Beranda blog Halaman 11

Emil Dardak Sebut Mudik Gratis Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Jatim Lewat Perusahan Angkutan dan Dunia Usaha

SURABAYA (Swaranews) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestiano Dardak melepas rombongan Mudik Gratis 2019 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur, Jl. A. Yani, No. 268, Surabaya, Sabtu (1/6/2019) pagi.

Dalam kesempatan itu, Emil menyebutkan bahwa tahun 2019 Pemprov telah menyediakan tiga moda untuk mengantar para pemudik untuk pulang ke kampung halamannya.

“Ada moda kereta api, kemudian juga kapal laut, dan moda bis. Yang didorong ya kereta dan moda laut yang sudah diberangkatkan oleh gubernur beberapa hari yang lalu,” ujar Emil.

Ia menjelaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan upaya Pemprov dalam memberdayakan masyarakat Jatim, terutama terhadap perusahaan angkutan serta dunia usaha.

“Jadi, bagaimana kita membangun semangat kepedulian dari dunia usaha juga untuk berbagi kebahagiaan dengan warga Jawa Timur,” jelasnya.

Selain itu, program mudik gratis dikatakan sebagai upaya mengurangi jumlah kecelakakan, terutama pemudik yang memakai sepeda motor.

“Salah satunya supaya enggak bergantung pada motor, karena tujuh puluhan persen penyebab kecelakaan itu, kendaraannya waktu itu kebetulan motor,” ungkap Emil.

Untuk itu, dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para pemudik di musim lebaran ini Pemprov bersama Dishub Jatim telah menyediakan truk pengangkut motor.

“Ada truk yang mengangkut motor juga yang disediakan oleh dishub, supaya kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap motor,” ujarnya.

Mantan Bupati Trenggalek itu menyebutkan bahwa sekitar dua ratus tujuh puluhan ribu warga Jatim telah tercover. Hal itu menjadi signifikan sebab pengurangan angka kecelakakan telah mencapai dari setengah.

“Dari kejadian 2017 ke 2018 kita tingkatkan lagi. Maka, kita optimis bahwa sebenarnya ini sudah hampir menjangkau mayoritas dari pengemudi yang selama ini mengandalkan motor untuk mudik,” tandasnya. (Msa)

Apel Pemberangkatan Cuti Dan Penyerahan Bingkisan Lebaran, Wujud Kesejahteraan Prajurit Kodim 0817/Gresik

GRESIK (Swaranews)  – Suasana lapangan upacara Makodim 0817/Gresik berubah lebih berwarna saat Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos, pimpin kegiatan Apel Pemberangkatan Cuti dan penyerahkan bingkisan lebaraan ke para prajurit, Jumat (31/05) pukul 14.00 WIB.

Apel pemberangkatan cuti dan penyerahan bingkisan lebaran ini adalah salah satu wujud kesejahteraan yang diterima oleh prajurit jajaran Kodim 0817/Gresik.

Pejabat nomor satu di tubuh Kodim 0817/Gresik yakni Dandim ini menyebut jika pemberian bingkisan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan para prajuritnya yang bisa diperoleh disuasana yang penuh keberkahan dalam rangka menyongsong Hari Raya Idhul Fitri 1440 H/2019 M. “ Toong jangan dilihat dari bentuknya, tapi manfaat dari bingkisan itu untuk para anggota prajurit dan PNS,” tegas Dandim.

“Adapun bingkisan yang dibagikan untuk para anggota adalah bingkisan dari Kasad, Pangdam V/Brawijaya, Dandim 0817/Gresik dan bingkisan dari Primkop Kartika Giri Makmur Kodim 0817/Gresik “, kata Dandim.

Dalam sambutannya Dandim 0817/Gresik mengatakan bahwa, ” Pelaksanaan apel pemberangkatan cuti dan pemberian bingkisan lebaran tersebut adalah merupakan instruksi/perintah dari Komando Atas untuk dilaksanakan khususnya di jajaran kodim 0817/Gresik. Menekankan kepada angota kodim 0817/Gresik dalam pelaksanaan cuti agar di pergunakan waktu dengan baik dan melaksanakan hal-hal yang positif dan hindari segala bentuk pelanggaran yang dapat berdampak buruk bagi Institusi dan satuan kodim 0817/Gresik “.

