 (kecamatan Wonokromo, Gayungan, Jambangan, Sawahan, Suko Manunggal) No urut 5

Huang Jao Tulungagung Beri Bantuan kepada Korban Kebakaran Warga Kapasan Dalam

SURABAYA (Swaranews) – Sponsor utama Lie An Cie dan Yue Bie Lan dari Dragon Grup bersama Huang Jao Tulungagung memberikan bantuan dana uang tunai dan kebutuhan pokok beras, gula, kopi kepada korban kebakaran warga Kapasan Dalam, 16/12. “Bantuan ini sebagai kepedulian membantu dan berbagi kasih meringankan beban penderitaan mereka,” ujar Wen Yang Sien, ketua rombongan. Sun

Swisderm Bersama Komunitas Pecinta Kosmetik

Swisderm berinovasi dengan mengumpulkan komunitas pecinta kosmetik di hotel Swiss Bell In, Surabaya, 12/12.
“Acara ini tiga bulan sekali untuk menjalin perkenalan dengan para ibu untuk sharing mengenai produk swisderm dan menjalin kebersamaan diantara komunitas pecinta kosmetik,”ujar Hendro, ketua. Sun

Tentang Swisderm Indonesia
Swisderm dibuat di Switzerland, 1 Solusi utk semua masalah Kulit | Kantong Mata | Flek | Melembabkan | Mencerahkan | Jerawat | Mengecilkan Pori | Wajah Tirus | Otot | Tulang | Selulit |
1. Hydrating Toning Lotion 200 ml
terbuat dari Ekstrak Tumbuhan Alami + Collagen + Vitamin C, dengan manfaat 8 ++ Wow Efek dengan teknologi Nano
2. 7S Shaping Toning
Teknologi NANO semprot terbaru, penetrasi lebih cepat ke jaringan lemak lapisan yang lebih dalam. Tekstur semprot sangat menyegarkan langsung diserap oleh kulit, membantu untuk memperbaiki tekstur kulit.
3. Swisderm B’tox Cream | Green Botox
Krim bergizi tinggi yang kaya bahan aktif yang dipilih untuk memerangi tanda penuaan (anti aging), meremajakan dan memperbaharui kulit memberikan kulit sehat dan awet muda.

 

Kebakaran Besar di Kapasan Dalam Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – 17 rumah yang terbakar di Jalan Kapasan Dalam II dan III, Kecamatan Simokerto, Kelurahan Kapasan, Surabaya, Sabtu (8/12/2018) dini hari, tergolong dalam kejadian kebakaran besar.
Kabid Operasional PMK Kota Surabaya, Bambang Vistiadi, membenarkan hal tersebut.
Menurut penelusuran di lokasi seusai kejadian kebakaran, warga membenarkan api merambat begitu cepat.
Saat kejadian kebakaran, warga terlambat menghubungi telepon darurat 112.
Sehingga petugas pemadam kebakaran (damkar) datang selang beberapa menit terjadi kebakaran, dan beberapa rumah sudah habis terbakar.
Keterlambatan ini karena warga saat itu panik dan mencoba memadamkan api secara gotong royong.
Penyebaran api saat kebakaran di kawasan Kapasan itu cukup cepat.
Menurut Bambang Vistiadi, dari keterangan warga, api merambat cepat melahap 6 rumah, dalam waktu 2 menit saja.
“Dia sampaikan, setelah 2 menit kebakaran itu enam rumah terbakar. Saat PMK datang, rumah ke 7 baru saja tersulut api yang merambat dari kabel listrik. Itu hanya yang dia lihat, belum yang bagian belakang titik awal kebakaran,” kata Bambang, Senin (10/12/2018).


