Beranda blog Halaman 126

Paguyuban Tulang Rusuk Adakan Donor Darah

SURABAYA (Swaranews) – Satu lagi cara unik untuk menambah motivasi donor darah, Paguyuban Tulang Rusuk bersama Palang Merah Indonesia Jatim mengadakan kegiatan sosial donor darah di Ciputra World, 13/1.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan pelayanan tanpa batas demi kemanusiaan. Dengan mengedukasi masyarakat manfaat donor darah bagi nilai kemanusiaan. Dengan semangat cinta kasih bersatu memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat,” ujar Yudi Cahyo Purnomo, ketua panitia.

Donor darah periode ke IX ini mengalami peningkatan peserta sekitar seribu pendonor dengan cara unik peserta donor memperoleh doorprize 1 unit mobil, 9 unit motor dan doorprize elektronik lainnya. Donor darah Paguyuban Tulang Rusuk sejak Oktober 2016 sampai saat ini sekitar 5635 bags darah dari 8570 peserta donor.
Hadir Ketua PMI Jatim Imam Oetomo, Mgr Sutikno Vicentius Wicaksono dari Keuskupan Surabaya, Teguh Kinarto Ketum Paguyuban Tulang Rusuk, Jeffry Poedjiono dan Hermin Lim, Licke Kosasih serta para pengurus lainnya. Sun

Paguyuban Tulang Rusak Peroleh Dua Rekor Muri

Paguyuban Tulang Rusuk Surabaya memperoleh dua rekor Muri diserahkan oleh Andre Purwandono kepada Teguh Kinarto Ketua Umum Paguyuban Tulang Rusuk Surabaya.
“Lakukan pelayanan kemanusiaan demi menabung akhirat yang bermanfaat demi kemanusiaan. Makin banyak masyarakat ikut serta donor darah,” ujar Teguh Kinarto. Sun

Budi Santoso Edukasi Pemuda Dan Masyarakat Untuk Optimis

SURABÀYA (Swaranews) – Keyakinan mampu berbuat yang terbaik untuk Kota Surabaya, Budi Santoso dengan bekal pengalaman beroganisasi dan wiraswasta, membuatnya mantap untuk maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Dapil 5 Kota Surabaya.

Menurut Budi Santoso dirinya memiliki visi bekerja bersama rakyat untuk rakyat. Sedangkan misinya adalah pendampingan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam bidang pemberdayaan Sumbee Daya Manusia dan UMKM.

“Hal utama yang menyemangati saya untuk maju pada pileg 2019 ini adalah kondisi masyarakat yang tak seimbang. dalam hal kesejahteraan. Jiwa dan nurani saya bangkit untuk berbuat demi sejahteranya masyarakat Kota Surabaya yang merata,” papar Alumnus Fakuktas Hukum Universitas Wijaya Putra ini.

Budi Santoso menyampaikan bahwa dirinya yakin sebagai generasi muda tak akan pernah purus asa untuk menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas UMKM.

“Melalui peningkatan SDM dengan mengikutkan mereka pada pelatihan-pelatihan yang diakomodir oleh Pemkot Surabaya. Baik melalui Disnaker, maupun melalui pelatihan lainnya,” urai Pengusaha muda yang juga Ketua Pemuda Pusura Kecamatan Pakal Surabaya ini.

Budi Santoso Caleg dari Partai Berkarya untuk Dapil V Surabaya ini menambahkan bahwa bekal pengalaman di Penuda Pusura cukup membantunya dalam membangun jaringan. Selain itu pengalamannya sebagai usahawan memotivasi dirinya untuk membantu masyarakat.

“Optimis, terus berinovasi jangan takut gagal. Kalau orang lain bisa sukses, maka dengan upaya dan berdoa. Yakinlah mimpimu akan terwujud,” tandasnya. (mar)

Pangdam Brawijaya Resmikan Masjid Al-Arif Milik Kodim 0812/Lamongan

SURABAYA (Swaranews) – Keberhasilan Kodim 0812/Lamongan yang merubah sebuah Musholla menjadi bangunan Masjid, ternyata mendapat pujian dari Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A.