Dandim juga menambahkan, agar anggota dalam menggunakan media apapun harus sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan kebutuhan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan mengucapkan selamat melaksanakan cuti dan seluruh personelnya untuk tetap disiplin dalam mematuhi setiap peraturan selama memasuki libur panjang.

“Terutama mengutamakan keselamatan berlalu lintas ketika mudik ke kampung halaman,” imbuhnya. (sub)

Hari Jadi Kota Surabaya ke 726, Wali Kota Risma Ajak Masyarakat Siap Hadapi Pasar Bebas Global

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota Surabaya memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-726 hari ini, Kamis, (31/5/2018). Acara yang berkonsep resepsi itu dihadiri oleh seluruh jajaran Pemkot Surabaya dan semua Forkopimda Kota Surabaya serta para veteran dan tamu undangan. Karena berkonsep resepsi, maka para peserta upacara hingga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berbusana ala Cak dan Ning.

Sepanjang acara resepsi, musik gamelan khas Suroboyoan selalu mengiringi setiap acara hingga akhir. Bahkan, ada pula paduan suara pelajar Surabaya yang membawakan lagu-lagu daerah khas Surabaya. Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga menandatangani kota kesepahaman (MoU) dengan pihak Lion Air dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian 98 penghargaan kepada masyarakat dan para tokoh yang dinilai mendukung perkembangan Kota Surabaya. Pada saat itu, Wali Kota Risma juga menerima sebuah lukisan wajahnya yang dihiasi pula dengan bunga-bunga Tabebuya. Tak lupa, saat itu Wali Kota Risma juga menyerahkan pemberian izin pemakaian rumah bagi para veteran.

Setelah itu, giliran 726 penari cilik atau anak-anak menampilkan tari remo. Jumlah itu diambil dari Hari Jadi Kota Surabaya yang sudah memasuki usia ke 726. Dengan alunan music gamelan, tiba-tiba ratusan anak kecil itu datang dari sisi timur dan sisi barat Balai Kota Surabaya. Mereka langsung menyedot perhatian warga Surabaya yang menonton upacara dan tamu undangan yang hadir.

Kemeriahan tak berhenti sampai disitu, sebab acara berikutnya adalah operetSura ing Baya yang menampilkan social drama cerita Raja Wijaya dan perang tartar. Semangat anak SD dan SMP kala itu sangat luar biasa, terik panas matahari tak menyurutkan mereka untuk tampil. Kemudian, resepsi itu dilanjutkan penampilan music hadrah yang tiba-tiba mendobrak suasana. Musik patrol dan music keroncong juga menjadi pelengkap resepsi HJKS itu. Yang tak kalah menariknya, anak-anak yang memakai baju adat dari berbagai daerah, tersaja dalam resepsi itu, mereka terlihat akrab dan menari bersama, sehingga keberagaman sangat terasa dalam resepsi yang dikemas dengan luar biasa itu.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengajak warga  Kota Surabaya, terutama anak-anak untuk siap menghadapi pasar bebas global. Sebab, hal itu akan berdampak pada perdagangan barang dan jasa. Kenyataan ini harus dihadapi dan bahkan harus menajdi cambuk untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan. “Kini saatnya kita berdiri dan bergandeng tangan seraya berteriak, Kita Pasti Bisa!” tegasnya.

Menurut Wali Kota Risma, untuk menghadapi perdagangan bebas global 2020, telah dikembangkan usaha berbasis kewirausahaan dan kemandirian yang telah berkembang pesat, yaitu Koperasi dan Pra Koperasi Toko Kelontong 10 Rumah Susun tersebar di Surabaya. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah ada pembinaan terhadap 342 toko kelontong dalam wadah tujuh koperasi toko kelontong dan 10 Pra Koperasi Toko Kelontong di Kecamatan. “Diharapkan tahun ini akan terbentuk 31 koperasi toko kelontong di kecamatan. Yang akan difasilitasi aplikasi untuk memudahkan kulakan dengan harga yang lebih murah. Bentuk Koperasi dipilih untuk mengakumulasi kekuatan ekonomi rakyat dan keuntungan kembali ke anggotanya,” kata dia.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga mengaku sangat bersyukur soliditas dan semangat warga kota dengan segenap pemangku kepentingan Surabaya yang sangat sungguh luar biasa, terutama dalam menghadapi rintangan ataupun hambatan dan bahkan cobaan. “Dengan keteguhan dan persatuan warga kota, kita bisa membuktikan kemajuan dan keberhasilan Kota Surabaya yang signifikan,” ujarnya.