Warga juga menyampaikan Damkar datang cepat, namun api yang menyulut lebih cepat.
Bambang Vistiadi menjelaskan, lokasi kebakaran mayoritas dipenuhi bangunan tua yang banyak menggunakan material kayu.
Hal ini menyebabkan api cepat menyebar dan menghabiskan rumah dalam waktu singkat, apalagi desain pemukiman rapat.
“Anginnya juga cukup kencang, faktor radiasi panas dan jilatan api juga berpengaruh termasuk perambatan lewat kabel listrik. Sementara kabel listrik di sana semrawut sekali,” jelasnya.
Semrawutnya kabel PJU juga menyebabkan tidak dimungkinkannya penggunaan Bronto Skylift 104 untuk menyiram objek kebakaran dari atas bangunan.
Bambang Vistiadi mengaku kebakaran di Jalan Kapasan dalam II dan III menjadi satu di antara kebakaran terbesar sepanjang tahun 2018, selain kebakaran di gudang mainan Margomulyo Indah.
Bambang mengaku, biasanya sepadat apapun lokasi kebakaran, Damkar biasanya masih bisa meminimalisir penyebaran kebakaran.
“Biarpun gang sempit, biasanya kita bisa meminimalisir paling 2 atau 3 rumah,” ungkapnya.
Akibat kebakaran itu, 29 Kepala Keluarga (KK), dan 73 jiwa harus kehilangan rumah dan harta benda.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, mereka tinggal di Posko Terpadu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan fasilitas lengkap dan bantuan makanan hingga 7 hari sejak kejadian.
Sekembalinya dari kota Guangzhou, China, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, langsung meninjau lokasi kebakaran di Jalan Kapasan Dalam II dan III, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Minggu (9/12/2018) pagi.
Risma ingin memastikan para korban sudah tertangani dengan baik. Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Sabtu (8/12/2018) malam dan menghanguskan 17 rumah.
Setibanya di lokasi kebakaran, Risma berkeliling meninjau rumah-rumah korban kebakaran dan mengunjungi posko terpadu yang berada di Kantor Kelurahan Kapasan. Risma kemudian memberi arahan kepada Ketua RW setempat, agar ke depan tidak lagi memasang kabel melintang di tengah jalan. Sebab, dari hasil laporan petugas di lapangan, pada saat kejadian, mobil pemadam kebakaran (PMK) kesulitan untuk masuk karena terhalang kabel lampu yang melintang. Tidak hanya itu, kendala lain yang dihadapi adalah banyaknya portal dan mobil warga yang terparkir di badan jalan.
“Jadi saya minta sekali lagi, nanti dibersihkan semua kabel yang di tengah (jalan) itu. Saya minta dibersihkan semua di situ. Nanti saya ganti PJU-nya. Yang kedua jalan utama itu harus bersih Pak, supaya ndak ganggu kalau ada itu,” imbau Risma kepada Ketua RW setempat.
Risma menegaskan, Pemkot Surabaya akan membantu meringankan beban korban kebakaran. Selama tujuh hari ke depan, pihaknya telah membuka Posko Terpadu untuk tempat tinggal sementara para korban. Risma juga memastikan bahwa para korban mendapat bantuan makanan selama tiga kali sehari
“Saya akan bantu, minimal akan bantu meringankan, tujuh hari akan kita rawat, makanannya dari kita semua. Nanti juga kita bantu pakaian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M. Fikser menyampaikan, jumlah rumah yang terbakar mencapai 17. Sementara korban mencapai 29 Kepala Keluarga (KK), dan 73 jiwa. Saat ini, warga yang rumahnya terbakar, mengungsi ke Posko Terpadu yang didirikan Pemkot Surabaya.
“Untuk sementara, korban kebakaran saat ini tinggal di Posko Terpadu, beberapa dari mereka juga ada yang memilih untuk tinggal di rumah saudaranya,” kata dia.
Fikser mengatakan di Posko Terpadu, Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai keperluan untuk para korban. Seperti kasur, bantal, selimut, peralatan mandi, obat-obatan, pakaian layak dan makanan. “Kami juga telah menyiapkan dokter untuk pemeriksaan kesehatan mereka dan psikolog untuk pendampingan,” ujarnya. Setelah tujuh hari ke depan, Fikser mengaku akan kembali mengkomunikasikan terkait tempat tinggal para korban. “Apakah mereka masih ingin tinggal di Posko Terpadu atau seperti apa,” sambung Fikser. sab

