Beranda blog Halaman 11

Mayjen Suko Pranoto Menegaskan Bahwa TMMD DiSelengggarakan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

JEMBER (Swaranews) – Saat memberikan kata sambutan pada kunjungannya sebagai Tim Pengawas dan Evaluasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 104 Kodim 0824/Jember di.Balai Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe Kab Jember pada 12/03/2019 yang lalu inspektur Jenderal Angkatan Darat (Irjenad) Mayjen TNI Suko Pranoto menyatakan bahwa TMMD dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut Mayjen TNI Suko Pranoto menjelaskan bahwa disetiap TMMD yang diselenggarakan ssnantiasa dilakukan pembngunan bersinergi antara TNI dalam.hal ini Kodim dengan Pemerintah daerah, dengan memilih Lokasi-lokasi di daerah – daerah sulit dan terpencil, dengan mengandalkan Karya Bakti TNI bersama.masyarakat sehingga tercipta kemantapan kemanunggalan TNI -Rakyat dengan melaksanakan pembangunan untuk.kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Bahkan dengan TMMD diharapkan mampu meningkatkan kebiasaan hidupa menjadi leboh sehat lagi yang biasanya buang air di sungai, dengan TMMD dan dibuatkan jamban diharapkan mampu merubah kebiasaannya tersebut dengan menggunakan jamban keluarga.
Itulah kedatangan saya sebagai Tim.Wasef tentunya ingin melihat sejauh mana manfaaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di Desa Gunungmalang ini, karena dalam kegiatan ini menggunakan anggaran negara yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Disamping itu Pengawasan dan Evaluasi ini tentunya dalam rangka mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan yang tentunya untuk TMMD selanjutnya agar dapat berjalan lebih baik lagi. Pungkas Mayjen TNI Suko Pranoto. (sub)

Targetkan 28 Juta Wisatawan di 2019 Surabaya Genjot Event Wisata

Wisatawan yang datang ke Surabaya terus merangkak naik setiap tahunnya. Bahkan, di 2019 ini, Pemerintah Kota Surabaya menargetkan 28 juta wisatawan berkunjung ke Kota Pahlawan. Demi mencapai target itu, Pemkot Surabaya terus menggenjot event-event wisata yang besar dan meriah, sehingga target itu diyakini akan tercapai.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun domestik,pada tahun 2017 mencapai 24 juta, lalu meningkat jadi 25 juta pada tahun 2018. Sedangkan tahun 2019 ini, Disbudpar menargetkan jumlah wisatawan tembus di angka 28 juta orang.

Oleh karenanya, berbagai event bertaraf nasional hingga internasional siap digelar. Salah satunya rangkaian acara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS). Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah agenda besar HJKS dimajukan di bulan Maret. Pasalnya, saat bulan Mei nanti sudah mulai memasuki bulan suci Ramadhan. Sedangkan April, sudah memasuki masa tenang pilpres, sehingga tidak boleh ada event yang melibatkan banyak masa. “Makanya, jadwal HJKS ini kami majukan mulai Maret,” kata Antiek

Rangkaian agenda HJKS akan dimulai dengan Festival Rujak Uleg pada 17 Maret 2019 pukul 08.00 di “Kya-kya” Jl Kembang Jepun. Rencananya, festival yang dikemas unik dan atraktif ini akan memecahkan dua Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sekaligus, yaitu kategori peserta rujak uleg terbanyak dengan 1.600 orang yang berasal dari 268 grup. Tentu saja, para pesertanya memakai kostum unik yang akan menambah kemeriahan festival tersebut. Rekor MURI kedua yang bakal dipecahkan adalah cobek terbesar berdiameter 2,5 meter.

Selain itu, Pemkot Surabaya akan membuat panggung empat sisi tepat di pusat Jl. Kembang Jepun. Dengan demikian akses masyarakat ke panggung akan lebih mudah. “Tahun lalu hanya dua sisi, tahun ini panggung dapat diakses empat sisi,” imbuh mantan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya ini.