Pujian itu, diutarakan oleh Pangdam ketika menggelar kunjungan kerjanya ke Makodim 0812/Lamongan. Jumat, 11 Januari 2019, siang.
Dikatakan Pangdam, pembangunan Masjid Al-Arif yang berada di komplek Kesatrian, Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Lamongan tersebut, diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, terlebih dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

“Masyarakat, bisa menggunakan Masjid ini untuk beribadah,” tutur Mayjen Arif.

Tak hanya itu, Pangdam juga menyanjung kedamaian dan kondusifitas wilayah yang selama ini sudah terwujud dengan baik di Kabupaten Lamongan. Hal itu, kata Mayjen Arif, terbukti dari berbagai kegiatan di Lamongan yang mampu berjalan dengan aman dan lancar.

“Dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan, semuanya berjalan dengan aman. Mulai dari pelaksanaan Pilgub, kunjungan Presiden, arus mudik, perayaan hari Raya Idul Fitri, hingga pelaksanaan Natal dan Tahun Baru,” tandas orang nomor satu di Makodam V/Brawijaya ini.

Kondusifitas itu, imbuh Pangdam, diharapkan mampu terwujud dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

“Tentunya, semua pihak harus bersinergi dalam pelaksanaan itu. Mudah-mudahan, pelaksanaan Pemilu 2019 ini bisa berjalan tertib dan lancar,” pinta Mayjen Arif Rahman.

“Sampai saat ini, kondisi di Jawa Timur sangat kondusif,” imbuhnya.
Terpisah, Dandim 0812/Lamongan, Letkol Arh Sukma Yudha Wibawa mengungkapkan, Mushalla yang selesai dibangun pada bulan Nopember 2018 tersebut, telah berusia 37 tahun.
Nama Al-Arif diambil, kata Dandim, dinilai memiliki makna yang sangat luar biasa, khususnya dalam menjadikan anggota TNI semakin bertaqwa dan disiplin dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai prajurit.
Selain sebagai tempat ibadah, menurutnya, dirinya sangat bangga dengan di bangunnya Mushalla tersebut. Pasalnya, selain dijadikan sebagai sarana ibadah, masjid tersebut juga dijadikan sebagai sarana Syiar Islam, hingga tempat akad nikah anggota TNI-AD, khususnya Kodim 0812/Lamongan.

“Kami bangga ada anggota yang melaksanakan akad nikah di Masjid Al-Arif. Itu membanggakan bagi kami, karena bisa membantu anggota,” tandasnya.

Selain dihadiri Pangdam V/Brawijaya, berlangsungnya peresmian Masjid Al-Arif tersebut, turut dihadiri oleh Forkopimda Lamongan, Danrem 082/CPYJ, Kolonel Arm Budi Suwanto, S. Sos, para Asisten Kasdam V/Brawijaya, Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, S. IP, M. M, hingga para Perwira TNI-AD lainnya di wilayah teritorial Korem 082/CPYJ. (Sub)

Surabaya Siap Terima Tiga Penghargaan dari Kementerian LHK

SURABAYA (Swaranews) –Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak henti-hentinya meraih penghargaan, baik tingkat nasional maupun internasional. Setelah sukses meraih penghargaan kota terpopuler dari Guangzhou International Awards, kali ini Kota Pahlawan kembali menyabet tiga penghargaan sekaligus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Rencananya, penghargaan itu akan diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Jakarta, Senin, (14/1/2019).

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M. Fikser mengatakan Pemkot Surabaya kembali mendapat penghargaan dari Kementerian LHK. Ada tiga penghargaan yang akan diterima Kota Surabaya untuk tahun 2018. Yaitu, Adipura Kencana, Kinerja Pengurangan Sampah, dan Nirwasita Tantra. “Besok Senin, Surabaya menerima tiga penghargaan sekaligus dari Kementerian LHK,” kata Fikser, Sabtu, (12/1/2019).