Alhasil, angka kemiskinan di Kota Surabaya turun menjadi sekitar lima persen, sementara warga kota yang mempunyai daya beli tinggi naik dari 13 persen menjadi 47 persen dalam kurun waktu 2010-2017. Selain itu, dalam penanggulangan banjir, seluas 1.448 hektar sudah berhasil diatasi. Tinggal sekitar 2,3 persen luasan langganan banjir yang berhasil diatasi dengan penurunan air yang lebih cepat. “Dalam rentang waktu delapan tahun terakhir ini, Surabaya mengalami penurunan suhu udara sekitar dua derajat celcius, hal itu tidak lepas dari penambahan luasan ruang terbuka hijau dan pemanfaatan air secara efektif di Surabaya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Wali Kota Risma optimis bahwa warga Surabaya dan anak-anak Surabaya akan mampu menghadapi pasar bebas global. Selaku anak dan cucu para pahlawan, ia yakin anak-anak Surabaya bisa menjadi pemenang. “Kita harus kuat, tidak ada kata menyerah dan putus asa dan tetap harus serius bekerja keras di tengah keterbatasan yang ada. Tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau berusaha dan bekerja keras,” pungkasnya. (mar)

Tiga Provinsi Jadi Sasaran Pemberangkatan Mudik Gratis di Makodam V/Brawijaya

SURABAYA (Swaranews) – Selain Provinsi Jawa Tengah, pemberangkatan mudik gratis yang berlangsung di Makodam V/Brawijaya saat ini, Jumat, 31 Mei 2019, juga menyasar Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Dikatakan Pangdam, mudik gratis yang berlangsung di Makodam saat ini, merupakan salah satu upaya untuk memberikan kemudahan bagi para pemudik yang berasal dari luar Kota Surabaya.

“Lebaran adalah momentum yang sangat istimewa, sehingga masyarakat yang datang dari luar Kota berbondong-bondong pulang kampung merayakan lebaran bersama keluarganya,” ujar Mayjen TNI Wisnoe, P. B.

Dari aspek sosial, kata Pangdam, mudik merupakan salah satu acara yang sangat positif, sebagai wujud kecintaan pemudik terhadap kampung halaman maupun tanah kelahirannya.

“Hal ini, menunjukkan bahwa masyarakat kita menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokasi, seperti halnya rasa kekeluargaan, kebersamaan dan budaya silaturahmi di waktu lebaran,” jelasnya.

Tak lupa, sebelum memberangkatkan para peserta mudik gratis tersebut, mantan Danrem 084/Bhaskara Jaya itu juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan diri, maupun keluarga.

“Ingat, bahwa tujuan utama pulang ke kampung halaman adalah untuk bersilaturahmi. Tetap jaga keselamatan diri dan keluarga,” pintanya.

Untuk diketahui, acara mudik gratis yang berlangsung di Makodam V/Brawijaya saat ini, bekerjasama dengan salah satu media Harian yang berada di Surabaya.

Dalam pelepasan peserta mudik gratis itu, tak hanya dihadiri oleh Pangdam V/Brawijaya saja. Namun, terdapat beberapa pejabat Forkopimda Jatim lainnya yang ikut melepas keberangkatan para pemudik tersebut, termasuk diantaranya ialah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan. (mar)

Baik Buruknya KPK Mendatang Terletak Pada Integritas Pansel

JAKARTA (Swaranews) – Penetapan sembilan anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk masa jabatan tahun 2019-2023, oleh Presiden Joko Widodo menuai banyak kritik. Kini mereka sedang melakukan penjaringan terhadap putra- putri Indonesia  terbaik dan mempersilahkan mendaftar untuk menjadi pimpinan KPK, begitulah yang disampaikan Ketua Pansel KPK Yenti Ganarsih, yang juga Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia.

Sekretaris Jenderal (SEKJEN) Sedulur Jokowi, Prof. Dr. Bambang Saputra, S.H, M.H. juga mengkritisi masalah tersebut. “Pembentukan Pansel KPK akan menjadi bumerang bagi pemerintahan Jokowi periode kedua, apabila yang ditunjuk tidak menunjukkan integritasnya terhadap bangsa dan negara Indonesia,” jelasnya.