Agenda andalan lainnya adalah Surabaya Vaganza, yakni sebuah atraksi budaya dan parade bunga dari Tugu Pahlawan menuju balai kota. Sampai saat ini, telah masuk 40 mobil hias yang sudah resmi bakal mengisi acara itu. Ada juga 11 kabupaten/kota lain yang akan turut memeriahkan acara itu lewat performance budaya atau mobil parade bunganya.

Konsep berbeda juga ditawarkan Disbudpar pada perayaan hari pahlawan nanti. Sebanyak 10 negara yang punya kota berlabel ‘kota pahlawan’,akan diundang dalam acara ini, di antaranya Rusia dan Polandia.Sementara, eventSurabaya Cross Culture International Festival masih menjadi primadonayang tidak boleh dilewatkan para wisatawan. Tahun ini pesertanya meningkat menjadi 15 negara. Konsepnya, tentu saja bakal berbeda dan dipastikan akan semakin meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya terus mengembangkan event-event baru untuk mendongkrak wisatawan. Tahun ini, ada beberapa event baru yang akan dihelat oleh pemerintah kota. Di antaranya Surabaya Corner, yakni, pameran produk-produk khas Surabaya yang akan dipajang sebulan penuh di House of Sampoerna.

Bahkan, ada pula Festival Perahu Layar yang tahun lalu batal digelar. Tahun ini, festival yang memanjakan para nelayan itu akan berlangsung pada Agustus di kawasan Kenjeran. Beberapa event baru pun terus dikembangkan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Pahlawan. “Surabaya ini punya banyak potensi, baik dalam hal budaya, alam, atau industri. Nah, kami memanfaatkannya secaramaksimal,” ungkap Antiek.

Event baru lainnya yang bakal digelar adalah Festival Kayoon.Sejak era kolonial Belanda, para wisatawan di Surabaya senang mengitari Jalan Kayoon sembari menunggu keberangkatan kereta. Tradisi tersebut disebut Puteran. Nantinya, tradisi tersebut akan coba dihidupkan kembali melalui sebuah festival, lengkap dengan fasilitas delman untuk berkeliling kawasan. Supaya lebih meriah, festival ini akan digelar bersamaan dengan mekarnya Bunga Tabebuya yang pada tahun lalu menjadi perhatian semua lapisan masyarakat.

“Kami juga sudah berbicara dengan para pelaku industri pariwisata di kawasan itu untuk menanam lebih banyak lagi pohon Tabebuya, khususnya di sepanjang Jalan Kayoon, sehingga jalan itu bisa menjadi lebih indah dengan mekarnya Bunga Tabebuya,” pungkasnya.(adv/mar)

