Beranda blog Halaman 126

Unit Reskrim Polsek Krembangan Berhasil Amankan Pelaku Perampasan HP 2 ABG

Surabaya (Swaranews)Polsek Krembangan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengamankan seorang pelaku perampasan HP di warung kopi giras, Jalan Gresik Gadukan, Minggu sore, 12 Mei 2019 pukul 15.30.

Pelaku yang berinisial WN (42), awalnya bersama temannya yang saat ini masih buron, berboncengan motor dengan niatan untuk melakuka aksi kriminalitas.

Saat itu, WN yang tercatat sebagai warga Jalan Tambak Asri, duduk di boncengan. Sementara kawannya bertindak sebagai joki.

Setelah beberapa saat berkeliling, mereka melihat ada dua ABG, masing-masing adalah Afrizal (13) dan Zainul (13), yang sama-sama baru kelas VII atau SMP kelas I, sedang nongkrong di warung kopi giras Jalan Gresik Gadukan sambil bermain HP.

Tanpa berpikir dua kali, WN dan temannya langsung beraksi. Mereka berhenti tepat di depan warung giras tersebut dan segera merampas HP milik kedua ABG itu.

Tapi naas, aksi ini gagal. Korban saat itu langsung berteriak dan melakukan pengejaran dibantu warga.

WN akhirnya berhasil ditangkap, sementara temannya yang bertindak sebagai joki berhasil melarikan diri.

Menurut Kapolsek Krembangan, Kompol Esti Setija Oetami, SH, WN saat ini telah ditahan sesuai diamankan warga dan diserahkan ke petugas patroli yang kebetulan melintas di lokasi.

“Untuk barang bukti yang kami sita yaitu satu unit Hp Vivo Type Y69 warna gold dan satu unit Hp Oppo Type A39 warna Gold. Untuk teman tersangka yang bertindak sebagai joki masih kami lakukan pengejaran,” ujarnya. (Ari)

Kapolsek Krembangan berhasil mendamaikan kedua saudara yang saling berselisih paham

Surabaya (Swaranews)Polsek Krembangan berhasil damaikan Perselisihan warga Krembangan yang tidak bisa di selesaikan oleh RT dan sesepuhnya, namun dapat diselesaikan Oleh Kepolisian Polsek Krembangan Polres Palabuhan Tanjung Perak Surabaya, Mediasi yang dipimpin Langsung Oleh Kompol Esty, dan berhasil mengamankan perkara tersebut. Dengan baik, pada hari Minggu sekitar Pk. 01.30 Wib.

Awak media Swaranews mendengar informasi tersebut langsung menghubungi – Kapolsek Krembangan Kompol Esty dan Kapolsek mengatakan, iya-mas, menindak lanjuti hasil patroli gabungan piket Fungsi di Dupak Bangunsari pada hari Minggu se-kitar pukul 01.30 Wib, dan kita telah mengamankan 2 orang yang masih bersaudara, yang bernama Firdaus umur 40 tahun dan satunya bernama Imam Ghozali umur 29 tahun, dengan alamat yang sama di Jl. Dupak Bangunsari Gg 3 No. 22 RT 09 RW 05 Kelurahan Dupak Krembangan surabaya

Masih kata Kompol Esty Perselisihan antara saudara itu, menimbulkan keresahan bagi Masyarakat, karena sebelumnya sudah pernah dimediasi oleh ketua RT dan tokoh masyarakat setempat, namun tidak berhasil mas Dengan itu, maka semua pihak yang berselisih paham itu, mereka antara Istri dan Orang tua dari masing-masing pihak yang bersengketa “ahirnya saya panggil dan di mediasi di Polsek Krembangan didampingi/disaksikan tokoh Masyarakat setempat, ujar Kapolsek Krembangan

Masih kata Kompol Esty- Dan alhamdulilah kedua pihak telah sepakat kembali. menjalin hubungan Baik, keduanya sadar, dan tidak menyimpan rasa dendam serta akan menjaga hidup rukun damai serta siap menjaga situasi dan lingkungan yang aman nyaman + damai tatap kondusif, tutup nya Kompol Esty pada awak Swaranews (Ari)

Prof. Dr. Bambang Saputra, SH, MH: Pesan Ramadhan Bagi Bangsa dan Negara

JAKARTA (Swaranews) – 15/5/2019
Melaksanakan puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah wajib yang memberi kesan paling mendalam pada jiwa seorang Muslim. Pengalaman puasa selama sebulan dengan berbagai kegiatan yang menyertainya seperti berbuka, tarawih dan makan-sahur dengan sendirinya membentuk unsur kenangan yang mendalam. Karenanya ibadah puasa adalah bagian dari pelajaran pembentukan jiwa keagamaan seorang Muslim seumur hidupnya.

Mengenai kewajiban puasa Ramadhan ini, Allah menyatakan: “Wahai sekalian orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah (2): 183).
Firman Allah yang diabadikan Al-Qur’an ini menegaskan adanya kewajiban ibadah puasa yang dilakukan oleh umat-umat terdahulu sebelum datangnya Nabi Muhammad SAW. Banyak para ahli mengungkapkan bahwa puasa adalah salah satu bentuk ibadah yang paling awal, serta ibadah yang paling luas tersebar di kalangan umat manusia sepanjang sejarah.