Menurut orang nomor dua di relawan Sedulur Jokowi ini, anggota pansel yang terpenting adalah harus memiliki integritas terhadap percepatan perbaikan bangsa ini. “Ketika mereka semua memiliki integritas yang tinggi maka dengan sendirinya mereka akan kebal terhadap intervensi politik dari manapun, apalagi kalau cuma hanya sekelompok elit politik tertentu,” tegas Bambang.

Pansel KPK dipimpin pakar hukum Yenti Ganarsih, dengan wakil ketua mantan Plt Pimpinan KPK Indriyanto Senoadji. Anggotanya ahli hukum pidana Harkristuti Harkrisnowo, psikolog Hamdi Moeloek, pakar hukum pidana Universitas Gadjah Mada Marcus Priyo, pendiri LSM Setara Institute Hendardi, dan Direktur Imparsial Al Araf. Selain itu, dari unsur pemerintah ada Diani Sadia, staf ahli Bappenas, dan Mualimin Abdi, Direktur Jenderal HAM Kementerian Hukum dan HAM.

Bambang meminta kepada para Pansel KPK yang sudah ditunjuk pemerintah tidak cuma berlaku independen, objektif, proporsional, tapi juga harus kebal terhadap intervensi politik dan berani berteriak jika nanti memang benar-benar ada pihak-pihak tertentu yang mengintervensi nya. “Siapa pun yang terjaring untuk menjadi pimpinan KPK mendatang harus benar-benar hasil dari seleksi yang terbaik,” harapnya.

Ditegaskan Bambang, maju mundurnya KPK, baik buruknya kinerja KPK di masa yang akan datang bermula dari cara perekrutan pimpinannya. “Jadi kalau sistem perekrutannya saja sudah diragukan bakal tidak sehat, maka kita sebagai bagian dari anak bangsa akan pesimis bahwa KPK mendatang akan lebih baik dari hari ini,” tandas professor termuda se Asia Tenggara ini.

Ditambahkan Bambang, bahwa indikasi tidak sehat itu pasti ada. Namanya juga kemungkinan, apalagi dalam alam politik hari ini kecenderungan seperti itu bisa saja terjadi. Indonesia kita ini akan tambah menderita sakit parah, terperosok, bangkrut, dan terpuruk, kalau diurus oleh mereka-mereka yang hanya sekadar berpikiran pintar tapi tidak berhati bersih, dan sekarang tampaknya inilah yang lebih dominan sehingga korupsi di negeri ini masih merajalela.

“Oleh karena itu Independensi dan profesionalitas para pansel inilah yang akan diuji demi perbaikan bangsa ini ke depan. Bagus tidaknya calon pemimpin KPK masa datang, tergantung objektifitas pansel hari ini. Rakyat akan menunggu terbentuknya Pimpinan KPK periode 2019-2023 yang bersih tanpa intervensi dari pihak manapun. Tanpa ada lobi-lobi politik. Dan rakyat juga menunggu kerja pansel yang berintegritas terhadap keadilan dan pemberantasan korupsi di negeri tercinta ini,” pungkasnya. (wwn)

Lomba Asmaul Husna, Danyonarmed:  Antara Mental Challenges Versus Pembangunan Karakter

NGAWI (Swaranews)  –Serangkaian perlombaan keagamaan terus bergulir di Satuan Yonarmed 12/ Divif 2 Kostrad. Setelah sebelumnya perlombaan Kultum, hingga pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kini, salah satu satuan dengan Alutsista tercanggih itu dimeriahkan dengan adanya lomba Asmaul Husna yang berlangsung di Masjid Al-Kautsar. Rabu, 29 Mei 2019.

 

Dikatakan Lettu Arm Pasha, lomba Asmaul Husna kali ini diikuti oleh empat tim yang terdiri dari perwakilan masing-masing baterai yang berada di Mako Yonarmed 12.

 

“Satu tim, terdiri dari 10 personel. Disitu nanti kami lakukan penilaian tim mana yang lebih unggul dalam perlombaan ini,” katanya.