Terima Kunjungan Dubes China, Khofifah Ingin Perkuat Kerjasama

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ingin memperkuat kerjasama dengan Pemerintah Republik Rakyat China (RRC). Kerjasama tersebut di antaranya di bidang pertanian, pendidikan dan Infomasi Teknologi (IT), Selasa (12/3/2019).
Keinginan penguatan kerjasama dengan negeri tirai bambu itu karena China sangat mumpuni di bidang teknologi pertanian, pendidikan vokasi, pengentasan kemiskinan dan dunia teknologi.
Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan, saat ini kemiskinan tertinggi di Jatim berada di pedesaan. Sehingga perlu dilakukan tindakan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Selan itu, luasan lahan pertanian juga semakin menyusut. Dengan lahan yang terbatas, maka perlu tanaman yang tepat dan bernilai jual tinggi.
Bisa saja karena lahan yang sempit bisa ditanami bunga mawar untuk dijual. “Suhu udara di pedesaan sangat mendukung untuk ditanami bunga mawar dan anggrek. Pangsa pasar untuk komoditas kedua tanaman tersebut juga besar,” katanya saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) RRC Xiao Qian, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (12/3/2019).
Sementara di bidang pendidikan, saat ini kondisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dibanding Sekolah Menengah Umum (SMU) 70 persen : 30 persen. Walaupun demikian masih ada kendala yaitu belum tersedianya balai latihan kerja yang berakibat lahirnya banyak pengangguran terbuka berasal dari lulusan SMK dengan jumlah cukup tinggi.
Untuk menyelesaikan permasalahan SMK, perlu ada kerjasama bidang pendidikan vokasi dalam bentuk SMK pengampu. “Dengan sistem pengampu diharapkan ada transformasi ilmu pengetahuan, ada tutor yang mengajari keahlian sesuai dengan minat siswa,” imbuhnya.
Sementara itu Duta Besar RRT Xiao Qian mengatakan, Indonesia saat ini berada dalam jalur yang kondusif dan ekonomi berkembang dengan stabil. Terutama dengan dibangunnya infrastruktur yang manfaatnya akan bisa dirasakan pada lima tahun mendatang.
“Jatim  mempunyai potensi cukup besar terutama dalam jumlah penduduk serta letak geografis yang sangat strategis. Sehingga memainkan peranan penting di Indonesia. Potensi-potensi yang ada masih banyak yang bisa dikembangkan,” katanya.
Menurutnya, sistem Sister Province yang pernah dilakukan bisa dipertahankan, dilanjutkan dan ditingkatkan. Untuk pengentasan kemiskinan yang perlu dilakukan menurutnya agar pemerintah harus menetapkan standar layak hidup. Tidak perlu terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.
Standar harus memenuhi kebutuhan dasar hidup yaitu sandang, papan dan pangan. “Pengentasan kemiskinan juga harus tepat sasaran. Yang terpenting harus mendorong untuk swasembada atau hidup mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Msa)

Dewan Anggap Pemberian nama Alun-Alun Kota Surabaya Kurang Tepat

SURABAYA (Swaranews) – Rencana Pemerintah Kota Surabaya atas pembangunan dan pemberian nama alun alun kota Surabaya ,mendapat tanggapan keras dari Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kota Surabaya, Vinsensius.

“Seharusnya bukan alun alun kota Surabaya namanya, sebab berada dipersimpangan jalan, dan harus diketahui sejarah alun alun kota Surabaya dulu sudah ada. Tepatnya kantor gubernur, “ ujarnya, Senin (11/3/2019).

Legislator yang akrab disapa Awey ini menerangkan bahwa melihat sejarah kota Surabaya yang masih banyak harus digali sejarah kebenaranya. Dirinya mengkhawatirkan bahwa hal itu  akan membuat generasi muda terkabur oleh sejarah.

“Yang kami takutkan nanti akan terjadi pengaburan sejarah terkait pemberian nama alun – alun kota Surabaya. Menurut saya harusnya nama yang tepat adalah simpang kota Surabaya,”  ujar Awey.

Harusnya ada hubungan kesinambungan antara pemberian nama alun alun kota Surabaya, menurut sejarah dahulu kantor gubernur adalah alun alun kota Surabaya.

“Mickro cosmos dan Makro cosmos harusnya seimbang dalam rencana pemberian nama alun – alun kota Surabaya, jangan sampai membuat bingung masyarakat kota Surabaya. Hal ini membuat kurang tepat sebab hal ini bukan bagian dari satu kesatuan unsur Mikro dan Makro cosmos,” paparnya. (Adv)

Satgas TMMD 104 Kodim Jember Sasar Rumah Ibu Misya

JEMBER (Swaranews) –  Setelah sebelumnya merehab rumah milik Ibu Hamijah, kini Satgas TMMD Kodim 0824/Jember di bawah kendali Dan SSK Kapten Inf Suwarno, mulai memfokuskan diri untuk merehab rumah milik Ibu Misya umur 51 thn yang berada di Dsn. Krajan
Ds. Gunungmalang, Kec. Sumberjambe, Kab. Jember.

Komandan SSK TMMD Kodim Jember, Kapten Inf Suwarno mengatakan, pembangunan rumah tersebut, sengaja dilakukan lebih cepat dari batas waktu pengerjaan.

“Sementara ini, kami bangun lantai permanen terlebih dahulu supaya bisa ditempati oleh pemiliknya,” ungkapnya.