Mengenai bagaimana praktik puasa yang dilakukan umat-umat terdahulu, tentu terdapat perbedaan dari satu umat ke umat yang lain, serta dari satu masa ke masa yang lain. Bentuk puasa yang umum yaitu berupa sikap selalu menahan diri dari tidak makan dan minum serta dari pemenuhan akan kebutuhan biologis.

Bahkan ada juga puasa berupa penahanan diri untuk tidak bekerja dan malah menahan diri dari tidak berbicara. Al-Qur’an menuturkan puasa semacam itu pernah dijalankan oleh Maryam, ibunda Nabi Isa al-Masih. Karena terancam menjadi buah bibir masyarakat pada waktu itu, bahwa dirinya telah melakukan perbuatan keji, yakni melahirkan seorang putra tanpa bapak. Maka Allah memerintahkannya untuk berpuasa (shaum) dengan tidak berbicara kepada siapa pun juga (QS. Maryam (19): 26).

Jadi pokok amalan lahiriah puasa adalah pengingkaran jasmani dan rohani secara sukarela dari sebagian kebutuhannya dalam batas waktu tertentu, yakni yang lazim bagi kita sebagai manusia biasa adalah sejak terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.

Berkenaan dengan puasa di bulan Ramadhan, disebutkan oleh Ali Ahmad al-Jurjawi bahwa menurut sebagian ahli tafsir bahwa puasa ditetapkan bagi seluruh umat termasuk Yahudi dan Kristen, namun mereka meninggalkannya. Tetapi tidak ada bukti yang cukup kuat untuk mendukung pandangan seperti itu, kecuali mungkin untuk orang-orang Yahudi dan Kristen yang berada di jazirah Arabia melaksanakan puasa karena terpengaruh atau meneruskan tradisi adat setempat. Sebab ada petunjuk bahwa puasa di bulan Ramadhan itu banyak dilakukan oleh berbagai suku Arab, khususnya suku Quraisy di zaman Jahiliyah.
Puasa merupakan salah satu ibadah yang paling universal, terdapat pada syari’at setiap umat dan bangsa sepanjang zaman, dan merupakan sumber kearifan, wisdom serta hikmah yang paling banyak diamalkan oleh agama-agama. Maka tidak heran bahwa perintah Allah kepada kaum beriman untuk berpuasa disertai keterangan bahwa puasa itu juga diwajibkan kepada umat-umat terdahulu.

Keutamaan puasa merupakan sarana pendidikan tanggung-jawab pribadi yang disyariatkan oleh Tuhan kepada manusia. Ia bertujuan menggembleng jiwa manusia agar mempunyai kesadaran dan keinsyafan akan Maha-hadirnya Tuhan yang senantiasa mengawasi dan menyertainya di dalam setiap waktu, tempat dan keadaan. Atas dasar keinsyafan itu diharapkan manusia dapat menjalani hidup dengan penuh kesungguhan dan keprihatinan, sebab apapun yang diperbuat manusia di dunia ini bakal dimintai pertanggung-jawaban di hadapan Sang Khalik secara pribadi di akhirat kelak.

Membahas secara panjang-lebar dan mendalam tentang hikmah dan keutamaan puasa Ramadhan mungkin bukanlah di sini tempatnya, tetapi setidaknya dari keterangan di atas dan informasi tentang puasa yang kita terima selama ini, dapatlah terpahami bahwa puasa merupakan kewajiban bagi manusia beriman untuk membimbing jiwanya menuju ketakwaan kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.

Maka dari itu makna fungsional puasa Ramadhan yang kita jalankan sekarang ini sebaiknya dapat memberikan dampak sosial bagi orang banyak, yaitu bagaimana dengan dilaksanakannya praktek ritual tersebut bisa mengurangi penderitaan jutaan keluarga miskin di Indonesia, yang mungkin salah satu penyebab utamanya adalah akibat efek domino dari kebijakan-kebijakan pemerintah baik di pusat maupun di daerah yang kurang tepat dan tidak berpihak kepada rakyat.

Pembelajaran berharga ritual tahunan (puasa) ini, merupakan pengayaan pengalaman bagi mereka yang bergelimang kemewahan harta dan kekuasaan. Tujuannya adalah agar mereka ikut merasakan kepedihan hidup yang serba kekurangan, penyakitan bahkan kelaparan. Ritual puasa sejatinya lebih fungsional bagi orang-orang kaya dan berkuasa, ketimbang untuk orang-orang miskin yang setiap hari bekerja keras dalam kondisi fisik lemah akibat mengkonsumsi makanan tak bergizi, atau bahkan sebenarnya mereka memang kurang makan.

Milyaran umat Islam di dunia dan termasuk di negeri ini menyambut kedatangan bulan suci dengan beragam cara dan tradisi. Untuk mengurangi kejahatan, umat Islam meyakini bahwa barangsiapa yang memenuhi kewajiban puasa dengan penuh ketaatan dijamin akan meraih ketakwaan dan kebahagiaan hakiki. Artinya bebas dari godaan maksiat, kecurangan, kebiadaban dan tindakan mungkar lainnya yang mengarah kepada pelanggaran terhadap perintah Tuhan.

Meskipun demikian, fakta di lapangan menunjukkan tindakan maksiat dan kemungkaran, korupsi dan kejahatan sejenisnya semakin tidak peduli terhadap penderitaan dan kesengsaraan orang banyak, egoisme surgawi dan penyalahgunaan kekuasaan justru tidak surut, bahkan cenderung semakin merajalela dengan kualitas kebobrokan yang “semakin hari semakin meningkat”.