 

Penghargaan itu, lanjut dia, akan diterima langsung oleh Wali Kota Risma di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Gatot Subroto Jakarta Pusat. Nantinya, penghargaan itu akan diserahkan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

“Yang menyerahkan nanti bapak Wakil Presiden. Bu wali (Wali Kota Risma) hari Senin pagi berangkat ke Jakarta,” terangnya.

 

Ia menjelaskan sejak kepemimpinan Wali Kota Risma, Surabaya tercatat sudah delapan kali berturut-turut menerima penghargaan Adipura. Karena, Surabaya dinilai konsisten mewujudkan kebersihan dan keindahan kota.

“Tujuan utamanya bukanlah mendapat sebuah penghargaan atau piala, namun bagaimana mewujudkan supaya Surabaya tetap menjadi kota yang bersih dan nyaman,” pungkasnya. (mar)

 

 

15 Ribu Benih Ikan Nila Dilepas di Sungai Kalimas

SURABAYA (Swaranews) – Pemerintah Kota Surabaya bersama Pelindo 3 melepas sebanyak 15 ribu benih Ikan Nila di Sungai Kalimas Surabaya, tepatnya di sisi timur Monumen Kapal Selam, Minggu (13/1/2019). Sebelum pelepasan benih ikan itu, jajaran Pelindo 3 melakukan fun bike, sehingga mereka memasuki area Monument Kapal Selam dengan bersepeda.

 

Acara yang bertajuk Charity Fun Bike itu merupakan bagian dari kegiatan HUT bersama anak usaha Pelindo 3 yaitu Terminal Teluk Lamong (TTL), Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) dan Pelindo Marine Service (PMS).

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Joestamadji mengaku senang karena jajaran Pemkot Surabaya bersama-sama dengan Pelindo 3 bisa melepas benih ikan di Sungai Kalimas. Menurutnya, hal ini sebagai bentuk kerjasama antara pemerintah, BUMN dan stakeholkder lainnya.

 

“Kegiatan ini juga merupakan sebuah kampanye kepada masyarakat agar senantiasa peduli dan menjaga lingkungan di sekitar kita yang diwujudkan dalam bentuk fun bike dan tebar benih 15 ribu ikan di Kalimas,” katanya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan fun bike ini merupakan ajakan agar masyarakat membiasakan diri menggunakan sepeda yang mempunyai manfaat sebagai sarana olahraga, silaturrahmi dan komunikasi dengan sesama serta dapat menjaga kualitas udara. Sedangkan kegiatan tebar benih 15 ribu ikan merupakan upaya pelestarian lingkungan yang diharapkan dapat menjaga ekosistem Kalimas. “Hal ini menunjukkan adanya kehidupan ikan di sungai menjadi indikator bahwa sungai tersebut memiliki tingkat pencemaran atau polusi yang rendah,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Kota Surabaya, Wali Kota Risma menyampaikan terimakasih kepada Pelindo 3 atas kepeduliannya kepada lingkungan. Ia berharap benih ikan yang sudah dilepaskan itu bisa berkembang biak dan semakin memperkuat ekosistem Sungai Kalimas. “Semoga kegiatan ini juga dapat mendorong perusahaan-perusahaan lain di Surabaya untuk berperan serta dalam pelestarian lingkungan di Surabaya,” imbuhnya.

 

Dalam sambutannya itu, Wali Kota Risma juga berharap kepada masyarakat untuk turut peduli menjaga kelestarian hayati sungai dan diharapkan tidak merusak ekosistem yang ada, seperti kegiatan menyetrum ikan dan melakukan pencemaran sungai. “Mari kita sama-sama menjaga agar benih ikan ini terus berkembang biak, karena jika ini terjadi, maka kita juga yang akan menikmatinya,” kata dia.

 

Sementara itu, Direktur SDM Pelindo 3 Toto Heliyanto mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah sinergi untuk menyehatkan badan sekaligus peduli lingkungan, karena dikemas dengan acara “Charity Fun Bike”.