Banyaknya lokasi rumah warga yang dijadikan sasaran RTLH, ternyata tak menyurutkan niat para Satgas TMMD Kodim Jember untuk segera terus berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan pembangunan tersebut.

“Dengan adanya pengerjaan yang cepat ini, diharapkan si pemilik rumah tidak lagi menumpang di rumah tetangganya,” tandas Komandan SSK TMMD ke-104 Kodim Jember ini.

Misya (51), warga yang rumahnya dijadikan sasaran pelaksanaan RTLH tersebut, mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh Satgas TMMD di Desanya. Wanita paruh baya itu mengungkapkan, terdapat hal positif yang menurutnya dapat dijadikan suatu motivasi.

“Saya salut, soalnya bapak-bapak ini (Satgas TMMD) memiliki kedisiplinan yang sangat tinggi. Itu bisa saya jadikan motivasi bagi diri saya sendiri,” ungkap Misya ketika ditemui di lokasi RTLH. (sub)

Hadapi USBN-UNBK, Dispendik Surabaya Siapkan Helpdesk

SURABAYA (Swaranews) – Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2018/2019 jenjang SMP/MTs segera dimulai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan USBN dan UNBK di Kota Surabaya sepenuhnya menggunakan komputer. Tahun ini, total peserta ujian mencapai 40.947 siswa SMP/MTs, baik negeri dan swasta.

 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, pelaksanaan USBN utama jenjang SMP/MTs dimulai pada 25 Maret sampai 9 April 2019. Sementara UNBK utama dimulai 22 April sampai 25 April. Jumlah lembaga penyelenggara USBN dan UNBK sebanyak 334 SMP dan 45 MTs, baik negeri dan swasta.

 

“Untuk persiapan sudah siap. Tapi, sampai saat ini kita terus koordinasi dengan jaringan kepala sekolah, waka kurikulum, tim teknis, serta tim proktor di sekolah-sekolah. Setiap hari selalu membagi informasi, kalau ada kendala segera bisa ditangani. Tapi sejauh ini sekolah sudah siap,” kata Ikhsan didampingi Kabid Sekolah Menengah Dispendik Surabaya Sudarminto, saat jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Rabu (13/3/2019).

 

Ikhsan menjelaskan, tahun ini menggunakan 918 unit komputer server, 21.909 unit komputer klien, 649 tenaga proktor, dan 547 tenaga teknisi. Secara teknis pelaksanaan USBN dan UNBK jenjang SMP/MTs tahun ini tidak terlalu banyak berubah dibanding tahun lalu. Meskipun demikian, seperti tahun-tahun sebelumnya, pihaknya tetap memiliki tim Helpdesk untuk membantu sekolah-sekolah, teknisi, atau proktor, yang menemui kendala di lapangan.

 

“Di Dispendik itu ada ruangan khusus untukHelpdesk yang berisikan tenaga IT dari dinas. Dari dinas itu nanti memantau masing wilayah, mulai Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan, dan Pusat. Kemudian di wilayah sendiri ada tim yang bertugas memantau sekolah-sekolah,” ungkapnya.

 

Dengan adanya Helpdesk, lanjut Ikhsan, jika ada kendala di sekolah A dan tidak teratasi, maka dalam waktu cepat, sekolah terdekat bisa membantu menangani. Percepatan penanganan masalah ini, diharapkan membuat siswa, pengawas, teknisi, maupun proktor tidak panik saat menemui kendala ketika ujian berlangsung. “Semua bisa saling memantau dan membantu,” imbuhnya.

 

Terkait jaringan internet dan listrik, Ikhsan mengaku sudah melakukan koordinasi dengan provider dan PLN. Koordinasi ini selalu dilakukan tiap tahun. Harapannya, tidak terjadi gangguan internet dan pemadaman listrik saat ujian berlangsung. Dengan demikian, pelaksanaan ujian ini menjadi lancar. “Beberapa tahun ini sepenuhnya dibantu oleh PLN di tiga wilayah, dan kami meminta bantuan ke provider,” ujarnya.