Walaupun di rezim pemerintah sekarang ini sangat mendukung diperanginya korupsi, tetapi masih banyak oknum-oknum pejabat yang tertangkap tangan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena korupsi seakan tiada henti. Sungguh mereka itu tak lebih dari segerombolan “srigala” yang hidup dari subsidi “darah” orang miskin, dan membangun kemewahan dari aliran “air-mata” orang melarat, serta wara-wiri pelesiran di atas pedihnya “luka” orang-orang yang tak berpunya.

Pertanyaan penting setiap kali memasuki bulan Ramadhan adalah bagaimana pemenuhan kewajiban ritual itu benar-benar berfungsi mengurangi kejahatan kemanusiaan tersebut. Soal perolehan pahala bagi mereka yang menjalani puasa secara sadar dan penuh ketaatan adalah suatu yang tidak perlu diragukan, karena itu merupakan kepastian sesuai janji Allah sendiri. Namun yang paling penting bagi kita bagaimana dengan pengalaman puasa itu mendatangkan manfaat berupa pembebasan atas belenggu kesengsaraan orang banyak.

Ritual puasa bukanlah sekedar di siang hari menahan diri untuk tidak makan dan minum atau tidak memenuhi hasrat biologis, tidak berkata-kata kotor, dan hal-hal yang membatalkan pahalanya. Puasa bukanlah kewajiban yang harus dibebankan bagi si miskin dan lemah secara fisik. Kewajiban ibadah tahunan ini lebih ditujukan kepada mereka yang kaya dan kuasa. Bagi si miskin sehari hanya makan sekali merupakan hal yang lumrah dan tidak mengherankan, tetapi bagi mereka yang kaya dan berkuasa, nilai makanan yang dimakannya bisa meningkat berlipat-lipat biayanya, bahkan biayanya sehari cukup untuk membiayai makanan si miskin selama seminggu.

Jika masyarakat luas menyadari betapa pentingnya nilai puasa untuk membentuk kesadaran sosial, mengapa sebagian orang kaya dan berkuasa justru tidak memberhentikan kejahatan sosialnya. Masyarakat secara umum beramai-ramai dengan penuh semangat mengentaskan beban-beban kemiskinan, mengurangi kesengsaraan banyak orang dengan membayar zakat fitrah. Akan tetapi banyak orang kaya dan berkuasa justru tambah asik menggerogoti uang rakyat, dan bukan mengurangi kesengsaraan rakyat tapi malah menambahi beban yang dipikul dengan penuh kepedihan.

Apabila dinilai dari seberapa besarnya kita membayar zakat, mungkin bagi si kaya dan yang berkuasa tidaklah akan berarti apa-apa, tetapi yang terpenting adalah bagaimana dengan zakat yang kita bayarkan setidaknya bisa mengurangi beban penderitaan orang lain. Kemudian jika secara kolektif pembayaran zakat dikumpulkan maka akan menumbuhkan semangat solidaritas yang tinggi untuk membebaskan kesengsaraan nasip saudara-saudara kita yang berada di dalam jurang-jurang kemiskinan. Inilah makna hakikat zakat fitrah yaitu kewajiban pribadi berdasarkan kesucian asalnya, namun memiliki konsekuensi yang sangat jelas bagi kebaikan orang banyak.

Dampak ideal yang muncul dari ibadah puasa itu adalah takwa yaitu berupa kesadaran melalui sikap patuh dan tunduk hanya kepada Tuhan, yang selanjutnya melandasi setiap individu untuk mendalami keinsyafan akan Tuhan yang selalu mengawal dan menyertai kita dalam setiap waktu, tempat dan keadaan. Maka ini harus dijelmakan berupa kesadaran akan tanggung-jawab sosial sesama umat manusia. Sejatinya antara tanggung-jawab pribadi dengan tanggung-jawab sosial merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan, laksana dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan karena antara yang satu dengan yang lainnya saling menunjang. Sehingga setelah puasa Ramadhan berlalu manusia itu idealnya kembali dalam keadaan fitrah yakni suci, yang maksudnya adalah segala bentuk kejahatan sosial, korupsi dan kecurangan yang menyengsarakan orang banyak, sudah tidak melekat dalam diri seseorang yang memang benar-benar menjalankan ibadah puasa itu.

Puasa Ramadhan bukanlah tradisi “musiman-tahunan” bagi umat manusia, tetapi puasa adalah kewajiban ibadah yang disyariatkan Tuhan bagi kaum beriman untuk dijalankan dengan penuh perasaan yang tulus. Jika manusia menjalankan puasa karena tradisi itu maka setelah musimnya berlalu tidak akan meninggalkan kesan spiritual apapun dan tidak akan berdampak baik dalam jiwanya maupun dalam kehidupan sosialnya, kecuali hanya memindahkan larangan puasa yang bersipat lahiri seperti, tidak makan dan minum dari malam hari menjadi siang hari. Manusia harus memandang dan menjalankan puasa itu atas dasar kesungguhan iman terhadap suatu ibadah yang ditetapkan oleh agama Allah, sehingga setelah puasa Ramadhan berlalu jiwanya akan merintih penuh kesedihan dan penghayatan, apakah dirinya masih memiliki kesempatan untuk bertemu lagi dengan Ramadhan yang akan datang. Kemudian puasa Ramadhan yang sebulan penuh dijalankan akan memberi kesan dan kenangan seumur hidupnya.