Komisi D Minta Masyarakat Tak Jauhi Penderita HIV/Aids

Reni Astuti

SURABAYA (Swaranews) – Dalam rangka Peringatan Hari AIDS Sedunia 2018 Legislator yang ada di Komissi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya turut meemberikan perhatian kepada penderita penyakit HIV/Aids.
Seperti yang diungkapkan oleh Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti bahwa pandangan negatif masyarakat kepada para penderita AIDS hingga saat ini masih sangat kuat.
“Padahal HIV bukan virus yang mudah menular, semisal influenza, yang memanfaatkan udara bebas,” ungkapnya, minggu lalu.
Oleh karena iti, pada momentum Hari AIDS Sedunia ini, Reni Astuti meminta agar masyarakat Indonesia dan khususnya Surabaya tak lagi menjauhi para penderita HIV/AIDS.
“Semangat jauhi penyakitnya, bukan penderitanya harus semakin menguat di tengah masyarakat. Para ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) membutuhkan support orang-orang terdekat mereka,” papar Reni.
Legislator PKS ini pun menjamin jika Pemkot Surabaya telah memiliki langkah strategis untuk menanggulangi HIV/AIDS. Bahkan, sudah ada Perda untuk hal tersebut.
“Perdanya adalah Perda Kota Surabaya no 4 tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Pada Perda itu, di pasal 7 terdapat langkah upaya penanggulangan AIDS. Ada empat langkah yakni promosi, pencegahan, pengobatan, perawatan, dan dukungan,” urainya.
Reni menghimbau agar masyarakat segera menginformasikan kepada Dinas Kesehatan setempat jika di wilayahnya terdapat ODHA. Karenaa pemerintah telah menyiapkaan segalanya.
“Begitu juga jika ada ODHA yang baru terdeteksi, harap segera melaporkan kepada Dinas Kesehatan. ARV gratis pun akan diberikan agar virus itu tidak semakin menyebar,” terangnya (Adv/mar)

Peringati Hari Juang Kartika dan HUT Kodam Brawijaya, Pangdam: TNI-AD Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat

SURABAYA (Swaranews) – TNI-AD, khususnya Kodam V/Brawijaya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan masyarakat, hingga instansi terkait dalam upaya meningkatkan pembangunan di Jawa Timur.
Hal itu, diungkapkan oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A, usai memimpin berlangsungnya upacara peringatan Hari Juang Kartika (HJK) ke-73 yang dibalut dengan peringatan HUT Kodam V/Brawijaya ke-70 di lapangan Makodam V/Brawijaya, Kota Surabaya. Sabtu, 15 Desember 2018, pagi.

“Dalam rangka Hari Juang Kartika ini, TNI melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial di Jawa Timur. Terakhir kemarin, Kodam mengunjungi lokasi pasca gempa di Kepulauan Sapudi,” ungkap Pangdam.

Kunjungannya ke Pulau Sapudi, kata Pangdam, bertujuan untuk memastikan jika seluruh pembangunan di pulau tersebut berjalan dengan lancar, dan sesuai dengan rencana.

“Mudah-mudahan bulan ini sudah terselesaikan. Sehingga, nantinya masyarakat yang terdampak bencana di Pulau Sapudi, bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” jelas Mayjen Arif. “Kegiatan sosial itu kita lakukan, sesuai dengan tema yang kita usung saat ini, TNI-AD mengabdi dan membangun bersama rakyat. Sebab, TNI lahir dari rakyat, dan berjuang untuk rakyat,” imbuh Pangdam.

Sementara itu, ditambahkan Gubernur Jawa Timur, Drs, H. Soekarwo, peringatan Hari Juang Kartika yang digelar di lapangan Makodam saat ini, memiliki arti yang sangat penting.

Peringatan Hari Juang Kartika, kata pria yang akrab disapa Pakde ini, menceritakan tentang perjuangan Jenderal Besar Panglima Soedirman kala itu, ketika berjuang bersama rakyat guna mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI.

“Terutama, pesan-pesan dari Panglima Soedirman. Beliau selalu di tengah-tengah rakyat. Menyelami dan berjuang demi rakyat,” ungkap Gubernur Jawa Timur ini.
Tak hanya itu saja, usai berlangsungnya prosesi upacara peringatan Hari Juang Kartika dan HUT Kodam V/Brawijaya, masyarakat yang hadir di lapangan Makodam, juga disuguhi dengan adanya beberapa hiburan.