 

Selain hafalan, penilaian perlombaan tersebut juga meliputi aspek kekompakan tim serta variasi lagu yang nantinya di bawa oleh masing-masing tim.

 

Terpisah, Mayor Arm Ronald Siwabessy, Danyonarmed 12 menambahkan, tak hanya menjadi suatu ajang ataupun kompetisi saja. Akan tetapi, kata almamater Akademi Militer tahun 2002 ini, perlombaan itu digelar dengan tujuan membangun level keimanan, ketakwaan hingga mental prajurit.

 

“Pesatnya perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini, merupakan mental challenges  tersendiri bagi pembinaan moral prajurit. Nah, maka dari itu kita adakan lomba ini guna membangun kekuatan moral menuju kepada karakter prajurit yang tangguh dan Saptamargais,” tegasnya. (sub)

Resmikan Jembatan Ujung Galuh dan MERR Sepanjang 10,8 Kilometer, Wali Kota Risma: Alhamdulillah Kelar

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan Jembatan Ujung Galuh dan Jalan arteri Middle East Ring Road (MERR) sepanjang 10,8 kilometer, Kamis, (30/5/2019). Jalan MERR yang merupakan salah satu rangkaian jalan arteri primer di Kota Pahlawan ini, menjadi pintu gerbang Kota Surabaya sisi Timur.

 

Proyek pembangunan Jalan MERR ini tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya Tahun 2014 – 2034. Selain itu, Jalan MERR ini merupakan salah satu prioritas pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Surabaya Tahun 2016 – 2021. Dengan adanya jalan ini, diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan lalu lintas, yaitu kemacetan yang ada di koridor utara – selatan di wilayah tengah Kota Surabaya.

 

Wali Kota Risma mengatakan selama ini pembebasan lahan untuk pengerjaan Jalan MERR, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dibantu dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Sehingga proses pengerjaannya bisa sesuai waktu yang ditetapkan. Ia menilai, jika Jalan MERR ini sangat penting untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di tengah kota. “Alhamdulillah juga bisa kelar, meskipun prosesnya agak lama dengan aturan yang baru,” kata Wali Kota Risma saat peresmian Jalan MERR di Gunung Anyar Surabaya, Kamis, (30/5/2019).

 

Ia menyampaikan setelah ini Pemkot Surabaya akan meneruskan pengerjaan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT). Selain itu, Pemkot Surabaya ke depan akan melakukan pengerjaan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB). “Untuk (proyek) box culvert tahun depan harus selesai. Kemudian kita akan njebol dari Jalan Wiyung sampai ke Jalan Lakarsantri, ya itu target kita,” jelas Wali Kota Risma.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati, mengatakan total panjang Jalan MERR mencapai 10,8 kilometer, dimulai Jalan Kenjeran hingga Jembatan (Tol) Tambak Sumur Sidoarjo. Jalan MERR terbagi menjadi tiga segmen, pertama Merr 2a mulai Jalan Kenjeran sampai perempatan Kampus C Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. MERR 2b mulai perempatan Kampus C UNAIR sampai perempatan Jalan Arif Rahman Hakim. Sementara MERR 2c, mulai perempatan Jalan Arif Rahman Hakim sampai Jembatan / Tol Tambak Sumur.

 

“Setidaknya, untuk menyelesaikan pembangunan Jalan MERR tersebut, Pemkot Surabaya telah melakukan pembebasan persil lahan sebanyak 608. Pembebasan lahan dilakukan mulai tahun 2009 sampai 2018 dengan anggaran total mencapai Rp 392.171.413.000,” kata Erna.

 

Untuk jalan MERR 2c segmen Gunung Anyar dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya. Erna mengungkapkan, MERR 2c atau segmen Gunung Anyar, panjang jalan mencapai 1,8 kilometer. Jalan ini memiliki 2 jalur dan 3 lajur, dengan lebar jalan mencapai 40 meter. Namun, untuk lebar badan jalan 30 meter dan sisa 10 meter digunakan pedestrian dan saluran air di tengah.