Jadi apabila puasa itu benar-benar dijalankan dengan segenap keimanan dan ketakwaan atas suatu kewajiban dari Tuhannya, tentu akan membawa manusia itu kepada keselamatan jiwanya sendiri, dengan meninggalkan segala bentuk kejahatan sosial apapun yang dilakukannya, hingga menghantarkannya kepada kesuciannya. Dan jika kesucian itu terus tertancap dalam jiwa kita, maka kita tidak akan pernah menyimpang dari kebenaran. Kemudian ketika kelak menghadap kehadirat Ilahi, kita tidak lagi terbebani dengan tanggung-jawab akibat busuknya perilaku kita sendiri. (wwn)

*) Prof. Dr Bambang Saputra, SH, MH merupakan profesor Hukum termuda se Asia Tenggara, kelahiran 1981.

Di Kabupaten Gresik, Danrem Ajak Forpimda dan masyarakat Buka Puasa Bersama

GRESIK (Swaranews) – Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Sudaryanto tak henti-hentinya mengajak seluruh pihak di wilayah Korem untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Pada kesempatan kali ini, ajakan tersebut digelar di wilayah tugas Kodim 0817/Gresik. Selasa, 14 Mei 2019. Dengan dihadiri oleh masyarakat hingga Forpimda setempat, Kolonel Sudaryanto terlihat semakin akrab ketika menyantap menu buka puasa yang sudah disediakan di Makodim.

“Alhamdulillah, kami masih bisa hadir dalam acara buka puasa bersama ini,” ujarnya.

Selain sebagai ajang meningkatkan keimanan dan ketakwaan, orang nomor satu di tubuh Makorem itu juga mengajak seluruh pihak untuk memperkokoh tali silaturahmi yang selama ini sudah terwujud dengan baik.

“Kami berharap, kedekatan ini akan terus terwujud dengan baik,” pintanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Muhammad Qosim menambahkan jika selama ini, sinergitas antar seluruh pihak di Kabupaten Gresik, mampu ditunjukkan dengan baik, terutama selama berlangsungnya Pileg dan Pilpres beberapa waktu lalu.

Qosim menilai, kondisi politik di daerahnya saat itu berada di tahap aman dan kondusif.

“Sungguh luar biasa, kita semua bersama-sama mengawal berlangsungnya pesta demokrasi itu,” tandasnya.

Usai mengikuti berlangsungnya buka puasa bersama, Kolonel Inf Sudaryanto bersama beberapa pihak terkait, langsung menuju ke panti asuhan Nurul Jannah yang berlokasi di Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Di lokasi tersebut, Danrem menyempatkan dirinya untuk memberikan beberapa bingkisan kepada puluhan anak yatim piatu di panti asuhan tersebut. ((sub)

Wali Kota Risma Terus Perjuangkan Nasib Tanah Warga Morokrembangan Agar Tersertifikasi

SURABAYA (Swaranews) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus berjuang bersama warga Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, agar status tanah yang puluhan tahun mereka tempati bisa tersertifikasi. Setidaknya ada 6 RW (Rukun Warga) di Kelurahan Morokrembangan yang belum memiliki surat tanah. Hingga saat ini, status lahan yang mereka tempati merupakan milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Provinsi Jawa Timur.

 

Wali Kota Risma mengatakan pihaknya bersama warga Morokrembangan terus berjuang agar status tanah yang mereka tempati bisa tersertifikasi. Bahkan, pihaknya telah mengirimkan surat ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar riwayat tanah yang ditempati warga Morokrembangan bisa tersertifikasi. “Saya bersama warga itu sudah berjuang untuk tanah ini agar bisa dimiliki oleh warga. Sudah hampir goaltiba-tiba ada surat dari BBWS bahwa itu tanahnya PUPR,” kata dia usai acara buka puasa bersama warga di Morokrembangan Surabaya, Selasa, (14/05/2019).

 

Bahkan sebelumnya, ia menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengirimkan berkas warga ke BPN pusat dan telah disetujui. Namun, pihak BBWS masih belum menyerahkan sepenuhnya tanah riwayat itu. “Dari Menteri BPN sudah tanda tangan, terus saya kirim surat ke BPN (Surabaya) untuk diproses, namun ada bantahan dari BBWS,” ujarnya.

 

Kendati demikian, perjuangan Wali Kota Risma pun tak berhenti sampai di situ. Beberapa hari yang lalu, ia bersama kepala daerah lain diudang oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Istana Negara Bogor. Pertemuan Presiden Jokowi bersama para kepala daerah itu, untuk mengetahui kebutuhan atau kendala yang ada di masing-masing kota/kabupaten.

 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma langsung menyampaikan kepada Presiden Jokowi terkait permasalahan status tanah warga di Morokrembangan tersebut. Ia berharap, status tanah warga Morokrembangan yang masih milik BBWS itu, bisa diserahkan dan disertifikasi. Ia menyebut, setidaknya luasan lahan yang bermasalah di sebelah utara tidak sampai 10 hektar, sementara di Gadukan sekitar 20 hektar. Namun tanah tersebut, sudah puluhan tahun ditinggali oleh ribuan keluarga.