 

Ikhsan menyatakan, untuk jaringan, dalam beberapa bulan ini sudah diuji coba melalui aplikasi tryout online milik Dispendik Surabaya yang bisa diakses siswa. Aplikasi ini dapat digunakan melalui smartphone, tablet, maupun komputer. Bukan hanya itu, komputer beberapa sekolah juga sudah dipakai untuk USBN pendidikan kesetaraan dan pelaksanaan ujian berjalan lancar semua.

 

“Sarana dan prasarana sudah diuji coba, baik komputer maupun jaringan. Sarpras inilah yang nantinya digunakan juga untuk USBN dan UNBK jenjang SMP/MTs. Harapannya, semua sesi ujian dapat berjalan lancar tanpa kendala sama sekali,” pungkasnya. (mar)

Prajurit Satgas TMMD 104 Mengajar Ngaji Anak – Anak di Lokasi TMMD Jember

JEMBER (Swaranews) – Tidak hanya jago perang dan jago dalam keterampilan membangun,  Prajurit pilihan yang di terjunkan dalam Satuan Penugasan TMMD sebagian bekas santri.

Di sebuah desa terpencil banyak hal yang dapat di jadikan pelajaran dimana anak anak kampung yang masih polos dan bersih bermain riang dan membantu kedua orang tuanya bekerja,  situasi tersebut jarang kita jumpai di perkotaan,  dimana anak anak di kota tumbuh besar dengan smartphone dan teknologi lain menyesuaikan perkembangan jaman,  sementara di desa terpencil jauh berbeda,  mereka bermain bersama tanpan mengenal smartphone dan Game,  mereka olah raga,  bermain lumpur dan ada yang membantu kedua orang tuanya,  berjualan dan bekerja beternak sapi serta berkebun,  jelas beda didikan.ī

Hal tersebut juga terlihat dalam segi ibadah,  khususnya mengaji,  anak anak di pedesaan terlihat sibuk menghentikan aktifitas dan bergegas ke balai, atau pondok pengajian,  apabila di sekolah mereka terlambat mereka hanya kehilangan pelajaran ilmu dunia,  apabila mereka terlambat datang ke pengajian, mereka akan di tinggal dengan ilmu agama, ujar Salahuddin ( 8 Thn ) anak Dsn gayasan Ds gunung malang Kec sumberjambe.

Melihat kondisi sperti ini tergugah untuk ikut mengajar Personil Bintal Korem 083/Bdj Kopda Supendik.

Salah satu guru ngaji Dsn Gayasan mengungkapkan” Saya Bangga dengan Prajurit TNI yang mau membantu saya mendampingi anak anak murid ngaji saya,  saya tidak bisa berkata apa apa, selain saya bangga atas ke ikhlasan mereka mengajar anak murid saya dengan tulus dan ikhlas,  saya lihat para murid saya senang dan semakin bersemangat” Ujarnya.

Semoga menjadi amalan baik bagi Prajurid Satgas TMMD 104 Kodim 0824/Jember tersebut dalam menegakkan agama selama pelaksanaan tugas TMMD di Dsn gayasan Ds gunung malang Kec sumberjambe. (sub)

Dengan TMMD 104 Kodim 0827 Sumenep, Momentum untuk jalin Kebersamaan dan Kerjasama

SUMENEP (Swaranews) –  Memasuki Minggu ke tiga pelaksanaan TMMD 104 Kodim 0827 Sumenep, semangat prajurit Satgas TMMD 104 makin ditingkatkan, dipacu semaksimal mungkin demi kesejahteraan rakyat.

Untuk saat ini Satgas TMMD 104 mengfokuskan diri pada sasaran kegiatan pengaspalan ruas jalan di dua desa.

Terpantau di lokasi, para Satgas 104 terus meningkatkan kinerjanya, semangat satgas 104 dan warga patut di acungi jempol. Sekalipun hari ini cuaca sangat terik, tidak menyurutkan langkah para satgas untuk menggarap sasaran kegiatan.