 

Ia juga menjelaskan alasan penebaran ikan di Sungai Kalimas, salah satu alasannya karena Pelindo 3 merupakan pelabuhan milik negara dan merasa turut bertanggung jawab dengan ekosistem dan biota laut. “Makanya, manajemen Pelindo 3 memilih Kalimas Surabaya untuk menebar ikan karena muara sungai tersebut berada di Pelabuhan Tanjung Perak. Dan ini baru pertama kali kami lakukan, fun bike sekaligus tebar ikan,” pungkasnya. (mar)

Pansus Raperda KTR Usulkan Denda Rp 250.000

SURABAYA (Swaranews) – Pembahasan sanksi bagi pelanggar Perda terus dimatangkan oleh Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah (Raaperda) Kawasan Tanpa Rokok KTR) Dewan Perwakillan Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Komisi D sebagai Pansus Raperda KTR terus melakukan pembahasan bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya di Kantor DPRD Kota Surabaya.

“Soal sanksi ini tergantung daerah masing-masing. Ada yang menerapkan sanksi denda 7 juta rupiah. Besaran sanksi 250 ribu rupiah masih dibahas antara Pansus dan Pemkot Surabaya,” ujar Junaidi, Ketua Pansus Perda KTR.
Menurutnya, sanksi ini juga akan dikenakan kepada pihak yang tidak memasang stiker sebagai kawasan tanpa rokok.

“Pimpinan lembaga yang termasuk KTR wajib memasang stiker KTR atau larangan merokok, kalau tidak, akan dikenakan sanksi. Karena ini menjadi bagian dari partispasi untuk melakukan sosialisasi,” terang Junaidi.

Legislator Partai Demokrat ini menyampaikan bahwa mengacu pada Peraturan pemerintah nomor 105 dan Peraturan Menteri kesehatan, revisi perda yang sudah ada sejak tahun 2008 itu, ada penambahan wilayah KTR dari 5 menjadi 8 kawasan.

“Ruang lingkup KTR meliputi delapan lokasi, yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat kegiatan anak-anak, tempat ibadah, fasilitas olahraga yang tertutup, angkutan umum, tempat kerja, serta tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan,” paparnya.

Junaidi menambahkan bahwa revisi ini perlu dilakukan karena Surabaya belum melakukannya sesuai dengan Permenkes. Padahal sekitar 100 kabupaten dan kota dari 500 Kabupaten/kota yang disebut dalam amanah Undang-undang.

“Jangan kemudian ada Perda, ada Perwalinya tapi penegakan dilapangan nantinya tidak maksimal,” tegasnya. (Adv/mar)

Inovasi dan Teknologi Harus Diimbangi Regulasi

JAKARTA (Swaranews) – Perkembangan inovasi-inovasi dan teknologi baru harus diimbangi dengan regulasi, termasuk juga di bidang transportasi. Namun, cepatnya inovasi dan teknologi baru yang muncul seringkali tidak diimbangi dengan payung hukum yang menaunginya.

Saat bersilaturahmi dengan para pengemudi transportasi daring di Hall A2 dan A3 JI-Expo Kemayoran, Jakarta, pada Sabtu (12/1/2019), Presiden Joko Widodo mengungkapkan fenomena belum adanya regulasi untuk sebuah inovasi baru ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia saja.

“Memang kita harus ngomong apa adanya, bahwa inovasi dan teknologi baru ini lebih cepat dari pada regulasi peraturannya. Tidak hanya di Indonesia, di semua negara tertatih-tatih. Barangnya sudah keluar, regulasinya belum siap, aturannya belum siap,” tutur Presiden.

Untuk itu pada tahun 2018, Presiden telah memerintahkan Menteri Perhubungan untuk segera menyusun regulasi terkait transportasi daring ini. Hal ini kemudian direspon dengan terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus.

“Sebentar lagi akan keluar lagi untuk payung hukum agar bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian bisa bekerja dengan tenang karena ada payung hukumnya,” ujar Presiden.

Aturan ini, menurut Presiden harus bisa mengakomodir kepentingan semua pihak, baik pengemudi, konsumen, maupun penyedia aplikasi. “Semuanya harus berada pada posisi saling diuntungkan. Di situ senang, di sini senang, semuanya senang. Yang paling penting kan itu,” kata Presiden kepada para jurnalis seusai acara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam laporannya mengungkapkan peraturan baru tentang ojek daring ini dibuat setelah melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan _stakeholder_, aplikator, juga pengemudi asosiasi. Aturan ini, kata Budi, akan berasaskan kesetaraan, keadilan, dan mengedepankan keselamatan.