 

“Saya sudah sampaikan ini ke Pak Presiden dan di situ juga ada beberapa Menteri yang hadir juga. Saya mohon ke Pak Presiden, itu adalah untuk warga untuk dapat bisa sertifikasi. Dan saya sampaikan, nanti kalau bapak nyerahkan sertifikat, bapak bisa hadir sendiri ke warga. Mudah-mudahan bisa,” tuturnya.

 

Wali kota kelahiran Kediri ini mengaku dalam pertemuannya tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Namun secara prinsip, Wali Kota Risma memastikan bahwa pihak BPN Pusat sudah tidak ada masalah, tinggal tindak lanjut dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebab, BBWS merupakan badan di bawah Kementerian PUPR. “Nah Pak Presiden ya akan dikoordinasikan. Prinsipnya karena Menteri BPN sudah tidak masalah, jadi tinggal Menteri PUPR. Saya akan menghadap Menteri PUPR untuk tindak lanjutnya pertemuan dengan Presiden,” terangnya.

 

Pihaknya berharap, tahun ini masalah status tanah riwayat warga Morokrembangan tersebut bisa segera clear. Namun demikian, ia menyebut, masih ada proses-proses yang harus dilewati agar tanah yang ditempati warga bisa tersertifikasi. “Saya berharap karena ini banyak warga tidak mampu, kalau pun toh tidak ada tahun ini ploatingnya, bisa tahun depan untuk sertifikasi massal yang tanpa bayar itu,” harapnya.

 

Sementara itu, Lurah Morokrembangan, Kecamatan Krembangan Surabaya, Suhendri Widyastuti, menyampaikan setidaknya ada enam RW di wilayahnya yang status tanahnya merupakan milik BBWS. Yakni RW 04, RW 05, RW 06, RW 07, RW 08 dan RW 09. Lokasinya berada mulai dekat Bozem di RW 04 hingga Jalan Gadukan Timur.  “Kalau di RW 05 itu ada sekitar 800 KK. Kalau di RW 06 ada sekitar 6000 KK, pokoknya yang paling banyak itu di RW 06,” kata dia.

 

Ia menjelaskan sejak puluhan tahun lalu, enam RW di Kelurahan Morokrembangan itu tidak mempunyai buku tanah. Masyarakat yang tinggal di sana menempati lahan milik BBWS, yakni Pengairan, Perikanan dan Irigasi. Jika ini nanti clear, maka selanjutnya akan dilakukan survey ke masing-masing titik. “Maka baru bisa diketahui luasan lahan yang bermasalah itu,” jelasnya.

 

Widyastuti menambahkan selama ini warga tidak bisa mengurus sertifikast tanah karena status lahan mereka masih milik BBWS. Kendati demikian, ia memastikan, bahwa Pemkot Surabaya terus memperjuangkan nasib warga, agar status lahan yang mereka tempati bisa segera tersertifikasi. “Nah sekarang sudah ditindaklanjuti sama PUPR Provinsi dan Bu Wali juga sudah ke Presiden dan ini nanti langsung ke Bu Wali. Jadi warga tidak melalui RT, RW, Lurah, atau Camat, langsung ke Bu Wali karena tanahnya Provinsi,” pungkasnya. (mar)

Gelegar Meriam 155 Caesar Hancurkan Insurjen yang Kuasai Ngawi

NGAWI (Swaranews) – Dentuman meriam 155 MM Caesar milik Yonarmed 12/Kostrad terlihat memporak-porandakan pertahanan kelompok Insurjensi yang ingin menguasai Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Bahkan, meriam andalan Armed tersebut, telah berhasil melumpuhkan bala bantuan kelompok Insurjensi yang melewati daerah Jagan Kompleks.

Pertempuran yang berlangsung selama enam hari tersebut, telah melibatkan dua seksi dari masing-masing Raipur P, Q dan R Armed 12/Kostrad.

Hanya saja, itu semua merupakan simulasi yang digelar oleh Satuan Armed di bawah kendali Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy dalam melatih kemampuan prajuritnya ketika menghadapi suatu ancaman maupun serangan dari pihak musuh.

“Latihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan seksi Armed di bidang taktik dan teknik sehingga dapat melaksanakan tugas pokoknya guna membantu Satuan manuver dalam memberikan bantuan tembakan pada suatu operasi,” ujar Perwira Seksi Operasi Armed, Lettu Arm Donny. Selasa, 14 Mei 2019.

 

Latihan yang masuk dalam tingkatan program latihan standarisasi tersebut, kata Donny, merupakan suatu latihan lanjutan yang harus dilakukan sebelum berlanjut ke latihan uji siap tempur tingkat seksi.

 

“Latihan itu, di fokuskan pada kemampuan personel seksi Armed agar selalu memiliki kemampuan taktik dan teknik tempur, serta kemampuan melaksanakan kerjasama antar kelompok dalam rangka tercapainya kesiapan tempur yang optimal,” jelasnya.

 

Sementara itu, Danyonarmed 12/Kostrad, Mayor Ronald menambahkan, latihan taktis tingkat seksi yang berlangsung saat ini, dinilai sudah lengkap. Pasalnya, latihan tersebut, juga mendapat pendampingan langsung dari pihak Aswaslat Pussenramed Kodiklat TNI-AD, Mayor Arm Anang Ilyasa, S. Pd.

Sebagai Satuan yang mempunyai Alutsista canggih nan modern, Armed 12/Kostrad memiliki tanggung jawab yang besar, terutama dalam mewujudkan profesionalisme prajurit yang merupakan kewajiban utama, sekaligus pertanggung jawaban kepada bangsa dan negara.