 

“Saat ini, MERR 2c sisi timur atau arah luar kota sudah dibuka, sementara sisi barat arah dalam kota dalam tahap rekonstruksi. Anggaran sekitar Rp 297 miliar digunakan untuk pembebasan dan fisik pembangunan jalan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, mengatakan Jalan MERR 2c ini mampu mengurangi kepadatan arus lalu lintas yang cukup signifikan biasa terjadi di tengah kota seperti Jalan Ahmad Yani Surabaya. Ia menyebut, sebelum ada Jalan MERR 2c, saat sore hari antrian panjang kendaraan di tengah kota ke arah Sidoarjo bisa menyentuh Masjid Al-Falah Raya Darmo dan Jalan Diponegoro.

 

“Sehingga ketika ada pembebanan (kendaraan) yang kemudian dialihkan ke MERR 2c, kepadatan lalu lintas di tengah kota bisa berkurang kisaran 40-60 persen harian lalu lintas rata-rata. Sehingga sekarang tidak terjadi lagi antrian sampai ke Masjid Al-Falah Raya Darmo,” kata Irvan.

 

Irvan menjelaskan berdasarkan kesepakatan dan kajian bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), batas kecepatan kendaraan yang diperbolehkan melaju diJalan MERR 2c maksimal 40 kilometer. Sementara itu, berdasarkan evaluasi yang dilakukan Dishub Surabaya, selama dua minggu terjadi peningkatan volume kendaraan. “Sementara ini dilakukan pemasangan kamera pemantau (CCTV). Tapi ke depan akan dilengkapi dengan Rambu Pendahulu Petunjuk Jalan (RPPJ) dan Speed kamera pemantau kecepatan,” pungkasnya. (mar)

Hadiri Lailatul Qoriah PCNU Surabaya, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Rekatkan Kembali Persatuan Bangsa

SURABAYA (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kembali merekatkan persatuan bangsa.

Hal itu disampaikan usai menghadiri acara Lailatul Qiroah yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, di Taman Bungkul, Jl. Raya Dharmo, Surabaya, Rabu (29/5/2019) malam.

Orang nomor satu di Jatim itu menganggap bahwa persatuan menjadi tugas rumah bagi bangsa Indonesia.

“PR bangsa ini, nomor satu persatuan, nomor dua persatuan, nomor tiga persatuan,” kata Khofifah.

Tidak hanya itu, Ketum PP Muslimat tersebut juga mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama merekatkan kembali persatuan yang sempat sedikit terurai.

“NKRI ini butuh energi positif kita semua. Seluruh energi yang kita punya, ayo dibangun untuk meningkatkan produktifitas bangsa kita,” tegasnya.

Demokrasi, dikatakan Gubernur Khofifah kini semakin dewasa. Untuk itu, diharapkan bisa memberikan penguatan kepada semua.

“Saling menghormati, saling menghargai, dan akhirnya kemudian kita bisa menerima hasil dari proses yang sudah berjalan panjang, mulai kampanye, pencoblosan, penghitungan, dan sekarang di MK,” tutupnya. (Msa)

KH. Marzuki Mustamar Ingatkan Masyarakat Guyub Rukun

SURABAYA (Swaranews) – Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar mengimbau kepada masyarakat agar guyub rukun.

Hal itu disampaikan saat menghadiri buka bersama yang diadakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Aula Gedung PWNU Jatim, Jl. Masjid Al-Akbar Timur, Surabaya, Rabu (27/5/2019).

Hadir dalam acara tersebut jajaran PWNU Jatim, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jatim, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, KH. Marzuki Mustamar mengatakan silaturahmi antar PWNU Jatim bersama para pimpinan daerah dan tokoh masyarakat tidak akan putus. Lanjutnya, ia berharap setelah Pemilu 2019 masyarakat bisa guyup rukun, sehingga aman dan damai.

“Kita sudah melewati proses panjang mulai pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), DPR RI, DPR Provinsi. Meskipun sedikit ada masalah, insyaallah Jatim aman,” ungkapnya.

Kiai Marzuki sapaannya, juga mengajak kepada seluruh umat muslim untuk saling memaafkan di momen bulan suci ramadhan kali ini.

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan kepada Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, Pengurus Ranting, dan Banom, bisa menjadi teladan bagi masyarakat luas.

“Kami mohon Pengurus NU bisa menjadi contoh, menjadi uswatun hasanah, bisa mempersatukan NU. Tidak mungkin mengharap NU Jatim bisa bersatu padu kalau tidak solid. Maka dari itu, monggo kita jaga persatuan, kalau NU sudah beres insyaallah semua akan beres,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rasyad, Gasek Malang itu, bahkan mengimbau masyarakat terutama orang tua, ustadz, ustadzah untuk mendampingi siswa-siswinya dalam membaca Al-Quran.