Selain tarian khas Banyuwangi, warga yang sudah berkumpul di lapangan Makodam, juga dihibur dengan adanya Marching Band yang ditampilkan oleh personel gabungan dari Yonif Raider 500/Sikatan dan Batalyon Arhanudse-8/Sriti, sekaligus sosio drama perjuangan Jenderal Soedirman bersama masyarakat Ambarawa yang kala itu berhasil mengusir keberadaan Kolonial Belanda yang berafiliasi di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Hingga saat ini, peristiwa yang dikenal dengan sebutan Palagan Ambarawa tersebut, telah berhasil menorehkan tinta emas dalam perjuangan bangsa Indonesia. Terlebih, kesemestaan perjuangan kemerdekaan yang melibatkan para pemuda, serta masyarakat Ambarawa saat melawan Belanda. (mar)

Damkar Kota Surabaya Simulasi Kebakaran Di Lokasi Padat Penduduk

SURABAYA (Swaranews) – Dinas Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya menggelar simulasi kejadian kebakaran di perkampung padat penduduk yang letaknya berada di tepi jalan besar menggunakan mobil damkar jenis bronto 55 dan bronto 104.

Plt Dinas Kebakaran Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan tujuan simulasi untuk mengetahui seberapa jauh jangkauan alat ketika terjadi kebakaran di dalam perkampungan penduduk yang memiliki karakteristik berada di jalan besar.

“Akan kita hitung semua jangkauan menuju perkampungan dan seberapa cepat petugas tiba di lokasi untuk bisa melakukan penanganan mulai kedatangan, persiapan memasang alat hingga eksekusinya,” ujar Irvan usai meninjau simulasi kebakaran di kampung Embong Malang Utara (seberang hotel JW Marriot) pada Sabtu pagi, (15/12/2018).

Selain melakukan simulasi, Irvan juga berkoordinasi sekaligus menghimbau kepada warga, lurah dan camat untuk membongkar gapura dan kabel-kabel yang melintang secara tidak teratur. Menurutnya, hal itu menghambat mobil damkar serta kerja petugas melakukan evakuasi saat terjadi kebakaran. “Saya sampaikan pemahaman agar warga sadar masalah kecil semacam ini. Lebih mementingkan harta atau nyawa?,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Satpol PP Surabaya itu.

Disampaikan Irvan, sepanjang bulan desember 2018, jumlah angka kebakaran di Kota Pahlawan meningkat dibandingkan tahun 2017. Kurang lebih, lanjutnya sekitar 50 persen. “Jadi, kebakaran sepanjang tahun 2018 hingga bulan desember ada 800 kejadian sedangkan tahun lalu hanya 600 kejadian,” ungkapnya.

Mengingat angka kebakaran meningkat, Irvan bersama petugas terus menghimbau dan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Surabaya utamanya mereka yang tinggal di kawasan padat penduduk. “Kita terus lakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggap kepada warga saat menghadapi kejadian kebakaran,” terangnya.

Kasi Pengendalian Dinas Kebakaran Kota Surabaya Gatot menambahkan, simulasi ini dilakukan untuk melakukan pemetaan sekaligus pengenalan wilayah padat penduduk apabila terjadi kebakaran menggunakan mobil damkar jenis bronto 55 dan 104.

“Kami ingin melihat seberapa jauh jangkauan titik terjauh dari jalan besar hingga ke dalam perkampungan ini,” terangnya.

Simulasi untuk melihat jangkauan alat dari jalan besar ke dalam kampung, Gatot menyebutkan ada dua cara yang dilakukan. Pertama simulasi kebakaran kering, kedua, simulasi kebakaran basah. “Setelah dilakukan simulasihasil jangkauan sekitar 50 meter dari tepi jalan,” sambungnya.

Ke depan, pihaknya intens melakukan simulasi kebakaran di kampung padat penduduk serta menggencarkan sosialisasi kepada RT/RW dengan memberikan pemahaman kepada warga saat memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kebakaran.

“Jadi ketika terjadi kebakaran, yang pertama kali menjadi pahlawan dan melakukan pemadaman adalah warga sendiri. Maka dari itu, tahun 2019 kita sosialisasikan cara yang paling sederhana untuk memadamkan api,” jelasnya.

Mulyono (65) warga kebangsren gang 6 mengapresiasi simulasi yang dilakukan Damkar Kota Surabaya. Baginya, kawasan padat penduduk memang rawan terjadi kebakaran dan sulit untuk dipadamkan mengingat kondisi kampung yang saling berhimpitan.