 

“Upaya itu, tidak akan tercapai tanpa diimbangi dengan peningkatkan kualitas, kemampuan dan ketrampilan,” bebernya. “Tentunya, berlatih dan terus berlatih, merupakan kunci utama mewujudkan profesionalisme prajurit TNI-AD. Lebih baik mandi keringat dalam latihan, daripada mandi darah dalam pertempuran,” tegas Danyonarmed 12 Kostrad.

 

Terpisah, tim Asistensi dan Pengawasan Pussenramed Kodiklat TNI-AD, Mayor Arm Anang Ilyasa menambahkan, di samping melaksanakan atensi selama berlangsungnya proses latihan, dirinya juga melakukan pengawasan hierarkis dari Pembina kecabangan dalam pelaksanaan suatu kegiatan latihan agar dapat berjalan sesuai mekanisme, maupun prosedur yang sudah ditetapkan. “Kedatangan tim Asistensi dan Pengawasan ini bertujuan meninjau langsung prosedur ataupun mekanisme pelaksanaan kegiatan Lattis tingkat seksi saat ini,” tandasnya. (sub)

 

 

 

 

 

Kadinkes Surabaya Jamin Tidak Akan Mempersulit SIP Asal Sesuai Aturan

SURABAYA  (Swaranews) – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya terus melakukan penataan dan mengatur seluruh rumah sakit di Kota Surabaya. Dasar penataan itu adalah Permenkes 56 tahun 2014 tentang Klasifikasi dan perizinan rumah sakit. Permenkes ini sudah disosialisasikan berkali-kali oleh Dinkes dan baru resmi diterapkan di Kota Surabaya per Januari 2019.

 

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita memastikan pihaknya akan terus mentaati Permenkes itu untuk menata dan mengatur seluruh rumah sakit di Kota Surabaya. Ia juga memastikan bahwa perizinan rumah sakit itu tidak hanya terkait Sumber Daya Manusia (SDM)nya, tapi yang perlu diperhatikan juga adalah sarana dan prasarana, alat kesehatan, manajemen rumah sakit dan jenis layanan rumah sakit.

 

“Jadi, kita tidak bisa melihat hanya surat izin praktek (SIP) saja yang dipermasalahkan, tapi semuanya juga harus diperhatikan, termasuk dokter dan tenaga kesehatan serta dokter spesialis, harus mengikuti kelas rumah sakitnya,” kata Feni-sapaan Febria Rachmanita saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Selasa (14/5/2019).

 

Menurut Feni, di Kota Surabaya ini ada 59 rumah sakit yang terbagi dalam beberapa tipe. Khusus tipe D ada 8 rumah sakit, tipe C ada 12 rumah sakit, tipe D ada 15 rumah sakit dan tipe A ada 2 rumah sakit. Selain itu ada pula rumah sakit khusus, namun dalam hal ini ia mengkhususkan kepada rumah sakit umum.

 

Pada kesempatan itu, Feni juga mengajak kepada seluruh rumah sakit untuk menyesuaikan tipenya, sehingga apabila itu rumah sakit tipe D, harus menyesuaikan dengan tipe D, termasuk banyaknnya dokter spesialisnya. Bukan malah menambah dokter spesialis, namun tidak menambah pula sarana dan prasarana rumah sakitnya.

“Jika itu dilakukan kan ini merugikan masyarakat. Misalnya di rumah sakit tipe D ada dokter spesialisnya dan masyarakat berobat ke situ, tapi karena tidak ada sarana dan prasarananya, pasti pasien itu akan dirujuk ke rumah sakit tipe C yang lebih lengkap. Nah, kalau begini kan yang rugi masyarakat, kami tidak mau itu terjadi,” kata dia.

 

Oleh karena itu, apabila memang sudah mampu, Feni meminta kepada seluruh rumah sakit di Kota Surabaya untuk meningkatkan tipe atau kelasnya. Sebab, dia perhatikan di salah satu rumah sakit tipe D, dokter spesialisnya sangat banyak dan hampir menyamai rumah sakit tipe C. “Kalau direktur rumah sakitnya membuat komitmen untuk meningkatkan tipe rumah sakitnya, insyaallah semuanya lancar dan bisa ditertibkan SIP itu dan disesuaikan. Makanya, kita selalu beri kesempatan untuk melengkapi sarana dan prasaranan,” tegasnya.

 

Feni juga menjamin bahwa Dinkes tidak akan mempersulit SIP itu selama rumah sakit menaati aturan yang berlaku di Permenkes. Ia juga membantah apabila dikatakan mempersulit SIP itu. “Saya jamin Dinkes Surabaya tidak akan mempersulit SIP asal sesuai aturan. Ini untuk keselamatan pasien, dokter serta rumah sakit juga,” katanya.

 

Ia juga mengaku bahwa langkah tegas yang dijalankannya sejak Bulan Januari itu sudah berkoordinasi dengan Kemenkes. Bahkan, dalam setiap mengambil keputusan selalu didampingi oleh Kemenkes. “Saya sudah tanyakan hal ini kepada orang yang menyusun Permenkes itu sendiri, dan mereka mendukung langkah pemkot,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Surabaya, Hermin, mengatakan sebenarnya semuan organisasi pelayanan kesehatan seperti Persi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinkes dan Kemenkes sudah pernah bertemu untuk membahas ini. Bahkan, ia memastikan bahwa proses sosialisasi sudah dilakukan berkali-kali oleh Dinkes Surabaya, bahkan sering pula secara dor to dor. “Permenkes ini suatu awal untuk mengatur dokter spesialis. Ini produk hukum yang haru ditaati. Makanya, kami pastikan Persi akan tetap mentaati perarutan hukum yang ada,” tegasnya.