“Kami harapkan peraturan ini memberikan situasi, kondisi yang _win-win_ antara aplikator, pengemudi, dan penumpang dalam upaya meningkatkan keselamatan,” kata Menteri Perhubungan.

Di hadapan ribuan pengemudi transportasi daring yang hadir, Presiden pun mengingatkan agar mereka bisa menaati segala aturan yang ada. Misalnya, tidak menggunakan telepon genggamnya saat mengemudikan kendaraan.

“Saya titip hati-hati karena bapak, ibu, saudara sekalian itu memiliki keluarga. Jangan sampai karena kecerobohan, nyetir sambil terima order sehingga menyebabkan kelalaian dan kecelakaan. Saya titip karena saya sering lihat dari mobil. Kita tidak ingin saudara-saudara celaka sekecil apa pun. Jangan sampai terjadi. Kita semuanya berdoa agar semuanya berangkat selamat, pulang selamat,” tandasnya. (bey/sub)

Foto : Mukhlis

 

Pelajar Surabaya Berpeluang Kerja Praktek di Merpati Maintenance Facility

SURABAYA  (Swaranews) – Direksi dan jajaran pimpinan PT Merpati Maintenance Facility mengunjungi rumah dinas Wali Kota Surabaya di Jalan Sedap Malam, Jumat (1/11/2019). Mereka ditemui langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta jajarannya.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT Merpati Maintenance Facility Rowin H. Mangkoesoebroto menawarkan kepada Wali Kota Risma untuk menempatkan beberapa pelajar Surabaya kerja praktek di perusahaannya. Para pelajar itu bisa kerja praktek dan belajar tentang perawatan pesawat, sehingga hal ini menjadi peluang bagi pelajar Surabaya untuk terjun langsung merawat sebuah pesawat.

“Bahkan, apabila memang dipandang perlu oleh Bu Wali untuk mengadakan kunjungan kerja, kami siap menerimanya,” kata Rowin saat kunjungan kerja ke rumah dinas.

Menurut Rowin, setiap saat pihaknya bisa menerima siswa-siswa dari SMK atau pun akademi teknik perawatan pesawat se-antero Indonesia. Terkadang, ada satu atau dua sekolah yang menempatkan siswa-siswanya di perusahaannya.

“Pada umumnya, mereka kalau menempatkan siswanya sekitar 30-an, sehingga apabila suatu waktu ada dua sekolah yang menempatkan siswanya, maka bisa sekitar 60 siswa yang ditampungnya. Jadi, kalau pun nanti ada pelajar Surabaya yang ingin kerja praktek, nanti sekitar 60 siswa kami siap,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengaku banyak belajar dari Wali Kota Risma dalam membangun Kota Surabaya. Sebab, dalam waktu singkat dan dengan keterbatasan pendanaan, Wali Kota Risma masih tetap bisa mengembangkan pemerintahan beserta infrastrukturnya. “Ini merupakan inspirasi bagi kami semua. Mudah-mudahan kami juga bisa membanggakan Surabaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Risma menyambut baik tawaran untuk menempatkan pelajar Surabaya di perusahaan perawatan pesawat. Ia juga menjelaskan bahwa selama ini anak-anak Surabaya yang berhasil menerima beasiswa pilot, pramugari dan teknisi Garuda yang diberikan oleh Pemkot Surabaya, ternyata semuanya bagus dan banyak mendapatkan pujian.

“Mereka itu anak-anak yang tidak mampu, makanya mereka harus “perang” untuk mendapatkan beasiswa itu, makanya mereka itu bagus-bagus. Bahkan, kemarin yang mendapatkan beasiswa pramugari, awalnya kita hanya diminta 10 orang, tapi karena bagus-bagus, mereka meminta tambah lagi,” kata dia.