Serka Agung mengatakan pada media, semangat yang kuat bisa tercipta atas adanya kebersamaan, kemanunggalan antaran TNI dan masyarakat. Dengan semangat yang kuat, akan menjadi kekuatan bangsa yang tidak bisa dikalahkan bangsa lain.

“Kemanunggalan TNI – rakyat akan ciptakan semangat kuat, yang secara otomatis menjadikan negara ini semakin kuat,” ujarnya.

Melalui TMMD 104 Kodim 0827 Sumenep, merupakan pelopor, momentum untuk wilayah Kabupaten Sumenep menumbuhkan kerjasama dan kebersamaan antara aparat TNI, Polri dan masyarakat yang harus kita pupuk terus menerus.

“Ini merupakan momentum untuk semua elemen di Kabupaten Sumenep agar kembali menumbuhkan kerja sama dan kebersamaan,” tambahnya. (sub)

TNI – POLRI GOTONG ROYONG BANGUN MCK DI LOKASI TMMD 104 KODIM 0824 JEMBER

JEMBER (Swaranews) – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 104 Kodim 0824 Jember nampaknya tidak mau menyisakan persoalan pembangunan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Pembuatan MCK
Dsn. Paleran, Ds. Gunungmalang,
Kec. Sumberjambe, Kab. Jember.Rabu (13/3/2019).

“Pengerjaan MCK di Dsn. Paleran, Ds. Gunungmalang, Kec. Sumberjambe yang menjadi lokasi TMMD ke-104 Jember ini diharapkan bisa membantu meningkatkan taraf kesehatan bagi warga setempat,” papar Dan SSK Kapten Inf Suwarno.

Ngatimin (58) salah satu warga mengatakan adanya program TMMD ke- 104 warga masyarakat merasa sangat terbantu, karena segala kegiatan pembangunan yang masih kurang atau sama sekali belum ada fasilitasnya dibangun oleh Satgas TMMD.

Ngatimin pun berharap hasil kegiatan TMMD 104 Jember akan merangsang kebangkitan Desanya yang selama ini tertinggal jauh pembangunannya dari Desa lain. Selain itu juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga Dsn Paleran ini.

“pagi ini juga tengah dibangun penyediaan sarana kesehatan MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Dengan adanya MCK tentunya akan sangat membantu warga” ujar Ngatimin. (sub)

Kandang Ayam Direhab, Mbah Jalan Ngaku Semangat

JEMBER (Swaranews) – Meski bukan termasuk di dalam sasaran pengerjaan TMMD ke-104, namun perhatian Satgas kepada masyarakat, terus dibuktikan.

Hal itu terlihat ketika mbah Jalan (57), sangat bahagia ketika kandang ayam miliknya di rehab oleh Satgas di bawah komando Letkol Inf Arif Munawar.

“Rumah saya sudah di perbaiki. Sekarang kandang ayam milik saya. Padahal, kandang ayam saya tidak masuk di daftar program ini,” ungkap Jalal. Rabu, 13 Maret 2019.

Melihat upaya itu, Jalal pun mengaku sangat bahagia dengan tindakan yang dilakukan oleh Satgas.

“Kebetulan, saya ini peternak ayam. Kandang ayam milik saya sebelumnya nggak karuan kondisinya. Saya cuma bisa mengeluh,” bebernya.

“Sekarang, saya bersyukur kandang ayam saya sudah bagus. Dan saya juga mulai bersemangat untuk meningkatkan hasil ternak saya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapten Inf Sumarno menambahkan, melihat kondisi kandang ayam yang begitu miris, seakan menggugah inisiatifnya untuk segera memerintahkan personelnya memperbarui kandang ayam tersebut.

Tak butuh waktu berapa lama, kandang milik mbah Jalal itupun, langsung di sulap oleh Satgas TMMD.

“Sudah, tadi ada tiga personel yang memperbaiki kandang ayam milik si Mbah,” tandasnya. (Pendam V/Brawijaya/sub)

Ads