 

Direktur Rumah Sakit William Booth Surabaya, T.B. Rijanto, mengatakan diakui atau tidak, permasalahan SIP hingga menjadi ramai seperti saat ini karena diawali oleh dua dokter spesialis yang bekerja di tempatnya. Dua dokter itu mengadu kepada DPRD Surabaya tentang SIP ini. “Alasannya apa saya juga tidak tahu, tapi itu bergerak atas nama pribadi,” kata T.B. Rijanto saat ikut jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya.

 

Ia menambahkan, memang mendapatkan surat dari Dinkes untuk menaikkan tipe rumah sakitnya. Hingga akhirnya, berkali-kali melakukan koordinasi dengan Dinkes dan saat ini pihak William Booth sudah berkomitmen untuk menaikkan tipenya. “Selama kami koordinasi, kami pastikan bahwa Bu Feni selaku Kepala Dinas Kesehatan tidak pernah punya keinginan untuk mempersulit surat izin praktek. Yang ada adalah beliau ingin menata semua rumah sakit di Surabaya,” pungkasnya.  (mar)

Pesan Wali Kota Risma kepada Para Pencari Kerja di Surabaya

SURABAYA (Swaranews) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta, kembali mengadakan acara Bursa Efek Kerja Terbuka Tahun 2019. Acara yang dilaksanakan selama dua hari pada 14 – 15 Mei 2019 itu, bertempat di Gedung Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya.

 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, membuka secara resmi Bursa Efek Kerja Terbuka tersebut. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada perusahaan-perusahaan swasta yang sudah bekerjasama untuk mendapatkan tenaga kerja melalui acara ini. Sekaligus, ini menjadi ajang bagi para pencaker menunjukkan potensi keahlian pada momen tersebut.

 

“Saya perwakilan Pemerintah Kota Surabaya mengucapkan terima kasih kepada seluruh perwakilan perusahaan, karena bapak ibu sekalian anak-anakku khususnya warga Kota Surabaya sudah memudahkan mereka dalam memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya,” kata Wali Kota Risma di sela-sela sambutannya, Selasa (14/05/2019).

 

Pada kesempatan ini, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu mengajak kepada perusahan-perusahaan yang terlibat, untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas dan kualitas para pekerjanya, serta terus mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Mengingat di tahun 2020 mendatang, Indonesia memasuki era pasar bebas. Karena itu, ia juga berpesan kepada para pencaker agar meningkatkan kapasitas dan kualitas untuk menghadapi era pasar bebas tersebut.

 

“Karena itu, mau tidak mau kita harus meningkatkan kapasitas dan meningkatkan kualitas terutama dari sisi persaingan. Jadi bapak ibu, saya rasa keterampilan harus terus diasah, dan dikembangkan. Jadi tidak hanya itu-itu saja,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya, Dwi Purnomo, menjelaskan melalui bursa kerja tersebut, pihaknya mendukung penuh pertemuan antar perusahaan dengan para pencaker. Sehingga tujuan mengurangi angka pengangguran di Kota Surabaya semakin menipis.  “Kita undang perusahaan-perusahaan ini agar bisa memilih sesuai tenaga pekerja yang dibutuhkan. Begitu juga sebaliknya, pencaker juga kami fasilitasi agar menemukan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang dimiliki,” kata Dwi.

 

Ia memastikan bahwa acara yang digelar selama dua hari itu, menarik kuat antusias masyarakat Kota Surabaya dalam mendapatkan pekerjaan. Terbukti, dari jumlah pendaftar berbasis online, sampai hari ini (14/05) sudah mencapai 4 ribu 500 pelamar. Sementara tenaga kerja yang dibutuhkan berjumlah 1600 orang.

 

“Jumlah kali ini 40 perusahaan yang kami ajak kerjasama, kemudian dengan total pencaker sebanyak 4 ribu 500 pelamar, itu masih terus bertambah. Biasanya hari kedua lebih ramai. Kita buka dari pukul 8 pagi sampai 4 sore, dan tenaga yang dibutuhkan 1600 tenaga kerja, jadi harus benar-benar bersaing,” ungkapnya.

 

Pihaknya menyebut, dalam setahun Disnaker Surabaya menggelar Bursa Kerja Terbuka sebanyak tujuh kali. Tak hanya itu, bahkan Disnaker juga terus melakukan monitoringkepada para pencaker yang telah diterima oleh perusahaan-perusahaan tersebut. “Job fair kami ada empat kali, kami letakkan di kelurahan-kecamatan biar merata. Lalu untuk skala besar (job fair), kita letakkan di Convention Hall seperti ini,” terangnya.