Setiap anak Surabaya yang mendapatkan beasiswa itu, biasanya Wali Kota Risma berpesan gajian pertama dari kerjaannya itu, harus disodakohkan atau dibuat membantu orangtua, saudara atau pun orang lain yang membutuhkan. Makanya, ketika kemarinnya dua anak penerima beasiswa pilot, yang saat ini sudah bekerja sebagai pilot Citilink, datang ke Surabaya bertemu dengan Wali Kota Risma dan langsung mendonasikan dana untuk anak-anak di Kampung Anak Negeri.

“Saya selalu berpesan kepada mereka seperti itu, karena mereka sudah menggunakan APBD saat menerima beasiswa dari pemkot. Alhamdulillah mereka memperhatikan itu,” pungkasnya. (mar)

Permudah Pengecekan Pajak Terhutang, Pemkot Surabaya Luncurkan e-SPPT

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya meluncurkan Pembayaran Surat Pemberitahuan Pajak Terhutangelektronik (e-SPPT) untuk Pajak Bumi dan Bangunan. Peluncuran ini sudah dimulai awal tahun 2019, sehingga SPPT ini lebih mudah dilihat dan sudah bisa diketahui mulai awal tahun 2019.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono mengatakan selama ini warga Kota Surabaya seringkali meminta salinan SPPT kepada BPKPD. Selanjutnya, diproses dan baru bisa diketahui SPPT objek pajak warga tersebut. Selain itu, BPKPD juga telah menyebarkan SPPT dalam bentuk fisik ke masing-masing warga melalui RT/RW.

“Nah, dengan e-SPPT ini, warga bisa langsung melihat via online dan bisa langsung dicetak. Kami juga tetap menyebarkan SPPT dalam bentuk fisik ke warga, sudah disebar juga mulai awal tahun ini,” kata Yusron saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Senin (7/1/2019).

Yusron kemudian menjelaskan langkah-langkah menggunakan fitur e-SPPT ini. Awalnya, warga harus masuk ke website PBB online di laman http://pbb.bpkpdsurabaya.go.id/, lalu pilih e-SPPT. Selanjutnya baca dan pahami informasi yang tertera, setelah itu pilih tutup. Kemudian isi NIK sesuai e-KTP yang sudah terdata di Kota Surabaya. Isi pula NOP (nomor objek pajak) yang ingin dicetak SPPT-nya, lalu masukkan kode captcha dan setelah itu submit. “Nanti akan muncul SPPT PBB tahun 2019,” ujarnya.

Dalam SPPT itu, bisa diketahui letak objek pajak, nama dan alamat wajib pajak, objek pajak, luas permeter persegi, kelas objek pajak, NJOP permeter dan total NJOP. Bahkan, dalam SPPT itu juga bisa diketahui PBB terhutang yang harus dilunasi. “SPPT yang muncul itu bisa langsung dicetak atau disimpan dengan format PDF,” imbuhnya.

Menurut Yusron, setelah diketahui PBB yang terhutang itu, maka warga bisa membayarnya ke bank-bank yang sudah bekerjasama dengan Pemkot Surabaya. Setelah melunasi PBB terhutang itu, maka di website PBB online akan ada pula laporan lunas, karena sistemnya sudah terintegrasi. “Mulai diluncurkan awal tahun 2019, hingga saat ini sudah ada 395 user yang menggunakan e-SPPT itu,” kata dia.

Yusron juga menjelaskan bahwa jumlah wajib pajak (WP) di Kota Surabaya tahun 2019 ini sebanyak 660 ribu. Jumlah ini bisa berkembang karena seringkali ada warga yang memecah-mecah objek pajak. “Jumlah ini dari tahun ke tahun terus naik, tiga tahun lalu WP di Surabaya masih 600 ribuan, saat ini sudah mencapai 660 ribu,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, target PBB tahun 2018 sebesar Rp 1 triliun dan realisasi sebesar Rp 1,185 triliun atau 112,41 persen. Sedangkan pada tahun 2019 ini, target PBB sebesar Rp 1,155 triliun. “Jadi, ada kenaikan sekitar Rp 100 miliar atau 9,58 persen,” pungkasnya. (ADV/MAR)

Ads