“Simulasi ini bagus. Setidaknya, ketika terjadi kebakaran petugas PMK sudah mengetahui jangkauan kebakaran dari jalan besar sampai ke dalam kampung sehingga api cepat dipadamkan,” ungkapnya.

Petaling Jaya Malaysia Adopsi Pengelolaan Lingkungan Surabaya

SURABAYA (Swaranews) – Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam bidang pengelolaan lingkungan, banyak menarik perhatian dari sejumlah pihak. Salah satunya yakni Bandaraya Petaling Jaya Malaysia, yang datang langsung untuk melakukan studi banding terhadap capaian yang telah diraih kota terbesar kedua di Indonesia ini.

Ketua Penolong Pengarah Penghijaun Majlis Bandaraya Petaling Jaya Malaysia Marlena Binti Syafirudin dalam sambutannya menyampaikan kunjungannya bersama rombongan ke Surabaya ini, dalam rangka untuk mempelajari berbagai inovasi pengelolaan lingkungan yang telah berjalan di Kota Surabaya.

“Kedatangan kami ke sini (Surabaya) bersama rombongan untuk mempelajari terkait teknik-teknik pengelolaan lingkungan yang telah berhasil diterapkan oleh Surabaya,” kata Marlena saat menyampaikan sambutannya di ruang sidang wali kota, Rabu, (12/12/2018).

Menurut Marlena, Kota Surabaya dinilai telah sukses dalam bidang pengelolaan lingkungan. Berbagai inovasi pengelolaan lingkungan yang diterapkan Pemkot Surabaya, membuat pihaknya tertarik untuk diadopsi ke kotanya. Bahkan, kata dia, taman yang ada di Surabaya ini dinilai menarik, karena dirawat dengan menggunakan pupuk kompos hasil olahan sendiri.

“Kami telah mengunjungi Taman Bungkul dan Taman Harmoni, sangat kagum dengan taman di sini. Sebab, kalau taman di Malaysia, tidak menggunakan pupuk kompos sendiri, semua dibeli,” ujarnya.

Ia berharap dengan kunjungannya kali ini, pihaknya dapat mempelajari lebih dalam mengenai inovasi-inovasi di bidang pengelolaan lingkungan yang telah dilaksanakan di Kota Surabaya. Sehingga, nantinya dapat diadopsi dan diterapkan di Bandaraya Petaling Jaya. “Kami harap dapat belajar teknik pengelolaan lingkungan, supaya nanti bisa kita terapkan di Bandaraya Petaling Jaya,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Surabaya yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya M. Taswin menjelaskan paparan terkait pengelolaan lingkungan di Surabaya. Dalam paparannya itu, ia menjelaskan inovasi-inovasi yang telah diterapkan pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan bidang lingkungan.

“Pengolahan sampah di Surabaya dimulai dari rumah tangga. Jadi kami juga melibatkan warga untuk mengatasi masalah limbah rumah tangga ini. Kami menyediakan fasilitas pengelolaan sampah dengan kompos,” kata Taswin.

Taswin mengatakan, untuk mendorong masyarakat agar ikut peduli terhadap lingkungan, Pemkot Surabaya dalam tiap tahun juga mengadakan lomba kebersihan lingkungan. Dengan begitu, dalam tiap tahun volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Surabaya semakin menurun. “Di Surabaya juga ada lomba bidang lingkungan. Mulai dari tingkat RT, RW dan Kelurahan. Tujuan kami untuk mendorong warga agar peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan Pemkot Surabaya juga menyediakan fasilitas berupa taman aktif dan pasif yang tersebar di Kota Surabaya. Harapannya, dengan banyaknya ruang terbuka hijau ini, dapat mengurangi tingkat polusi udara. Selain itu, di taman-taman itu biasanya juga dimanfaatkan oleh warga untuk berlibur dan bersantai bersama keluarga. “Taman-taman di Surabaya ini, kami rawat dengan menggunakan pupuk kompos hasil produksi sendiri. Sehingga dengan begitu, kita dapat meminimalisir anggaran biaya untuk perawatannya,” pungkasnya. (mar)

Ads