 

Gaung Bursa Kerja Terbuka kali ini tidak hanya terdengar oleh masyarakat Kota Surabaya. Bahkan, para pencaker juga datang dari daerah lain di Jawa Timur. Salah satunya adalah Nisaul Qoriah yang berasal dari Jember. “Menurut saya ini sangat membantu teman-teman seperti saya mencari pengalaman, pekerjaan, apalagi yang fresh graduated (baru lulus) masih belum punya pengalaman di bidang yang saya pelajari,” ujar perempuan alumni Politeknik Negeri Jember. (mar)

Kodim Surabaya Timur dan Selatan Masuki Latihan Geladi Posko I

SURABAYA  (Swaranews) – Korem 084/Bhaskara Jaya terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan personelnya melalui berbagai latihan, termasuk diantaranya latihan geladi posko I yang rencananya akan berlangsung selama tiga hari.

Kepala Seksi Operasi Korem, Letkol Inf Suroto mengatakan jika sebelum digelarnya latihan tersebut, terdapat beberapa tahapan yang harus diikuti oleh para peserta, sekaligus penyelenggara latihan.

“Terutama, wajib mengiktui briefing yang kita gelar saat ini,” ujar Kasi Ops usai memimpin berlangsungnya briefing latihan geladi posko I di ruang data Makorem. Selasa, 14 Mei 2019.

Briefing yang digelar saat ini, kata Suroto, pada dasarnya dilakukan guna membantu kelancaran selama berlangsungnya prosesi latihan posko tersebut. Selain mekanisme, dirinya juga mensosialisasikan berbagai mekanisme pelaksanaan latihan mendatang.

“Sebelumnya, sudah digelar di Kodim 0830/Surabaya Utara. Sekarang, giliran Kodim 0831/Surabaya Timur dan Kodim 0832/Surabaya Selatan,” pungkasnya. (mar)

Gubernur Khofifah Dampingi Presiden Resmikan Tol Pandaan-Malang

MALANG (Swaranews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo meresmikan jalan Tol Pandaan-Malang Seksi I,II dan III sepanjang 30,63 km. Peresmian dilangsungkan di depan gerbang tol (GT) Singosari, Desa Banjararum, Singosari, Malang, Senin (13/5/2019).

Selain Gubernur Khofifah, turut mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wali Kota Malang Sutiaji, Plt. Bupati Malang Sanusi, serta Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengapresiasi dan berterima kasih kepada Presiden Jokowi atas peresmian jalan tol Pandaan-Malang Seksi I-III. Dikatakannya, Pengoperasian tol tersebut sangat penting untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan jelang dan selama lebaran untuk jalur Surabaya-Malang.

“Kami sangat bahagia karena Bapak Presiden berkenan meresmikan tol Pandaan-Malang hari ini, karena ini sudah masuk desain dan exercise kami untuk persiapan titik-titik transmisi utama, BBM dan seterusnya,” ujarnya.

Orang nomor satu di jajaran Pemprov itu juga menyebut bahwa pengoperasian jalan tol Pandaan-Malang akan mampu mengurai kemacetan kendaraan pada jalur Surabaya-Malang.

Berdasarkan data, hampir 65 ribu kendaraan dalam keadaan normal two way traffic dari Surabaya-Malang. Sedangkan, pada Sabtu-Minggu ataupun lebaran, jumlahnya diperkirakan meningkat. Titik kemacetan yang harus dilewati terdapat di Pandaan, Lawang, dan Purwosari.

“Diperkirakan 45 ribu dari total kendaraan tersebut akan terurai melalui tol Pandaan-Malang. Sehingga kita berharap mobilitas orang, barang dan jasa bisa semakin cepat,” kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial itu juga berharap, akan ada percepatan untuk pembangunan tol Pandaan-Malang Seksi IV dan V sejauh 7,48 Km. Jika ini sudah selesai, dirinya optimis jumlah wisatawan ke Batu dan Malang bisa semakin meningkat.

“Kami sangat sering koordinasi dengan Pemkab/Pemkot Malang, serta Pemkot Batu. Kami berharap area segitiga Malang raya ini akan menjadi sentra pertumbuhan ekonomi yang luar biasa,” pungkasnya.

Presiden Jokowi Gratiskan Tol Pandaan-Malang Hingga Lebaran

Sementara itu, saat meresmikan tol Pandaan-Malang, Presiden Jokowi meminta kepada Menteri BUMN selaku pemilik jalan tol Pandaan-Malang agar menggratiskan hingga Lebaran.

“Gratisin dulu sampai Lebaran untuk percobaan, jadi sampai Lebaran gratis. Dan sudah dijawab dan dipastikan bisa,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, jalan tol Surabaya sampai Malang sudah bertahun-tahun ditunggu masyarakat. Jika sebelumnya jarak Surabaya – Malang ditempuh 3 sampai 3,5 jam, sekarang jarak tersebut diperkirakan bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam.

“Memang masih kurang sedikit, kurang 7,8 kilo. Tapi tadi saya sudah kejar agar ini bisa diselesaikan maksimal akhir tahun, maksimal. Syukur bisa maju,” tegasnya.

Presiden Jokowi berharap, peresmian ruas tol Pandaan-Malang Seksi I-III bisa mempercepat mobilitas barang, jasa, dan orang. Dengan demikian, area Malang Raya nantinya betul-betul menjadi sebuah kawasan wisata yang terkoneksi dengan tol. Selain itu, diharapkan pertumbuhan ekonomi menjadi semakin baik dan meningkat.

“Kita harapkan sekali keberadaan tol ini bisa sangat membantu untuk pengembangan di bidang pariwisata dan pendidikan di Kota Malang, Kabupaten Malang dan sekitarnya,” pungkasnya. (Msa)

Ads