“Saya perhatikan ada satu dua siswa-siswi yang salah melafalkan ayat Alquran. Mereka rata-rata dari Sekolah Dasar, hingga Sekolah Menengah Pertama. Mohon pondok-pondok, MTQ, Madin soal mahrajnya, mohon diperhatikan betul. Jangan sampai kader NU masalah mahraj keliru,” tangkasnya.

Kiai Marzuki juga mengingatkan agar masyarakat hadir di majelis-majelis. Alasannya, agar tempat ibadah aman tidak dimasuki oleh tokoh, kiai atau ulama yang tidak menerapkan amaliyah NU.

“Andai Pengurus Ranting, Pengurus NU, rajin melakukan jamaah tahlil. Insyaallah tidak sampai kecolongan sampai begini. Lalu ada satu dua masjid milik NU dikuasi oleh golongan di luar NU. Kalau dibutuhkan surat wakaf resmi dari NU. Monggo PC segera mengurus surat dan sertifikat wakaf. Kalau sudah ngurus insyaallah aman semua,” tandasnya. (Msa)

Relawan Kurma dan RHAN: Menggelar Iktikaf Bersama di Makam Raden Santri Gunung Pring Muntilan

MUNTILAN (Swaranews) – Ratusan relawan RHAN (Relawan Hebat Aliansi Nusantara) atau yang biasa disebut Majlis Dzikir Jokowi bersama Relawan Kurma menggelar Dzikir bersama, bermunajat di tempat sepi, yaitu berziarah ke Makam Raden Santri Gn. Pring Muntilan, Magelang, Selasa (28-5/2019) dalam rangka mengadu ke para Wali dan pejuang Bangsa ini atas kejadian akhir akhir ini. Terutama berkaitan dengan dampak penetapan hasil pengumuman Pilpres oleh KPU yang dimenangkan oleh Paslon no urut 1 Jokowi – Makruf.
Sambil menunggu hasil penetapan dan gugatan ke MK yang disampaikan oleh pihak yang kalah. Kami relawan Kurma dan RHAN lebih memilih berdoa bersama demi kebaikan bangsa.

“Siapapun yang dilantik tidak ada alasan untuk tidak bersatu demi kebersamaan dan kemajuan bersama. Kata Zaenal, koordinator RHAN, ketika ditemui di sela-sela sahur bersama di makam Raden Santri.
“Yang kami lakukan hanya kegiatan dzikir dan doa bersama. Berziarah pada para leluhur agar negara dan bangsa ini menjadi negara dan bangsa yg di berkati,” kata Zaenal.

Sementara, Aris Munandar, Sekjen Kurma ketika dimintai pendapatnya menyampaikan bahwa Yg kami lakukan ini adalah bagian dari munajat kami kepada Allah Swt.
“Biarkan para wali Allah menyaksikan doa kami kepada Allah, bahwa doa untuk negeri ini adalah doa terbaik demi bangsa dan negara,” kata Aris.
Kami hanya ingin mendoakan kepada semua pihak agar berdiri dan bersatu sesuai ahlaq Nabi. Tidak ada lagi hoax bertebaran, tidak ada lagi nyinyir dan kebencian, tidak ada lagi penangkapan.

“Mari bersama sama membangun bangsa ini dengan persatuan dan kesatuan bangsa. Bangsa ini 100 persen Indonesia. “Karena itu, bangsa akan kembali utuh, kompak, dan bersatu bukan atas kemenangan yang 55.50% kemenangan Jokowi Makruf. Bukan itu, tetapi kemenangan atas nama bangsa Indonesia lah yang membanggakan kami, kita semua sebagai bangsa Indonesia,” tambah Aris.
Rencananya Iktikaf ramadhan ini juga akan digelar di makam Syech Maulana Malik Ibrahim, dan Sunan Giri Gresik.
“Doa ini doa bersama buat menyatukan kembali, merakit kembali dan menjembatani tali silaturahmi yang sempat putus di masa Pilpres. InsyaAllah habis lebaran kita sudah bersama sama lagi dalam kebersamaan,” , pungkasnya. (wwn)